Konflik AS–Iran hari ini bergerak cepat dari ketegangan bilateral menjadi eskalasi multi-front di Timur Tengah. Serangan dan balasan terjadi hampir bersamaan di Irak, Kuwait, Lebanon, dan Israel.
Perkembangan ini tidak hanya berdampak pada keamanan kawasan, tetapi juga langsung mengguncang pasar global, termasuk market cap kripto yang turun ke sekitar $2,27 triliun.
Drone di Irak dan Insiden di Kuwait: Aset AS Jadi Target
Berdasarkan laporan Reuters yang disiarkan langsung dari BBC di Senin (2/3), hari ini tiga drone bersenjata ditembak jatuh di atas Bandara Erbil, Irak Utara.
Bandara tersebut menjadi lokasi penempatan pasukan AS. Asap terlihat membumbung dari area bandara pada Minggu waktu setempat, dan sebelumnya AS juga dilaporkan mencegat drone di lokasi yang sama selama akhir pekan.
Serangan berulang ini menunjukkan bahwa instalasi militer AS tetap menjadi titik tekan utama dalam eskalasi konflik. Di saat yang hampir bersamaan, asap terlihat naik dari atau di dekat Kedutaan Besar AS di Kuwait, menurut AFP dan Reuters.
Petugas pemadam kebakaran serta ambulans berada di lokasi, sementara detail penyebab kejadian masih menunggu konfirmasi resmi.
Ketika fasilitas diplomatik dan militer AS disentuh dalam waktu berdekatan, pesan strategisnya jelas: konflik tidak lagi terbatas pada satu negara.
Baca juga: Saham Asia Lemas karena Perang Iran, Bitcoin (BTC) Malah Lebih Stabil
Lebanon Masuk Front Baru, Hezbollah Terlibat
Front baru terbuka ketika Hezbollah meluncurkan rudal ke kota Haifa, Israel. Israel membalas dengan serangan udara besar-besaran ke Beirut dan Lebanon selatan.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 31 orang tewas dan 149 luka-luka akibat serangan tersebut. Lebih dari 50 desa di Lebanon selatan diperintahkan untuk dievakuasi.
Hezbollah memiliki hubungan ideologis dan dukungan finansial kuat dari Iran. Keterlibatan kelompok ini mengubah konflik menjadi perang proksi regional dengan risiko meluas ke negara-negara lain di kawasan.
Baca juga: Rangkuman Perang AS – Iran & Dampaknya pada Harga Emas, Minyak, dan Kripto
Rudal Iran ke Israel dan Dampaknya ke Pasar Kripto
Militer Israel menyatakan telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayahnya. Serangan paling mematikan terjadi di Beit Shemesh, menewaskan sedikitnya 9 orang dan melukai puluhan lainnya. Rudal lain jatuh di wilayah Yerusalem dan melukai sedikitnya 3 orang.

Sumber: TradingView
Di tengah eskalasi ini, pasar kripto langsung bereaksi. Market cap kripto turun ke sekitar $2,27T, dengan volume perdagangan sekitar $94,09 miliar.
Bitcoin diperdagangkan di sekitar $65.935, turun 1,75%, sementara Ethereum berada di kisaran $1.940, melemah 3,24%.
Indeks Fear and Greed berada di angka 15, masuk kategori Extreme Fear. Sebelumnya, Bitcoin sempat terkoreksi lebih dalam sebelum rebound intraday. Namun ketegangan lanjutan membuat sentimen kembali rapuh.
Karena kripto diperdagangkan 24 jam tanpa henti, ia menjadi salah satu aset pertama yang mencerminkan reaksi investor terhadap konflik geopolitik.
Kesimpulan
Perang AS–Iran kini telah berkembang menjadi konflik multi-front yang melibatkan Irak, Kuwait, Lebanon, dan Israel.
Dampaknya langsung terasa pada pasar kripto, dengan market cap turun ke $2,27 triliun dan sentimen masuk Extreme Fear.
Selama tidak ada tanda de-eskalasi atau pembukaan jalur diplomasi, volatilitas kemungkinan tetap tinggi, baik di medan militer maupun di pasar keuangan global.
FAQ
1. Mengapa konflik AS–Iran bisa berdampak ke market cap kripto?
Konflik geopolitik meningkatkan ketidakpastian global. Saat risiko meningkat, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset volatil seperti kripto, sehingga kapitalisasi pasar bisa turun.
2. Apa arti market cap kripto turun ke $2,27 triliun?
Artinya nilai total seluruh aset kripto yang beredar berkurang akibat penurunan harga dan tekanan jual di pasar.
3. Mengapa Bitcoin sering bereaksi cepat terhadap konflik global?
Bitcoin diperdagangkan 24 jam tanpa henti, sehingga menjadi salah satu aset pertama yang mencerminkan sentimen risiko sebelum pasar saham global buka kembali.
4. Apa itu Fear and Greed Index dan kenapa penting?
Fear and Greed Index mengukur sentimen pasar kripto. Angka 15 menunjukkan Extreme Fear, yang biasanya mencerminkan dominasi ketakutan dan kehati-hatian investor.
5. Apakah perang regional selalu menyebabkan kripto turun?
Tidak selalu. Dalam jangka pendek, konflik sering memicu volatilitas. Namun arah harga tetap dipengaruhi kombinasi sentimen, likuiditas, dan faktor fundamental lainnya.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
BBC – Israeli attacks kill at least 31 in Lebanon as Iranian attacks continue around Middle East, diakses pada 2 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
