Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali tertekan dan jatuh ke bawah level psikologis $71.000 pada Jumat pagi (20/3), setelah kombinasi sinyal keras dari The Fed dan lonjakan harga minyak global.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Tekanan ini tidak hanya menyeret Bitcoin, tetapi juga memicu aksi jual luas di pasar kripto dan aset berisiko lainnya. Ethereum ikut terkoreksi ke $2.201 dengan penurunan hampir 6%.
Likuidasi $542 Juta, Posisi Long Terhantam
Penurunan tajam ini langsung memicu likuidasi besar di pasar derivatif kripto. Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi mencapai sekitar $542 juta.
Melansir dari crypto.news, sebagian besar berasal dari posisi long:
- $448 juta posisi long terlikuidasi
- Bitcoin menyumbang sekitar $172 juta
- Ethereum sekitar $126 juta
- Lebih dari 143.000 trader terdampak
Besarnya likuidasi ini menunjukkan pasar sebelumnya berada dalam kondisi over-leverage, dengan banyak trader bertaruh harga akan terus naik. Ketika harga berbalik arah, tekanan jual meningkat drastis karena posisi dipaksa ditutup.
Baca berita lainnya: Dituduh Manipulasi Harga Bitcoin, Jane Street Justru Terus Trading BTC
Sinyal The Fed Picu Risk-Off
Pemicu utama tekanan pasar datang dari pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, usai rapat Federal Open Market Committee (FOMC).
“Guncangan harga minyak jelas berdampak,” ujarnya,
The Fed memang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75%, sesuai ekspektasi pasar. Namun, yang mengejutkan adalah proyeksi ekonomi terbaru untuk 2026:
- Inflasi (PCE) diproyeksikan naik ke 2,7% dari sebelumnya 2,4%
- Hanya ada satu kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2026
- Ekspektasi pelonggaran kebijakan semakin memudar
Powell secara langsung mengaitkan kenaikan inflasi dengan lonjakan harga minyak akibat konflik Iran.
“Ekspektasi inflasi jangka pendek telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir, kemungkinan mencerminkan kenaikan signifikan harga minyak akibat gangguan pasokan.” jelas Powell. Pernyataan ini mengacu pada penutupan Selat Hormuz yang sejak akhir Februari telah mengganggu sekitar 20% aliran minyak global.
Catatan Powell memperkuat persepsi bahwa kebijakan moneter akan tetap ketat lebih lama dari yang diharapkan. Kondisi ini mendorong investor beralih ke mode risk-off, menghindari aset berisiko seperti kripto dan saham teknologi.
Konflik Iran Dorong Harga Minyak, Tekan Pasar
Faktor kedua yang memperparah tekanan datang dari sisi geopolitik. Ketegangan di Timur Tengah, khususnya Iran, memicu gangguan pasokan minyak global.
Penutupan jalur strategis Selat Hormuz berdampak besar karena sekitar 20% distribusi minyak global melewati kawasan tersebut. Akibatnya:
- Harga minyak Brent melonjak di atas $110 per barel
- Ekspektasi inflasi meningkat
- Tekanan terhadap kebijakan The Fed semakin kuat
Kenaikan harga energi ini menciptakan efek berantai ke pasar keuangan, termasuk kripto, karena mempersempit peluang pelonggaran suku bunga dalam waktu dekat.
Baca juga berita terkait: Akhir Perang AS–Iran Tinggal Hitungan Bulan? Ini Prediksi Terbarunya
Pasar Global Ikut Terseret
Dampak dari kombinasi kebijakan The Fed dan lonjakan minyak juga terlihat di pasar global:
- Nasdaq turun sekitar 1,5%
- Dow Jones dan S&P 500 melemah setelah reli sebelumnya
- Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik lebih dari 5 basis poin
Bitcoin sendiri sempat turun dari kisaran $74.000 ke sekitar $70.900 hanya dalam beberapa jam setelah konferensi pers The Fed, mencerminkan reaksi cepat pasar terhadap sentimen makro.
Dengan harga minyak yang masih tinggi dan The Fed yang belum memberi sinyal pelonggaran, tekanan terhadap pasar kripto berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.
Kesimpulan
Penurunan Bitcoin ke bawah $71.000 bukan sekadar koreksi biasa. Kombinasi kebijakan moneter yang tetap ketat dan lonjakan harga minyak akibat konflik geopolitik menciptakan tekanan ganda bagi pasar.
Likuidasi besar menunjukkan posisi pasar yang terlalu optimis sebelumnya, sementara sinyal The Fed memperjelas bahwa ekspektasi suku bunga rendah dalam waktu dekat belum realistis.
Selama dua faktor ini masih bertahan, volatilitas di pasar kripto kemungkinan tetap tinggi, dengan pergerakan harga yang sangat responsif terhadap sentimen global.
FAQ
- Kenapa Bitcoin turun hari ini?
Bitcoin turun karena kombinasi kebijakan The Fed yang masih ketat dan kenaikan harga minyak akibat konflik Iran, yang memicu tekanan pada aset berisiko. - Apa dampak pernyataan Powell terhadap harga Bitcoin?
Pernyataan Powell yang mengindikasikan suku bunga tetap tinggi membuat investor menghindari aset berisiko seperti kripto, sehingga harga Bitcoin ikut turun. - Apa itu likuidasi crypto dan kenapa bisa besar?
Likuidasi terjadi ketika posisi leverage dipaksa ditutup karena harga bergerak berlawanan. Besarnya likuidasi menunjukkan banyak trader terlalu agresif membuka posisi. - Apakah kenaikan harga minyak mempengaruhi crypto?
Ya, kenaikan harga minyak dapat meningkatkan inflasi global, yang membuat bank sentral menahan suku bunga tinggi. Ini berdampak negatif pada kripto. - Apakah Bitcoin masih bisa turun lagi?
Selama tekanan makro seperti kebijakan The Fed dan harga minyak masih tinggi, peluang volatilitas dan penurunan lanjutan tetap terbuka. - Apa hubungan suku bunga dengan pasar crypto?
Suku bunga tinggi membuat likuiditas berkurang dan investor lebih memilih aset aman, sehingga pasar crypto cenderung melemah.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita The Fed, #Berita Timur Tengah Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


