Data terbaru dari Polymarket menunjukkan mayoritas pengguna memperkirakan konflik perang antara AS–Iran akan berakhir pada Juni 2026, atau menjelang akhir kuartal kedua tahun ini.
Prediksi tersebut bukan sekadar spekulasi acak. Volume taruhan yang tinggi terkonsentrasi di periode tersebut, sementara kemungkinan perang berakhir lebih cepat, seperti Maret, tercatat jauh lebih rendah.
Probabilitas baru mulai meningkat signifikan pada akhir April dan Mei, sebelum mencapai puncaknya di Juni.

Sumber Gambar: Polymarket
Taruhan Pasar Jadi Indikator Sentimen Global
Polymarket bekerja seperti “pasar prediksi” berbasis kripto, di mana pengguna memasang uang pada kemungkinan suatu peristiwa. Dalam konteks ini, harga taruhan mencerminkan keyakinan kolektif para pelaku pasar terhadap waktu berakhirnya konflik.
Artinya, ketika mayoritas dana mengalir ke skenario Juni 2026, pasar sedang “menghitung” bahwa skenario tersebut paling realistis berdasarkan kondisi saat ini.
Meski bukan prediksi resmi pemerintah atau lembaga militer, pola ini sering digunakan untuk membaca sentimen global secara real-time, terutama dalam isu geopolitik yang dinamis.
Baca juga berita terkait: Harga Bitcoin Berhenti Naik, Nasibnya Kini Bergantung Sinyal The Fed
Tekanan Politik AS Mulai Terlihat
Perubahan arah taruhan tidak muncul tanpa alasan. Pada 17 Maret 2026, pejabat tinggi kontraterorisme AS, Joe Kent, mengundurkan diri. Ia disebut mengkritik arah kebijakan perang yang sedang berlangsung.
“Setelah melalui banyak pertimbangan, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi saya sebagai Direktur National Counterterrorism Center, efektif mulai hari ini. Saya tidak bisa dengan hati nurani mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran. Iran tidak menimbulkan ancaman yang mendesak bagi negara kita,” tulis Joe Kent pada unggahan media sosialnya.

Sumber Gambar: X.com
Pengunduran diri ini menjadi sinyal adanya tekanan internal di dalam pemerintahan. Ketika konflik mulai memicu perpecahan di level elite, dorongan untuk mencari jalan keluar biasanya semakin kuat.
Di saat yang sama, tekanan domestik juga meningkat. Mendekati momentum politik di dalam negeri, pemerintah AS menghadapi tuntutan publik untuk mengakhiri konflik yang berisiko berkepanjangan.
Jalur Diplomasi Mulai Dibuka
Selain faktor politik, perkembangan diplomasi juga ikut memengaruhi persepsi pasar. Laporan Axios menyebutkan bahwa pejabat AS dan Iran telah membuka kembali jalur komunikasi langsung.
Langkah ini menandai perubahan dari sebelumnya yang hanya mengandalkan komunikasi tidak langsung. Meski belum masuk tahap negosiasi resmi, sinyal ini menunjukkan adanya upaya de-eskalasi di tahap awal.
Bagi pasar prediksi, pembukaan jalur komunikasi sering dianggap sebagai indikator bahwa konflik mulai bergerak menuju resolusi.
Faktor Ekonomi Tekan Durasi Perang
Di luar dinamika politik dan diplomasi, tekanan ekonomi menjadi faktor kunci lain yang mempercepat ekspektasi berakhirnya perang.
Gangguan di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia, telah mendorong harga minyak melonjak hingga di atas US$100. Dampaknya langsung terasa pada inflasi global dan stabilitas ekonomi.

Sumber Gambar: Oilprice.com
Kondisi ini diperparah dengan sikap sekutu AS di Eropa dan Asia yang menolak permintaan untuk mengirim kapal perang tambahan. Minimnya dukungan internasional membuat ruang eskalasi militer menjadi terbatas.
Dengan kombinasi biaya perang yang tinggi dan tekanan ekonomi global, konflik jangka panjang menjadi semakin sulit dipertahankan.
Baca berita terbaru lainnya: Skenario Terburuk Bitcoin Jika Minyak Naik ke $200 karena Perang Iran-AS
Berbeda dari Konflik Berkepanjangan Lain
Sejumlah analis menilai konflik ini memiliki karakteristik berbeda dibanding perang besar lain seperti Rusia–Ukraina yang berlangsung lama.
Perang AS–Iran lebih rentan terhadap tekanan ekonomi global dan ketergantungan pada jalur energi strategis. Selain itu, keterlibatan internasional yang tidak solid membuat konflik ini tidak memiliki fondasi kuat untuk berlarut-larut.
Kondisi tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa skenario perang panjang kurang realistis.
Kesimpulan
Data Polymarket menunjukkan satu arah yang cukup jelas: pasar memperkirakan konflik AS–Iran akan mereda pada pertengahan 2026. Prediksi ini didorong oleh kombinasi tekanan politik internal, sinyal diplomasi, lonjakan harga minyak, dan keterbatasan dukungan global.
Meski tidak bisa dijadikan kepastian, pergerakan taruhan ini mencerminkan bagaimana pelaku pasar membaca situasi secara kolektif. Dalam banyak kasus, perubahan sentimen seperti ini sering menjadi indikator awal sebelum kebijakan resmi diumumkan.
FAQ
- Apa itu Polymarket dan bagaimana cara kerjanya?
Polymarket adalah platform prediction market berbasis kripto di mana pengguna bertaruh pada hasil suatu peristiwa. Harga taruhan mencerminkan probabilitas yang diyakini pasar terhadap kejadian tersebut. - Apakah prediksi Polymarket bisa dipercaya untuk konflik geopolitik?
Prediksi di Polymarket bukan keputusan resmi, tetapi sering digunakan untuk membaca sentimen kolektif. Dalam beberapa kasus, prediction market terbukti cukup akurat karena melibatkan banyak partisipan dengan insentif finansial. - Kenapa Juni 2026 dianggap sebagai waktu paling mungkin?
Karena mayoritas volume taruhan terkonsentrasi di periode tersebut, didukung oleh faktor tekanan politik, ekonomi, dan sinyal diplomasi antara AS dan Iran. - Apa dampak perang AS–Iran terhadap harga minyak global?
Konflik ini mengganggu jalur distribusi di Selat Hormuz, sehingga mendorong harga minyak naik di atas US$100 dan meningkatkan risiko inflasi global. - Apakah perang AS–Iran berpotensi berlangsung lama seperti Rusia–Ukraina?
Kemungkinan tersebut dinilai lebih kecil karena tekanan ekonomi global, minimnya dukungan sekutu, dan ketergantungan pada jalur energi strategis yang membuat konflik sulit diperpanjang. - Apa yang dimaksud prediction market dalam konteks kripto?
Prediction market adalah pasar di mana orang memperdagangkan hasil suatu kejadian di masa depan. Dalam kripto, platform seperti Polymarket menggunakan sistem berbasis blockchain untuk transparansi dan kecepatan transaksi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Be(in)crypto – When Will the US–Iran War End? Polymarket Users Have a Date, diakses pada 18 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Timur Tengah Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar

