Harga Bitcoin (BTC) tertekan lebih dari 23% pada kuartal IV 2025. Namun di tengah koreksi tajam itu, dua perusahaan investasi asal Abu Dhabi justru menambah kepemilikan di iShares Bitcoin Trust (IBIT), ETF Bitcoin spot milik BlackRock.
Data terbaru menunjukkan Mubadala Investment Company dan Al Warda Investments meningkatkan eksposur mereka pada IBIT sepanjang akhir 2025. Total kepemilikan gabungan keduanya melampaui US$1 miliar pada akhir tahun.

Sumber Gambar: Dokumen SEC
Tambah Saham Saat Pasar Melemah
Mubadala menaikkan kepemilikan menjadi 12,7 juta saham IBIT setelah membeli hampir 4 juta saham tambahan pada kuartal IV 2025. Sementara itu, Al Warda Investments meningkatkan posisinya menjadi 8,2 juta saham.
Langkah ini terjadi saat harga Bitcoin turun sekitar 23% sepanjang kuartal IV. Tekanan berlanjut ke awal 2026, dengan BTC kembali terkoreksi sekitar 23% secara year-to-date.
Akibat pelemahan harga, nilai gabungan kepemilikan mereka yang sempat di atas US$1 miliar kini diperkirakan menyusut menjadi sedikit di atas US$800 juta, dengan asumsi tidak ada pembelian tambahan.
Meski begitu, aksi beli di tengah penurunan harga menunjukkan pendekatan jangka panjang dibanding reaksi jangka pendek terhadap volatilitas.
Baca juga berita terbaru: Data Whale Tunjukkan Tekanan Jual, Bitcoin Berisiko Drop Hingga 20%
Mengapa Pilih ETF, Bukan Bitcoin Langsung?
Institusi besar cenderung menggunakan ETF Bitcoin spot untuk mendapatkan eksposur ke aset kripto tanpa harus menyimpan Bitcoin secara langsung.
ETF menawarkan struktur investasi teregulasi, likuiditas tinggi, kemudahan integrasi ke portofolio tradisional, serta pengurangan risiko penyimpanan atau custody.
Bagi sovereign wealth fund seperti Mubadala, jalur ini lebih efisien dan operasionalnya lebih sederhana.
Bukan Hanya Abu Dhabi
Akumulasi institusional tidak hanya datang dari dana kekayaan negara. Beberapa perusahaan publik juga tetap menambah kepemilikan kripto meski berada dalam posisi rugi di atas kertas.
Melansir dari CoinPedia, Strategy membeli 2.486 BTC dengan harga rata-rata US$67.710, senilai US$168 juta. Total kepemilikan perusahaan kini mencapai 717.131 BTC dengan valuasi sekitar US$48,8 miliar.
Dengan harga beli rata-rata US$76.027, perusahaan tersebut mencatat unrealized loss sekitar US$5,8 miliar.
Di sisi lain, BitMine Immersion Technologies membeli 45.759 ETH dengan harga rata-rata US$2.001, menginvestasikan US$91,6 juta.
Perusahaan tersebut kini memegang 4,37 juta ETH senilai sekitar US$8,67 miliar. Dengan harga akuisisi rata-rata US$3.801, posisi tersebut mencatat kerugian kertas mendekati US$8 miliar.
Baca selanjutnya: Utang AS US$9,6 Triliun Jatuh Tempo, Bitcoin (BTC) Siap Bull Run?
Fase Bearish atau Akumulasi?
Awal 2026 ditandai tekanan lanjutan di pasar kripto. Aktivitas investor ritel melemah, sementara ketidakpastian ekonomi global membebani aset berisiko.
Namun arus dana dari institusi besar melalui ETF Bitcoin spot menunjukkan pendekatan berbeda. Sovereign wealth fund, manajer aset, dan corporate treasury terlihat meningkatkan eksposur saat harga turun.
Perbedaan perilaku ini memperkuat narasi bahwa sebagian pelaku besar memandang koreksi sebagai peluang akumulasi, bukan sinyal keluar dari pasar.
Kesimpulan
Penurunan harga Bitcoin sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026 belum menghentikan arus masuk dana institusi. Justru sebaliknya, beberapa pemain besar memilih menambah eksposur melalui instrumen teregulasi seperti ETF Bitcoin spot.
Data kepemilikan IBIT oleh dana Abu Dhabi memperlihatkan satu pola yang konsisten: volatilitas tidak selalu direspons dengan pengurangan risiko. Dalam kondisi pasar yang tertekan, sebagian institusi justru memperbesar posisi dengan pendekatan jangka panjang.
FAQ
- Mengapa institusi membeli ETF Bitcoin saat harga turun?
Institusi sering menggunakan strategi akumulasi saat koreksi untuk menurunkan harga rata-rata pembelian. ETF Bitcoin spot memungkinkan eksposur kripto melalui instrumen yang diawasi regulator dan diperdagangkan di bursa saham. - Apa itu iShares Bitcoin Trust (IBIT)?
IBIT adalah ETF Bitcoin spot yang dikelola BlackRock. Produk ini melacak harga Bitcoin dan memberikan akses investasi BTC melalui pasar saham tradisional. - Apa perbedaan ETF Bitcoin dengan membeli BTC langsung?
Membeli BTC langsung berarti menyimpan aset digital melalui wallet atau kustodian. ETF Bitcoin diperdagangkan seperti saham dan lebih mudah diintegrasikan dalam portofolio institusi tanpa mengelola private key. - Apa arti unrealized loss dalam investasi kripto?
Unrealized loss adalah kerugian di atas kertas akibat harga pasar lebih rendah dari harga beli. Kerugian tersebut belum terealisasi selama aset belum dijual. - Apakah pembelian institusi menjamin harga Bitcoin akan naik?
Tidak. Arus masuk institusi dapat mencerminkan keyakinan jangka panjang, tetapi harga tetap dipengaruhi kondisi makro, likuiditas pasar, dan sentimen global. - Apa itu sovereign wealth fund dan perannya di pasar kripto?
Sovereign wealth fund adalah dana investasi milik negara yang mengelola cadangan kekayaan nasional. Masuknya dana ini ke ETF Bitcoin menunjukkan kripto semakin dipertimbangkan dalam strategi diversifikasi aset jangka panjang.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #ETF Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


