Pasar altcoin memasuki pekan kedua Januari dengan sinyal yang tidak sepenuhnya sejalan. Di satu sisi, sejumlah aset mencatat kenaikan harga signifikan.
Namun di sisi lain, data derivatif menunjukkan perilaku trader yang semakin agresif, terutama lewat penumpukan posisi leverage. Kondisi ini membuat risiko likuidasi besar kian terbuka jika pergerakan harga berbalik arah.
Melansir dari Be(in)crypto terdapat tiga altcoin yang saat ini berada dalam sorotan risiko likuidasi tinggi, bukan karena sentimen negatif semata, melainkan akibat ketidakseimbangan antara ekspektasi trader dan kekuatan permintaan riil di pasar.
Likuidasi Mengintai Saat Posisi Leverage Menumpuk
Likuidasi dalam pasar kripto umumnya terjadi ketika trader futures tidak mampu mempertahankan margin akibat pergerakan harga yang berlawanan dengan posisi mereka.
Semakin besar leverage yang digunakan dan semakin padat posisi di satu sisi, semakin besar pula potensi likuidasi berantai.
Data dari berbagai platform derivatif menunjukkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, posisi long pada sejumlah altcoin meningkat jauh lebih cepat dibanding posisi short.
Ketimpangan inilah yang memicu kekhawatiran, terutama saat reli harga tidak sepenuhnya ditopang oleh pertumbuhan permintaan yang berkelanjutan.
Solana (SOL): Optimisme Tinggi, Pertumbuhan Jaringan Melambat

Sumber Gambar: Coinglass
Solana menjadi salah satu aset yang paling disorot. Ekosistemnya mencatat aktivitas tinggi, termasuk lonjakan volume DEX dan peningkatan jumlah token baru yang diluncurkan.
Optimisme ini mendorong banyak trader membuka posisi long dengan harapan harga terus naik. Namun, data on-chain menunjukkan cerita yang berbeda.
Pertumbuhan jumlah wallet baru Solana yang sempat mencapai lebih dari 30 juta per pekan pada akhir 2024 kini turun tajam ke kisaran 7 juta. Padahal, reli harga Solana sebelumnya sangat berkorelasi dengan pertumbuhan jaringan tersebut.
Ketika ekspektasi kenaikan harga tidak diimbangi oleh ekspansi basis pengguna, risiko koreksi menjadi lebih besar.
Jika harga Solana gagal bertahan di area kunci dan turun ke zona yang lebih rendah, potensi likuidasi posisi long bisa mencapai skala sangat besar dalam waktu singkat.
Baca selanjutnya: 3 Meme Coin dengan Pergerakan Whale Paling Menarik Minggu Ini
Render (RENDER) dan AI Coins: Arus Modal Tinggi, Volatilitas Meningkat

Sumber Gambar: Coinglass
Render menjadi perwakilan sektor AI yang tampil paling menonjol sejak awal tahun. Kenaikan harga yang signifikan menarik arus modal baru, membuat sektor AI memimpin kinerja pasar kripto sejauh ini.
Meski begitu, data likuidasi menunjukkan ekspektasi pasar yang relatif seimbang antara posisi long dan short.
Artinya, pergerakan harga yang tajam ke salah satu arah berpotensi memicu likuidasi, baik bagi trader yang terlalu optimistis maupun yang bersikap terlalu defensif.
Jika arus modal ke AI coins terus berlanjut, tekanan likuidasi justru bisa berbalik ke posisi short. Namun, volatilitas tinggi tetap menjadi risiko utama yang perlu diperhitungkan trader dalam jangka pendek.
Monero (XMR): Rekor Harga Bertemu Leverage Berlebihan

Sumber Gambar: Coinglass
Monero mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa, sebuah pencapaian yang memperkuat sentimen positif di komunitasnya. Namun, reli ini terjadi tepat di area resistance jangka panjang yang telah terbentuk sejak 2018.
Pada saat yang sama, open interest futures Monero melonjak ke level tertinggi dalam sejarah, menandakan masuknya modal besar dengan leverage tinggi. Kombinasi antara harga di zona resistance dan lonjakan open interest menciptakan situasi yang rawan.
Dalam kondisi seperti ini, sedikit koreksi saja berpotensi memicu likuidasi besar, karena banyak posisi long dibuka di area harga yang relatif tinggi. Risiko tidak terletak pada lemahnya aset, melainkan pada timing dan kepadatan posisi trader.
Baca juga berita terbaru: Daftar 5 Token Unlock Minggu Ini, Banjir Nama Kripto Besar!
Ketika Ekspektasi Mendahului Realitas Pasar
Benang merah dari ketiga aset ini terletak pada ekspektasi trader yang bergerak lebih cepat dibanding konfirmasi permintaan yang nyata.
Reli harga yang terjadi di tengah penumpukan leverage membuat pasar menjadi rapuh terhadap perubahan sentimen sekecil apa pun.
Situasi ini tidak serta-merta menandakan pembalikan tren besar. Namun, data derivatif menunjukkan bahwa pasar berada dalam fase sensitif, di mana disiplin manajemen risiko menjadi faktor penentu antara bertahan dan terlikuidasi.
Kesimpulan
Risiko likuidasi besar yang membayangi Solana, Monero, dan Render bukan semata-mata soal arah harga, melainkan soal perilaku pasar.
Ketika leverage digunakan terlalu agresif dan ekspektasi melampaui data permintaan, koreksi kecil bisa berdampak besar. Bagi trader, fase seperti ini menuntut kewaspadaan lebih, bukan sekadar keyakinan pada tren.
FAQ
- Apa itu likuidasi dalam perdagangan kripto?
Likuidasi adalah kondisi ketika posisi trading otomatis ditutup oleh sistem karena margin tidak lagi cukup menahan kerugian, biasanya akibat pergerakan harga yang berlawanan dengan posisi leverage. - Mengapa posisi leverage meningkatkan risiko likuidasi?
Leverage memperbesar ukuran posisi dengan modal kecil. Saat harga bergerak sedikit saja ke arah yang salah, kerugian bisa membesar dan memicu likuidasi lebih cepat dibanding posisi tanpa leverage. - Apakah risiko likuidasi berarti harga altcoin akan jatuh?
Tidak selalu. Risiko likuidasi hanya menunjukkan kerentanan pasar terhadap pergerakan tajam. Harga bisa naik atau turun, tetapi ketimpangan posisi membuat dampaknya lebih ekstrem. - Kenapa open interest penting dalam analisis pasar kripto?
Open interest menunjukkan total nilai posisi futures yang masih terbuka. Lonjakan open interest sering menandakan peningkatan spekulasi dan leverage di pasar. - Bagaimana cara trader mengurangi risiko likuidasi?
Trader biasanya mengelola risiko dengan menurunkan leverage, menggunakan stop loss, dan memperhatikan data on-chain serta derivatif sebelum membuka posisi.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Be(in)crypto – 3 Altcoins Face High Liquidation Risk in the Second Week of January, diakses pada 13 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Solana, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar

