Bitcoin menutup 2025 dengan dinamika yang tidak biasa. Setelah mencetak all time high (ATH) di $126.000, harga justru terkoreksi tajam dan berpotensi mengakhiri tahun di bawah $90.000, memicu pertanyaan besar soal arah Bitcoin pada 2026.
Kondisi ini menandai perubahan fase. Analis menilai pasar tidak lagi bergerak mengikuti pola siklus empat tahunan seperti sebelumnya, melainkan dipengaruhi kombinasi faktor makro, likuiditas, dan perilaku institusi.
Kebijakan The Fed dan Likuiditas Jadi Penentu
Sepanjang 2025, Federal Reserve memangkas suku bunga tiga kali, namun sinyal terpenting datang dari penghentian Quantitative Tightening (QT).
Kebijakan ini menghentikan pengurangan neraca The Fed, yang kini stabil di sekitar $6,5 triliun, sehingga tekanan likuiditas mulai mereda.
Penghentian QT membuka ruang bagi Quantitative Easing (QE) di fase berikutnya. QE berarti suntikan likuiditas ke sistem keuangan, kondisi yang secara historis mendukung aset berisiko seperti Bitcoin.
Selain itu, data CME FedWatch menunjukkan peluang sekitar 75% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali sebelum akhir 2026.
Semakin longgar kebijakan moneter, semakin besar potensi arus modal kembali ke aset digital.
David Schassler dari VanEck menilai Bitcoin kini tertinggal jauh dari Nasdaq 100, menciptakan potensi reversion.
Dalam konteks pelemahan nilai mata uang dan pulihnya likuiditas, Bitcoin dinilai siap menjadi outperformer pada 2026.
Baca juga: Bukan Soal Harga, Ini 6 Prediksi Kripto 2026 yang Bikin Pasar Berubah Total
Geopolitik Masih Jadi Faktor Risiko
Ketegangan global tetap membayangi. Konflik Rusia Ukraina, dinamika Timur Tengah, serta hubungan dagang AS dan China masih berpotensi menekan sentimen pasar.
Namun, analis melihat sisi sebaliknya. Jika ketidakpastian geopolitik mereda, aset berisiko berpeluang pulih bersamaan dengan membaiknya pasar keuangan global.
Bitcoin, sebagai aset global yang sensitif terhadap sentimen makro, akan ikut terdampak.
Tekanan Jual Melemah, Buy-Side Mulai Terbentuk
Laporan K33 Research menunjukkan pasar berpotensi keluar dari fase distribusi berat yang terjadi sepanjang 2024 – 2025. Tekanan jual on-chain mendekati titik jenuh, sementara kepemilikan jangka panjang diperkirakan meningkat kembali pada 2026.
Total kepemilikan long-term holder berpotensi menutup 2026 di atas 12,16 juta BTC, mencerminkan kembalinya kepercayaan pasar.
Transisi dari sell-side ke buy-side demand ini diperkuat oleh akses institusional yang makin luas dan kerangka regulasi yang lebih jelas.
Penelitian Copper juga menyoroti pola baru pasca ETF spot, di mana Bitcoin bergerak dalam mini-cycle berbasis cost basis, bukan siklus empat tahunan klasik. Saat ini BTC diperdagangkan dekat cost basis $84.000, zona yang secara historis menjadi titik balik.
Kesimpulan
Koreksi setelah ATH $126.000 bukan sekadar pelemahan harga, melainkan transisi struktur pasar Bitcoin. Arah 2026 akan sangat ditentukan oleh likuiditas global, kebijakan The Fed, dan berkurangnya tekanan jual on-chain.
Alih-alih reli cepat, Bitcoin tampak memasuki fase yang lebih matang, di mana akumulasi, bukan euforia, menjadi fondasi pergerakan berikutnya.
FAQ
- Apa arti koreksi Bitcoin setelah ATH $126.000?
Koreksi ini menandakan pasar memasuki fase penyesuaian struktur, bukan pembalikan tren langsung, setelah reli kuat sepanjang 2025. - Kenapa kebijakan The Fed penting bagi Bitcoin 2026?
Suku bunga dan likuiditas menentukan arus modal global. Pelonggaran moneter cenderung mendukung aset berisiko seperti Bitcoin. - Apakah siklus empat tahunan Bitcoin sudah berakhir?
Analis menilai siklus klasik memudar dan digantikan pola baru berbasis ETF, cost basis, dan partisipasi institusi. - Apa itu buy-side demand dalam konteks Bitcoin?
Buy-side demand berarti tekanan beli mulai mengalahkan tekanan jual, sering kali terjadi saat fase distribusi mendekati akhir. - Apakah geopolitik masih berpengaruh ke harga Bitcoin?
Ya. Ketidakpastian global bisa menekan harga, sementara stabilisasi geopolitik berpotensi memicu pemulihan pasar.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Invezz – Beyond the $126K peak: what macro shifts mean for BTC in 2026, diakses pada 29 Desember 2025
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
