Arthur Hayes kembali menyindir narasi besar di industri kripto. Kali ini, targetnya adalah XRP dan klaim bahwa aset tersebut telah digunakan oleh institusi dalam skala besar.
Melansir dari Coinpedia, mantan CEO BitMEX itu menegaskan bahwa ia belum melihat bukti nyata penggunaan XRP oleh institusi di blockchain.
“Ketika saya melihat bukti on-chain bahwa sebuah institusi menggunakan XRP dalam skala besar, barulah saya akan percaya,” ujar Hayes.
Pernyataan singkat itu langsung mematahkan narasi yang selama ini berkembang di kalangan pendukung Ripple, yang menyebut XRP sebagai infrastruktur utama untuk pembayaran lintas negara.
Klaim Adopsi Dinilai Belum Terbukti
Hayes tidak menyinggung soal teknologi atau potensi XRP. Ia justru menyoroti satu hal yang menurutnya paling penting: data.
Menurutnya, jika benar institusi sudah menggunakan XRP secara luas, aktivitas tersebut seharusnya terlihat jelas di blockchain dalam bentuk transaksi besar dan konsisten.
Tanpa adanya jejak tersebut, Hayes menilai klaim adopsi institusi masih belum bisa diverifikasi.
Pandangan ini kontras dengan narasi yang sering muncul, di mana XRP disebut-sebut akan menjadi alternatif sistem pembayaran global menggantikan mekanisme tradisional.
Baca juga berita terkait: Prediksi Bitcoin Terbaru: Chart Tunjukkan Bull Trap dan Tekanan Baru
Kritik Serupa untuk Bitcoin di Iran
Tidak hanya XRP, Hayes juga meragukan laporan yang menyebut Iran menggunakan Bitcoin (BTC) untuk menarik biaya dari kapal tanker minyak yang melintas di wilayahnya.
Dalam laporan tersebut, kapal diwajibkan membayar sekitar 1 dolar per barel menggunakan Bitcoin untuk bisa melewati jalur tertentu, sebagai upaya menghindari sanksi internasional.
Namun Hayes tetap konsisten dengan pendekatannya.
“Saya akan percaya Iran mengenakan biaya dalam Bitcoin ketika saya melihat transaksi yang terkait langsung dengan pembayaran kapal,” tulisnya di platform X.
Ia bahkan menyebut bahwa tanpa bukti tersebut, klaim itu bisa saja hanya bentuk “trolling” terhadap sistem keuangan fiat Barat.
Narasi Besar vs Bukti Nyata
Pernyataan Hayes muncul di tengah meningkatnya narasi bahwa kripto mulai digunakan sebagai sistem keuangan alternatif.
Beberapa perkembangan yang sering dikaitkan dengan narasi ini antara lain:
Bitcoin mulai masuk pembahasan tingkat negara, stablecoin digunakan dalam transaksi lintas batas, hingga XRP yang dipromosikan sebagai solusi settlement global.
Bahkan analis Jim Rickards sempat menyebut XRP, Bitcoin, dan Tether sebagai kandidat alat pembayaran dalam konteks tertentu, termasuk sektor energi.
Namun Hayes memilih pendekatan yang lebih ketat. Ia menegaskan bahwa semua klaim tersebut harus dibuktikan langsung melalui data blockchain, bukan sekadar pernyataan atau spekulasi.
Baca berita lainnya: Iran Pilih Bitcoin untuk Bayar Minyak, Tapi Faktanya USDT Masih Dominan
Kesimpulan
Arthur Hayes tidak menolak potensi XRP atau narasi adopsi kripto oleh institusi. Namun, ia menolak mempercayainya tanpa bukti konkret.
Selama belum ada jejak transaksi yang menunjukkan penggunaan XRP secara luas oleh institusi, narasi tersebut, menurut Hayes, masih berada di ranah spekulasi.
FAQ
- Kenapa Arthur Hayes meragukan penggunaan XRP oleh institusi?
Karena ia belum melihat bukti transaksi on-chain yang menunjukkan penggunaan XRP dalam volume besar oleh lembaga keuangan. - Apa yang dimaksud bukti on-chain dalam kripto?
Bukti on-chain adalah data transaksi yang tercatat di blockchain dan bisa diverifikasi publik, termasuk jumlah transaksi dan aktivitas wallet. - Apakah XRP sudah digunakan untuk pembayaran internasional?
XRP dirancang untuk itu, tetapi penggunaan oleh institusi dalam skala besar masih belum terlihat jelas di data publik blockchain. - Apa kaitan Iran dan Bitcoin dalam pernyataan Hayes?
Hayes menanggapi laporan bahwa Iran menggunakan Bitcoin untuk biaya kapal tanker, namun ia meragukannya karena belum ada bukti transaksi yang bisa diverifikasi. - Apa pesan utama dari kritik Arthur Hayes ini?
Ia menekankan bahwa klaim besar di industri kripto harus didukung bukti nyata di blockchain, bukan hanya narasi atau pernyataan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Arthur Hayes





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


