Saham SanDisk (SNDK) menjadi aset dengan performa terbaik sepanjang 2026 sejauh ini. Melansir data Be(In)Crypto, saham perusahaan penyimpanan data dan chip memori itu melonjak hingga 509% secara year-to-date (YTD), mengalahkan Bitcoin (BTC), emas, hingga saham teknologi besar seperti Nvidia dan Microsoft.

Sumber Gambar: Be(In)Crypto
Kenaikan tersebut membuat investasi awal sebesar US$1.000 di awal tahun kini bernilai sekitar US$6.090. Angka itu jauh melampaui performa aset lain di berbagai kelas investasi, termasuk kripto, komoditas, maupun indeks saham global.

Sumber Gambar: Be(In)Crypto
Sebaliknya, Bitcoin justru mencatat performa negatif sepanjang tahun ini. Aset kripto terbesar tersebut turun sekitar 22,9% dari level pembukaan tahun di US$87.600 menjadi sekitar US$76.800.
Emas yang sempat mencetak rekor tertinggi di awal tahun juga gagal mempertahankan momentumnya. Setelah menyentuh level US$5.589 pada Januari, harga emas kini kembali turun ke sekitar US$4.500 dan hanya menyisakan kenaikan sekitar 6,5% YTD.
Saham AI Infrastructure Jadi Primadona Baru
Lonjakan SanDisk tidak lepas dari ledakan permintaan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perusahaan tersebut memproduksi chip memori dan solusi penyimpanan data yang digunakan untuk mendukung operasional pusat data AI.
Pada laporan keuangan 30 April lalu, SanDisk mencatat pendapatan mencapai US$5,95 miliar, naik 251% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tidak hanya itu, perusahaan juga mengungkap backlog pesanan dari pelanggan cloud mencapai US$42 miliar. Data tersebut langsung memicu reli besar pada sahamnya hingga sempat menyentuh rekor tertinggi US$1.562 pada 8 Mei sebelum terkoreksi ke kisaran US$1.383.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar mulai bergeser dari saham AI “utama” seperti Nvidia menuju perusahaan pendukung ekosistem AI yang sebelumnya kurang diperhatikan investor.
Intel menjadi salah satu contoh lain. Saham perusahaan chip tersebut naik sekitar 209% sepanjang tahun ini. Seagate, perusahaan penyimpanan data lainnya, juga melonjak sekitar 183%.
Sementara itu, token kripto DeXe menjadi aset kripto dengan performa terbaik dalam daftar tersebut setelah naik sekitar 363% YTD.
Baca juga berita terbaru: 3 Token AI Crypto Ini Mendadak Menggila, Ada yang Naik 350% dalam Sebulan
Nvidia dan Microsoft Justru Tertinggal
Menariknya, saham-saham AI populer yang sebelumnya menjadi pusat perhatian investor justru tidak memimpin reli tahun ini.
Saham Nvidia mengalami underperform dibanding sektor AI secara keseluruhan. Microsoft bahkan tercatat masih bergerak negatif sepanjang 2026.
Kondisi ini memperlihatkan adanya rotasi pasar ke sektor “second derivative AI infrastructure”, yaitu perusahaan yang mendukung kebutuhan penyimpanan data, server, dan infrastruktur AI, bukan hanya produsen GPU atau software AI.
Di sisi lain, indeks saham utama Amerika Serikat tetap mencatat kenaikan moderat. Nasdaq 100 naik sekitar 16%, S&P 500 bertambah 9,1%, sedangkan Dow Jones menguat 3,9%.
Harga Minyak dan Tembaga Ikut Melonjak
Selain saham AI, beberapa komoditas juga mencatat kenaikan signifikan sepanjang tahun ini.
Harga minyak Brent naik sekitar 86% akibat meningkatnya tensi geopolitik di sekitar Selat Hormuz pada April lalu. Minyak yang dibuka di level US$60,59 per barel kini diperdagangkan di sekitar US$113.
Sementara itu, tembaga naik sekitar 42% di London Metal Exchange karena meningkatnya permintaan dari industri kendaraan listrik dan pembangunan pusat data AI.
Namun, tidak semua logam mulia mengalami reli kuat. Perak hanya naik sekitar 3,4% setelah lonjakan tajam di Januari mulai memudar.
Baca berikutnya: Nvidia Cetak ATH Baru, Prediksi Harga Saham AI Ini Makin Panas
Bitcoin Gagal Jadi Safe Haven?
Penurunan Bitcoin sepanjang 2026 memunculkan kembali perdebatan soal statusnya sebagai “digital gold”.
Sebelum tahun dimulai, banyak investor memperkirakan Bitcoin akan menjadi aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun sejauh ini, narasi tersebut belum terbukti.
Alih-alih mengalir ke aset safe haven seperti Bitcoin atau emas, sebagian besar dana investor justru masuk ke saham-saham yang berkaitan langsung dengan booming AI.
Meski demikian, analis menilai performa YTD belum cukup untuk menentukan arah jangka panjang Bitcoin. Pasar kripto dikenal sangat volatil dan sering bergerak berbeda dalam tiap siklus.
SanDisk sendiri juga bukan tanpa risiko. Setelah mencapai puncaknya di Mei, saham tersebut sempat terkoreksi lebih dari 11%, menunjukkan volatilitas tinggi masih menjadi tantangan utama aset berbasis AI.
Kesimpulan
Pergerakan pasar sepanjang 2026 menunjukkan perubahan besar dalam preferensi investor global. Jika sebelumnya Bitcoin, emas, dan saham AI raksasa menjadi fokus utama, kini perhatian mulai bergeser ke perusahaan infrastruktur AI yang menopang ledakan teknologi tersebut.
SanDisk menjadi simbol perubahan itu setelah mencatat kenaikan lebih dari 500% hanya dalam waktu kurang dari lima bulan. Di saat Bitcoin melemah dan emas kehilangan momentum, saham berbasis AI infrastructure justru menjadi pusat arus modal baru tahun ini.
FAQ
- Kenapa saham SanDisk bisa naik lebih dari 500% di 2026?
Kenaikan SanDisk dipicu lonjakan permintaan chip memori dan penyimpanan data untuk kebutuhan artificial intelligence (AI). Perusahaan juga mencatat backlog pesanan cloud hingga US$42 miliar. - Apakah Bitcoin benar-benar kalah dari saham AI di 2026?
Secara year-to-date (YTD), performa Bitcoin memang tertinggal karena masih turun sekitar 22,9%. Namun performa jangka pendek belum tentu mencerminkan tren jangka panjang pasar kripto. - Apa itu AI infrastructure yang ramai dibicarakan investor?
AI infrastructure merujuk pada perusahaan yang mendukung operasional teknologi AI, seperti produsen chip memori, server, storage, dan pusat data. - Selain SanDisk, saham AI apa lagi yang naik besar di 2026?
Beberapa saham lain yang ikut melonjak adalah Intel dan Seagate. Keduanya dianggap diuntungkan oleh meningkatnya kebutuhan data center dan penyimpanan AI. - Apakah emas masih dianggap aset safe haven di 2026?
Emas masih dianggap aset lindung nilai, tetapi performanya tahun ini relatif terbatas. Setelah sempat mencetak rekor harga tertinggi, kenaikan emas kini hanya sekitar 6,5% YTD. - Mengapa Nvidia dan Microsoft tidak lagi memimpin reli AI?
Investor mulai mencari peluang baru di sektor pendukung AI yang sebelumnya kurang diperhatikan. Rotasi ini membuat saham AI infrastructure lebih diminati dibanding perusahaan AI besar yang sudah terlalu mahal. - Apakah saham AI infrastructure cocok untuk investasi jangka panjang?
Sektor AI infrastructure dinilai punya potensi pertumbuhan besar karena kebutuhan data center dan AI terus meningkat. Namun investor tetap perlu memperhatikan volatilitas dan valuasi saham yang sudah naik tinggi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita Terkini Saham Hari Ini







Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


