Harga Bitcoin (BTC) sempat menguat hingga menembus US$71.000 pada akhir pekan lalu. Namun kembali terkoreksi ke level US$68.000 pada Rabu (11/2).
Sejumlah trader dan analis menilai tekanan pasar belum benar-benar selesai. Mereka memperingatkan bahwa Bitcoin masih berpotensi turun lebih dalam, dengan area US$50.000 disebut sebagai level uji penting berikutnya.
Pandangan ini muncul di tengah perbandingan kuat dengan pola bear market 2022, periode ketika Bitcoin sempat memantul sebelum akhirnya mencetak titik terendah baru.
Rebound Bitcoin Belum Diyakini Jadi Titik Balik

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Data TradingView menunjukkan BTC/USD sempat naik sekitar 20% dari titik terendah 15 bulan terakhir, sebelum kembali bergerak volatil menjelang penutupan mingguan.
Meski demikian, sebagian pelaku pasar menilai kenaikan tersebut belum cukup kuat untuk mengubah struktur tren.
Analis independen Filbfilb membagikan perbandingan pergerakan harga Bitcoin saat ini dengan fase awal bear market 2022.

Sumber Gambar: X.com/filbfilb
Dalam analisanya, Bitcoin masih bergerak di bawah exponential moving average (EMA) 50 minggu, yang kini berada di sekitar US$95.300. Kondisi ini, menurutnya, menandakan tren jangka menengah masih berada di bawah tekanan.
Analis lain, Tony Severino, juga menyampaikan pandangan serupa dengan menyoroti sejumlah indikator teknikal yang menunjukkan potensi terbentuknya harga terendah baru.
Four more for your foresight https://t.co/psM23MQiI2 pic.twitter.com/Qu0Pt5QeUz
— Tony Severino, CMT (@TonySeverinoCMT) February 8, 2026
Baca juga berita terbaru: Isu Suku Bunga dan Ketua The Fed Baru Bikin Bitcoin (BTC) Enggan Menguat
Kapitulasi Besar Dinilai Belum Terjadi

Sumber Gambar: X.com/AkaBull_
Trader BitBull menilai pasar Bitcoin belum memasuki fase kapitulasi akhir, yakni kondisi ketika tekanan jual terjadi secara masif dan sering kali menandai akhir bear market.
Menurutnya, titik terendah yang lebih “nyata” berpotensi terbentuk di bawah level US$50.000. Area ini dianggap krusial karena berkaitan langsung dengan posisi investor institusional, khususnya pembeli ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.
“Titik terendah sebenarnya akan terbentuk di bawah level $50.000, di mana sebagian besar pembeli ETF akan mengalami kerugian,” ujar BitBull.
Sumber Gambar: Checkonchain via Cointelegraph
Data dari Checkonchain menunjukkan bahwa rata-rata harga beli ETF Bitcoin spot AS berada di sekitar US$82.000. Jika harga BTC turun jauh di bawah level tersebut, sebagian besar pembeli ETF akan berada dalam kondisi rugi, yang secara historis kerap memicu tekanan jual lanjutan.
Sinyal Teknis Mengingatkan Pola 2022
Selain EMA 50 minggu, analis juga menyoroti pergerakan Bitcoin terhadap 200-week moving average (MA), baik simple maupun exponential.
Kedua indikator ini membentuk area support yang sering disebut sebagai “MA cloud”, saat ini berada di kisaran US$58.000 hingga US$68.000.
Caleb Franzen dari Cubic Analytics mengingatkan bahwa pola serupa pernah terjadi pada Mei 2022. Saat itu, Bitcoin sempat memantul dari MA 200 minggu, memicu optimisme pasar, sebelum akhirnya gagal bertahan dan menembus support tersebut beberapa minggu kemudian.
Menurut Franzen, kondisi saat ini menunjukkan karakter awal yang mirip, di mana harga baru melakukan uji pertama ke area MA cloud dengan ekor candlestick panjang, sebuah sinyal yang patut diwaspadai.
“Namun kemudian reli itu mereda… Harga kembali ke dalam awan MA 200W beberapa minggu kemudian, gagal pulih, lalu menembus awan tersebut pada Juni 2022. Apa yang kita lihat sekarang? Pengujian ulang pertama awan MA 200W dengan sumbu panjang,” jelasnya dikutip dari Cointelegraph.
Baca selanjutnya: Robert Kiyosaki Tegas Pilih Bitcoin daripada Emas, Ini Alasan Utamanya
Analis Ingatkan Risiko, Bukan Kepastian
Meski banyak peringatan bearish bermunculan, para analis juga menegaskan bahwa pasar tidak selalu bergerak dengan pola yang sama. Franzen menyebut bahwa tidak ada jaminan Bitcoin akan mengulang skenario 2022 secara persis.
Namun, selama indikator jangka panjang belum menunjukkan pembalikan tren yang jelas, kehati-hatian dinilai tetap relevan.
Rebound jangka pendek, menurut para trader, belum cukup untuk menyatakan bahwa bear market telah berakhir.
Kesimpulan
Pemulihan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir belum sepenuhnya mengubah sentimen pasar.
Sejumlah trader melihat risiko lanjutan masih terbuka, terutama jika tekanan jual meningkat dan pasar mendekati fase kapitulasi.
Area US$50.000 kini menjadi salah satu level yang paling banyak dipantau, bukan sebagai target pasti, tetapi sebagai cerminan seberapa dalam pasar siap menguji keyakinan pelaku kripto.
FAQ
- Apa yang dimaksud dengan bear market Bitcoin?
Bear market Bitcoin adalah fase ketika harga bergerak turun dalam periode panjang, disertai sentimen negatif dan tekanan jual yang dominan di pasar kripto. - Kenapa analis menyebut Bitcoin bisa turun ke US$50.000?
Sejumlah trader melihat pola harga saat ini mirip dengan bear market 2022 dan menilai kapitulasi besar belum terjadi. Area US$50.000 dianggap sebagai level psikologis dan struktural penting. - Apa itu kapitulasi dalam pasar kripto?
Kapitulasi adalah fase ketika banyak investor menjual aset secara bersamaan karena panik atau putus asa. Dalam siklus pasar, kondisi ini sering muncul mendekati titik terendah. - Apa peran ETF Bitcoin dalam analisis harga saat ini?
ETF Bitcoin spot di AS memiliki rata-rata harga beli sekitar US$82.000. Jika harga BTC turun jauh di bawah level tersebut, tekanan jual dari investor yang merugi bisa meningkat. - Apakah Bitcoin pasti akan mengulang kejatuhan seperti 2022?
Tidak ada kepastian. Analis menekankan bahwa pola historis hanya digunakan sebagai referensi risiko, bukan sebagai jaminan bahwa pergerakan harga akan sama persis.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
