Bitcoin sedang membentuk potensi lima bulan penutupan negatif berturut-turut, yang bisa menjadi rekor terpanjang sejak bear market 2018.
Bulan ini saja, harga BTC telah turun sekitar 24% dalam seminggu terakhir, memperpanjang tekanan setelah empat bulan merah sebelumnya.

Sumber: CoinGlass
Data CoinGlass menunjukkan pola pelemahan beruntun ini memicu perdebatan baru: apakah pasar mendekati dasar, atau justru memasuki fase penurunan yang lebih dalam.
Kapitalisasi dan sentimen pasar kripto masih bergerak hati-hati, dengan volatilitas tinggi dan tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda.
Pola Historis: Penurunan Panjang Sering Diikuti Reli
Dalam beberapa siklus sebelumnya, periode penurunan panjang pernah diikuti pemulihan signifikan.
Analisis dari Milk Road menyebut bahwa setelah fase penurunan multi-bulan, Bitcoin pernah mencatat reli hingga 316% dalam lima bulan berikutnya, jika pola historis terulang.
Beberapa pengamat menyoroti 1 April sebagai potensi titik pivot berdasarkan analogi siklus sebelumnya. Namun, proyeksi ini tetap bersifat historis dan bukan kepastian.
$BTC is looking to log its 5th red month.
Last time this happened was in 2018/19 when we saw 6 red months.
Silver lining: it led to a reversal w/ 316% returns over the following 5 months.
If history repeats – the reversal begins April 1st.
Bookmark this. pic.twitter.com/IZwmdg0peV
— Milk Road (@MilkRoad) February 18, 2026
Sebagai perbandingan, pada 2022 Bitcoin mencatat empat kuartal merah berturut-turut dan mengalami penurunan tahunan sekitar 64%, dari pembukaan sekitar $46.230 hingga penutupan mendekati $16.500.
Perbedaan struktur pasar membuat sebagian analis berhati-hati dalam menyamakan kondisi saat ini dengan siklus sebelumnya.
Baca juga: Harga Bitcoin (BTC) Stabil di US$67.000, Trader Ramai Beli Proteksi Crash
Apakah Bear Market Kali Ini Berbeda?
Dikutip dari Crypto Breaking, beberapa analis menilai fase pelemahan saat ini memiliki karakteristik berbeda. Indikator RSI bulanan disebut telah menyentuh level yang sebelumnya terlihat di dasar bear market 2015 dan 2018.
Namun, tidak semua pihak sepakat bahwa pola klasik akan berulang. Divergensi antara sinyal bulanan, mingguan, dan kuartalan membuat pembacaan arah pasar menjadi lebih kompleks.
Secara mingguan, Bitcoin juga mencetak lima pekan merah beruntun, mendekati rekor penurunan 2022 yang berlangsung sembilan minggu sebelum harga menyentuh sekitar $20.500.
Artinya, dasar harga bukanlah satu titik, melainkan proses yang bisa berlangsung lama dan penuh fluktuasi.
Apa yang Perlu Dicermati?

Harga Bitcoin hari ini (20/02) | Sumber: TradingView
Beberapa faktor yang kini menjadi perhatian:
- Apakah April akan menjadi titik perubahan setelah lima bulan merah
- Stabilitas RSI dan pola candle mingguan
- Perubahan sentimen risiko dan kondisi likuiditas global
Jika likuiditas membaik dan tekanan jual mereda, potensi relief rally tetap terbuka. Namun jika kondisi makro memburuk, fase konsolidasi atau penurunan lanjutan masih mungkin terjadi.
Kesimpulan
Bitcoin berada di persimpangan penting setelah mencatat potensi lima bulan merah berturut-turut dan koreksi sekitar 24% di bulan ini.
Sejarah menunjukkan bahwa penurunan panjang kadang diikuti reli kuat, bahkan hingga ratusan persen.
Namun struktur pasar saat ini tidak identik dengan siklus sebelumnya. Indikator teknikal memberi sinyal campuran, sementara sentimen masih berhati-hati.
April berpotensi menjadi momen penting, tetapi arah akhir tetap ditentukan oleh kombinasi likuiditas, sentimen risiko, dan respons pasar terhadap tekanan yang ada.
FAQ
1. Apa arti lima bulan merah berturut-turut pada Bitcoin?
Itu berarti harga Bitcoin ditutup lebih rendah dari harga pembukaan selama lima bulan berturut-turut, menandakan tren penurunan jangka menengah.
2. Apakah pola historis bisa menjamin reli Bitcoin?
Tidak. Pola historis hanya memberi gambaran kemungkinan, bukan kepastian. Setiap siklus dipengaruhi kondisi makro dan likuiditas berbeda.
3. Mengapa April disebut sebagai potensi titik balik?
Beberapa analis membandingkan pola siklus sebelumnya di mana pemulihan dimulai setelah periode penurunan panjang yang berakhir sekitar awal kuartal baru.
4. Apa itu RSI dan mengapa penting?
RSI atau Relative Strength Index adalah indikator momentum. Jika berada di area rendah, bisa menandakan kondisi oversold atau tekanan jual yang berlebihan.
5. Apakah kondisi saat ini sama dengan 2022?
Tidak sepenuhnya. Meski ada kemiripan penurunan beruntun, struktur pasar, partisipasi institusi, dan dinamika likuiditas saat ini berbeda dari 2022.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Crypto Breaking – Bitcoin’s record monthly losses; history says a brewing turnaround, diakses pada 20 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
