Sejumlah analis memperkirakan Bitcoin (BTC) berpeluang mencapai $300.000 hingga $500.000 pada 2029, seiring dimulainya siklus baru setelah halving 2028.
Namun, analisis terbaru CoinDesk menunjukkan bahwa data historis siklus halving justru memberikan gambaran yang lebih konservatif.
Meski Bitcoin terus mencetak rekor harga baru di setiap siklus, besarnya kenaikan dari satu puncak ke puncak berikutnya ternyata terus mengecil.
Data Halving Tunjukkan Kenaikan Bitcoin Mengecil
Bitcoin dikenal memiliki siklus sekitar empat tahun yang berpusat pada halving, yaitu peristiwa ketika imbalan penambangan dipotong 50%.
Secara historis, harga Bitcoin mulai membentuk tren naik sekitar 18 bulan sebelum halving dan mencapai puncaknya sekitar 16 hingga 18 bulan setelahnya.

Siklus halving Bitcoin | Sumber: TradingView/@DeFi_initiate
Meski pola tersebut masih berlangsung, data menunjukkan bahwa besarnya kenaikan harga pada setiap siklus terus menurun.
- 2017: Bitcoin mencapai hampir $20.000, atau naik sekitar 75 kali dibanding puncak siklus sebelumnya di 2013.
- 2021: Bitcoin mencetak rekor sekitar $69.000, dengan kenaikan sekitar 3,5 kali dari puncak 2017.
- 2025: Bitcoin mencapai $126.000, tetapi kenaikannya hanya sekitar 1,8 kali dibanding puncak 2021.
Baca juga: 4 Faktor Penentu Arah Bitcoin Minggu Ini, CPI hingga Konflik Iran Jadi Kunci
Mengapa Target $500.000 Dinilai Tidak Mudah?
beberapa analis seperti Peter Brandt serta tim riset Bernstein tetap memproyeksikan Bitcoin dapat mencapai $300.000 hingga $500.000 pada puncak siklus berikutnya di 2029.
Salah satu alasan yang dikemukakan adalah meningkatnya adopsi ETF Bitcoin spot, yang dinilai berpotensi mendorong permintaan institusional terhadap BTC.
Menurut CoinDesk, untuk mencapai angka tersebut, Bitcoin perlu mencatat kenaikan yang lebih besar dibanding siklus sebelumnya. Padahal, data historis justru menunjukkan bahwa setiap siklus menghasilkan pertumbuhan yang semakin moderat.
Semakin besar nilai kapitalisasi Bitcoin, semakin besar pula dana yang dibutuhkan untuk mendorong harganya naik.
Selain itu, hadirnya ETF, kontrak berjangka, opsi, dan berbagai instrumen investasi membuat pasar Bitcoin semakin likuid dan menyerupai pasar keuangan tradisional, sehingga volatilitasnya cenderung menurun.
Bitcoin Dinilai Semakin Matang
Meski peluang kenaikan ekstrem dinilai semakin kecil, CoinDesk menegaskan bahwa kondisi ini bukan berarti prospek Bitcoin memburuk.
Sebaliknya, Bitcoin dinilai semakin berkembang sebagai aset yang lebih matang dengan likuiditas yang lebih besar dan partisipasi institusi yang terus meningkat.
Dengan kata lain, investor mungkin perlu menyesuaikan ekspektasi. Alih-alih mengharapkan lonjakan harga berkali-kali lipat seperti pada awal kemunculan Bitcoin, pergerakan pada siklus berikutnya berpotensi lebih stabil meski tetap mampu mencetak rekor harga baru.
Kesimpulan
Data historis menunjukkan bahwa siklus halving Bitcoin masih berpotensi menghasilkan all-time high (ATH) baru. Namun, besarnya kenaikan harga dari satu siklus ke siklus berikutnya terus mengalami perlambatan.
Karena itu, target $300.000 hingga $500.000 pada 2029 masih menjadi proyeksi yang bergantung pada berbagai faktor, termasuk besarnya permintaan baru, kondisi makroekonomi, dan adopsi institusional.
Sejauh ini, data historis lebih mendukung skenario kenaikan yang bertahap dibanding lonjakan ekstrem.
FAQ
1. Apa itu halving Bitcoin?
Halving Bitcoin adalah peristiwa yang terjadi sekitar setiap empat tahun sekali ketika imbalan penambangan Bitcoin dipotong 50%, sehingga laju pasokan BTC baru menjadi lebih lambat.
2. Mengapa banyak analis memprediksi Bitcoin naik setelah halving?
Secara historis, pengurangan pasokan baru setelah halving sering diikuti peningkatan harga ketika permintaan tetap tinggi atau terus bertambah.
3. Mengapa target Bitcoin $500.000 dipertanyakan?
Karena data historis menunjukkan setiap siklus menghasilkan kenaikan yang semakin kecil. Semakin besar kapitalisasi Bitcoin, semakin besar pula modal yang dibutuhkan untuk mendorong harga naik.
4. Apakah Bitcoin masih bisa mencetak rekor harga baru?
Masih berpotensi. Namun, berdasarkan pola historis, kenaikannya diperkirakan lebih bertahap dibanding siklus-siklus awal Bitcoin.
5. Faktor apa saja yang dapat memengaruhi harga Bitcoin menuju 2029?
Beberapa faktor utamanya meliputi siklus halving, adopsi ETF Bitcoin, kondisi ekonomi global, kebijakan moneter, serta meningkatnya permintaan dari investor institusional.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga media sosial INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
CoinDesk – Bitcoin analysts predict $300,000–$500,000 price in 2029. The math says no, diakses pada 13 Juli 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Pergerakan Harga Crypto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
