Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis mulai melihat koreksi tajam yang terjadi di pasar kripto sebagai potensi peluang akumulasi.
Melansir CryptoTicker melalui CoinMarketCap Community, harga Bitcoin tercatat telah terkoreksi sekitar 50% dari level tertingginya.

Sumber Gambar: TradingView
Penurunan tersebut terjadi di tengah tekanan pasar yang dipicu kombinasi sentimen makro, perubahan aliran modal, dan likuidasi besar-besaran di pasar derivatif.
Meski sentimen pasar masih cenderung negatif, sejumlah indikator on-chain menunjukkan tanda-tanda kapitulasi yang dalam. Kondisi ini membuat sebagian investor mulai mencermati kemungkinan terbentuknya area akumulasi baru bagi Bitcoin.
3 Faktor yang Disebut Menekan Pasar Kripto
Menurut analisis tersebut, pelemahan pasar tidak terjadi karena satu penyebab tunggal. Ada beberapa faktor yang dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan jual di pasar.
Faktor pertama adalah meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Dalam kondisi seperti ini, banyak pelaku pasar lebih memilih memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman.
Selain itu, sentimen pasar juga tertekan oleh perpindahan likuiditas ke berbagai instrumen investasi lain yang dianggap lebih menarik dalam jangka pendek. Kondisi ini membuat aliran dana yang biasanya masuk ke aset digital menjadi lebih terbatas.
Di sisi lain, pasar juga menghadapi efek domino dari posisi leverage yang terlalu besar. Ketika harga mulai turun, likuidasi paksa terjadi secara berantai dan mempercepat penurunan harga Bitcoin maupun aset kripto lainnya.
Baca juga berita terbaru: Ethereum Ambruk 20%, Tapi Analis Justru Sebut Ini Saat Terbaik Beli ETH
Arus Keluar ETF Bitcoin Jadi Sorotan
Analis juga menyoroti perubahan sentimen pada produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.

Sumber Gambar: Farside Investors
Setelah sempat menjadi pendorong utama reli harga Bitcoin dalam beberapa periode terakhir, arus dana yang masuk ke ETF kini menunjukkan perlambatan.
Bahkan, beberapa produk ETF tercatat mengalami arus keluar dana yang ikut mengurangi tekanan beli di pasar spot.
Ketika investor institusional mulai mengurangi eksposur, likuiditas pasar cenderung melemah dan membuat harga lebih rentan terhadap volatilitas tinggi.
Sinyal Kapitulasi Mulai Bermunculan
Meski sentimen pasar masih cenderung negatif, sebagian analis melihat munculnya tanda-tanda kapitulasi yang secara historis sering terjadi menjelang pembentukan dasar harga.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah meningkatnya jumlah Bitcoin yang saat ini berada dalam posisi rugi secara belum terealisasi (unrealized loss).
Saat ini, sekitar 10,46 juta BTC disebut berada di bawah harga beli pemiliknya. Dalam beberapa siklus sebelumnya, kondisi serupa sering muncul ketika tekanan jual mulai melemah dan pasar memasuki fase akumulasi.
Ketika sebagian besar spekulan jangka pendek sudah keluar dari pasar, tekanan jual biasanya mulai berkurang karena investor yang tersisa cenderung memiliki horizon investasi yang lebih panjang.
Fundamental Bitcoin Dinilai Masih Kuat
Berbeda dengan beberapa peristiwa besar dalam sejarah kripto yang dipicu oleh kegagalan internal industri, koreksi kali ini dinilai lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal.
Jaringan Bitcoin tetap beroperasi normal dengan tingkat keamanan yang kuat, aktivitas penambangan yang stabil, dan tingkat adopsi yang masih terus berkembang.
Karena itu, sebagian investor melihat penurunan harga saat ini sebagai tekanan jangka pendek yang tidak mengubah fundamental utama Bitcoin.
Risiko Penurunan Masih Ada
Meski sejumlah indikator menunjukkan potensi akumulasi, risiko penurunan lebih lanjut tetap perlu diperhatikan.
Jika kondisi ekonomi global memburuk atau ketidakpastian geopolitik meningkat, aset berisiko seperti kripto berpotensi menghadapi tekanan tambahan.
Selain itu, altcoin masih menjadi sektor yang paling rentan ketika sentimen pasar melemah. Dalam kondisi seperti sekarang, banyak investor memilih mengalihkan dana ke Bitcoin yang dianggap memiliki likuiditas dan ketahanan lebih baik dibanding aset kripto lain.
Apabila Bitcoin gagal mempertahankan area support penting, tekanan jual berpotensi kembali meningkat dan memicu koreksi lanjutan di pasar.
Strategi yang Banyak Dipilih Investor Saat Pasar Turun
Di tengah volatilitas tinggi, sebagian investor memilih menggunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA).
Strategi ini dilakukan dengan membeli Bitcoin secara bertahap dalam beberapa periode berbeda, sehingga risiko membeli di harga puncak dapat dikurangi.
Pendekatan tersebut sering digunakan ketika pasar sedang sulit diprediksi karena investor tidak perlu menebak titik terendah secara akurat.
Selain itu, investor juga cenderung mempertahankan sebagian dana tunai untuk mengantisipasi peluang jika koreksi berlanjut.
Baca berita lainnya: Agenda Penting yang Bisa Guncang Pasar Crypto Minggu Ini, Ada CPI Hingga Piala Dunia
Apakah Sekarang Waktu yang Tepat untuk Buy The Dip?
Jawabannya sangat bergantung pada horizon investasi masing-masing. Bagi trader jangka pendek, volatilitas yang masih tinggi membuat risiko pergerakan harga ekstrem tetap perlu diwaspadai.
Namun bagi investor jangka panjang, koreksi besar sering kali menjadi periode yang menarik untuk mulai melakukan akumulasi secara bertahap.
Meski demikian, investor tetap perlu mempertimbangkan profil risiko dan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kesimpulan
Bitcoin kembali berada di persimpangan penting setelah terkoreksi sekitar 50% dari level tertingginya.
Di tengah tekanan pasar dan sentimen yang masih bergejolak, sebagian analis melihat kondisi ini sebagai peluang akumulasi jangka panjang, terutama karena munculnya sejumlah sinyal kapitulasi di pasar.
Meski demikian, risiko volatilitas masih tinggi dan arah pergerakan harga dalam jangka pendek belum sepenuhnya jelas. Karena itu, keputusan buy the dip tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan strategi investasi masing-masing investor.
FAQ
- Apa arti buy the dip dalam investasi Bitcoin?
Buy the dip adalah strategi membeli Bitcoin saat harga mengalami penurunan dengan harapan nilainya kembali meningkat pada masa mendatang. - Apa yang dimaksud ATH Bitcoin?
ATH atau All Time High adalah harga tertinggi yang pernah dicapai Bitcoin sepanjang sejarah perdagangannya. - Apa itu unrealized loss pada Bitcoin?
Unrealized loss adalah kondisi ketika harga Bitcoin yang dimiliki investor berada di bawah harga beli, tetapi aset tersebut belum dijual sehingga kerugian belum direalisasikan. - Mengapa data on-chain penting untuk investor Bitcoin?
Data on-chain membantu investor melihat aktivitas jaringan, perilaku pemegang aset, dan kondisi pasar yang tidak selalu terlihat dari pergerakan harga saja. - Apakah koreksi 50% termasuk normal untuk Bitcoin?
Dalam sejarahnya, Bitcoin beberapa kali mengalami koreksi lebih dari 50% sebelum kembali memasuki fase kenaikan baru. Namun, performa masa lalu tidak menjamin hasil yang sama di masa depan. - Mengapa altcoin biasanya turun lebih dalam dibanding Bitcoin?
Altcoin umumnya memiliki likuiditas lebih kecil dan tingkat risiko lebih tinggi. Saat pasar melemah, investor sering memindahkan dana ke Bitcoin sehingga tekanan jual pada altcoin menjadi lebih besar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #ETF Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


