Investor institusi mulai memasang taruhan jumbo pada Bitcoin (BTC) menjelang rapat suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan data Deribit, transaksi opsi senilai nosional sekitar US$2,5 miliar (Rp40 triliun) menunjukkan ekspektasi sebagian pelaku pasar bahwa BTC berpotensi menembus US$72.000 pada akhir Juli 2026.
Taruhan Jumbo di Pasar Opsi Bitcoin Jadi Sorotan
Berdasarkan data Deribit yang dikutip CoinDesk, pelaku pasar membeli 20.000 kontrak call option dengan strike price US$70.000 dan secara bersamaan menjual 20.000 kontrak call option di level US$72.000, dengan tanggal kedaluwarsa yang sama, yakni 31 Juli.
Setiap kontrak mewakili satu Bitcoin sehingga total eksposur mencapai 40.000 BTC, dengan nilai nosional sekitar US$2,5 miliar.
Jean-David Péquignot, Chief Commercial Officer Deribit, mengatakan bahwa selama sepekan terakhir pihaknya melihat sejumlah transaksi call spread berukuran besar di sisi bullish Bitcoin.
“Pekan ini kami melihat sejumlah transaksi call spread bullish Bitcoin dalam ukuran besar,” katanya dikutip dari CoinDesk.
Menurutnya, ukuran transaksi dan pemilihan strike price tersebut lebih mencerminkan aktivitas investor institusional dibanding investor ritel.
Baca juga berita terkait: Bitcoin Cs Mendadak Tegang Usai Trump Janji Hantam Iran Lebih Keras
Strategi Bull Call Spread Tunjukkan Optimisme yang Terukur
Transaksi tersebut menggunakan strategi bull call spread, yakni membeli call option pada harga tertentu sekaligus menjual call option di level yang lebih tinggi.
Strategi ini umumnya digunakan ketika pelaku pasar memperkirakan harga aset akan naik, tetapi tidak mengharapkan reli yang terlalu agresif.
Dengan menjual call option di strike US$72.000, biaya membuka posisi menjadi lebih rendah, meski keuntungan maksimum juga dibatasi hingga kisaran tersebut.
Artinya, transaksi ini tidak hanya menunjukkan pandangan bullish terhadap Bitcoin, tetapi juga mengisyaratkan bahwa sebagian investor memperkirakan kenaikan harga dalam jangka pendek masih berada di area US$70.000 hingga US$72.000.
Fokus Pasar Tertuju pada Keputusan Suku Bunga The Fed
Waktu pembukaan posisi tersebut dinilai bukan tanpa alasan. Kontrak opsi akan berakhir dua hari setelah Federal Reserve mengumumkan hasil rapat kebijakan moneternya pada 29 Juli 2026, sehingga pasar menilai keputusan bank sentral AS berpotensi menjadi pemicu utama pergerakan Bitcoin.
Saat ini, pasar masih memperkirakan peluang terbesar adalah The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5% hingga 3,75%.
Berdasarkan Fed Funds Futures, probabilitas skenario tersebut berada di kisaran 75% hingga 80%, sementara sisanya terbagi antara kemungkinan kenaikan maupun penurunan suku bunga.
Meski suku bunga diperkirakan tidak berubah, pelaku pasar tetap menunggu sinyal yang akan disampaikan The Fed mengenai arah kebijakan moneter pada bulan-bulan berikutnya.
Perubahan nada kebijakan tersebut kerap memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Baca berita lainnya: Bitcoin Naik 6% dalam Sepekan, Investor Mulai Kembali Masuk ke Pasar BTC
Inflasi Melambat, tetapi Risiko Baru Muncul
Optimisme pasar sebelumnya didukung oleh data inflasi Amerika Serikat pada Juni yang menunjukkan perlambatan tekanan harga, baik di tingkat konsumen maupun produsen.
Penurunan tersebut sebagian besar dipicu melemahnya harga minyak setelah tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Namun, situasi kembali berubah dalam beberapa hari terakhir.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah serangan baru mengganggu arus distribusi minyak melalui Selat Hormuz, mendorong harga minyak WTI dan Brent mencatat kenaikan terbesar sejak Maret.
Kesimpulan
Besarnya posisi yang dibuka di pasar opsi menunjukkan bahwa perhatian investor kini tidak hanya tertuju pada pergerakan harga Bitcoin, tetapi juga pada arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Meski belum menjamin BTC akan menyentuh US$72.000, aktivitas investor institusional ini menjadi sinyal bahwa sentimen bullish masih mendominasi pasar menjelang rapat The Fed, sementara keputusan bank sentral tetap menjadi faktor yang paling dinantikan dalam beberapa pekan ke depan.
FAQ
- Apa itu bull call spread dalam perdagangan Bitcoin?
Bull call spread adalah strategi opsi dengan membeli call option pada harga tertentu dan menjual call option di strike yang lebih tinggi. Strategi ini digunakan ketika investor memperkirakan harga Bitcoin akan naik secara moderat. - Mengapa rapat The Fed memengaruhi harga Bitcoin?
Keputusan suku bunga dan pernyataan The Fed memengaruhi likuiditas global serta minat investor terhadap aset berisiko. Sinyal kebijakan yang lebih longgar umumnya memberikan sentimen positif bagi Bitcoin. - Apa arti transaksi opsi Bitcoin senilai US$2,5 miliar?
Nilai tersebut merupakan notional value, yaitu total nilai eksposur kontrak opsi, bukan jumlah uang yang benar-benar dibayarkan investor untuk membuka posisi. - Apakah target Bitcoin US$72.000 berarti harga pasti akan mencapainya?
Tidak. Target tersebut hanya mencerminkan ekspektasi sebagian pelaku pasar yang menggunakan strategi bull call spread. Pergerakan harga tetap bergantung pada kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan sentimen pasar. - Mengapa investor institusi memilih pasar opsi dibanding membeli Bitcoin langsung?
Pasar opsi memungkinkan investor mengatur risiko, menekan biaya transaksi, serta memperoleh eksposur terhadap potensi kenaikan harga tanpa harus membeli Bitcoin dalam jumlah besar di pasar spot.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita The Fed, #Berita Regulasi Crypto, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Pergerakan Harga Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


