Pasar kripto kembali bergerak di zona merah pada Jumat (26/6). Bitcoin sempat anjlok sekitar 6% pada Kamis lalu hingga $58.000, sementara Ethereum dan aset kripto top lain juga ikut melemah.

Sumber: TradingView
Di tengah tekanan tersebut, terdapat fenomena berbeda, sejumlah altcoin justru mencatat kenaikan hingga dua digital.
Hal ini menunjukkan bahwa peluang masih muncul meski kondisi pasar secara umum sedang lesu.
Baca juga: Inflasi AS Sentuh Level Tertinggi 3 Tahun, Bitcoin Nyaris Turun ke Rp1 Miliar
Bitcoin dan Mayoritas Kripto Masih Tertekan

Sumber: CoinMarketCap
Berdasarkan data terbaru, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $58.795 dengan penurunan 3,04% dalam 24 jam terakhir dengan kapitalisasi pasar berada di kisaran $1,17 triliun.
Ethereum mengalami pelemahan yang lebih dalam. ETH diperdagangkan di sekitar $1.529 atau turun 5,28% dalam 24 jam dan 9,23% dalam sepekan.
Tekanan juga terjadi pada aset kripto besar lainnya. BNB melemah sekitar 1,50% dalam 24 jam terakhir.
Kondisi ini menunjukkan bahwa koreksi Bitcoin masih menjadi faktor utama yang membebani mayoritas aset kripto.
Lima Altcoin Mencetak Kenaikan Hari Ini

Top token yang reli pada Jumat (26/6) | Sumber: Indoda Market
Berbeda dengan kondisi pasar secara umum, lima altcoin di Indodax Market berhasil membukukan kenaikan signifikan pada Jumat (26/6).
Daftar aset tersebut meliputi:
- GXC (GXChain), proyek blockchain yang berfokus pada pertukaran dan pengelolaan data, naik sekitar 53,2%.
- DVI (Dvision Network), proyek metaverse berbasis NFT, menguat sekitar 50%.
- DLC (Diverge Loop), token utilitas ekosistem Diverge Loop, naik sekitar 35%.
- G (Gravity), token native jaringan Gravity, menguat sekitar 33,33%.
- BEAT (Audiera), token yang mendukung ekosistem Audiera, naik sekitar 27,33%.
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa tidak semua aset bergerak mengikuti arah Bitcoin. Pada kondisi tertentu, beberapa altcoin mampu mencatat reli karena dipengaruhi faktor seperti aktivitas perdagangan, likuiditas, maupun sentimen terhadap proyeknya.
Mengapa Ada Altcoin yang Naik Saat Bitcoin Turun?
Pergerakan berlawanan seperti ini bukan hal yang asing di pasar kripto. Ketika Bitcoin mengalami tekanan, sebagian dana masih dapat mengalir ke aset tertentu yang sedang memiliki momentum lebih kuat.
Namun, kenaikan beberapa altcoin tidak berarti seluruh pasar telah berbalik bullish. Reli seperti ini umumnya hanya terjadi pada aset tertentu, sementara mayoritas kripto masih bergerak mengikuti tren pelemahan pasar.
Karena itu, investor disarankan tidak hanya melihat persentase kenaikan suatu aset, tetapi juga mempertimbangkan fundamental proyek, likuiditas, dan kondisi pasar secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan investasi.
Kesimpulan
Perdagangan kripto hari ini memperlihatkan dua kondisi yang berbeda. Di satu sisi, Bitcoin, Ethereum, dan mayoritas aset kripto masih berada dalam tekanan, sementara di sisi lain lima altcoin di Indodax berhasil mencatat kenaikan dua digit.
Fenomena ini menunjukkan bahwa peluang tetap dapat muncul di tengah pasar yang melemah.
Meski begitu, kenaikan tajam pada altcoin juga biasanya disertai volatilitas yang tinggi, sehingga investor tetap perlu menerapkan manajemen risiko dan tidak hanya mengejar aset yang sedang menjadi top gainer.
FAQ
1. Mengapa Bitcoin turun tetapi ada altcoin yang naik?
Karena setiap aset memiliki dinamika permintaan dan penawaran yang berbeda. Faktor likuiditas, sentimen terhadap proyek, dan aktivitas perdagangan dapat membuat sebagian altcoin bergerak berlawanan dengan Bitcoin.
2. Apakah kenaikan lima altcoin ini berarti altcoin season sudah dimulai?
Belum tentu. Altcoin season biasanya ditandai dengan kenaikan yang terjadi pada sebagian besar altcoin, bukan hanya beberapa aset tertentu.
3. Apa itu GXChain (GXC)?
GXChain adalah proyek blockchain yang berfokus pada pengelolaan, pertukaran, dan pemanfaatan data secara terdesentralisasi.
4. Mengapa altcoin berkapitalisasi kecil bisa naik lebih cepat?
Karena likuiditasnya lebih rendah sehingga transaksi dalam jumlah tertentu dapat memberikan dampak harga yang lebih besar dibanding aset berkapitalisasi besar.
5. Apakah mengikuti top gainer selalu menguntungkan?
Tidak. Aset yang naik tajam juga berpotensi mengalami koreksi besar dalam waktu singkat. Investor tetap perlu melakukan analisis dan mempertimbangkan risiko sebelum membeli.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
