Harga Bitcoin (BTC) bertahan di kisaran $77.000 pada Rabu (29/4), bergerak tipis di tengah lonjakan harga minyak global dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.
Pergerakan ini terjadi hanya beberapa jam sebelum pengumuman suku bunga Federal Reserve (FOMC), yang biasanya menjadi pemicu volatilitas pasar.
Di saat banyak aset lain bergejolak, Bitcoin justru menunjukkan stabilitas yang tidak biasa.
Bitcoin Stabil di Tengah Tekanan Global

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Data terbaru menunjukkan Bitcoin hanya naik sekitar 1,3% dalam 24 jam terakhir, namun masih turun tipis sekitar 0,8% dalam sepekan. Pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi yang ketat, bahkan saat faktor eksternal mendorong pasar ke arah yang lebih volatil.

Sumber Gambar: Trading Economics
Kondisi ini kontras dengan lonjakan harga minyak mentah Brent yang menembus $114 per barel. Kenaikan tersebut dipicu laporan bahwa Amerika Serikat tengah menyiapkan blokade laut berkepanjangan di Selat Hormuz, jalur distribusi minyak paling strategis di dunia.
Ketegangan meningkat setelah pernyataan dari Presiden Donald Trump yang menyebut Iran berada dalam kondisi krisis, sementara pihak Teheran memberi sinyal terbuka untuk negosiasi jika blokade dihentikan.
“Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam ‘kondisi runtuh’. Mereka meminta kami untuk ‘membuka Selat Hormuz’ secepat mungkin, sambil mereka mencoba menyelesaikan masalah kepemimpinan mereka (yang menurut saya akan bisa mereka atasi!). Terima kasih atas perhatian Anda terhadap hal ini,” tulis Trump.

Sumber Gambar: Truth Social
Baca berita terbaru lainnya: 3 Crypto yang Tiba-Tiba Diborong Whale Sebelum FOMC Digelar Besok
Altcoin Melemah, Dominasi Bitcoin Menguat
Sementara Bitcoin cenderung stagnan, mayoritas altcoin justru mencatatkan pelemahan dalam sepekan terakhir.
Ethereum (ETH) turun sekitar 2,6% ke level $2.310, XRP melemah 3,8% ke $1,39, Solana turun 3,2% ke $84,57, dan BNB terkoreksi 2,3% ke $625. Di antara aset besar, hanya Dogecoin yang mencatat kenaikan sekitar 5,5%.
Perbedaan arah ini mendorong kenaikan dominasi Bitcoin di pasar kripto. Pola seperti ini umumnya muncul saat pasar menghadapi tekanan makro, di mana investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih stabil.
Analis Soroti “Kehabisan Tekanan Jual”
Sejumlah analis menilai stabilnya harga Bitcoin saat ini bukan kebetulan. Salah satu faktor utama yang mendorong kondisi tersebut adalah mulai berkurangnya tekanan jual di pasar.
Zaheer Ebtikar, pendiri Split Research, menyebut bahwa tekanan jual yang sebelumnya membayangi pasar kini telah mereda. Menurutnya, sebagian besar pelaku pasar yang sempat panik akibat faktor makro dan isu eksternal sudah lebih dulu keluar dari posisi mereka.
Ia menjelaskan bahwa kondisi ini membuat sisi penjual menjadi jauh lebih tipis dibanding beberapa bulan sebelumnya.
“Kelebihan pasokan akhirnya sudah terserap, dan para penjual yang sebelumnya panik akibat perubahan makro atau isu lain sudah keluar dari pasar, sehingga sisi jual kini jauh lebih tipis dibanding beberapa bulan lalu,” kata Ebtikar.
Ebtikar juga menilai bahwa Bitcoin sebenarnya tidak sepeka yang dibayangkan terhadap kebijakan bank sentral atau isu regulasi.
“Bitcoin jauh lebih tidak sensitif terhadap kebisingan regulasi atau kebijakan bank sentral dibanding yang diperkirakan banyak orang,” lanjutnya.
Baca berikutnya: Hayes Yakin Bitcoin Capai $125.000 di Akhir 2026, Efek Cetak Uang & Perang
Level Kunci: $75.000 dan $80.000
Dari sisi teknikal, analis menyoroti dua level penting yang menentukan arah Bitcoin selanjutnya. Level $75.000 menjadi batas bawah yang harus dijaga. Jika tembus, potensi penurunan lebih dalam bisa terbuka.
Sebaliknya, jika harga mampu kembali mendekati $80.000, struktur kenaikan yang terbentuk sejak Maret masih dianggap valid.
Dalam jangka pendek, pasar akan sangat bergantung pada hasil keputusan The Fed, serta bagaimana respons pasar terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Kesimpulan
Kombinasi antara kebijakan moneter dan konflik geopolitik menciptakan kondisi yang tidak pasti.
Di satu sisi, lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Di sisi lain, keputusan suku bunga akan menentukan arah likuiditas global.
Di tengah situasi tersebut, Bitcoin justru menunjukkan karakter baru yang lebih stabil dibanding siklus sebelumnya.
Namun, pasar masih menunggu pemicu berikutnya yang bisa mendorong pergerakan lebih besar, baik ke atas maupun ke bawah.
FAQ
- Kenapa harga Bitcoin tidak naik signifikan meski ada konflik global?
Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan jual yang mulai berkurang. Investor besar cenderung menahan posisi, sehingga harga tidak bergerak ekstrem meski ada sentimen global. - Apa hubungan Selat Hormuz dengan harga Bitcoin?
Selat Hormuz adalah jalur utama distribusi minyak dunia. Ketegangan di wilayah ini mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi, yang secara tidak langsung memengaruhi pasar kripto. - Kenapa altcoin turun saat Bitcoin stabil?
Saat pasar mengalami tekanan makro, investor biasanya memindahkan dana dari altcoin ke Bitcoin. Hal ini membuat altcoin melemah sementara dominasi Bitcoin meningkat. - Apa dampak FOMC terhadap pasar kripto?
Keputusan suku bunga The Fed memengaruhi likuiditas global. Jika suku bunga naik, aset berisiko seperti kripto bisa tertekan. Sebaliknya, jika kebijakan lebih longgar, pasar kripto cenderung menguat. - Apakah harga Bitcoin akan naik ke $80.000?
Secara teknikal, level $80.000 menjadi resistance penting. Jika berhasil ditembus, tren naik berpotensi berlanjut. Namun, arah pasar masih sangat bergantung pada faktor makro dan sentimen global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinDesk – Bitcoin rises to $77,000 ahead of Fed decision as Trump preps for lengthy Hormuz block, diakses pada 29 April 2029
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Timur Tengah Terkini, #Berita Donald Trump, #Berita The Fed, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


