Hayes Yakin Bitcoin Capai $125.000 di Akhir 2026, Efek Cetak Uang & Perang
icon search
icon search

Top Performers

Hayes Yakin Bitcoin Capai $125.000 di Akhir 2026, Efek Cetak Uang & Perang

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Hayes Yakin Bitcoin Capai $125.000 di Akhir 2026, Efek Cetak Uang & Perang

Hayes Yakin Bitcoin Capai $125.000 di Akhir 2026, Efek Cetak Uang & Perang

Daftar Isi

Mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes menyebut harga Bitcoin (BTC) berpotensi mencapai $125.000 pada akhir 2026, didorong oleh lonjakan likuiditas global akibat kebijakan cetak uang dan meningkatnya belanja pemerintah terkait konflik geopolitik.

“Menurut saya kita sudah melewati fase yang agak bergejolak. Kita juga sudah melalui sedikit konflik. Sekarang waktunya untuk breakout,” kata Hayes. “Itulah kenapa saya yakin Bitcoin akan naik lebih tinggi. Target akhir tahun saya sekitar $125.000,” tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi Bitcoin 2026 di Las Vegas, saat harga Bitcoin masih bergerak di kisaran $76.000–$77.000 setelah gagal menembus resistance penting.

Namun di tengah tekanan jangka pendek tersebut, Hayes justru melihat kondisi pasar mulai berubah ke arah yang lebih bullish.

 

Bitcoin Mulai Bergerak karena “Inflasi Perang”

 

Arthur Hayes

Sumber Gambar: X.com

 

Hayes menilai narasi Bitcoin kini mengalami pergeseran besar. Jika sebelumnya dipengaruhi siklus AI dan teknologi, kini pasar mulai bereaksi terhadap lonjakan belanja pemerintah akibat konflik global.

Ia menyebut Bitcoin semakin diperdagangkan sebagai respons terhadap “wartime inflation”.

“Sejak perang dimulai, Bitcoin justru mencatat kinerja lebih baik. Bitcoin mengungguli Nasdaq dan saham-saham SaaS. Pada dasarnya, saya melihat Bitcoin sekarang bergerak mengikuti inflasi yang dipicu oleh kondisi perang,” jelasnya.

Menurut Hayes, konflik geopolitik memaksa pemerintah meningkatkan pengeluaran, terutama untuk sektor pertahanan. Belanja ini pada akhirnya dibiayai melalui utang dan ekspansi uang beredar.

Kondisi tersebut menciptakan tambahan likuiditas yang biasanya mendorong kenaikan harga aset seperti Bitcoin.

 

Baca juga berita terbaru: Kevin Warsh Jadi Ketua Fed Pro Crypto, Mampukah Hentikan Koreksi Bitcoin?

 

Narasi The Fed Ketat Dinilai Tidak Realistis

Kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve juga disorot Hayes. Ia menilai ekspektasi bahwa The Fed akan benar-benar memperketat likuiditas tidak sesuai dengan kondisi saat ini.

Dengan total utang AS yang telah mencapai sekitar $38 triliun, menurutnya bank sentral tidak memiliki banyak pilihan selain menjaga stabilitas pasar obligasi.

“Jika pasar percaya bahwa likuiditas dolar di sistem akan berkurang karena kebijakan yang akan dilakukan Warsh di The Fed, maka mereka akan bersikap bearish terhadap Bitcoin dan aset berisiko lainnya,” kata Hayes.

Ia menambahkan bahwa The Fed tetap akan memastikan pasar berjalan stabil agar utang pemerintah bisa terserap.

“Pada akhirnya, ketika utang sudah mencapai $38 triliun dan pemerintah tetap perlu pendanaan, The Fed akan melakukan apa yang diperlukan, yaitu memastikan pasar tetap stabil agar investor mau membeli utang tersebut,” lanjut Hayes.

Artinya, meskipun secara komunikasi terlihat ketat, likuiditas di sistem tidak benar-benar berkurang.

 

Likuiditas Tetap Mengalir Lewat Sistem Perbankan

Hayes menjelaskan adanya mekanisme pergeseran likuiditas dari The Fed ke bank komersial.

Dalam skema ini, bank menukar cadangan mereka dengan obligasi pemerintah dan instrumen repo. Secara teknis, neraca The Fed terlihat menyusut, tetapi likuiditas tetap berada di sistem.

Ia menyebut kondisi ini hanya perubahan struktur, bukan pengurangan uang beredar. Bagi Bitcoin, yang lebih penting bukan ukuran neraca The Fed, tetapi arah likuiditas secara keseluruhan.

 

Bank Jadi Mesin Utama Pencipta Likuiditas Baru

Perubahan regulasi perbankan menjadi faktor kunci dalam skenario ini. Hayes menyoroti kebijakan Enhanced Supplementary Leverage Ratio (ESLR) yang mulai berlaku 1 April, yang memungkinkan bank besar meningkatkan kapasitas mereka dalam menyerap utang dan menyalurkan kredit.

Mengacu pada estimasi S&P Global, kebijakan ini bisa menciptakan tambahan pinjaman sekitar $1,3 triliun, yang berpotensi berkembang menjadi sekitar $4 triliun melalui efek multiplier.

Dana ini diperkirakan akan mengalir ke sektor-sektor strategis seperti pertahanan, sumber daya, dan infrastruktur AI, yang semuanya mendapat dukungan dari kebijakan pemerintah.

 

AI Tekan Kredit, Tapi Tertutup Likuiditas

Di sisi lain, Hayes juga mengakui adanya tekanan dari perkembangan AI terhadap sistem kredit.

Otomatisasi mulai menekan pendapatan perusahaan dan tenaga kerja berpenghasilan tinggi, yang selama ini menjadi basis utama pinjaman bank. Kondisi ini sempat memicu kontraksi kredit dan menekan harga Bitcoin sebelumnya.

Namun saat ini, ia menilai dampak tersebut mulai tertutup oleh ekspansi likuiditas yang jauh lebih besar.

 

Baca selanjutnya: Peter Schiff Kembali Serang Bitcoin, Ramal Harga Turun ke $60.000

 

Bitcoin Dinilai Siap Breakout

Dengan kombinasi belanja pemerintah, ekspansi kredit, dan stabilitas likuiditas, Hayes melihat pasar mulai keluar dari fase konsolidasi.

Ia menilai periode ketidakpastian akibat konflik telah dilewati, dan pasar kini kembali fokus pada faktor makro yang lebih dominan. Hayes pun tetap mempertahankan targetnya.

 

Kesimpulan

Pandangan Hayes menegaskan bahwa Bitcoin semakin dipengaruhi oleh dinamika makro, bukan sekadar sentimen pasar jangka pendek.

Lonjakan belanja pemerintah, ekspansi utang, dan perubahan sistem perbankan menciptakan kondisi likuiditas yang berpotensi mendorong harga Bitcoin lebih tinggi.

Namun di sisi lain, tekanan struktural seperti dampak AI terhadap pasar tenaga kerja tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan.

Arah Bitcoin ke depan akan sangat bergantung pada keseimbangan antara ekspansi likuiditas dan tekanan ekonomi global.

 

FAQ

  • Kenapa cetak uang bisa mendorong harga Bitcoin naik?
    Ketika uang beredar meningkat, nilai mata uang fiat cenderung melemah. Investor kemudian mencari aset alternatif seperti Bitcoin sebagai lindung nilai.
  • Apa itu “wartime inflation” dalam konteks kripto?
    Istilah ini merujuk pada inflasi yang dipicu oleh belanja besar pemerintah saat konflik. Dampaknya adalah peningkatan likuiditas yang bisa mendorong harga aset seperti Bitcoin.
  • Apakah kebijakan The Fed masih berpengaruh ke Bitcoin?
    Masih, tetapi tidak hanya dari kebijakan resmi. Peran bank dan pembiayaan utang pemerintah juga sangat menentukan likuiditas yang memengaruhi Bitcoin.
  • Kenapa peran bank penting dalam prediksi Bitcoin?
    Bank menciptakan kredit baru melalui pinjaman. Ketika kredit meningkat, uang beredar bertambah dan sebagian bisa masuk ke pasar kripto.
  • Apakah target Bitcoin $125.000 realistis?
    Target ini bergantung pada kondisi makro, terutama likuiditas global. Jika tren cetak uang dan ekspansi kredit berlanjut, peluang kenaikan tetap terbuka.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Referensi:

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Arthur Hayes, #Berita Tokoh Kripto Dunia

Lebih Banyak dari Berita,Bitcoin

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
RDNT/IDR
Radiant Ca
30
500%
UCJL/IDR
Utility Cj
34.746
95.91%
HIGH/IDR
Highstreet
1.091
47.83%
SQD/IDR
Subsquid
987
39.8%
D/IDR
DAR Open N
125
38.89%
Nama Harga 24H Chg
BEAT/IDR
Audiera
33.559
-40.91%
CBG/IDR
Chainbing
5
-28.57%
CHT/IDR
CyberHarbo
3
-25%
NXA/IDR
Nexa (nexa
18.780
-22.4%
SYN/IDR
Synapse
4.070
-20.8%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Gokil! Standard Chartered Prediksi Uniswap Bisa Naik 40 Kali Lipat pada 2030
17/06/2026
Gokil! Standard Chartered Prediksi Uniswap Bisa Naik 40 Kali Lipat pada 2030

Standard Chartered memprediksi token UNI milik Uniswap berpotensi melonjak hingga

17/06/2026
Warren Buffett Bilang Serakahlah Saat Orang Lain Takut, Saatnya Lirik Bitcoin?
17/06/2026
Warren Buffett Bilang Serakahlah Saat Orang Lain Takut, Saatnya Lirik Bitcoin?

Prinsip investasi legendaris, Warren Buffett, kembali menjadi perbincangan di komunitas

17/06/2026
Altcoin Berpesta! UNI, SOL, dan HYPE Melesat Bersamaan Jelang FOMC
17/06/2026
Altcoin Berpesta! UNI, SOL, dan HYPE Melesat Bersamaan Jelang FOMC

Pasar kripto bergerak beragam menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve

17/06/2026