Harga Bitcoin (BTC) mencatat pemulihan setelah tekanan tajam di akhir pekan, namun kondisi pasar kripto secara keseluruhan masih rapuh.
Pada perdagangan Amerika Serikat, Bitcoin bergerak naik dari titik terendahnya, sementara sentimen pasar dan saham terkait kripto tetap berada di bawah tekanan.
Bitcoin diperdagangkan sedikit di bawah US$79.000 pada sesi siang waktu AS, setelah sempat jatuh ke bawah US$75.000 saat akhir pekan.
Dari level terendah tersebut, Bitcoin telah naik sekitar 7%, meski secara mingguan masih terkoreksi lebih dari 10%.
Rebound Bitcoin Terjadi Setelah Tekanan Likuidasi Besar
Pemulihan harga ini terjadi usai aksi jual cepat yang mematahkan level support jangka pendek. Menurut Adrian Fritz, Chief Investment Strategist 21Shares, pergerakan tajam akhir pekan dipicu oleh gelombang deleveraging paksa di pasar derivatif kripto.
“Pergerakan pasar kripto sepanjang akhir pekan menembus level support jangka pendek yang krusial dan terjadi dengan kecepatan serta kedalaman yang tidak biasa, bahkan jika dibandingkan dengan pola pergerakan akhir pekan pada umumnya,” ujar Fritz dikutip dari Coindesk.
Lebih dari US$2 miliar posisi derivatif dilikuidasi dalam waktu singkat. Likuidasi pada kontrak perpetual mempercepat penurunan harga, bukan karena tekanan jual spot dari investor ritel.
Kondisi ini membuat penurunan harga berlangsung cepat dan dalam, bahkan jika dibandingkan dengan pola pergerakan akhir pekan kripto pada umumnya.
Ethereum ikut mencatat kenaikan sekitar 2% dalam 24 jam terakhir, namun masih turun sekitar 19% dibandingkan sepekan sebelumnya.
Baca juga berita terkait: Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP Dinilai Hadapi Fase Penting Tahun Ini
Saham Kripto Masih Tertekan Meski Harga Bitcoin Bangkit
Kenaikan harga Bitcoin belum mampu mengangkat saham-saham terkait aset digital. Di pasar saham AS, emiten kripto justru melanjutkan pelemahan.
Robinhood tercatat turun sekitar 9%, Circle melemah 5%, sementara Coinbase dan Strategy masing-masing turun sekitar 3%.
Investor pasar modal menilai pemulihan kripto masih bersifat teknikal dan belum mencerminkan perbaikan risiko secara menyeluruh.
Sebaliknya, indeks saham utama AS bergerak menguat. Nasdaq dan S&P 500 naik sekitar 0,6%, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,9%.
Perbedaan kinerja ini menegaskan bahwa aliran dana global masih lebih condong ke saham dibandingkan aset kripto.
Data Ekonomi AS Menjadi Faktor Penekan Tambahan
Tekanan terhadap pasar kripto juga datang dari data ekonomi Amerika Serikat. Indeks ISM Manufacturing PMI Januari tercatat di level 52,6, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 48,5.
Angka ini menandai ekspansi pertama sektor manufaktur AS dalam 12 bulan terakhir dan menjadi yang terkuat sejak 2022. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih solid.
Pasar kini menunggu laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis akhir pekan ini, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) setelah bank sentral AS menahan laju pemangkasan suku bunga pada pertemuan terakhir.
Baca selanjutnya: Kenapa Harga Bitcoin (BTC), Emas, dan Perak Turun Serentak?
Kesimpulan
Kenaikan harga Bitcoin setelah likuidasi besar akhir pekan menunjukkan bahwa tekanan ekstrem di pasar derivatif mulai mereda. Namun, pemulihan ini belum cukup kuat untuk mengubah arah risiko secara keseluruhan.
Saham-saham kripto yang masih melemah, kontras dengan penguatan pasar saham AS, serta data ekonomi Amerika yang solid menjadi pengingat bahwa pasar kripto belum sepenuhnya keluar dari fase tekanan.
Rebound saat ini lebih mencerminkan respons teknikal pasca-likuidasi, bukan perubahan sentimen jangka menengah. Selama faktor makro dan stabilitas pasar derivatif belum benar-benar membaik, pergerakan Bitcoin masih rentan terhadap volatilitas lanjutan.
FAQ
- Apa yang dimaksud dengan likuidasi besar di pasar Bitcoin?
Likuidasi besar terjadi ketika posisi leverage di pasar derivatif ditutup secara paksa karena margin tidak mencukupi. Hal ini sering mempercepat penurunan harga dalam waktu singkat. - Mengapa Bitcoin bisa naik setelah likuidasi besar?
Setelah likuidasi selesai, tekanan jual berkurang. Kondisi ini sering memicu rebound teknikal karena pasar kehabisan penjual dalam jangka pendek. - Apakah rebound Bitcoin menandakan tren bullish baru?
Belum tentu. Rebound seperti ini kerap bersifat sementara dan belum mencerminkan perubahan tren jika tidak didukung perbaikan sentimen dan volume yang kuat. - Kenapa saham kripto tetap turun saat Bitcoin naik?
Saham kripto dipengaruhi faktor tambahan seperti kondisi pasar modal, risiko makro, dan ekspektasi pendapatan, sehingga tidak selalu bergerak searah dengan harga Bitcoin. - Faktor apa yang paling diperhatikan pasar kripto saat ini?
Pelaku pasar memantau data ekonomi AS, arah kebijakan suku bunga The Fed, serta stabilitas pasar derivatif kripto setelah gelombang likuidasi besar.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


