Pasar Bitcoin (BTC) mulai menunjukkan tanda perubahan setelah berbulan-bulan berada dalam tekanan. Sejumlah indikator on-chain kini bergerak ke arah yang lebih positif, memunculkan spekulasi bahwa fase pelemahan mungkin mulai mereda.
Analis CryptoQuant yang dikenal dengan nama Darkfost mencatat adanya perbaikan pada beberapa metrik utama pasar. Meski begitu, ia menegaskan bahwa sinyal ini masih berada pada tahap awal dan belum cukup kuat untuk memastikan perubahan tren secara penuh.

Sumber Gambar: X.com/Darkfost_Coc
“Kita sekarang mulai melihat beberapa bagian pasar kripto kembali positif. Ini belum cukup untuk mengatakan bahwa pasar sudah aman, tetapi ini menunjukkan peningkatan yang nyata,” tulisnya.
Tiga indikator utama yang diamati meliputi likuiditas stablecoin, arus pergerakan Bitcoin antar bursa, serta distribusi kepemilikan antara investor jangka panjang dan jangka pendek.
1. Likuiditas Stablecoin Naik $8 Miliar
Salah satu perubahan paling mencolok terjadi pada likuiditas stablecoin. Sejak awal Februari, kapitalisasi pasar stablecoin dilaporkan meningkat sekitar $8 miliar.
Peningkatan ini sering dianggap sebagai indikator penting dalam pasar kripto karena stablecoin biasanya digunakan sebagai modal siap pakai untuk membeli aset digital seperti Bitcoin atau Ethereum.
Ketika jumlah stablecoin bertambah, kondisi likuiditas pasar cenderung membaik. Hal ini dapat mendorong aktivitas trading meningkat karena lebih banyak dana tersedia untuk masuk ke pasar.
Dalam beberapa siklus sebelumnya, lonjakan likuiditas stablecoin sering muncul menjelang periode peningkatan aktivitas perdagangan kripto.
Baca selanjutnya: Harga Bitcoin Tetap Stabil Saat Konflik Iran Makin Panas, Kok Bisa?
2. Aktivitas Trading Derivatif Mulai Meningkat
Selain likuiditas, indikator lain yang berubah arah adalah Inter-exchange Flow Pulse.
Indikator ini melacak pergerakan Bitcoin antar bursa spot dan platform derivatif. Data terbaru menunjukkan bahwa indikator tersebut kini kembali ke wilayah positif.
Perubahan ini menunjukkan bahwa lebih banyak Bitcoin berpindah menuju platform derivatif, seperti bursa futures.
Kondisi tersebut biasanya menandakan meningkatnya aktivitas trader yang membuka posisi spekulatif di pasar futures. Aktivitas semacam ini kerap muncul ketika pelaku pasar mulai mengantisipasi pergerakan harga yang lebih besar.
Meski demikian, peningkatan aktivitas derivatif tidak selalu berarti pasar akan naik. Trader juga dapat membuka posisi short jika memperkirakan harga akan turun.
3. Long-Term Holder Masih Kuasai 79% Supply
Faktor lain yang menarik perhatian analis adalah distribusi kepemilikan Bitcoin. Data CryptoQuant menunjukkan bahwa long-term holder saat ini menguasai sekitar 79% dari total supply Bitcoin yang beredar.
Long-term holder adalah investor yang menyimpan Bitcoin dalam jangka waktu lama dan cenderung tidak menjual asetnya saat volatilitas tinggi.
Dominasi kelompok ini biasanya dianggap sebagai sinyal stabilitas pasar karena tekanan jual relatif lebih rendah.
Sebagai perbandingan, pada siklus pasar tahun 2021, porsi kepemilikan long-term holder turun dari sekitar 82% menjadi 70% dalam waktu enam bulan.
Penurunan tersebut terjadi karena banyak investor jangka pendek menyerap pasokan yang dilepas ke pasar. Siklus saat ini menunjukkan pola yang berbeda.
Baca juga berita terkait: Manfaatkan Pasar Sideways, Investor Besar Mulai Borong Bitcoin Lagi
Distribusi Supply Terjadi Lebih Bertahap
Menurut analisis Darkfost, distribusi Bitcoin dalam siklus terbaru tidak terjadi dalam satu gelombang besar.
Sebaliknya, perpindahan supply dari investor jangka panjang ke investor jangka pendek terjadi secara bertahap dalam enam fase distribusi terpisah.
Dalam setiap fase tersebut, trader jangka pendek menyerap tekanan jual dari pasar. Seiring waktu, sebagian dari mereka kemudian berubah menjadi pemegang jangka panjang.
Pola distribusi yang lebih bertahap ini menunjukkan struktur pasar yang relatif lebih stabil dibandingkan siklus sebelumnya.
Selain itu, masuknya investor baru juga berkontribusi terhadap dinamika pasar. Beberapa sumber permintaan baru datang dari investor institusional melalui ETF Bitcoin serta perusahaan yang menambahkan Bitcoin ke dalam cadangan treasury mereka.
Meski beberapa indikator mulai menunjukkan perbaikan, analis menekankan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase bear market yang dimulai sejak Oktober.
Kesimpulan
Beberapa indikator penting mulai menunjukkan perubahan pada pasar Bitcoin, mulai dari meningkatnya likuiditas stablecoin hingga aktivitas trader di platform derivatif.
Di sisi lain, dominasi long-term holder yang masih memegang sekitar 79% supply juga menunjukkan bahwa tekanan jual besar belum terjadi.
Meski demikian, analis menilai sinyal-sinyal tersebut masih berada pada tahap awal. Pasar masih membutuhkan konfirmasi dari indikator lain sebelum dapat memastikan bahwa tren bearish benar-benar berakhir dan digantikan oleh fase pemulihan yang lebih kuat.
FAQ
- Apa yang dimaksud dengan likuiditas stablecoin dalam pasar kripto?
Likuiditas stablecoin mengacu pada jumlah total stablecoin seperti USDT atau USDC yang tersedia di pasar. Stablecoin biasanya digunakan sebagai dana siap pakai untuk membeli aset kripto. Ketika jumlahnya meningkat, hal ini sering menandakan adanya potensi peningkatan aktivitas trading di pasar kripto. - Apa itu indikator Inter-exchange Flow Pulse pada Bitcoin?
Inter-exchange Flow Pulse adalah indikator on-chain yang melacak pergerakan Bitcoin antara bursa spot dan platform derivatif. Jika indikator ini positif, berarti lebih banyak Bitcoin berpindah ke platform futures, yang biasanya menunjukkan meningkatnya aktivitas trader di pasar derivatif. - Siapa yang disebut long-term holder dalam ekosistem Bitcoin?
Long-term holder adalah investor yang menyimpan Bitcoin dalam jangka waktu lama, biasanya lebih dari sekitar 155 hari. Kelompok ini dikenal jarang menjual asetnya saat volatilitas tinggi, sehingga sering dianggap sebagai indikator stabilitas pasar. - Mengapa distribusi supply Bitcoin penting bagi pergerakan harga?
Distribusi supply menunjukkan bagaimana Bitcoin berpindah dari satu kelompok investor ke kelompok lain. Jika distribusi terjadi secara bertahap dan tidak memicu panic selling, struktur pasar cenderung lebih stabil dan volatilitas ekstrem dapat berkurang. - Apakah tanda-tanda ini berarti bull market Bitcoin sudah dimulai?
Belum tentu. Meskipun beberapa indikator mulai menunjukkan perbaikan, analis menilai bahwa sinyal tersebut masih berada pada tahap awal. Pasar biasanya membutuhkan konfirmasi tambahan dari berbagai indikator sebelum perubahan tren besar dapat dipastikan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CryptoFrontNews – Analyst Says Bitcoin Indicators Show Early Signs of Market Recovery, diakses pada 17 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


