Bitcoin (BTC) mencatat kinerja lebih kuat dibanding emas dan saham selama konflik Timur Tengah memanas.
Dalam 60 hari terakhir, Bitcoin naik sekitar 12%, sementara emas turun hingga 16% dan indeks S&P 500 melemah sekitar 4%.
Perbedaan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu ketidakpastian pasar global.
Alih-alih beralih ke emas sebagai aset aman, sebagian investor justru mengalihkan perhatian ke Bitcoin.
Bitcoin Ungguli Emas dan S&P 500 Selama Konflik

Sumber Gambar: River Financial
Berdasarkan data dari River Financial, Bitcoin mencatatkan imbal hasil sekitar 12% dalam 60 hari terakhir. Sebaliknya, emas turun hingga 16%, sementara indeks S&P 500 melemah sekitar 4% dalam periode yang sama.
Perbedaan ini menjadi sorotan karena secara historis, emas dikenal sebagai aset lindung nilai utama saat terjadi konflik. Namun dalam kondisi saat ini, peran tersebut mulai bergeser.
Pada saat yang sama, harga Bitcoin hari ini sempat diperdagangkan di kisaran $71.000, mencerminkan kenaikan harian hampir 4%. Sementara itu, emas justru mengalami salah satu pekan terburuk dalam beberapa dekade.
Baca selanjutnya: Bitcoin dan Emas Tak Lagi Sejalan, Siapa yang Kini Lebih Unggul?
Bukan Fenomena Baru, Pola Ini Sudah Pernah Terjadi
Kinerja Bitcoin yang relatif kuat saat krisis bukan pertama kali terjadi. Pola serupa juga muncul dalam beberapa peristiwa besar sebelumnya, seperti:
- Pandemi COVID-19
- Konflik Rusia dan Ukraina
- Krisis perbankan regional AS pada 2023
- Ketegangan AS dan Iran pada 2020
Dalam beberapa kasus tersebut, Bitcoin menunjukkan kemampuan untuk pulih lebih cepat, bahkan mencatatkan kenaikan signifikan setelah fase awal volatilitas.
Kenapa Bitcoin Bisa Lebih Kuat?
Ada beberapa faktor utama yang menjelaskan kenapa Bitcoin bisa mengungguli emas dan saham dalam situasi ini.
Dari sisi historis, Bitcoin menawarkan imbal hasil jangka panjang yang jauh lebih tinggi. Dalam satu dekade terakhir, return Bitcoin mencapai lebih dari 15.000%, jauh di atas S&P 500 dan emas.
Selain itu, Bitcoin mulai menunjukkan kecenderungan tidak selalu bergerak searah dengan pasar saham. Kondisi ini membuatnya semakin dilirik sebagai alternatif diversifikasi oleh investor.
Adopsi institusional juga ikut mendorong sentimen. Produk ETF Bitcoin spot semakin banyak digunakan, dan sejumlah institusi besar mulai meningkatkan eksposur terhadap aset kripto.
Di sisi lain, karakteristik Bitcoin yang dapat diperdagangkan 24 jam, tidak bergantung pada otoritas tertentu, serta mudah dipindahkan lintas negara membuatnya relevan dalam kondisi konflik.
Baca juga berita terbaru: Harga Minyak Turun & Kripto Melambung, Perang Timur Tengah Mereda?
Peran Bitcoin di Wilayah Konflik
Penggunaan Bitcoin di wilayah konflik juga mengalami peningkatan. Negara seperti Ukraina, Rusia, hingga Iran tercatat memanfaatkan aset kripto untuk berbagai kebutuhan, terutama dalam kondisi sistem keuangan yang terganggu.
Kemampuan Bitcoin untuk digunakan tanpa perantara dan lintas batas membuatnya menjadi alternatif dalam situasi darurat.
Hal ini menjadi salah satu alasan kenapa Bitcoin tidak hanya dilihat sebagai aset spekulatif, tetapi juga memiliki fungsi praktis dalam kondisi ekstrem.
Tetap Volatil, Risiko Belum Hilang
Meski menunjukkan performa yang kuat, Bitcoin tetap berada dalam kondisi pasar yang penuh tekanan. Sentimen investor secara umum masih berada di zona “fear” hingga “extreme fear”.
Faktor makro seperti inflasi, kebijakan suku bunga, dan data tenaga kerja juga masih berpotensi mempengaruhi pergerakan harga ke depan.
Kesimpulan
Performa Bitcoin di tengah konflik Timur Tengah menunjukkan pergeseran dinamika pasar yang menarik. Ketika emas dan saham melemah, Bitcoin justru mampu mencatatkan penguatan dan menarik perhatian investor global.
Fenomena ini memperkuat narasi bahwa Bitcoin mulai dilihat sebagai alternatif aset lindung nilai, terutama dalam kondisi ketidakpastian tinggi. Namun, dengan volatilitas yang masih tinggi, pergerakan Bitcoin tetap perlu dilihat secara hati-hati dan kontekstual.
FAQ
- Kenapa Bitcoin bisa naik saat terjadi perang?
Bitcoin bisa naik karena dianggap sebagai alternatif aset lindung nilai, terutama saat sistem keuangan global terganggu. Selain itu, aksesnya yang global dan tidak bergantung pada bank membuatnya lebih fleksibel dalam kondisi krisis. - Apakah Bitcoin sekarang sudah menggantikan emas sebagai safe haven?
Belum sepenuhnya. Emas masih dianggap sebagai safe haven utama, namun Bitcoin mulai menunjukkan karakteristik serupa dalam beberapa kondisi tertentu, terutama saat krisis modern. - Apa hubungan konflik Timur Tengah dengan harga Bitcoin?
Konflik meningkatkan ketidakpastian pasar global. Hal ini mendorong investor mencari aset alternatif, termasuk Bitcoin, yang dianggap memiliki potensi lindung nilai dan pertumbuhan. - Apakah Bitcoin selalu naik saat krisis global?
Tidak selalu. Bitcoin tetap aset volatil dan bisa mengalami penurunan tajam dalam fase awal krisis sebelum akhirnya pulih atau naik. - Kenapa investor institusi mulai masuk ke Bitcoin?
Investor institusi tertarik karena potensi return tinggi, diversifikasi portofolio, serta adanya produk seperti ETF Bitcoin yang memudahkan akses investasi. - Apa risiko utama investasi Bitcoin di tengah konflik?
Risiko utamanya adalah volatilitas tinggi, perubahan regulasi, serta pengaruh faktor makro seperti suku bunga dan inflasi yang bisa memicu fluktuasi harga.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPedia – Why Is Bitcoin Outperforming Traditional Assets During the Middle East Conflict?, diakses pada 24 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #info emas 2026, #berita terkini saham hari ini, #info emas 2026






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


