Profil Bryan Pellegrino & LayerZero, Sosok di Balik Cross Chain
icon search
icon search

Top Performers

Mengenal Bryan Pellegrino, CEO LayerZero di Balik Teknologi Cross Chain

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Mengenal Bryan Pellegrino, CEO LayerZero di Balik Teknologi Cross Chain

Mengenal Bryan Pellegrino, CEO LayerZero di Balik Teknologi Cross Chain A

Daftar Isi

Industri crypto terus bergerak ke arah multi-chain. Ethereum, Solana, Avalanche, hingga BNB Chain berkembang dengan ekosistemnya masing-masing. Namun semakin banyak blockchain muncul, semakin terlihat satu masalah besar: jaringan-jaringan tersebut tidak benar-benar saling terhubung.

Aset tersebar di banyak chain, likuiditas terpecah, dan proses transfer antar jaringan sering terasa rumit sekaligus berisiko. Dari kondisi inilah kebutuhan teknologi cross-chain mulai menjadi perhatian serius di industri blockchain.

Di tengah perkembangan tersebut, nama Bryan Pellegrino mulai banyak dibahas. Lewat LayerZero, ia mencoba membangun sistem komunikasi antar blockchain agar berbagai jaringan bisa saling terhubung dengan lebih efisien. Pendekatan inilah yang membuat Bryan Pellegrino dikenal sebagai salah satu figur penting di sektor interoperability dan teknologi omnichain modern.

 

Siapa Bryan Pellegrino?

Bryan Pellegrino adalah co-founder dan CEO LayerZero Labs, perusahaan pengembang protokol interoperability bernama LayerZero. Ia dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perkembangan teknologi cross-chain dan omnichain di industri blockchain, seperti informasi yang kami kutio tradersunion.com.

Namun sebelum namanya ramai dibahas di komunitas crypto, Bryan lebih dulu dikenal di lingkungan poker profesional.

Hal ini sering membuat banyak orang terkejut. Poker dan blockchain terlihat seperti dua bidang yang tidak memiliki hubungan langsung. Tetapi jika diperhatikan lebih dalam, ada pola berpikir yang ternyata cukup mirip.

Poker bukan sekadar permainan kartu. Di level profesional, poker melatih seseorang membaca probabilitas, mengelola risiko, memahami psikologi lawan, dan mengambil keputusan di tengah informasi yang tidak lengkap. 

Banyak founder crypto memiliki pola berpikir agresif, tetapi Bryan cenderung dikenal lebih kalkulatif. Karakter itu terlihat jelas dalam cara ia membangun LayerZero.

Alih-alih membuat blockchain baru atau token hype yang mengejar tren pasar, Bryan justru masuk ke sektor infrastruktur. Area ini memang tidak selalu ramai dibahas retail, tetapi justru menjadi fondasi penting dalam perkembangan blockchain.

Ia juga memiliki latar belakang computer science dari University of New Hampshire. Kombinasi antara pendekatan teknikal dan pola berpikir strategis membuat Bryan punya sudut pandang yang cukup berbeda dibanding banyak founder crypto lain.

Pendekatannya ini sedikit berbeda dibanding figur seperti Mike Novogratz yang lebih dikenal sebagai investor dan tokoh makro di industri crypto. Bryan lebih fokus membangun teknologi yang bekerja di belakang layar, bukan sekadar membaca arah pasar.

Semakin lama mengikuti perkembangan LayerZero, semakin terlihat bahwa Bryan bukan tipe founder yang membangun proyek untuk sekadar mengikuti hype bull market. Ia terlihat lebih tertarik menyelesaikan masalah struktural dalam blockchain. Dan masalah terbesar saat itu adalah komunikasi antar chain.

 

Apa Itu LayerZero?

Untuk memahami kenapa Bryan Pellegrino mulai dianggap penting di industri crypto, kamu perlu memahami LayerZero terlebih dahulu.

Secara sederhana, LayerZero adalah protokol interoperability blockchain yang memungkinkan berbagai jaringan blockchain saling berkomunikasi. Teknologi ini dirancang agar aplikasi dan aset crypto bisa bergerak lintas chain tanpa harus bergantung pada sistem bridge tradisional yang sering memiliki risiko keamanan tinggi.

Kalau blockchain sebelumnya bekerja seperti kota yang terpisah tanpa jalan penghubung, LayerZero mencoba membangun jalur komunikasi di antaranya.

Misalnya:

  • aplikasi di Ethereum bisa berinteraksi dengan aset di Avalanche
  • token dari Arbitrum bisa dikirim ke BNB Chain
  • data antar jaringan dapat diteruskan tanpa pengguna harus berpindah ekosistem secara manual

Konsep ini kemudian dikenal dengan istilah omnichain.

Istilah omnichain mulai populer karena industri crypto perlahan berubah menjadi ekosistem multi-chain. Pengguna tidak lagi hanya menggunakan satu blockchain saja. Banyak orang sekarang memiliki aset di beberapa jaringan sekaligus:

  • Ethereum untuk DeFi
  • Solana untuk transaksi cepat
  • Arbitrum untuk biaya lebih murah
  • BNB Chain untuk aktivitas retail

Masalahnya, perpindahan antar jaringan sering terasa tidak nyaman. Pengguna harus menggunakan bridge berbeda, wallet tambahan, bahkan terkadang menghadapi risiko kehilangan aset akibat eksploitasi smart contract dan di sinilah LayerZero mulai mendapatkan perhatian besar.

Bryan Pellegrino melihat bahwa masa depan blockchain kemungkinan tidak akan dimenangkan oleh satu chain saja. Yang lebih penting justru kemampuan seluruh ekosistem untuk saling terhubung dengan efisien.

Pandangan ini menjadi salah satu alasan kenapa banyak investor besar mulai melirik LayerZero, mirip seperti bagaimana beberapa proyek baru mulai membangun pendekatan blockchain khusus seperti yang dilakukan Mike Novogratz: Dari Wall Street ke Dunia Kripto di sektor DeSci.

 

Kenapa Teknologi Cross Chain Menjadi Semakin Penting?

Pada awal perkembangan blockchain, banyak proyek fokus menciptakan jaringan tercepat atau termurah. Persaingan antar chain berlangsung sangat agresif.

Tetapi seiring waktu, muncul satu kenyataan yang sulit dihindari: setiap blockchain punya kelebihan dan kelemahannya masing-masing.

Ethereum memiliki ekosistem developer yang sangat besar, tetapi biaya transaksinya sering mahal. Solana menawarkan kecepatan tinggi, tetapi beberapa kali mengalami gangguan jaringan. Avalanche punya fleksibilitas subnet, sementara BNB Chain unggul dari sisi adopsi retail.

Tidak ada satu blockchain yang sempurna untuk semua kebutuhan. Karena itulah konsep interoperability menjadi sangat penting.

Masalahnya, teknologi cross-chain bukan sesuatu yang mudah dibangun. Ketika aset berpindah antar jaringan, ada banyak celah keamanan yang bisa dimanfaatkan hacker.

Dalam beberapa tahun terakhir, bridge crypto menjadi salah satu target terbesar peretasan blockchain:

Contohnya, Ronin Bridge kehilangan lebih dari US$600 juta, seperti dikutip dari d.tradingview.com

Kasus ini membuat industri mulai sadar bahwa interoperability bukan cuma soal kenyamanan pengguna, tetapi juga tentang keamanan infrastruktur blockchain.

LayerZero hadir di tengah kondisi tersebut dengan pendekatan yang berbeda dibanding bridge tradisional.

Alih-alih hanya memindahkan aset dari satu jaringan ke jaringan lain, LayerZero mencoba membangun sistem komunikasi antar blockchain. Pendekatan ini membuat proyek mereka sering disebut sebagai messaging protocol dibanding sekadar bridge biasa.

Dan di titik inilah Bryan Pellegrino mulai semakin sering dibahas sebagai salah satu founder infrastructure paling menarik di industri crypto, tidak jauh berbeda dengan bagaimana Brandon Chez dikenal karena membangun infrastruktur data penting lewat CoinMarketCap.

 

Bagaimana Bryan Pellegrino Membangun LayerZero?

Salah satu hal yang membuat LayerZero berkembang cepat adalah timing.

Bryan dan timnya masuk ke sektor interoperability saat industri mulai mengalami ledakan multi-chain. DeFi berkembang di banyak jaringan sekaligus. Likuiditas mulai tersebar. Pengguna membutuhkan pengalaman lintas chain yang lebih sederhana.

LayerZero hadir tepat ketika kebutuhan itu mulai terasa nyata. Namun faktor timing saja sebenarnya tidak cukup.

Yang membuat banyak investor tertarik adalah visi jangka panjang mereka. Bryan Pellegrino beberapa kali menjelaskan bahwa blockchain tidak seharusnya menjadi ekosistem yang saling terisolasi. Ia melihat masa depan crypto seperti internet modern, di mana berbagai sistem bisa saling terhubung tanpa pengguna harus memikirkan proses teknis di belakangnya.

Pendekatan tersebut berhasil menarik perhatian investor besar seperti:

  • Sequoia Capital
  • Andreessen Horowitz (a16z)
  • Binance Labs

Pada 2022, LayerZero Labs mendapatkan pendanaan besar senilai US$135 juta dalam putaran Series A+ yang ikut memperkuat posisi mereka sebagai salah satu proyek infrastructure paling diperhitungkan, seperti informasi yang kami kutip dari id.beincrypto.com.

Semakin besar pendanaan yang masuk, semakin tinggi pula ekspektasi komunitas terhadap LayerZero.

Menariknya, Bryan tidak membangun narasi LayerZero seperti banyak proyek crypto lain yang terlalu fokus pada harga token. Ia lebih sering berbicara soal:

  • scalability
  • interoperability
  • omnichain applications
  • keamanan komunikasi blockchain

Hal ini membuat LayerZero terlihat lebih dekat ke perusahaan teknologi infrastruktur dibanding proyek hype jangka pendek.

 

Kenapa Nama Bryan Pellegrino Sering Muncul di Komunitas Crypto?

Semakin besar pengaruh sebuah proyek blockchain, semakin besar pula perhatian komunitas terhadap founder di baliknya.

Hal itu juga terjadi pada Bryan Pellegrino. Nama Bryan mulai semakin ramai dibahas ketika LayerZero menjadi salah satu proyek airdrop paling dinantikan komunitas crypto. Sebelum token ZRO diluncurkan, banyak pengguna aktif menggunakan berbagai aplikasi berbasis LayerZero dengan harapan mendapatkan alokasi airdrop besar.

Fenomena ini bahkan memunculkan istilah “airdrop farming”, di mana pengguna melakukan banyak transaksi lintas chain hanya untuk meningkatkan peluang mendapatkan token.

Namun ketika distribusi token dilakukan, kontroversi mulai muncul. LayerZero menerapkan sistem anti-sybil untuk menyaring akun-akun yang dianggap melakukan farming berlebihan. Sebagian komunitas mendukung langkah tersebut karena dianggap menjaga keadilan distribusi token. Tetapi sebagian lain merasa dirugikan karena aktivitas mereka dianggap tidak valid.

Bryan Pellegrino cukup aktif menjawab kritik tersebut di media sosial X. Di sinilah karakter Bryan mulai terlihat jelas. Ia bukan founder yang memilih diam ketika proyeknya diserang komunitas. Ia justru sering masuk langsung ke diskusi teknis dan menjelaskan alasan di balik keputusan LayerZero.

Bagi pendukungnya, pendekatan ini menunjukkan transparansi dan keberanian. Tetapi bagi pengkritiknya, gaya komunikasi Bryan kadang dianggap terlalu keras dan defensif.

Terlepas dari pro dan kontra tersebut, satu hal yang tidak bisa dibantah adalah kemampuan Bryan menjaga LayerZero tetap relevan di tengah persaingan sektor interoperability yang semakin ketat.

 

Hubungan Bryan Pellegrino dan Token ZRO

Ketika token ZRO (ZRO to IDR) resmi hadir, perhatian terhadap Bryan Pellegrino ikut meningkat drastis.

ZRO merupakan token utama dalam ekosistem LayerZero yang digunakan untuk mendukung mekanisme governance dan perkembangan jaringan mereka. Namun hype terhadap ZRO sebenarnya sudah muncul jauh sebelum token itu diluncurkan.

Banyak pengguna crypto mulai menggunakan protokol berbasis LayerZero hanya demi mengejar potensi airdrop:

  • swap lintas chain
  • bridge assets
  • transaksi omnichain
  • interaksi DeFi multi-chain

Fenomena ini membuat LayerZero berkembang bukan hanya sebagai proyek teknologi, tetapi juga sebagai salah satu ekosistem paling aktif di sektor cross-chain.

Di sisi lain, popularitas ZRO juga memperbesar tekanan terhadap Bryan Pellegrino.

Ketika sebuah proyek infrastructure mulai memiliki token bernilai besar, ekspektasi komunitas berubah. Pengguna tidak lagi hanya menilai teknologi, tetapi juga:

  • tokenomics
  • distribusi
  • fairness
  • governance
  • arah jangka panjang proyek

Hal ini membuat Bryan harus berada di posisi yang cukup sulit: menjaga LayerZero tetap berkembang sebagai infrastruktur serius sambil menghadapi tekanan komunitas retail yang fokus pada token.

 

Apa Pengaruh LayerZero terhadap Industri Blockchain?

LayerZero ikut mengubah cara industri blockchain melihat konsep multi-chain.

Beberapa tahun lalu, banyak proyek mencoba memenangkan persaingan dengan pendekatan “chain maximalism”, seolah satu blockchain harus mengalahkan yang lain. Namun perkembangan industri justru bergerak ke arah berbeda.

Sekarang banyak aplikasi ingin hadir di banyak jaringan sekaligus. Protokol DeFi mulai memikirkan likuiditas lintas chain. Game blockchain ingin item digital bisa digunakan di beberapa jaringan. Bahkan stablecoin mulai berkembang ke arah interoperable assets.

Semua perubahan itu membutuhkan teknologi komunikasi blockchain yang lebih efisien.

Di sinilah LayerZero punya pengaruh besar. Mereka membantu mendorong perubahan pola pikir industri dari persaingan antar blockchain menjadi konektivitas antar ekosistem.

Dan kalau diperhatikan lebih jauh, arah perkembangan industri crypto memang mulai bergerak ke sana. Pengguna semakin tidak peduli blockchain mana yang digunakan di belakang layar. Yang penting bagi mereka adalah:

  • transaksi cepat
  • biaya murah
  • pengalaman sederhana
  • aset bisa dipindahkan dengan aman

Artinya, masa depan blockchain kemungkinan akan lebih banyak ditentukan oleh kualitas konektivitas dibanding sekadar popularitas satu jaringan tertentu.

 

Apakah Bryan Pellegrino Akan Tetap Relevan di Industri Crypto?

Tidak semua founder crypto mampu bertahan melewati perubahan siklus pasar.

Banyak nama besar muncul saat bull market lalu perlahan menghilang ketika hype mereda. Namun founder yang membangun infrastruktur biasanya punya daya tahan lebih panjang karena teknologi mereka tetap dibutuhkan bahkan ketika pasar sedang lesu.

Bryan Pellegrino sejauh ini terlihat berada di kategori tersebut. Pengaruhnya tidak datang dari sensasi media sosial atau tren sesaat, tetapi dari kebutuhan nyata industri blockchain modern. Selama ekosistem crypto terus bergerak ke arah multi-chain, kebutuhan terhadap interoperability kemungkinan akan tetap besar.

Dan selama masalah itu masih ada, nama LayerZero dan Bryan Pellegrino kemungkinan masih akan terus dibicarakan.

Pada akhirnya, perjalanan Bryan menunjukkan bahwa industri crypto tidak selalu tentang token viral atau pergerakan harga harian. Ada juga orang-orang yang bekerja di balik layar membangun fondasi teknis agar seluruh ekosistem bisa berkembang lebih besar.

Dalam banyak kasus, justru fondasi seperti itulah yang bertahan paling lama ketika hype mulai menghilang.

Bryan Pellegrino muncul di industri crypto bukan lewat jalur yang paling ramai sorotan. Ia tidak dikenal karena mempromosikan token setiap hari atau membangun citra publik yang penuh sensasi. Fokus utamanya justru berada di area yang sering luput dari perhatian pengguna biasa: infrastruktur komunikasi antar blockchain dan di situlah LayerZero menjadi menarik.

Ketika sebagian besar proyek masih sibuk bersaing soal siapa blockchain tercepat atau termurah, Bryan melihat masalah yang lebih mendasar. Industri crypto terus bertambah besar, tetapi ekosistemnya terpecah. 

Likuiditas tersebar di banyak jaringan, pengguna berpindah-pindah chain, dan developer mulai kesulitan membangun pengalaman yang benar-benar terhubung, LayerZero lahir dari masalah tersebut.

Itulah alasan kenapa nama Bryan Pellegrino mulai dianggap penting, bukan hanya karena token ZRO atau hype airdrop, tetapi karena ia ikut mendorong perubahan cara industri melihat blockchain.

Fokusnya bukan lagi tentang “satu chain untuk semuanya”, melainkan bagaimana berbagai jaringan bisa bekerja bersama tanpa membuat pengguna harus memahami kompleksitas teknis di belakangnya.

 

 

Itulah informasi menarik tentang Profil Bryan Pellegrino & LayerZero, Sosok di Balik Cross Chain yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.

Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.

Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow IG Indodax

 

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ

1. Kenapa Bryan Pellegrino lebih sering dibahas dibanding founder interoperability lain?

Karena LayerZero berkembang sangat cepat di tengah tren multi-chain yang sedang naik. Selain itu, Bryan juga cukup aktif di media sosial dan sering terlibat langsung dalam diskusi komunitas, termasuk saat muncul kontroversi soal airdrop ZRO dan sistem anti-sybil.

2. Apa yang membuat LayerZero berbeda dari bridge crypto biasa?

Sebagian besar bridge tradisional fokus memindahkan aset dari satu blockchain ke blockchain lain. LayerZero mencoba membangun sistem komunikasi antar chain, sehingga bukan hanya token yang bisa berpindah, tetapi juga data dan instruksi antar aplikasi blockchain.

3. Kenapa sektor cross-chain dianggap penting dalam perkembangan blockchain?

Karena pengguna crypto sekarang tidak lagi berada di satu jaringan saja. Aset, aplikasi, dan likuiditas tersebar di banyak blockchain berbeda. Tanpa teknologi interoperability, pengalaman pengguna menjadi lebih rumit dan ekosistem blockchain sulit berkembang secara terhubung.

4. Apakah LayerZero termasuk proyek yang sepenuhnya decentralized?

Ini masih menjadi perdebatan di komunitas crypto. Sebagian pihak menilai pendekatan LayerZero cukup realistis untuk kebutuhan interoperability modern, sementara yang lain mempertanyakan beberapa aspek trust assumptions dan ketergantungan terhadap komponen tertentu dalam sistem mereka.

5. Kenapa token ZRO sempat ramai diperbincangkan komunitas crypto?

Sebelum token dirilis, banyak pengguna aktif menggunakan ekosistem LayerZero untuk mengejar potensi airdrop. Ketika distribusi token dilakukan, muncul perdebatan soal sistem anti-sybil dan kelayakan penerima airdrop, sehingga nama LayerZero dan Bryan Pellegrino semakin sering dibahas.

6. Apakah teknologi seperti LayerZero bisa menjadi bagian penting masa depan blockchain?

Melihat arah industri saat ini, kemungkinan tersebut cukup besar. Semakin banyak aplikasi dan pengguna yang bergerak lintas chain, semakin tinggi kebutuhan terhadap sistem komunikasi blockchain yang efisien, aman, dan mudah digunakan.

 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Author:  AL

Lebih Banyak dari Blockchain

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
KUNCI/IDR
Kunci Coin
2
100%
ETC/IDR
Ethereum C
246.000
72.63%
HNT/IDR
Helium
14.749
39.06%
CHT/IDR
CyberHarbo
4
33.33%
EPIC/IDR
Epic Chain
9.718
28.89%
Nama Harga 24H Chg
DODO/IDR
DODO
1.137
-52.39%
PORTAL/IDR
Portal
320
-32.06%
SYN/IDR
Synapse
1.950
-29.09%
MYX/IDR
MYX Financ
5.361
-24.86%
STIK/IDR
Staika
2.300
-23.69%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mengatur Gaji 3 Juta di 2026, Masih Bisa Investasi Bitcoin?

Punya gaji Rp3 juta di tahun 2026 sering membuat seseorang

Dampak AI dalam Keamanan Siber: Ancaman Baru di Crypto
02/06/2026
Dampak AI dalam Keamanan Siber: Ancaman Baru di Crypto

Keamanan siber tidak lagi sekadar soal melindungi sistem dari serangan

02/06/2026
Apa Itu Sneaky Malware? Ancaman Diam-Diam bagi Investor Crypto
30/05/2026
Apa Itu Sneaky Malware? Ancaman Diam-Diam bagi Investor Crypto

Banyak orang merasa ancaman terbesar dalam investasi crypto datang dari

30/05/2026