Ekosistem DeFi berbasis Bitcoin (BTCFi) mencatat lonjakan adopsi di paruh kedua 2025 yang cukup signifikan.
Laporan Tiger Research terbaru menyebut lebih dari 14 juta BTC masih belum dimanfaatkan secara on-chain, sementara protokol BTCFi kini memungkinkan aset ini diputar untuk menghasilkan yield hingga 20% per tahun.
99% BTC Masih Menganggur, BTCFi Siap Mengaktifkan

Sumber: Glassnode/Tiger Research
Berdasarkan data Glassnode yang dikutip Tiger Research, lebih dari 14 juta BTC atau sekitar 99% dari total suplai masih menganggur di wallet atau cold storage.
Aset tersebut tidak digunakan secara on-chain dan tidak menghasilkan imbal hasil. Bandingkan dengan Ethereum (ETH) yang telah mengunci lebih dari 14 juta ETH dalam berbagai protokol staking, lending, dan DEX.

Sumber: Tiger Research
BTCFi hadir untuk menyelesaikan masalah ini dengan mengubah Bitcoin (BTC) dari aset pasif menjadi produktif tanpa mengorbankan keamanannya.
Hal ini memungkinkan BTC digunakan untuk menghasilkan yield lewat staking, pinjaman terdesentralisasi, asuransi, bahkan structured products berbasis institusional.
Baca berita lainnya: Maple Ubah Cara Simpan Bitcoin, Sekarang Bisa Dapat Imbal Hasil!
Institusi Mulai Serius, Yield BTC Tembus 2%

Sumber: Tiger Research
Minat dari institusi terhadap Bitcoin sebagai sumber yield meningkat drastis sejak disahkannya ETF spot BTC pada akhir 2023 hingga 2024.
Dalam ekosistem tradisional, dana besar tak dibiarkan menganggur. Obligasi membayar bunga, saham memberi dividen. Sekarang, BTC mulai menyusul.

Sumber: Tiger Research
Menurut laporan tersebut, yield konservatif untuk BTC berkisar antara 3$ hingga 5% per tahun, namun dapat mencapai 10% hingga 20% melalui protokol terdesentralisasi dengan risiko terukur.
Protokol seperti BounceBit Prime bahkan menggabungkan yield BTC dan surat utang pemerintah AS dalam satu produk, menawarkan return ganda yang familiar bagi institusi.
Ekosistem BTCFi Sudah Matang dan Teruji
BTCFi bukan hanya ide. Infrastruktur teknis dan keuangan telah siap. Berikut komponen utama yang menopang pertumbuhannya:
- Custody regulasi seperti Fidelity, Coinbase Custody, dan BitGo telah mendukung keterlibatan institusi di ranah DeFi
- Yield-bearing ETP seperti BTCD di Eropa sudah tayang, menawarkan 5.6% APR melalui staking BTC di Layer-2
- Protokol seperti SatLayer memperkenalkan asuransi on-chain berbasis BTC, bekerja sama dengan Nexus Mutual dan Relm
Selain itu, protokol BTCFi seperti Babylon dan Lombard telah lolos audit keamanan, memiliki penasihat dari kalangan Wall Street, dan tengah menuju sertifikasi SOC2 sebagai standar kepercayaan bagi institusi global.
Upgrade Taproot, Layer-2, dan Smart Contract Bitcoin
Adopsi BTCFi tak lepas dari lonjakan inovasi teknis pada jaringan Bitcoin:
- Taproot (2021) meningkatkan efisiensi, privasi, dan memungkinkan penggunaan smart contract di Bitcoin
- BitVM tengah dikembangkan sebagai mesin virtual yang memungkinkan eksekusi smart contract ala Ethereum di atas Bitcoin
- Layer-2 seperti Stacks, RSK, Merlin Chain, dan BOB Rollup membuka pintu tokenisasi, yield, dan dApps dalam ekosistem Bitcoin
Protokol seperti Babylon bahkan memungkinkan staking native BTC untuk mengamankan jaringan lain, dengan lebih dari 57 ribu BTC terkunci hingga akhir 2024.
Baca juga berita terbaru: Vitalik: Kalau ETH Ambruk, Salahkan Treasury yang Serakah!
Dari Ordinals ke BRC-20, Bukti Demand Pengguna

Sumber: Tiger Research
Tahun 2023 dan 2024 mencatat ledakan aktivitas pengguna di Bitcoin lewat Ordinals dan BRC-20. Lebih dari 69 juta Ordinal inscriptions tercipta hingga akhir 2024, menghasilkan lebih dari 6.900 BTC dalam bentuk fee untuk para miner.
Ini menunjukkan bahwa pengguna rela membayar tinggi untuk aktivitas on-chain di Bitcoin, bukan hanya untuk HODLing atau transfer. Kini, dengan infrastruktur yang lebih matang, fokus beralih ke DeFi.
Kesimpulan
BTCFi bukan sekadar eksperimen. Dengan dukungan institusi, regulasi yang mulai ramah, infrastruktur yang solid, dan permintaan ritel yang terbukti, DeFi di atas Bitcoin akan jadi kekuatan baru dalam ekosistem kripto.
Bitcoin yang dulu hanya dikenal sebagai emas digital kini mulai menjelma menjadi tulang punggung baru keuangan terdesentralisasi.
Bukan hanya sebagai store of value, tapi juga sebagai sumber yield dan likuiditas yang produktif.
Artikel ini hasil Kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research
FAQ
- Apa itu BTCFi dan bagaimana cara kerjanya?
BTCFi adalah ekosistem DeFi di atas Bitcoin yang memungkinkan BTC digunakan untuk menghasilkan yield. BTC biasanya dikunci dalam bridge atau custodian, lalu dibungkus menjadi token yang bisa digunakan di protokol DeFi. - Apakah Bitcoin bisa di-stake seperti Ethereum?
Saat ini bisa, tapi tidak secara native. BTC dapat di-stake melalui protokol seperti Babylon atau BounceBit, yang menggunakan mekanisme off-chain dan Layer-2 untuk memungkinkan staking dengan imbal hasil. - Apa risiko menggunakan BTC di protokol BTCFi?
Risiko utama termasuk kegagalan smart contract, risiko custodial atau bridge, dan volatilitas pasar. Namun, protokol besar kini sudah audit dan memiliki sertifikasi keamanan tingkat institusi. - Apakah BTCFi hanya untuk investor institusi?
Tidak. Meski infrastruktur BTCFi banyak dirancang untuk lembaga, individu juga bisa ikut melalui platform yang mendukung retail seperti Stacks atau Merlin. Yield produk ritel bahkan bisa lebih tinggi. - Apa bedanya BTCFi dengan DeFi di Ethereum?
DeFi Ethereum lebih matang dan kaya fitur, tapi BTCFi mengandalkan keamanan dan reputasi Bitcoin. BTCFi fokus menjadikan BTC sebagai aset produktif, sementara DeFi Ethereum telah lama mengembangkan dApps kompleks.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Btc News, #News Bitcoin, #Berita Btc, #Berita crypto hari ini, #berita btc/usd hari ini, #bitcoin news, #berita bitcoin hari ini, #info btc hari ini