Harga Bitcoin (BTC) kembali menarik perhatian setelah bertahan di kisaran $65.000–$70.000 dalam dua bulan terakhir, memicu spekulasi bahwa fase terendah siklus sudah terlewati.
Seorang analis dari Swan Bitcoin, John Haar, menilai kondisi pasar saat ini sangat berbeda dibandingkan 2022, dan menyebut ada sejumlah faktor kuat yang mendukung skenario tersebut.
“Harga Bitcoin telah diperdagangkan dengan level terendah $65-70 ribu selama dua bulan terakhir. Menurut pandangan kami, kisaran $65–70 ribu akan menjadi batas bawah yang didukung, dan oleh karena itu merupakan titik masuk yang menarik secara generasi bagi investor jangka panjang,” tulis John Haar.
Bitcoin terakhir diperdagangkan di sekitar $73.862, menunjukkan stabilitas harga di tengah sentimen pasar yang mulai membaik.
Stabil di Atas $65.000, Bitcoin Disebut Sudah Bentuk “Floor”
Menurut Haar, rentang harga $65.000 hingga $70.000 telah berfungsi sebagai level support kuat. Selama dua bulan terakhir, Bitcoin tidak mengalami penurunan tajam di bawah area tersebut.
Kondisi ini dinilai berbeda dari fase bearish sebelumnya, di mana harga cenderung turun agresif tanpa penopang yang jelas. Stabilitas ini menjadi salah satu indikasi awal bahwa pasar mulai menemukan titik keseimbangan baru.
1. Inflasi Lebih Terkendali Dibanding 2022

Sumber Gambar: X.com/john_at_swan
Pada 2022, inflasi di Amerika Serikat sempat mencapai level tertinggi dalam 40 tahun. Hal ini menekan daya beli dan memicu kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve.
Saat ini, inflasi berada di kisaran 2,5%–3% secara tahunan, jauh lebih stabil. Lingkungan ini dinilai lebih kondusif bagi aset berisiko seperti Bitcoin.
2. Kebijakan Suku Bunga Tidak Lagi Agresif

Sumber Gambar: X.com/john_at_swan
Siklus kenaikan suku bunga tercepat dalam sejarah modern terjadi pada 2022. Dampaknya, likuiditas global menyusut drastis.
Kini, tekanan tersebut mulai mereda. Suku bunga cenderung stabil dan bahkan membuka peluang pelonggaran. Kondisi ini memberi ruang bagi pasar untuk pulih.
Baca juga berita terkait: Rate Cut Bisa Mundur ke 2027 karena Perang Iran, Apa Dampaknya ke Crypto?
3. Likuiditas Mulai Kembali ke Pasar

Sumber Gambar: X.com/john_at_swan
Pertumbuhan jumlah uang beredar (M2) kembali menunjukkan tren positif dalam beberapa bulan terakhir. Ini menandakan adanya arus likuiditas baru yang masuk ke sistem keuangan.
Bagi Bitcoin, likuiditas adalah bahan bakar utama untuk kenaikan harga.
4. Belanja Pemerintah Masih Tinggi

Sumber Gambar: X.com/john_at_swan
Defisit fiskal Amerika Serikat tetap berada di kisaran 5%–6% dari PDB selama lebih dari tiga tahun. Tidak ada tanda pengurangan signifikan dalam waktu dekat.
Kondisi ini secara tidak langsung mendukung pasar karena menjaga aliran uang tetap tinggi di ekonomi.
5. Tidak Ada Krisis Sistemik Seperti 2022
Salah satu penyebab utama kejatuhan Bitcoin di 2022 adalah efek domino dari berbagai kebangkrutan besar, seperti Terra/LUNA, Celsius, hingga FTX.
Saat ini, meskipun masih ada kasus gagal bayar seperti BlockFills, skalanya jauh lebih kecil dan tidak memicu efek berantai.
6. Struktur Pasar Lebih Kuat
Pasar kripto saat ini dinilai lebih matang. Banyak pelaku besar telah meningkatkan manajemen risiko dan transparansi.
Hal ini membuat potensi keruntuhan besar seperti sebelumnya menjadi lebih kecil.
7. Permintaan Institusi Meningkat Tajam
Perbedaan paling mencolok terlihat dari sisi permintaan institusi.

Sumber Gambar: X.com/john_at_swan
Pada 2022, pembelian Bitcoin oleh institusi masih terbatas, sekitar $270 juta untuk 8.000 BTC. Namun pada 2025, angka ini melonjak menjadi $22,5 miliar untuk 226.000 BTC, ditambah $8,5 miliar di 2026 untuk 108.000 BTC.
Lonjakan ini menunjukkan perubahan besar dalam adopsi.
Baca berita selanjutnya: Bitcoin Tak Akan Tembus $1 Juta di 2030? Ini Analisis Terbaru Peter Brandt
8. ETF Bitcoin Dorong Akses Lebih Luas
Kehadiran spot Bitcoin ETF membuka akses investasi bagi investor institusi dan ritel secara lebih mudah.
Beberapa nama besar seperti BlackRock dan Morgan Stanley bahkan mulai aktif mempromosikan produk berbasis Bitcoin. Perubahan ini memperkuat legitimasi aset kripto di pasar keuangan.
9. Dukungan Regulasi dan Adopsi Meningkat

Sumber Gambar: X.com/john_at_swan
Selain faktor pasar, perubahan sikap regulator di Amerika Serikat juga menjadi katalis penting.
Beberapa institusi besar, termasuk dana abadi seperti Harvard, dilaporkan telah memiliki eksposur terhadap Bitcoin. Ini mencerminkan penerimaan yang semakin luas.
Risiko Tetap Ada, Tapi Tekanan Berbeda
Meski indikator menunjukkan perbaikan, Haar menegaskan bahwa risiko tetap ada.
Faktor eksternal seperti konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, atau krisis energi masih bisa memicu volatilitas.
Namun, tekanan tersebut dinilai tidak sekuat kombinasi faktor yang menghantam pasar pada 2022.
Kesimpulan
Kondisi makro yang lebih stabil, likuiditas yang kembali, serta lonjakan permintaan institusi menjadi dasar utama mengapa Bitcoin dinilai telah melewati fase terendahnya.
Jika pada 2022 pasar didominasi oleh tekanan dan krisis, siklus saat ini justru ditopang oleh akses yang lebih luas dan arus modal yang lebih dalam. Ini menjadi alasan utama mengapa banyak analis mulai melihat fase baru bagi Bitcoin.
FAQ
- Apakah Bitcoin benar-benar sudah mencapai bottom di siklus ini?
Belum ada kepastian absolut. Namun, beberapa analis melihat area $65.000–$70.000 sebagai level support kuat yang berpotensi menjadi titik terendah siklus. - Kenapa kondisi sekarang dianggap berbeda dari 2022?
Perbedaan utama ada pada inflasi yang lebih stabil, kebijakan suku bunga yang tidak agresif, serta tidak adanya krisis besar seperti runtuhnya FTX atau Terra. - Apa peran institusi dalam harga Bitcoin saat ini?
Institusi menjadi faktor kunci karena membawa likuiditas besar. Pembelian dalam jumlah miliaran dolar membantu menjaga harga tetap stabil. - Apakah Bitcoin masih bisa turun lagi?
Masih mungkin. Faktor global seperti geopolitik atau krisis ekonomi bisa memicu penurunan, meski tekanan dianggap lebih ringan dibanding sebelumnya. - Apa dampak ETF Bitcoin terhadap harga?
ETF mempermudah akses investasi ke Bitcoin, sehingga menarik lebih banyak investor dan meningkatkan permintaan di pasar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- NewsBTC – 9 Reasons Why The Bitcoin Bottom May Already Be In: Expert, diakses pada 17 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


