Bitcoin (BTC) berada di posisi rawan menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat. JPMorgan memperingatkan potensi kejutan hawkish dari laporan Consumer Price Index (CPI) yang bisa menekan harga BTC menuju area psikologis $60.000.
Menjelang rilis CPI hari ini (13/2) pukul 20:30 WIB, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $66.000 setelah sebelumnya sempat kembali menyentuh $70.000 awal pekan ini. N
amun reli tersebut tak bertahan lama. Dalam 30 hari terakhir, harga telah terkoreksi sekitar 30% dari puncak lokal di kisaran $94.000.
CPI AS Jadi Penentu Arah Jangka Pendek
CPI REPORT COULD JOLT STOCKS, JPMORGAN WARNS
U.S. stocks could swing sharply after Friday’s CPI report, according to JPMorgan’s trading desk. Economists expect core inflation to rise about 0.3% in January (2.5% year over year), while JPMorgan forecasts a hotter 0.39% monthly… pic.twitter.com/huYs2ixQK8
— *Walter Bloomberg (@DeItaone) February 12, 2026
JPMorgan, melalui analis yang dipimpin Nikolaos Panigirtzoglou, menilai inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat memperkuat narasi suku bunga tinggi lebih lama. Jika CPI inti (core CPI) tercatat di kisaran 0,35% hingga 0,4%, pasar saham seperti S&P 500 masih berpotensi naik tipis.
“Saham AS dapat berfluktuasi tajam setelah laporan CPI hari Jumat, menurut divisi perdagangan JPMorgan. Para ekonom memperkirakan inflasi inti akan naik sekitar 0,3% pada Januari (2,5% tahun ke tahun), sementara JPMorgan memperkirakan kenaikan bulanan yang lebih tinggi, yaitu 0,39%. Bank tersebut melihat peluang 42,5% untuk angka 0,35%–0,4%, yang dapat mengangkat S&P 500 sebesar 0,25%–0,75%,” tulisnya.
Namun jika angkanya melampaui 0,45%, tekanan di pasar bisa meningkat signifikan. Dalam skenario ini, S&P 500 diproyeksikan turun antara 1,25% hingga 2,5%. Dampaknya bisa menjalar ke aset berisiko, termasuk kripto.
Bagi Bitcoin, risiko terbesar ada pada area leverage retail yang terkonsentrasi di sekitar $60.000. Jika tekanan jual meningkat, level ini berpotensi diuji dalam pergerakan likuidasi berantai.
Baca juga berita terkait: Standard Chartered Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Bakal Turun ke US$50.000
Tekanan Likuidasi Mengintai di Dua Sisi

Sumber Gambar: Coinglass via CCN
Data peta likuidasi menunjukkan Bitcoin saat ini berada di antara dua klaster besar. Di sisi bawah, likuidasi long terakumulasi dari $65.000 hingga $63.000, dengan konsentrasi lebih besar mendekati $60.000.
Penembusan di bawah $62.600 dapat mempercepat likuidasi posisi long dan berpotensi menghapus lebih dari $1 miliar leverage terbuka.
Sebaliknya, di atas harga saat ini terdapat klaster likuidasi short yang signifikan di rentang $68.000 hingga $72.000. Jika CPI lebih rendah dari perkiraan, reli cepat bisa memicu short squeeze dengan potensi likuidasi hingga ratusan juta dolar.
Distribusi leverage 50x hingga 100x yang menumpuk di kedua sisi membuat volatilitas hampir tak terhindarkan setelah data dirilis.
Sinyal Teknikal Masih Condong Bearish

Sumber Gambar: TradingView via CCN
Pada grafik empat jam, Bitcoin bergerak dalam pola symmetrical triangle setelah koreksi tajam dari $94.000. Harga berkonsolidasi di antara support $66.000 dan resistance menurun dari area $73.000.
Indikator momentum memperlihatkan tekanan masih dominan. Awesome Oscillator berada di wilayah negatif, sementara Relative Strength Index di sekitar 41 mencerminkan kondisi netral cenderung lemah.
Di timeframe harian, BTC telah menembus rising wedge yang terbentuk antara $85.000 hingga $95.000. Breakdown terjadi setelah harga gagal mempertahankan level Fibonacci 0,382 di sekitar $85.472. Saat ini, area $60.299 menjadi support makro penting yang sebelumnya menjadi titik pantulan saat capitulation wick terjadi.
Selama harga bertahan di bawah $75.851 hingga $78.000, reli cenderung dipandang sebagai koreksi dalam tren turun yang lebih luas.
Baca selanjutnya: Open Interest Bitcoin (BTC) Anjlok ke Level Terendah Sejak 2024
Truflation Beri Gambaran Berbeda

Sumber Gambar: Truflation via CCN
Di tengah kekhawatiran pasar tradisional, data real-time dari Truflation menunjukkan inflasi AS berada di kisaran 2,15%, lebih rendah dari konsensus.
Perbedaan ini muncul karena metodologi resmi CPI masih memberi bobot besar pada biaya sewa yang bersifat lagging, sementara data perumahan terkini sudah menunjukkan perlambatan.
Jika CPI resmi lebih rendah dari ekspektasi, tekanan jual di kripto bisa mereda. Dalam skenario ini, penurunan menuju $60.000 bisa menjadi pergerakan jangka pendek sebelum harga kembali pulih ke atas $70.000.
Kesimpulan
Dengan volatilitas tinggi dan posisi leverage menumpuk di dua sisi, rilis CPI hari ini menjadi katalis utama bagi Bitcoin. Satu data bisa mengubah sentimen secara cepat.
Level $60.000 kini menjadi batas psikologis dan teknikal yang dipantau pelaku pasar. Apakah akan terjadi penurunan tajam atau justru reli akibat short squeeze, semuanya bergantung pada angka inflasi yang keluar.
Pasar kripto kembali dihadapkan pada realitas bahwa faktor makro, terutama kebijakan moneter AS, masih memegang peran besar dalam pergerakan harga Bitcoin.
FAQ
- Apa itu CPI AS dan mengapa berpengaruh ke harga Bitcoin?
CPI atau Consumer Price Index adalah indikator inflasi Amerika Serikat. Jika inflasi tinggi, The Fed cenderung mempertahankan suku bunga tinggi. Kondisi ini biasanya menekan aset berisiko seperti saham dan kripto, termasuk Bitcoin. - Mengapa level $60.000 dianggap krusial untuk BTC?
Area $60.000 menjadi titik konsentrasi leverage long dalam jumlah besar. Jika harga turun ke level tersebut, potensi likuidasi berantai meningkat dan bisa mempercepat tekanan jual. - Apa maksud istilah hawkish dalam konteks CPI dan The Fed?
Hawkish merujuk pada sikap kebijakan moneter yang ketat, seperti mempertahankan atau menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Sikap ini biasanya negatif bagi aset berisiko. - Apa itu short squeeze dan bagaimana pengaruhnya ke Bitcoin?
Short squeeze terjadi ketika harga naik cepat dan memaksa trader yang membuka posisi short menutup posisinya. Penutupan ini memicu pembelian tambahan yang dapat mendorong harga naik lebih tajam. - Apakah koreksi 30% dalam 30 hari masih wajar untuk Bitcoin?
Dalam sejarahnya, Bitcoin sering mengalami koreksi dua digit dalam siklus bull market maupun fase distribusi. Namun arah selanjutnya sangat dipengaruhi sentimen makro, likuiditas global, dan arus modal institusional. - Bagaimana cara membaca dampak data inflasi terhadap pasar kripto?
Perhatikan selisih antara angka aktual CPI dan ekspektasi pasar. Jika lebih tinggi dari perkiraan, tekanan pada kripto cenderung meningkat. Jika lebih rendah, sentimen risiko biasanya membaik dan mendorong pemulihan harga.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CCN – US CPI Today Could Pressure Bitcoin (BTC) Price Toward $60K, JPMorgan Signals Hawkish Risk, diakses pada 13 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita consumer price index





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


