Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran tidak hanya memicu kekhawatiran di pasar global, tetapi juga memunculkan potensi efek yang tak terduga bagi aset kripto.
Seorang pakar makro, Mark Connors, menilai konflik yang berlangsung lama justru dapat menciptakan kondisi ekonomi yang historically mendukung kenaikan harga Bitcoin (BTC).
Ahli strategi makro yang sebelumnya menjabat sebagai kepala riset di 3iQ serta global head of portfolio and risk advisory di Credit Suisse ini menilai konflik berkepanjangan dapat memperbesar defisit anggaran pemerintah, meningkatkan likuiditas di sistem keuangan, serta melemahkan nilai dolar.
Konflik Berkepanjangan Berpotensi Meningkatkan Likuiditas
Perang selalu membutuhkan biaya besar. Untuk membiayai operasi militer, pemerintah biasanya harus meningkatkan pengeluaran dan menerbitkan utang baru. Connors menjelaskan bahwa situasi ini pada akhirnya menambah jumlah dolar yang beredar di sistem keuangan.
Ketika pasokan uang meningkat, nilai mata uang berpotensi mengalami penurunan atau yang dikenal sebagai debasement. Dalam kondisi seperti ini, investor kerap mencari aset yang dianggap lebih tahan terhadap penurunan nilai mata uang.
“Likuiditas adalah faktor utama yang mendorong Bitcoin,” kata Connors dalam wawancaranya yang dikutip dari CoinDesk.
Jika konflik antara AS dan Iran berlangsung selama beberapa bulan, pengeluaran pemerintah untuk perang diperkirakan akan meningkat.
Hal tersebut berpotensi memperbesar defisit anggaran sekaligus menambah likuiditas global, kondisi yang menurut Connors dapat mendukung performa Bitcoin.
Pertumbuhan Utang AS Sudah Melaju Cepat
Tekanan terhadap sistem keuangan sebenarnya sudah terlihat bahkan sebelum konflik memanas. Connors mencatat bahwa utang federal Amerika Serikat telah tumbuh sekitar 14% secara tahunan sejak pertengahan 2025.
Jika terus berlanjut, total utang dapat meningkat sekitar 15% dari tahun ke tahun. Pertumbuhan utang yang cepat ini memperbesar risiko pelemahan nilai dolar dalam jangka panjang.
Menurut Connors, kondisi tersebut sering kali mendorong investor untuk mengalihkan sebagian portofolio ke aset non-dolar, seperti kripto.
Bitcoin termasuk salah satu aset yang sering dipertimbangkan dalam situasi tersebut karena sifatnya yang terbatas dan tidak dikendalikan oleh kebijakan moneter pemerintah.
Baca juga berita lainnya: Perang AS-Iran Bisa Berlangsung hingga September, Pasar Kripto Ikut Waspada
Bitcoin Mulai Bereaksi Terhadap Ketegangan Geopolitik
Ketegangan geopolitik tersebut langsung tercermin di pasar kripto. Setelah serangan militer AS terhadap Iran dilaporkan, Bitcoin justru mencatat kenaikan sekitar 3,6% sejak serangan pertama.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Adapun pada perdagangan terbaru, harga Bitcoin hari ini berada di kisaran US$70.000. Kenaikan ini terjadi ketika sebagian investor memindahkan dana dari pasar saham ke aset alternatif sebagai langkah penyesuaian portofolio menghadapi ketidakpastian geopolitik.
Perpindahan modal seperti ini sering terjadi saat risiko global meningkat, terutama ketika pasar keuangan menghadapi ketidakpastian jangka menengah.
Lonjakan Harga Minyak Bisa Memicu Stagflasi
Meski begitu, konflik berkepanjangan juga membawa risiko ekonomi lain. Salah satunya adalah potensi lonjakan harga minyak yang dapat mendorong inflasi lebih tinggi.
Connors menilai skenario ini bisa menciptakan kondisi stagflasi, yaitu situasi ketika pertumbuhan ekonomi melambat tetapi harga barang tetap meningkat.
Dalam kondisi seperti itu, pemerintah dan bank sentral sering dihadapkan pada pilihan sulit antara menjaga stabilitas ekonomi atau menekan inflasi.
Namun Connors berpendapat bahwa bahkan dalam skenario stagflasi sekalipun, Bitcoin tetap bisa mendapatkan dukungan dari kondisi makro yang longgar.
Peran The Fed dalam Menjaga Stabilitas Pasar
Di tengah meningkatnya utang pemerintah, Federal Reserve juga menghadapi tantangan menjaga stabilitas pasar obligasi AS, khususnya pasar Treasury.
Connors mengatakan bank sentral pada praktiknya memiliki mandat tambahan selain menjaga inflasi dan lapangan kerja, yaitu memastikan pasar keuangan tetap berfungsi dengan baik.
Gangguan pada pasar Treasury dapat menimbulkan efek domino terhadap sistem keuangan global. Contoh gangguan serupa pernah terjadi pada krisis pasar repo tahun 2019 dan kegagalan sejumlah bank regional AS pada 2023 setelah kenaikan suku bunga yang agresif.
Karena itu, bank sentral kemungkinan akan berhati-hati dalam menaikkan suku bunga terlalu tinggi jika tekanan terhadap pasar obligasi meningkat.
Baca berikutnya: Bitcoin, Ethereum, XRP Naik Saat Saham Global Rontok, Ada Apa?
Suku Bunga Rendah Bisa Mendukung Bitcoin
Jika pemerintah terus meningkatkan utang sementara suku bunga turun, kondisi likuiditas di pasar keuangan dapat kembali longgar.
Kombinasi antara utang yang meningkat dan suku bunga yang lebih rendah sering kali menjadi latar belakang yang mendukung aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Selain itu, pemerintah juga semakin banyak menerbitkan Treasury dengan tenor jangka pendek. Dalam situasi tersebut, penurunan suku bunga jangka pendek dapat langsung mengurangi biaya bunga yang harus dibayar pemerintah.
Bagi Connors, skenario ini menciptakan kondisi yang berpotensi menguntungkan bagi Bitcoin.
“Ketika suku bunga turun sementara utang terus meningkat, itu biasanya menjadi lingkungan yang mendukung Bitcoin,” tutupnya.
Kesimpulan
Konflik geopolitik sering kali membawa ketidakpastian besar bagi pasar global. Namun di balik risiko tersebut, perubahan kebijakan fiskal dan moneter yang muncul akibat perang dapat menciptakan kondisi ekonomi tertentu yang mendukung aset alternatif.
Jika konflik antara Amerika Serikat dan Iran berlangsung dalam jangka panjang, peningkatan pengeluaran pemerintah, pertumbuhan utang yang cepat, serta potensi suku bunga lebih rendah dapat memperbesar likuiditas global.
Dalam lingkungan makro seperti ini, Bitcoin berpotensi menjadi salah satu aset yang diuntungkan.
FAQ
- Mengapa konflik geopolitik bisa memengaruhi harga Bitcoin?
Konflik geopolitik biasanya meningkatkan ketidakpastian di pasar global. Dalam situasi seperti ini, investor sering mencari aset alternatif untuk melindungi nilai kekayaan mereka. Bitcoin, bersama emas dan komoditas tertentu, sering dipandang sebagai aset yang relatif independen dari kebijakan moneter negara. - Apakah Bitcoin sering naik saat terjadi konflik internasional?
Tidak selalu. Namun dalam beberapa kasus, ketegangan geopolitik dapat mendorong investor memindahkan dana dari aset tradisional seperti saham ke aset alternatif. Perpindahan modal ini bisa meningkatkan permintaan terhadap Bitcoin dan mendorong kenaikan harga. - Apa hubungan utang pemerintah dengan harga Bitcoin?
Ketika pemerintah meningkatkan utang untuk membiayai pengeluaran besar seperti perang, jumlah uang yang beredar dalam sistem keuangan dapat meningkat. Jika pasokan uang bertambah terlalu cepat, nilai mata uang bisa melemah. Kondisi ini sering membuat investor mencari aset yang dianggap lebih tahan terhadap inflasi atau pelemahan mata uang. - Apa itu debasement mata uang dan mengapa penting bagi Bitcoin?
Debasement adalah penurunan nilai mata uang akibat peningkatan pasokan uang. Dalam sistem ekonomi modern, hal ini bisa terjadi ketika pemerintah mencetak uang atau meningkatkan utang dalam jumlah besar. Karena Bitcoin memiliki suplai terbatas, sebagian investor melihatnya sebagai aset yang dapat melindungi nilai dari debasement. - Apakah Bitcoin benar-benar bisa menjadi safe haven seperti emas?
Perdebatan mengenai Bitcoin sebagai safe haven masih berlangsung. Beberapa investor melihat Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang. Namun volatilitasnya masih relatif tinggi dibandingkan emas, sehingga perannya sebagai safe haven masih terus berkembang.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Timur Tengah Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


