Ethereum (ETH) turun lebih dari 30% sepanjang 2026, membuat banyak investor besar berada di posisi rugi.
Meski begitu, data on-chain menunjukkan arus modal belum benar-benar keluar dari pasar.

Sumber: Be(in)crypto Market
Dalam 24 jam terakhir, ETH turun 4,58% dan diperdagangkan di kisaran $1.971, kembali berada di bawah level psikologis $2.000.
Penurunan ini memperdalam tekanan terhadap investor institusional maupun alamat akumulasi besar.
Banyak Investor Besar Kini “Underwater”
Harga ETH saat ini berada di bawah rata-rata harga beli sejumlah kelompok investor besar.

Sumber: CryptoQuant
Data CryptoQuant menunjukkan Ethereum telah turun di bawah harga rata-rata saat wallet besar mulai mengumpulkan ETH sejak Juni 2025.
Artinya, banyak whale kini memegang aset dengan kerugian belum terealisasi. Kondisi serupa terjadi pada investor ETF Ethereum.
Analis Bloomberg Intelligence, James Seyffart, menyebut rata-rata harga beli ETF Ethereum berada di sekitar $3.500.
Dengan harga ETH di bawah $2.000 hari ini, drawdown sempat melampaui 60%, sebanding dengan koreksi besar pada April 2025.
Kerugian belum terealisasi ini juga terlihat pada perusahaan treasury Ethereum terbesar, yang menurut data CryptoQuant kini mencatat kerugian kertas lebih dari $7 miliar.
Baca juga: Perusahaan Tom Lee Borong 40.000 Ethereum, Sinyal Apa untuk Harga ETH?
Di Tengah Tekanan, Whale Justru Tambah Posisi
Meski tekanan harga besar, perilaku pasar tidak menunjukkan aksi keluar massal. Analis on-chain CW8900 melalui Be(in)crypto menyebut akumulasi whale masih berlanjut, bahkan lebih agresif saat harga turun.
Indikator exchange net position change berubah negatif, yang berarti lebih banyak ETH ditarik dari bursa dibanding disetor. Pola ini biasanya diasosiasikan dengan akumulasi, bukan distribusi.
Di sisi institusi, arus masuk ETF Ethereum memang turun dari sekitar $15 miliar menjadi di bawah $12 miliar. Namun, mayoritas investor belum melakukan aksi jual besar-besaran.
Perusahaan treasury tersebut bahkan menambah 40.000 ETH dan melakukan staking tambahan sebesar 140.400 ETH. Total ETH yang di-stake kini mencapai sekitar 2,97 juta ETH senilai $6,01 miliar, atau sekitar 68,7% dari total kepemilikannya.
Langkah staking menunjukkan orientasi jangka panjang, bukan spekulasi jangka pendek.
Tekanan Harga vs Keyakinan Modal
Secara struktur, pasar Ethereum berada dalam fase tekanan. Harga mencerminkan stres dan sentimen negatif.
Namun, perilaku modal justru menunjukkan komitmen struktural masih bertahan. Whale dan institusi tampak memilih menahan atau menambah posisi alih-alih keluar dari pasar.
Perbedaan antara harga dan perilaku modal ini menciptakan kondisi yang bisa disebut sebagai fase “compressed conviction”, di mana keyakinan diuji tetapi belum runtuh.
Kesimpulan
Penurunan lebih dari 30% membuat Ethereum terlihat rapuh secara harga. Banyak investor besar kini berada di posisi rugi belum terealisasi.
Namun data menunjukkan tidak terjadi eksodus besar. Whale masih akumulasi, ETH ditarik dari bursa, dan institusi tetap melakukan staking dalam jumlah signifikan.
Ini menandakan bahwa bagi sebagian pelaku besar, fase ini dipandang sebagai tekanan jangka pendek, bukan perubahan struktur jangka panjang.
Apakah keyakinan tersebut akan terbukti benar, sangat bergantung pada dinamika pasar global dan sentimen kripto dalam beberapa pekan ke depan.
FAQ
1. Apa arti Ethereum “underwater” bagi investor besar?
Istilah underwater berarti harga pasar ETH berada di bawah rata-rata harga beli investor. Mereka belum rugi secara nyata, tetapi jika menjual sekarang akan mencatat kerugian.
2. Apa itu realized price dalam analisis on-chain?
Realized price adalah rata-rata harga saat koin terakhir berpindah tangan. Jika harga pasar berada di bawah realized price, banyak pemegang sedang dalam posisi rugi belum terealisasi.
3. Mengapa whale menarik ETH dari bursa saat harga turun?
Penarikan dari bursa sering diartikan sebagai sinyal akumulasi atau niat menyimpan jangka panjang, karena koin dipindahkan ke wallet pribadi, bukan untuk dijual cepat.
4. Apakah drawdown 60% berarti tren bearish panjang?
Tidak selalu. Drawdown menunjukkan besarnya koreksi dari puncak ke titik terendah. Arah jangka panjang tetap bergantung pada likuiditas, sentimen makro, dan adopsi.
5. Apa dampak staking besar-besaran terhadap harga ETH?
Staking mengurangi pasokan likuid di pasar karena koin terkunci. Jika permintaan meningkat sementara pasokan likuid menurun, tekanan kenaikan harga bisa muncul, meski tidak otomatis terjadi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Be(in)crypto – Ethereum’s 30% Slide Puts Big Money in the Red: Here’s What They’re Doing Next, diakses pada 11 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Ethereum, #Berita Whale Terkini, #Berita Altcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
