Guillermo Rauch: Sosok Cerdas di Balik Vercel dan Next.js
icon search
icon search

Top Performers

Guillermo Rauch: Sosok Cerdas di Balik Vercel dan Next.js

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Guillermo Rauch: Sosok Cerdas di Balik Vercel dan Next.js

Guillermo Rauch Sosok Cerdas di Balik Vercel dan Next.js

Daftar Isi

Di balik banyak website dan aplikasi modern yang terasa cepat, rapi, dan enak dipakai, ada ekosistem teknologi yang diam-diam bekerja sangat besar. Banyak developer mengenal Next.js sebagai framework andalan untuk membangun aplikasi web, lalu mengenal Vercel sebagai platform yang memudahkan proses deploy dan scaling. Namun, tidak banyak yang benar-benar berhenti sejenak untuk melihat siapa tokoh yang berperan besar di belakang dua nama itu.

Nama Guillermo Rauch muncul justru di titik yang menarik. Ia bukan sekadar pendiri perusahaan teknologi, juga bukan hanya sosok yang kebetulan berada di momentum yang tepat. Dalam beberapa tahun terakhir, pengaruhnya semakin besar karena arah perkembangan web mulai bergerak dari website biasa menuju aplikasi yang makin terhubung dengan kecerdasan buatan. Saat pergeseran itu terjadi, Vercel dan Next.js ikut berada di pusat pembicaraan. Itulah sebabnya profil Guillermo Rauch layak dibahas lebih dekat, bukan hanya dari sisi siapa dirinya, tetapi juga mengapa visinya terasa relevan dengan masa depan web saat ini. Guillermo Rauch dikenal sebagai founder dan CEO Vercel, serta figur yang lekat dengan lahir dan berkembangnya Next.js. Next.js sendiri diposisikan secara resmi sebagai full-stack React framework for the web oleh situs resminya, sementara laman pribadi Rauch menegaskan keterkaitannya langsung dengan Vercel dan Next.js.

 

Siapa Guillermo Rauch?

Guillermo Rauch adalah software engineer dan entrepreneur asal Argentina yang dikenal luas sebagai founder sekaligus CEO Vercel. Namanya makin besar karena ia juga identik dengan Next.js, framework React yang kini dipakai sangat luas dalam pengembangan aplikasi web modern. Dalam konteks teknologi, posisinya menarik karena ia berdiri di persimpangan antara open source, developer tools, performa web, dan sekarang AI-native application development. Laman pribadinya menempatkan Vercel dan Next.js sebagai dua proyek paling menonjol dalam perjalanan kariernya, sedangkan profil publik Vercel menegaskan bahwa ia memimpin perusahaan dengan misi membantu developer membangun dan menerbitkan aplikasi web berperforma tinggi.

Yang membuat profil Guillermo Rauch berbeda dari banyak tokoh teknologi lain adalah cara ia membangun reputasi. Banyak pendiri startup muncul lebih dulu lewat pendanaan, jaringan investor, atau strategi bisnis. Rauch justru dikenal pertama kali dari kontribusi teknis yang nyata. Ia membangun kredibilitas di komunitas developer sebelum namanya ramai dibicarakan sebagai CEO. Pola seperti ini penting karena menjelaskan kenapa sosoknya punya bobot kuat di mata komunitas teknis. Ketika ia berbicara soal masa depan web, banyak orang tidak melihatnya sebagai tokoh korporat yang sekadar menjual narasi, tetapi sebagai orang yang memang pernah menulis, membangun, dan merasakan sendiri masalah yang dihadapi developer.

Dari sini, profil Guillermo Rauch tidak cukup dipahami hanya sebagai biodata singkat. Untuk melihat kenapa ia dianggap cerdas dan berpengaruh, kamu perlu melihat perjalanan teknis dan bisnisnya secara utuh.

 

Perjalanan Guillermo Rauch dari Open Source ke Perusahaan Infrastruktur Web

Sebelum dikenal luas lewat Vercel, Guillermo Rauch sudah aktif di ekosistem open source. Laman pribadinya menyebutkan kontribusinya di berbagai proyek sejak masa awal, termasuk keterlibatannya di komunitas JavaScript dan karya teknis seperti buku tentang Node.js. Jejak ini penting karena menunjukkan bahwa fondasi kariernya tidak dibangun dari tren sesaat, melainkan dari pengalaman panjang di teknologi web yang terus berkembang.

Dalam perjalanan itu, namanya juga sering dikaitkan dengan Socket.IO, library yang membantu komunikasi real-time di web, serta berbagai proyek yang membuatnya semakin dikenal di kalangan developer. Dari sisi reputasi, fase ini bisa dibilang menjadi batu loncatan penting. Ia tidak membangun nama lewat personal branding kosong, melainkan lewat produk dan tools yang benar-benar dipakai orang. Di industri software, pola seperti ini biasanya lebih tahan lama karena reputasi datang dari kegunaan nyata.

Ketika kemudian mendirikan perusahaan yang semula bernama ZEIT pada 2015 dan lalu berganti nama menjadi Vercel pada 2020, arah visinya mulai terlihat lebih jelas. Ia tidak hanya ingin membuat satu tools yang memecahkan satu masalah kecil. Ia bergerak ke sesuatu yang lebih besar, yaitu menyederhanakan cara developer membangun, menguji, dan merilis aplikasi web modern. Perubahan nama dari ZEIT menjadi Vercel juga menandai fokus perusahaan yang semakin tajam pada platform dan workflow deployment modern. Pergantian nama itu diumumkan resmi oleh Vercel pada 2020.

Perjalanan ini penting karena menjelaskan satu hal: Guillermo Rauch bukan tokoh yang tiba-tiba besar karena AI sedang ramai. Sebelum AI menjadi arus utama, ia sudah lama bergerak di area yang sangat mendasar, yaitu bagaimana web dibangun dan dikirim ke pengguna dengan lebih cepat, lebih efisien, dan lebih stabil. Dari fondasi itulah lahir Next.js sebagai salah satu produk paling berpengaruh dalam kariernya.

 

Mengapa Next.js Mengubah Cara Banyak Developer Membangun Web

Kalau kamu pernah mendengar nama Guillermo Rauch, hampir pasti kamu juga akan bersentuhan dengan Next.js. Framework ini berkembang menjadi salah satu nama paling dominan dalam ekosistem React karena menawarkan sesuatu yang sangat dibutuhkan developer: struktur yang jelas, performa yang baik, dan workflow yang terasa lebih praktis untuk membangun aplikasi production-grade.

Secara resmi, Next.js dijelaskan sebagai React framework untuk membangun full-stack web applications. Dalam praktiknya, ini berarti developer bisa tetap menggunakan React untuk membuat antarmuka, tetapi memperoleh tambahan fitur dan optimasi yang sudah disiapkan framework, mulai dari routing, rendering, caching, sampai integrasi dengan build tools dan compiler. Penjelasan resmi itu penting karena menunjukkan posisi Next.js bukan sebagai library kecil, melainkan kerangka kerja lengkap yang membantu developer fokus ke produk, bukan sibuk mengurus konfigurasi dari nol.

Di titik inilah pengaruh Guillermo Rauch terasa sangat kuat. Next.js tidak hanya populer karena branding atau hype komunitas. Framework ini tumbuh karena menjawab masalah yang nyata. Banyak tim engineering ingin membangun aplikasi yang cepat, SEO-friendly, dan tetap nyaman dikembangkan dalam skala besar. Next.js masuk ke celah itu. Ia memberi jalan tengah antara pengalaman developer yang efisien dan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Perkembangannya pun tidak berhenti di satu generasi. Situs resmi Next.js menunjukkan bahwa framework ini terus berevolusi, termasuk melalui pembaruan seperti Next.js 16 yang membawa peningkatan di caching, Turbopack, routing, dan dukungan fitur React yang lebih baru. Pembaruan-pembaruan seperti ini menunjukkan bahwa Next.js bukan produk yang hidup dari nama besar masa lalu, tetapi framework yang masih terus bergerak mengikuti kebutuhan web modern.

Itulah kenapa banyak orang tidak melihat Next.js hanya sebagai tools teknis. Ia sudah menjadi semacam simbol perubahan cara aplikasi web modern dibangun. Dan ketika Next.js makin besar, kebutuhan akan platform yang paling pas untuk menjalankannya pun ikut menguat. Dari sanalah Vercel mengambil peran yang jauh lebih penting.

 

Vercel dan Gagasan Menyederhanakan Deployment

Setelah Next.js membantu menyederhanakan proses membangun aplikasi, Vercel hadir untuk menyederhanakan proses menerbitkan dan menjalankannya. Hubungan keduanya sangat erat. Bahkan di situs resmi Next.js sendiri, identitasnya tetap sangat dekat dengan Vercel. Keterkaitan ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari visi yang lebih utuh tentang bagaimana developer seharusnya bekerja: membangun dengan cepat, melihat hasil pratinjau secara instan, lalu mengirimkannya ke production dengan alur yang tidak bikin repot.

Vercel memosisikan diri sebagai platform untuk membantu developer membangun dan menerbitkan aplikasi web berperforma tinggi. Di balik kalimat itu, ada ide yang jauh lebih besar. Guillermo Rauch tampaknya memahami bahwa hambatan di dunia pengembangan web bukan selalu soal menulis kode. Sering kali masalah terbesar justru muncul ketika aplikasi harus dipindahkan dari lingkungan pengembangan ke lingkungan produksi, dioptimalkan untuk performa, disesuaikan dengan berbagai kebutuhan tim, lalu dijaga agar tetap stabil saat traffic naik.

Yang membuat Vercel menarik adalah cara platform ini mengemas kompleksitas itu menjadi pengalaman yang terasa lebih sederhana. Bagi developer, pengalaman seperti ini sangat penting. Tools yang baik bukan cuma yang canggih, tetapi yang membuat pekerjaan berat terasa ringan. Di situlah kecerdasan visinya terlihat. Rauch tidak hanya membangun produk untuk developer, tetapi membangun pengalaman kerja yang membuat developer bisa bergerak lebih cepat tanpa harus mengorbankan kualitas.

Skala bisnis Vercel juga menunjukkan bahwa gagasan ini tidak berhenti sebagai ide yang bagus di kalangan niche developer. Pada September 2025, Vercel mengumumkan pendanaan Series F sebesar 300 juta dolar AS dengan valuasi 9,3 miliar dolar AS. Forbes juga mencatat valuasi sekitar 9 miliar dolar AS pada 2025 dan menempatkan Rauch sebagai miliarder berkat kepemilikannya di perusahaan tersebut. Fakta ini menunjukkan bahwa pasar melihat Vercel bukan hanya sebagai tools favorit komunitas, tetapi sebagai perusahaan infrastruktur yang punya bobot ekonomi nyata.

Pertumbuhan seperti ini tidak datang tanpa alasan. Ia berkaitan erat dengan perubahan lanskap web yang kini bergerak semakin dekat ke AI.

 

Saat AI Mengubah Cara Aplikasi Dibuat, Guillermo Rauch Sudah Siap Menyambutnya

Beberapa tahun lalu, banyak orang melihat Vercel terutama sebagai platform deployment untuk website dan aplikasi modern. Kini, narasinya berubah. Seiring ledakan AI generatif dan kemunculan AI agents yang bisa membantu bahkan mempercepat pembuatan aplikasi, posisi Vercel ikut terdorong ke panggung yang lebih besar. Guillermo Rauch tidak mencoba bersaing sebagai pembuat model AI. Ia mengambil posisi yang berbeda, yaitu menjadi pihak yang menyediakan tempat, alat, dan alur kerja agar aplikasi berbasis AI bisa dibangun dan dirilis dengan lebih cepat.

Ini bukan sekadar tafsir. Dalam laporan TechCrunch pada April 2026, Rauch menyampaikan bahwa ledakan pembuatan aplikasi oleh non-developer dan AI agents menjadi pendorong besar pertumbuhan Vercel. Laporan yang sama menyebut annual recurring revenue Vercel naik dari sekitar 100 juta dolar AS pada awal 2024 menjadi run rate 340 juta dolar AS pada akhir Februari 2026. Artinya, pertumbuhan perusahaan bukan cuma datang dari citra AI yang sedang populer, tetapi dari dampak bisnis yang sudah terlihat.

Di sini letak salah satu alasan kenapa Guillermo Rauch sering dipandang cerdas. Ia tidak menunggu sampai perubahan pasar benar-benar matang baru bereaksi. Ia menempatkan Vercel tepat di jalur yang paling mungkin diuntungkan oleh perubahan itu. Ketika AI membuat lebih banyak orang bisa menghasilkan kode dan prototipe aplikasi, kebutuhan berikutnya adalah bagaimana semua itu dijalankan, diuji, dihubungkan ke infrastruktur, lalu diterbitkan secara layak. Celah itulah yang diisi Vercel.

Pendekatan ini memperlihatkan tipe visi yang berbeda. Banyak tokoh teknologi ingin berada di pusat sorotan dengan menciptakan sesuatu yang paling heboh. Rauch tampaknya lebih tertarik berada di lapisan yang membuat semua hal itu bisa terjadi. Dalam industri software, lapisan seperti ini sering kali tidak terlalu ramai dibicarakan di awal, tetapi justru memiliki nilai strategis yang besar dalam jangka panjang.

 

Dari Website ke AI-Native Apps, Visi Besar yang Sedang Dibangun

Untuk memahami peran Guillermo Rauch hari ini, kamu perlu melihat bahwa web tidak lagi bergerak di jalur lama. Website statis dan aplikasi biasa masih ada, tetapi ekspektasi terhadap software sudah berubah. Orang ingin produk digital yang lebih personal, lebih cepat dibuat, dan lebih mudah diperbarui. AI mempercepat semua itu. Akibatnya, tools yang mendukung kelahiran aplikasi modern ikut naik nilainya.

Dalam berbagai materi resmi Vercel, perusahaan ini makin terbuka menunjukkan keterkaitannya dengan AI, termasuk lewat produk seperti v0, AI SDK, dan narasi tentang pengembangan aplikasi dengan natural language. Hal ini terlihat di laman press Vercel dan materi resmi lain yang menempatkan AI sebagai bagian semakin sentral dari arah perusahaan. Rauch sendiri juga muncul dalam materi Vercel yang membahas bagaimana v0 dan AI mengubah proses membangun web apps.

Kalau ditarik lebih jauh, visi ini membuat Guillermo Rauch tidak lagi relevan hanya bagi developer frontend. Ia menjadi figur penting dalam pembahasan yang lebih luas tentang bagaimana software akan dibuat dalam beberapa tahun ke depan. Jika dulu hambatan utama ada pada kemampuan menulis kode, kini hambatannya bergeser ke kemampuan mengorkestrasi sistem, memastikan performa, dan membuat hasil AI bisa benar-benar dipakai di lingkungan nyata. Dalam konteks itu, peran Vercel menjadi semakin strategis.

Karena itu, menyebut Guillermo Rauch hanya sebagai pencipta Next.js rasanya sudah terlalu sempit. Label itu memang benar, tetapi belum cukup. Hari ini ia lebih tepat dibaca sebagai arsitek ekosistem yang menghubungkan developer cloud computing, dan gelombang baru software berbasis AI.

 

Apakah Semua Jalan Guillermo Rauch Selalu Mulus?

Meski banyak pencapaiannya terlihat kuat, profil yang objektif tetap perlu memberi ruang bagi sisi yang tidak selalu mulus. Sosok yang besar di industri teknologi hampir selalu berhadapan dengan tekanan baru ketika perusahaannya membesar. Hal itu juga berlaku untuk Guillermo Rauch.

Dari sisi bisnis, Vercel tidak bergerak sendirian di pasar yang sepi. Ia berhadapan dengan pemain besar dan mapan di wilayah cloud, deployment, dan developer infrastructure. Saat sebuah perusahaan tumbuh dari tools favorit komunitas menjadi platform bernilai miliaran dolar, tantangan yang dihadapinya juga ikut berubah. Fokusnya bukan lagi sekadar membuat developer senang, tetapi juga menjaga keamanan, keandalan, dan reputasi perusahaan di tengah ekspektasi pasar yang makin tinggi.

Konteks ini menjadi terasa lebih nyata karena pada April 2026 muncul laporan bahwa Vercel mengonfirmasi adanya insiden keamanan setelah pihak peretas mengklaim telah membobol sistem perusahaan dan mencoba menjual data yang diduga dicuri. Beberapa laporan media keamanan menyebut insiden tersebut berdampak pada sebagian kredensial pelanggan. Fakta ini tidak otomatis menghapus capaian Guillermo Rauch, tetapi penting untuk dicatat agar profilnya tetap proporsional. Di level perusahaan infrastruktur, tantangan seperti ini sangat menentukan cara publik membaca kualitas kepemimpinan dan kesiapan operasional.

Selain itu, saat sebuah perusahaan tumbuh cepat berkat momentum AI, akan selalu ada pertanyaan yang mengikuti: apakah pertumbuhan ini cukup tahan lama, atau sangat bergantung pada euforia pasar? Sampai saat ini, data revenue Vercel menunjukkan tren yang kuat, tetapi pertanyaan seperti itu tetap sah untuk diajukan. Justru dari sinilah profil tokoh teknologi menjadi lebih menarik, karena yang diuji bukan hanya ide besar mereka, tetapi kemampuan menavigasi risiko ketika sorotan semakin besar.

 

Apakah Guillermo Rauch Layak Disebut Sosok Cerdas?

Pertanyaan ini terasa wajar karena judul artikel memakai frasa “sosok cerdas”. Agar tidak misleading, ukuran kecerdasannya tidak sebaiknya dibaca sebagai pujian kosong, melainkan dari pola kerja dan dampaknya.

Pertama, ia membangun reputasi dari kontribusi teknis yang nyata sebelum memimpin perusahaan bernilai miliaran dolar. Kedua, ia berhasil mengubah masalah yang rumit dalam pengembangan web menjadi pengalaman yang lebih sederhana bagi developer. Ketiga, ia mampu membaca arah pergeseran industri dari sekadar web development ke AI-powered app creation, lalu menempatkan Vercel di jalur yang paling diuntungkan oleh perubahan itu. Keempat, ia tidak hanya menempel pada satu produk, tetapi membangun ekosistem yang saling menguatkan antara framework, platform deployment, dan tools yang relevan untuk fase baru internet.

Kalau kecerdasan diukur dari kemampuan melihat masalah yang lebih dulu daripada orang lain, lalu membangun solusi yang tetap relevan saat zaman berubah, Guillermo Rauch memang punya alasan kuat untuk disebut demikian. Namun, istilah itu akan terasa lebih jujur jika dipahami sebagai hasil dari visi, eksekusi, dan kontinuitas, bukan sekadar glorifikasi tokoh.

Di sinilah artikel ini kembali ke titik awal. Banyak orang mengenal Vercel dan Next.js sebagai nama besar dalam pengembangan web. Setelah melihat perjalanan, strategi, dan tantangannya, kamu bisa melihat bahwa dua nama itu tidak berdiri sendiri. Ada visi panjang yang menyatukannya, dan Guillermo Rauch berada tepat di pusatnya.

 

Kesimpulan

Guillermo Rauch bukan sosok yang besar karena kebetulan berada di tren yang tepat. Ia tumbuh dari jalur teknis, membangun nama lewat kontribusi nyata, lalu membawa pengalamannya menjadi visi bisnis yang lebih besar melalui Vercel dan Next.js. Saat web bergerak semakin dekat ke AI, visinya justru terasa semakin relevan.

Kalau kamu hanya melihatnya sebagai creator Next.js, gambaran itu masih benar, tetapi belum lengkap. Kalau kamu melihatnya sebagai CEO Vercel, itu juga benar, tetapi masih belum cukup. Sosoknya lebih tepat dipahami sebagai figur yang membantu membentuk cara baru dalam membangun dan merilis aplikasi web, lalu mendorongnya masuk ke fase berikutnya ketika AI mulai mengubah peta industri software.

Karena itu, Guillermo Rauch menarik bukan hanya untuk dibahas sebagai profil tokoh teknologi, tetapi juga sebagai contoh bagaimana pengaruh besar sering lahir dari kombinasi yang tidak ramai dibicarakan di permukaan: ketajaman teknis, kesederhanaan produk, dan kemampuan membaca arah perubahan sebelum pasar sepenuhnya sadar ke mana ia bergerak. Profil, peran di Vercel, hubungan dengan Next.js, pertumbuhan perusahaan, dan dorongan AI yang mengangkat bisnisnya semuanya didukung oleh sumber resmi Vercel/Next.js serta pelaporan terbaru 2025–2026.

 

FAQ

1. Siapa Guillermo Rauch?

Guillermo Rauch adalah software engineer dan entrepreneur asal Argentina yang dikenal sebagai founder dan CEO Vercel. Ia juga sangat lekat dengan Next.js, framework React yang berkembang menjadi salah satu tools penting dalam pengembangan web modern.

2. Apa hubungan Guillermo Rauch dengan Next.js?

Guillermo Rauch dikenal sebagai tokoh utama di balik lahir dan berkembangnya Next.js. Framework ini diposisikan resmi oleh situs Next.js sebagai full-stack React framework for the web dan menjadi salah satu fondasi penting dalam ekosistem Vercel.

3. Apa itu Vercel?

Vercel adalah perusahaan dan platform cloud application yang membantu developer membangun, menguji, dan menerbitkan aplikasi web dengan workflow yang lebih sederhana. Vercel juga sangat identik dengan Next.js dan kini semakin aktif di area AI tooling untuk pembuatan aplikasi.

4. Kenapa Guillermo Rauch dianggap berpengaruh di dunia web development?

Karena pengaruhnya tidak hanya datang dari jabatan sebagai CEO, tetapi dari kontribusi teknis dan produk yang dipakai luas oleh developer. Next.js membantu mengubah cara banyak tim membangun aplikasi web, sementara Vercel membantu menyederhanakan deployment dan workflow modern.

5. Apa hubungan Vercel dengan AI pada 2026?

Pada 2026, Vercel semakin menonjol di area pengembangan aplikasi yang ditopang AI agent. Pelaporan terbaru menyebut pertumbuhan bisnis Vercel ikut terdorong oleh lonjakan aplikasi dan AI agents yang dibangun serta dijalankan di atas infrastrukturnya, sementara materi resmi Vercel juga menunjukkan AI sebagai arah penting perusahaan.

6. Apakah Vercel sudah siap IPO?

Menurut laporan TechCrunch pada April 2026, Guillermo Rauch memberi sinyal bahwa Vercel semakin siap menuju IPO, meski belum ada jadwal resmi yang diumumkan. Jadi, arah ke sana sudah terlihat, tetapi tahap finalnya belum dikonfirmasi publik secara pasti.

7. Seberapa besar Vercel saat ini?

Pada September 2025, Vercel mengumumkan pendanaan Series F sebesar 300 juta dolar AS dengan valuasi 9,3 miliar dolar AS. Forbes juga mencatat valuasi sekitar 9 miliar dolar AS dalam profil Guillermo Rauch.

8. Apakah perjalanan Guillermo Rauch bebas dari tantangan?

Tidak. Seperti banyak perusahaan infrastruktur lain, Vercel juga menghadapi tekanan besar, termasuk persaingan ketat dan sorotan atas insiden keamanan yang dilaporkan pada April 2026. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan besar selalu datang bersama risiko yang juga besar. 

 

Itulah informasi menarik tentang Guillermo Rauch yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
DLC/IDR
Diverge Lo
461
100.43%
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
KUNCI/IDR
Kunci Coin
2
100%
STIK/IDR
Staika
374
55.83%
PIPPIN/IDR
Pippin
450
41.01%
Nama Harga 24H Chg
H/IDR
Humanity P
2.170
-83.49%
EPIC/IDR
Epic Chain
8.605
-31.93%
HUMA/IDR
Huma Finan
368
-25.88%
DEFI/IDR
DeFi
3
-25%
ANOA/IDR
ANOA
495.488
-24.95%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi
02/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi

Bagi pemilik bisnis, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk membalas

02/06/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z
29/05/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z

Di era digital seperti sekarang, semakin banyak Gen Z yang

29/05/2026