Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi 3 Tahun, Bitcoin Terancam Koreksi Lagi?
icon search
icon search

Top Performers

Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi 3 Tahun, Bitcoin Terancam Koreksi Lagi?

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi 3 Tahun, Bitcoin Terancam Koreksi Lagi?

Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi 3 Tahun, Bitcoin Terancam Koreksi Lagi?

Daftar Isi

Rangkuman: ChatGPT

Perplexity

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) menembus $105 per barel, mencapai level tertinggi dalam tiga hingga empat tahun terakhir. 

Kenaikan ini memicu kewaspadaan di pasar kripto karena dalam beberapa kejadian sebelumnya, lonjakan serupa diikuti koreksi harga Bitcoin (BTC) dalam waktu relatif singkat.

Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, yang selama ini menjadi pendorong utama lonjakan harga energi global. Kondisi tersebut membuat investor mulai mengantisipasi dampaknya terhadap aset berisiko.

 

Lonjakan Minyak Perkuat Tekanan Makro

Harga minyak di atas $105 mencerminkan tekanan yang lebih luas di ekonomi global. Kenaikan energi sering berkaitan dengan inflasi dan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Dalam situasi seperti ini, pasar cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Bitcoin, sebagai bagian dari kategori tersebut, biasanya merespons perubahan sentimen ini melalui tekanan jual jangka pendek.

 

Baca selanjutnya: Skenario Terburuk Bitcoin Jika Minyak Naik ke $200 karena Perang Iran-AS

 

Rekam Jejak: Bitcoin Pernah Terkoreksi Signifikan

Beberapa peristiwa sebelumnya menunjukkan pola yang konsisten saat harga minyak menembus level tersebut.

 

BTC vs WTI 2014

Data 2014: Bitcoin (Garis Biru), WTI (Garis Merah) | Sumber Gambar: TradingView via Cointelegraph

 

Pada Juni 2014, Bitcoin turun sekitar 21% dalam kurang dari 10 minggu, dari $600 ke $468, setelah lonjakan minyak dipicu konflik di Irak.

 

BTC vs WTI 2022

Data 2022: Bitcoin (Garis Biru), WTI (Garis Merah) | Sumber Gambar: TradingView via Cointelegraph

 

Pada Maret 2022, harga Bitcoin terkoreksi 14% dalam tujuh hari seiring kenaikan minyak akibat perang Rusia-Ukraina, sebelum kembali pulih dalam waktu singkat.

Tekanan terbesar terjadi pada Mei 2022. Saat Uni Eropa mengusulkan embargo minyak Rusia, Bitcoin anjlok 27% dalam satu minggu dan memasuki fase penurunan panjang. Level $105 kemudian sering dipandang sebagai titik sensitif di pasar.

 

BTC vs WTI Mei 2022

Data Mei 2022: Bitcoin (Garis Biru), WTI (Garis Merah) | Sumber Gambar: TradingView via Cointelegraph

 

Baca juga berita serupa: Trump Janji Harga Minyak Turun Drastis Usai Perang, Bagaimana Nasib Kripto?

 

Faktor Penentu Tidak Hanya Minyak

Meski pola tersebut terlihat, hubungan antara harga minyak dan Bitcoin belum cukup kuat untuk dijadikan indikator utama.

Penurunan tajam pada periode sebelumnya juga dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kasus Mt. Gox pada 2014 dan runtuhnya Terra-Luna pada 2022. Kedua peristiwa ini berperan besar dalam memperdalam tekanan pasar.

Dengan demikian, lonjakan minyak lebih mencerminkan perubahan sentimen global dibandingkan penyebab langsung penurunan harga Bitcoin.

Kondisi saat ini menunjukkan peningkatan kewaspadaan, bukan kepanikan. Investor memantau perkembangan makro sambil menilai apakah tekanan global akan berlanjut atau mereda.

Pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan dinamika internal pasar kripto.

 

Kesimpulan

Kenaikan harga minyak ke $105 kembali mengangkat risiko koreksi di pasar kripto, didukung oleh pola historis yang pernah terjadi. 

Namun, data yang terbatas dan pengaruh faktor lain membuat sinyal ini belum cukup kuat untuk dijadikan acuan tunggal.

Pasar saat ini berada dalam fase antisipatif, dengan fokus pada perkembangan global yang berpotensi mengubah arah sentimen secara cepat.

 

FAQ

  • Apa arti kenaikan harga minyak terhadap pasar crypto?
    Kenaikan harga minyak biasanya mencerminkan tekanan ekonomi global, yang dapat memicu perubahan sentimen dan berdampak pada aset berisiko seperti Bitcoin.
  • Apakah ada hubungan langsung antara minyak dan Bitcoin?
    Tidak ada hubungan langsung yang konsisten. Keduanya lebih terhubung melalui sentimen pasar dan kondisi makro.
  • Kenapa level $105 sering diperhatikan?
    Level ini beberapa kali muncul bersamaan dengan koreksi Bitcoin, sehingga dianggap sebagai level psikologis oleh pelaku pasar.
  • Apakah Bitcoin pasti turun setelah minyak naik?
    Tidak. Pergerakan Bitcoin dipengaruhi banyak faktor lain, termasuk kondisi internal pasar kripto.
  • Faktor apa yang paling berpengaruh pada harga Bitcoin?
    Peristiwa besar di industri kripto, kebijakan ekonomi global, dan arus likuiditas pasar menjadi faktor utama.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow IG Indodax

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Referensi:

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini

Lebih Banyak dari Berita,Bitcoin

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
ACT/IDR
Act I : Th
259
82.39%
MANTA/IDR
Manta Netw
2.100
39.07%
DEFI/IDR
DeFi
4
33.33%
DLC/IDR
Diverge Lo
55
30.95%
WHITEWHALE/IDR
The White
66
29.41%
Nama Harga 24H Chg
SKYAI/IDR
SKYAI
3.070
-38.67%
ALITAS/IDR
Alitas
2
-33.33%
DVI/IDR
Dvision Ne
2
-33.33%
CNG/IDR
CoinNaviga
4.320
-29.19%
MTL/IDR
Metal DAO
5.877
-28.76%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

21Shares Revisi Prediksi Kripto 2026, Bitcoin Masih Ikuti Siklus 4 Tahunan
27/06/2026
21Shares Revisi Prediksi Kripto 2026, Bitcoin Masih Ikuti Siklus 4 Tahunan

Manajer aset digital 21Shares merevisi sebagian proyeksi pasar kripto untuk

27/06/2026
5 RWA dengan Mitra Terbanyak: ONDO, Chainlink, hingga Plume Bersaing Ketat
27/06/2026
5 RWA dengan Mitra Terbanyak: ONDO, Chainlink, hingga Plume Bersaing Ketat

Lima proyek kripto di sektor Real World Assets (RWA), yakni

27/06/2026
BlackRock Terbitkan Panduan Resmi Investasi Bitcoin, Ini Rekomendasinya
27/06/2026
BlackRock Terbitkan Panduan Resmi Investasi Bitcoin, Ini Rekomendasinya

Perusahaan pengelolaan aset terbesar di dunia, BlackRock, menerbitkan panduan resmi

27/06/2026