Rangkum: ChatGPT
Pendiri Cardano (ADA), Charles Hoskinson, menuduh Ripple mencoba mempengaruhi rancangan undang-undang kripto di Amerika Serikat, CLARITY Act, untuk menguntungkan XRP dan menekan proyek blockchain lain.
Dalam pernyataan terbarunya, Hoskinson menyebut aturan tersebut berpotensi mengklasifikasikan hampir semua proyek kripto baru sebagai sekuritas, sementara XRP bisa mendapatkan pengecualian.
“Mereka mencoba meloloskan undang-undang yang merugikan seluruh ekosistem, sementara mereka sendiri tetap terlindungi,” ujar Hoskinson.
Tuduhan ini langsung memicu perdebatan di industri kripto, terutama karena menyangkut arah regulasi yang dapat berdampak luas.
Tuduhan: Regulasi Berpotensi Menguntungkan XRP
Hoskinson menyatakan bahwa struktur CLARITY Act saat ini berisiko menciptakan ketimpangan.
Menurutnya, proyek baru dapat terbebani regulasi ketat sejak awal, sementara Ripple berpotensi mendapatkan kepastian hukum yang lebih menguntungkan bagi XRP.
Ia menilai kondisi tersebut dapat merugikan ekosistem secara keseluruhan, terutama bagi proyek yang masih dalam tahap pengembangan.
Baca juga berita terkait: CLARITY Act Terancam Mandek! Regulasi Kripto AS Bisa Tertunda Sampai 2029
Risiko untuk Developer dan Dampak Jangka Panjang CLARITY Act
Selain isu persaingan, Hoskinson juga menyoroti dampaknya ke para developer. Ia mengatakan aturan dalam RUU tersebut bisa membuat developer open-source ikut terkena tanggung jawab hukum, bahkan berisiko dituntut hanya karena berkontribusi pada proyek blockchain.
Industri kripto sendiri sangat bergantung pada kontribusi terbuka dari banyak developer. Jika risiko ini benar terjadi, hal tersebut dapat menghambat inovasi dan membuat banyak developer ragu untuk ikut terlibat.
Di sisi lain, Hoskinson juga mengingatkan potensi dampak jangka panjang dari regulasi ini. Ia menyinggung bahwa aturan di pasar keuangan Amerika Serikat biasanya bisa bertahan puluhan tahun dan sulit diubah.
Karena itu, jika CLARITY Act disahkan dalam bentuk yang bermasalah, aturan tersebut berpotensi digunakan secara tidak tepat di masa depan dan berdampak luas terhadap industri kripto.
Kritik ke Ripple dan Distribusi Token
Hoskinson juga turut menyinggung model distribusi token Ripple. Ia menyebut perusahaan tersebut memiliki alokasi awal dalam jumlah besar, yang memberikan keunggulan finansial signifikan.
“Saya tidak mengambil 70% dari total suplai ADA untuk diri sendiri,” tegasnya, menyoroti perbedaan dengan pendekatan distribusi token Cardano.
Pernyataan ini digunakan untuk menegaskan bahwa Ripple dinilai memiliki sumber daya yang cukup tanpa perlu bergantung pada perubahan regulasi yang berdampak luas terhadap industri.
Baca berita panas lainnya: XRP Dituding Usang oleh Chainlink, CTO Ripple Beri Respons Tegas
Kesimpulan
Kontroversi antara Cardano dan Ripple mencerminkan dinamika yang lebih luas dalam industri kripto, khususnya terkait arah regulasi di Amerika Serikat.
Dengan CLARITY Act yang masih dalam pembahasan, perhatian kini tertuju pada bagaimana aturan tersebut akan mempengaruhi keseimbangan antara inovasi, perlindungan investor, dan persaingan antar proyek.
FAQ
- Apa itu CLARITY Act dalam industri kripto?
CLARITY Act adalah rancangan undang-undang di Amerika Serikat yang bertujuan memberikan kepastian hukum terkait klasifikasi aset kripto, termasuk sebagai sekuritas atau komoditas. - Kenapa Ripple dikaitkan dengan CLARITY Act?
Ripple dikaitkan karena memiliki kepentingan terhadap kejelasan status hukum XRP, sehingga muncul dugaan perusahaan tersebut terlibat dalam arah pembentukan regulasi. - Apa dampak CLARITY Act bagi proyek kripto baru?
RUU ini berpotensi membuat proyek baru menghadapi regulasi lebih ketat, terutama jika dikategorikan sebagai sekuritas sejak awal peluncuran. - Mengapa developer open-source ikut terdampak?
Karena aturan tertentu dapat memperluas tanggung jawab hukum, developer yang berkontribusi pada kode blockchain bisa menghadapi risiko tuntutan. - Apa maksud Bitcoin dan Ethereum disebut safe haven?
Safe haven berarti aset yang dianggap lebih tahan terhadap krisis atau ketidakpastian ekonomi, sehingga digunakan sebagai lindung nilai oleh investor.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPedia – Cardano Founder Charles Hoskinson Accuses Ripple of Using the CLARITY Act to Crush Competition, diakses pada 30 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Cardano, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


