Token Hyperliquid (HYPE) kembali mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) setelah menembus level US$73.
Kenaikan tersebut membuat seorang trader yang membuka posisi long enam bulan lalu mencatat keuntungan belum terealisasi lebih dari US$46 juta atau sekitar Rp800 miliar.
Data dari Lookonchain menunjukkan trader tersebut membuka posisi long 5x leverage pada 1,38 juta HYPE. Sejak posisi itu dibuka, harga HYPE telah melonjak hampir 200%, menjadikannya salah satu aset kripto dengan performa terbaik dalam beberapa bulan terakhir.
“Dalam perjalanannya, posisi tersebut sempat mengalami kerugian belum terealisasi lebih dari US$25 juta. Namun, seiring harga HYPE yang terus naik dan mencetak rekor tertinggi baru, posisi tersebut berhasil berbalik untung,” tulis tim LookOnChain.


Sumber Gambar: X.com/LookOnChain
Pencapaian terbaru ini juga menandai ATH ketiga yang dicetak HYPE dalam waktu kurang dari 21 hari, menunjukkan momentum bullish yang masih bertahan di tengah kondisi pasar kripto yang cenderung beragam.
Baca juga berita terkait: 3 Altcoin yang Menarik Dipantau di Pekan Pertama Juni 2026
Volume Perdagangan Hyperliquid Terus Meningkat
Kenaikan harga HYPE terjadi seiring meningkatnya aktivitas di Hyperliquid, platform decentralized perpetual futures yang menjadi ekosistem utama token tersebut.

Sumber Gambar: DeFiLlama
Berdasarkan data DeFiLlama, Hyperliquid saat ini mencatat volume perdagangan perpetual futures mendekati US$200 miliar per bulan. Jika tren tersebut berlanjut, total volume perdagangan platform ini berpotensi mendekati US$1 triliun sepanjang 2026.
Sebelumnya, Hyperliquid juga membukukan lebih dari US$2,9 triliun volume perdagangan perpetual futures sepanjang 2025. Besarnya aktivitas tersebut membuat Hyperliquid semakin diperhitungkan di sektor decentralized finance (DeFi).
Baca selanjutnya: 3 Altcoin Ini Cetak Reli Besar Saat Iran Ancam Tutup Selat Hormuz
Pendapatan Platform Jadi Sorotan
Tidak hanya volume perdagangan yang tumbuh, Hyperliquid juga dinilai mampu menghasilkan pendapatan yang besar dari aktivitas penggunanya.
Sejumlah analis pasar menyoroti bahwa Hyperliquid menghasilkan sekitar US$30 juta biaya transaksi per bulan, jauh melampaui sejumlah proyek RWA yang lebih dulu populer di pasar..
“Hyperliquid telah memproses volume perdagangan senilai US$50 miliar dari kontrak minyak, gas alam, perak, dan aset pra-IPO. Aktivitas tersebut menghasilkan sekitar US$30 juta biaya transaksi per bulan hanya dari derivatif keuangan tradisional (TradFi),” tulis aixbt.
Angka tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak investor menilai kenaikan HYPE didukung oleh aktivitas ekonomi yang nyata di dalam platform, bukan sekadar sentimen pasar.
Kesimpulan
HYPE kembali menjadi sorotan setelah mencetak ATH baru di atas US$73. Reli hampir 200% dalam enam bulan terakhir membuat seorang trader mengantongi profit belum terealisasi lebih dari US$46 juta atau sekitar Rp800 miliar.
Di tengah pertumbuhan volume perdagangan dan pendapatan Hyperliquid, pasar kini menyoroti apakah momentum tersebut cukup kuat untuk membawa HYPE menuju level harga berikutnya.
FAQ
- Apa itu token HYPE?
HYPE adalah token native dari Hyperliquid, platform decentralized perpetual futures yang memungkinkan pengguna melakukan trading derivatif kripto secara on-chain. - Berapa harga tertinggi HYPE saat ini?
Berdasarkan laporan terbaru, HYPE baru saja mencetak ATH baru setelah menembus level US$73. - Mengapa harga HYPE naik signifikan?
Kenaikan HYPE didukung oleh meningkatnya aktivitas trading di Hyperliquid, volume perdagangan perpetual futures yang besar, serta tingginya minat investor terhadap ekosistem platform tersebut. - Berapa keuntungan trader yang viral di Hyperliquid?
Menurut data Lookonchain, trader tersebut mencatat profit belum terealisasi lebih dari US$46 juta atau sekitar Rp800 miliar dari posisi long HYPE yang dibuka enam bulan lalu. - Apa itu profit belum terealisasi (unrealized profit)?
Profit belum terealisasi adalah keuntungan yang masih berada di atas kertas karena posisi belum ditutup atau aset belum dijual. - Apa risiko terbesar bagi HYPE saat ini?
Salah satu risiko utama adalah tingginya penggunaan leverage. Jika harga kehilangan momentum, likuidasi posisi leverage dapat meningkatkan tekanan jual dan memicu koreksi harga. - Apakah HYPE bisa mencapai US$100?
Target US$100 mulai ramai dibahas oleh sebagian pelaku pasar setelah HYPE mencetak beberapa ATH dalam waktu singkat. Namun, target tersebut masih bersifat spekulatif dan belum menjadi proyeksi resmi dari Hyperliquid.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- AMBCrypto – Hyperliquid hits new ATH – What could stop HYPE from reaching $100?, diakses pada 2 Juni 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Whale Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


