Studi Cambridge: Ethereum Jadi Blockchain PoS Paling Hemat Energi Kedua di Dunia
icon search
icon search

Top Performers

Studi Cambridge: Ethereum Jadi Blockchain PoS Paling Hemat Energi Kedua di Dunia

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Studi Cambridge: Ethereum Jadi Blockchain PoS Paling Hemat Energi Kedua di Dunia

Studi Cambridge: Ethereum Jadi Blockchain PoS Paling Hemat Energi Kedua di Dunia

Daftar Isi

Ethereum (ETH) menjadi blockchain Proof-of-Stake (PoS) paling hemat energi kedua di dunia berdasarkan studi terbaru Cambridge Centre for Alternative Finance (CCAF). 

Peringkat tersebut menempatkan Ethereum di bawah BNB Chain dalam hal efisiensi konsumsi energi.

Studi ini juga memperkuat dampak positif The Merge pada 2022, yang berhasil memangkas konsumsi energi Ethereum hingga sekitar 99,96% setelah beralih dari mekanisme Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS).

 

Ethereum Gunakan 7,87 GWh Listrik per Tahun

Dalam laporan yang dipublikasikan Cambridge, jaringan Ethereum diperkirakan mengonsumsi sekitar 7,87 gigawatt-hour (GWh) listrik setiap tahunnya.

Meski angka tersebut masih tergolong besar, Ethereum bukanlah jaringan PoS dengan konsumsi listrik tertinggi. Sebagai perbandingan, Solana diperkirakan mengonsumsi sekitar 13,48 GWh per tahun, hampir dua kali lipat lebih tinggi dibanding Ethereum.

Secara keseluruhan, seluruh jaringan blockchain Proof-of-Stake yang dianalisis dalam studi tersebut mengonsumsi sekitar 38 GWh listrik per tahun.

Namun, Cambridge menilai konsumsi listrik saja tidak cukup untuk mengukur efisiensi sebuah blockchain.

 

Baca juga berita terkait: Tom Lee Ungkap Alasan Mengapa Ethereum Bisa Ungguli Bitcoin di 2026

 

Ethereum Jadi Salah Satu Blockchain PoS Paling Efisien

Peneliti Cambridge menggunakan metrik market-value-adjusted energy intensity, yaitu jumlah energi yang dibutuhkan untuk setiap US$1 juta nilai pasar (market value) suatu blockchain.

Hasilnya, Ethereum hanya membutuhkan sekitar 33 kWh per US$1 juta market value, menjadikannya blockchain PoS paling efisien kedua dalam penelitian tersebut.

Posisi pertama ditempati oleh BNB Chain, sementara Solana mencatat 283 kWh per US$1 juta market value, atau sekitar 8,5 kali lebih tinggi dibanding Ethereum.

Temuan ini menunjukkan bahwa Ethereum mampu menghasilkan nilai ekonomi yang besar dengan kebutuhan energi yang relatif rendah dibanding sebagian besar jaringan PoS lainnya.

 

The Merge Jadi Titik Balik Ethereum

 

Screenshot 2026 07 13 at 17.05.37

Sumber Gambar: Cambridge Centre for Alternative Finance

 

Peningkatan efisiensi energi Ethereum tidak lepas dari keberhasilan The Merge, yang resmi dilakukan pada September 2022.

Sebelum pembaruan tersebut, Ethereum menggunakan mekanisme Proof-of-Work, di mana ribuan miner harus bersaing memecahkan teka-teki kriptografi menggunakan perangkat komputasi berkinerja tinggi. Model ini membutuhkan konsumsi listrik yang sangat besar.

Setelah beralih ke Proof-of-Stake, proses validasi transaksi tidak lagi mengandalkan aktivitas mining. Sebagai gantinya, validator mengamankan jaringan dengan melakukan staking Ether (ETH), sehingga kebutuhan komputasi dan konsumsi energi turun secara signifikan.

Menurut Cambridge, perubahan inilah yang membuat konsumsi energi Ethereum berkurang sekitar 99,96% dibanding sebelum The Merge.

 

Peneliti Ukur Konsumsi Listrik Ribuan Node Ethereum

Untuk mendapatkan estimasi yang lebih akurat, Cambridge mengukur konsumsi listrik node Ethereum melalui 20 kombinasi software client yang digunakan di jaringan.

Hasilnya menunjukkan:

  • Node rumahan rata-rata mengonsumsi sekitar 18 watt.
  • Node berbasis workstation membutuhkan sekitar 153 watt.
  • Rata-rata konsumsi daya setiap node Ethereum mencapai 105 watt.

Dalam penelitian tersebut, Cambridge mengidentifikasi sekitar 8.522 full node Ethereum yang dapat dideteksi.

Sebanyak 64% node dijalankan melalui layanan cloud atau pusat data profesional, sementara 36% sisanya menggunakan koneksi internet rumahan.

 

Baca berita lainnya: Bukan Ethereum, Ini Blockchain yang Dipakai Institusi untuk Tokenisasi Aset

 

Mayoritas Energi Ethereum Berasal dari Sumber Rendah Emisi

Selain menghitung konsumsi listrik, Cambridge juga meneliti sumber energi yang digunakan jaringan Ethereum.

Laporan tersebut memperkirakan sekitar 56,4% listrik yang menopang node Ethereum berasal dari energi terbarukan dan tenaga nuklir, sedangkan 43,6% masih berasal dari bahan bakar fosil.

Artinya, jejak karbon Ethereum saat ini lebih dipengaruhi oleh komposisi jaringan listrik di berbagai negara tempat node beroperasi, bukan lagi oleh aktivitas mining seperti sebelum The Merge.

 

Kesimpulan

Studi terbaru dari Cambridge menunjukkan bahwa Ethereum berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu blockchain paling efisien dari sisi konsumsi energi setelah beralih ke Proof-of-Stake. 

Dengan konsumsi sekitar 7,87 GWh per tahun dan tingkat efisiensi energi sebesar 33 kWh per US$1 juta market value, Ethereum menempati peringkat kedua blockchain PoS paling hemat energi dalam penelitian tersebut.

Hasil ini semakin memperkuat bahwa The Merge tidak hanya meningkatkan efisiensi jaringan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mengurangi dampak lingkungan dari teknologi blockchain.

 

FAQ

  • Apa yang dimaksud blockchain Proof-of-Stake (PoS)?
    Proof-of-Stake (PoS) adalah mekanisme konsensus blockchain yang memvalidasi transaksi menggunakan validator yang melakukan staking aset kripto, bukan melalui proses mining seperti pada Proof-of-Work.
  • Mengapa Ethereum disebut lebih hemat energi setelah The Merge?
    Karena Ethereum mengganti mekanisme Proof-of-Work menjadi Proof-of-Stake pada September 2022. Perubahan ini menghilangkan kebutuhan akan proses mining yang membutuhkan daya komputasi tinggi sehingga konsumsi energinya turun sekitar 99,96%.
  • Apa itu market-value-adjusted energy intensity?
    Ini adalah metrik yang membandingkan konsumsi energi blockchain dengan nilai pasarnya. Semakin kecil angka yang dihasilkan, semakin efisien blockchain tersebut dalam menggunakan energi untuk menghasilkan nilai ekonomi.
  • Apakah Ethereum lebih hemat energi dibanding Solana?
    Menurut studi Cambridge, ya. Dari sisi market-value-adjusted energy intensity, Ethereum membutuhkan sekitar 33 kWh per US$1 juta market value, sedangkan Solana mencapai sekitar 283 kWh, atau sekitar 8,5 kali lebih tinggi.
  • Apakah Ethereum sudah sepenuhnya menggunakan energi terbarukan?
    Belum. Cambridge memperkirakan sekitar 56,4% listrik yang digunakan jaringan Ethereum berasal dari energi terbarukan dan nuklir, sementara 43,6% sisanya masih berasal dari bahan bakar fosil.
  • Mengapa studi Cambridge penting bagi investor kripto?
    Studi ini memberikan data independen mengenai konsumsi energi dan efisiensi blockchain, sehingga dapat menjadi referensi bagi investor maupun regulator dalam menilai aspek keberlanjutan suatu jaringan blockchain.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi CS Indodax

  • Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
  • Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
  • Email bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

Follow Sosmed Telenya Indodax sekarang!

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Referensi:

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Berita Blockchain

Lebih Banyak dari Altcoin,Berita,Blockchain,Ethereum

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
KUNCI/IDR
Kunci Coin
2
100%
DODO/IDR
DODO
439
50.34%
UW3S/IDR
Utility We
3
50%
XEC/USDT
eCash
0
40%
KITE/IDR
Kite
2.550
26.61%
Nama Harga 24H Chg
LRC/IDR
Loopring
202
-72.25%
ALIF/IDR
ALIF
392
-35.63%
ALITAS/IDR
Alitas
2
-33.33%
XGD/IDR
XGold
310.998
-27.68%
DEFI/IDR
DeFi
3
-25%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Prediksi Harga XRP, Solana, dan Ethereum Terbaru, Simak Level Kritisnya
13/07/2026
Prediksi Harga XRP, Solana, dan Ethereum Terbaru, Simak Level Kritisnya

Pasar aset kripto kembali melemah di tengah meningkatnya sentimen risk-off

13/07/2026
Studi Cambridge: Ethereum Jadi Blockchain PoS Paling Hemat Energi Kedua di Dunia

Ethereum (ETH) menjadi blockchain Proof-of-Stake (PoS) paling hemat energi kedua

Miner Rumahan Menang Hadiah Bitcoin (BTC) Senilai Rp3,6 Miliar Berkat Alat Murah

Seorang miner rumahan berhasil membawa pulang hadiah 3,1382 Bitcoin (BTC)