Pavel Durov Murka Usai India Blokir Telegram, TON dan GRAM Ikut Terguncang
icon search
icon search

Top Performers

Pavel Durov Murka Usai India Blokir Telegram, TON dan GRAM Ikut Terguncang

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Pavel Durov Murka Usai India Blokir Telegram, TON dan GRAM Ikut Terguncang

Pavel Durov Murka Usai India Blokir Telegram, TON dan GRAM Ikut Terguncang

Daftar Isi

Pemerintah India membatasi akses Telegram dengan meminta penghapusan sementara dari Google Play Store dan Apple App Store menjelang ujian masuk kedokteran nasional NEET-UG.

Melansir dari Cryptonews, langkah ini diambil setelah ditemukan dugaan penyebaran bocoran soal dan materi ujian melalui kanal Telegram. 

Kebijakan tersebut diterapkan berdasarkan Section 69A Information Technology Act yang memungkinkan pemblokiran akses digital demi keamanan publik.

Pembatasan ini bersifat sementara dan akan berlaku hingga sekitar 21–22 Juni 2026, bertepatan dengan jadwal pelaksanaan ulang ujian.

India sendiri merupakan salah satu pasar terbesar Telegram dengan estimasi 100 hingga 150 juta pengguna aktif.

 

Baca juga berita terbaru: Bitcoin dan Emas Terkapar Usai Debut Kevin Warsh di FOMC, Ini Isi Pernyataannya

 

Pavel Durov Bereaksi Keras dan Sampaikan Tuduhan Balik

CEO Telegram, Pavel Durov, merespons kebijakan ini dengan kritik keras melalui platform X. Ia menilai adanya dugaan gangguan jaringan yang lebih luas terhadap akses Telegram, bukan hanya sebatas kebijakan regulasi pemerintah.

Durov juga menuduh adanya kemungkinan manipulasi routing internet (BGP hijacking) yang disebut dapat mengganggu konektivitas pengguna di luar India, termasuk wilayah lain seperti Uni Emirat Arab.

“Telekom India Reliance diduga mengganggu akses Telegram bagi jutaan pengguna di luar India (termasuk UEA) melalui metode yang disebut BGP hijacking. Gangguan ini dinilai disengaja karena Reliance disebut mengabaikan berbagai laporan sebelumnya,” tulis Durov.

Selain itu, ia menyinggung dugaan adanya tekanan dari pihak industri tertentu dalam mendorong pembatasan Telegram. 

“Hal ini diduga merupakan bagian dari persaingan bisnis, karena Reliance sebagian dimiliki oleh Meta, perusahaan di balik WhatsApp,” lanjut Durov.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh sumber industri telekomunikasi India yang menyebut tuduhan itu tidak akurat dan terjadi kesalahpahaman teknis.

 

Baca berita lainnya: Pavel Durov Ubah Toncoin Jadi Gram, Harga TON Bereaksi

 

Tekanan ke Ekosistem TON dan Crypto Telegram

Dampak kebijakan ini juga merembet ke sektor crypto, terutama ekosistem TON Blockchain dan token seperti GRAM (TON) yang terhubung dengan Telegram.

TON sangat bergantung pada Telegram sebagai jalur distribusi utama lewat mini apps, komunitas, dan game tap-to-earn. Gangguan akses di pasar besar seperti India menekan sentimen pasar.

Token terkait sempat turun sekitar 2% setelah kabar pembatasan ini muncul yang dipicu kekhawatiran terganggunya adopsi di India.

 

Kesimpulan

Kasus pembatasan Telegram di India menunjukkan bagaimana kebijakan regulasi lokal bisa berdampak global, terutama ketika platform tersebut sudah menjadi infrastruktur penting bagi ekosistem crypto seperti TON.

Reaksi keras Pavel Durov mempertegas bahwa isu ini bukan hanya soal aplikasi messaging, tetapi juga soal kontrol distribusi digital yang semakin krusial dalam ekosistem Web3.

 

FAQ

  • Kenapa India membatasi Telegram?
    India membatasi Telegram karena dugaan penyebaran bocoran soal ujian nasional NEET-UG melalui kanal di platform tersebut.
  • Apakah Telegram benar-benar diblokir permanen di India?
    Tidak. Pembatasan ini bersifat sementara dan terkait pelaksanaan ulang ujian nasional.
  • Apa dampak pembatasan ini terhadap pengguna Telegram?
    Pengguna baru di India bisa kesulitan mengunduh aplikasi dari App Store, sementara pengguna lama masih dapat mengakses dengan batasan tertentu.
  • Kenapa TON dan crypto ikut terdampak?
    Karena ekosistem TON sangat bergantung pada Telegram sebagai jalur distribusi utama untuk mini apps dan komunitas crypto.
  • Apa itu BGP hijacking yang disebut Pavel Durov?
    BGP hijacking adalah teknik manipulasi routing internet yang dapat mengarahkan atau mengganggu trafik data secara tidak normal di jaringan global.
  • Apakah kebijakan ini mempengaruhi harga crypto?
    Secara sentimen, beberapa token terkait seperti TON dan GRAM mengalami tekanan kecil sekitar 2 persen setelah kabar ini muncul.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi CS Indodax

  • Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
  • Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
  • Email bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow Sosmed Telenya Indodax sekarang!

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Telegram Crypto Terkini Hari Ini, #Berita Tokoh Kripto Dunia

Lebih Banyak dari Altcoin,Berita

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
UCJL/IDR
Utility Cj
47.100
34.22%
ALITAS/IDR
Alitas
4
33.33%
KRD/IDR
Krypton DA
8
33.33%
HOME/IDR
Defi App
624
31.37%
MITO/IDR
Mitosis
488
29.79%
Nama Harga 24H Chg
DEFI/IDR
DeFi
3
-40%
RDNT/IDR
Radiant Ca
19
-36.67%
SPK/IDR
Spark
237
-35.07%
BEAT/IDR
Audiera
34.520
-27.58%
SYN/IDR
Synapse
3.130
-25.26%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Pavel Durov Murka Usai India Blokir Telegram, TON dan GRAM Ikut Terguncang
18/06/2026
Pavel Durov Murka Usai India Blokir Telegram, TON dan GRAM Ikut Terguncang

Pemerintah India membatasi akses Telegram dengan meminta penghapusan sementara dari

18/06/2026
Bitcoin dan Emas Terkapar Usai Debut Kevin Warsh di FOMC, Ini Isi Pernyataannya
18/06/2026
Bitcoin dan Emas Terkapar Usai Debut Kevin Warsh di FOMC, Ini Isi Pernyataannya

Bitcoin (BTC) dan emas kompak mengalami tekanan tajam setelah Ketua

18/06/2026
Ethereum Siapkan Perubahan Besar Lewat Glamsterdam, Ini yang Lagi Diuji Developer

Ethereum (ETH) mulai menguji upgrade Glamsterdam, salah satu pembaruan jaringan