Inflasi Amerika Serikat kembali memanas dan memicu kekhawatiran baru di pasar keuangan. Data terbaru menunjukkan Consumer Price Index (CPI) AS naik 4,2% secara tahunan pada Mei 2026, menjadi level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Kenaikan inflasi tersebut langsung mengubah ekspektasi pasar terhadap langkah Federal Reserve (The Fed).
Jika sebelumnya investor berharap pemangkasan suku bunga berlanjut, kini peluang kenaikan suku bunga kembali meningkat. Kondisi ini berpotensi menjadi sentimen negatif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin (BTC).
Inflasi AS Naik ke Level Tertinggi dalam Tiga Tahun
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics) melaporkan inflasi bulanan naik 0,5% pada Mei, setelah meningkat 0,6% pada April.
Lonjakan harga energi menjadi faktor utama pendorong inflasi. Kategori energi tercatat naik 3,9% pada Mei setelah sebelumnya naik 3,8% pada April.

Sumber Gambar: Bureau of Labor Statistics
Harga bensin juga mengalami kenaikan signifikan. Data AAA menunjukkan rata-rata harga bensin nasional mencapai US$4,15 per galon. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding rata-rata US$2,98 per galon ketika konflik antara AS, Israel, dan Iran mulai memanas pada akhir Februari.
Meningkatnya harga energi terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di Timur Tengah, yang terus memberi tekanan terhadap pasokan dan harga minyak global.
Di sisi lain, daya beli masyarakat AS mulai menunjukkan pelemahan. Upah riil dilaporkan turun 0,1% pada Mei, menandai dua bulan berturut-turut penurunan pendapatan riil setelah disesuaikan dengan inflasi.
Baca juga berita terbaru: IPO SpaceX Diserbu Dana US$250 Miliar, Benarkah Jadi Biang Crypto Ambruk?
Trump Sambut Data Inflasi yang Lebih Tinggi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru memberikan respons yang mengejutkan terhadap data inflasi tersebut.
Saat ditanya wartawan mengenai laporan CPI terbaru, Trump menyebut angka inflasi sebagai kabar baik.
“Angka-angkanya sangat bagus. Saya cinta inflasi,” ujar Trump.

Sumber Gambar: X.com
Trump juga menyampaikan keyakinannya bahwa harga minyak akan turun tajam apabila konflik yang melibatkan Iran berakhir.
Menurutnya, penurunan harga energi nantinya dapat membantu meredakan tekanan inflasi yang saat ini masih tinggi.
Peluang Kenaikan Suku Bunga Fed Meningkat
Kenaikan inflasi membuat pekerjaan The Fed menjadi semakin rumit. Bank sentral AS selama ini berupaya membawa inflasi kembali ke target jangka panjang sebesar 2%. Namun data CPI terbaru menunjukkan tekanan harga masih jauh dari sasaran tersebut.
Sumber Gambar: CME FedWatch
Berdasarkan data CME FedWatch, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5% hingga 3,75% dalam pertemuan Juni mencapai 98,4%.
Meski demikian, pasar kini mulai memperkirakan kemungkinan kebijakan yang lebih ketat dalam beberapa bulan mendatang. Probabilitas kenaikan suku bunga hingga akhir 2026 telah melampaui 70%.
Perubahan ekspektasi ini menjadi sinyal penting bagi investor karena arah kebijakan moneter AS sering kali memengaruhi pergerakan pasar global, termasuk aset digital.
Mengapa Bitcoin Rentan Tertekan?
Bitcoin biasanya tertekan saat suku bunga naik. Sebab, investor cenderung memindahkan dana ke aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi seperti obligasi pemerintah AS.
Di saat yang sama, suku bunga yang tinggi juga dapat memperkuat dolar AS, yang sering kali memberi tekanan pada pasar kripto.
Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar US$62.000. Dalam 30 hari terakhir, aset kripto terbesar tersebut telah turun hampir 24%.
Harga Bitcoin juga masih berada sekitar 51% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah menembus US$126.000.
Meskipun sempat mencatat kenaikan harian sekitar 1%, tren jangka pendek Bitcoin masih menunjukkan tekanan yang cukup kuat.
Baca juga: Bitcoin Baru Pemanasan, Michaël van de Poppe Yakin ATH Baru Tembus $300.000?
Pasar Menunggu Sinyal dari Ketua Fed yang Baru
Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan akan menjadi perhatian utama investor.
Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, menghadapi tantangan besar karena harus menyeimbangkan inflasi yang kembali meningkat dengan kondisi daya beli masyarakat yang mulai melemah.
Apabila pertemuan tersebut menghasilkan sinyal kebijakan yang lebih hawkish atau membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan, tekanan terhadap Bitcoin dan aset berisiko lainnya berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
Kesimpulan
Data inflasi AS sebesar 4,2% menjadi pengingat bahwa tekanan harga masih menjadi tantangan utama bagi perekonomian Amerika Serikat.
Kenaikan harga energi, ketidakpastian geopolitik, dan melemahnya daya beli masyarakat membuat pasar kembali mempertimbangkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Bagi Bitcoin, ancaman terbesar saat ini bukan hanya inflasi itu sendiri, melainkan bagaimana The Fed merespons kondisi tersebut. Semakin kuat peluang kenaikan suku bunga, semakin besar pula potensi tekanan terhadap aset kripto dalam jangka pendek.
FAQ
- Apa itu CPI AS dan mengapa penting bagi Bitcoin?
CPI atau Consumer Price Index adalah indikator yang mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibayar konsumen. Data ini penting karena menjadi salah satu acuan utama The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga yang dapat memengaruhi harga Bitcoin. - Mengapa inflasi tinggi bisa menekan harga Bitcoin?
Inflasi yang tinggi dapat mendorong The Fed mempertahankan atau menaikkan suku bunga. Saat suku bunga naik, investor cenderung beralih ke aset yang menawarkan imbal hasil lebih stabil dibanding aset berisiko seperti Bitcoin. - Apa yang dimaksud kebijakan Fed yang hawkish?
Kebijakan hawkish adalah sikap bank sentral yang fokus menekan inflasi melalui suku bunga yang lebih tinggi atau kebijakan moneter yang lebih ketat. - Apakah kenaikan suku bunga selalu membuat Bitcoin turun?
Tidak selalu. Namun secara historis, suku bunga yang tinggi sering mengurangi minat investor terhadap aset berisiko sehingga dapat memberikan tekanan pada harga Bitcoin. - Apa hubungan harga minyak dengan inflasi AS?
Harga minyak memengaruhi biaya transportasi, produksi, dan distribusi barang. Ketika harga minyak naik, biaya ekonomi meningkat dan dapat mendorong inflasi menjadi lebih tinggi. - Kapan keputusan suku bunga The Fed berikutnya diumumkan?
Pasar saat ini menunggu hasil pertemuan FOMC yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Keputusan tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter AS ke depan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Consumer Price Index, #Berita Donald Trump, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


