Bitcoin (BTC) tetap bertahan di sekitar area $69.000 pada hari ini meski konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memicu volatilitas di pasar energi global.
Di tengah situasi tersebut, dilaporkan oleh Reuters, pejabat Iran memperingatkan bahwa harga minyak dapat melonjak hingga $200 per barel jika konflik semakin meluas.
Peringatan itu muncul setelah serangkaian serangan di wilayah Teluk meningkatkan risiko gangguan pada jalur perdagangan energi global.
Harga Minyak Bergejolak di Tengah Konflik
Konflik yang telah berlangsung hampir dua minggu itu memicu salah satu guncangan energi terbesar sejak krisis minyak era 1970-an.

Grafik harga minyak minggu ini | Sumber: tradingeconomics
Harga minyak mentah sempat melonjak hingga sekitar $120 per barel pada Senin (9/3), lalu turun tajam ke $77 pada Selasa (10/3), sebelum kembali naik sekitar 6% ke kisaran $94 pada Rabu (11/3).
Pergerakan ekstrem tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan di kawasan Teluk.
Apalagi sekitar 20% pasokan minyak global melewati jalur penting seperti Selat Hormuz. Jika konflik meningkat, risiko lonjakan harga energi global akan semakin besar.
Baca juga: Data Inflasi AS Naik, Tapi Bitcoin Tetap Tangguh di Tengah Tekanan
Bitcoin Bertahan di Tengah Ketidakpastian
Di tengah gejolak energi dan geopolitik, harga Bitcoin hari ini berada di area $69.000. Analis riset Nansen, Aurelie Barthere, menilai reaksi kripto yang relatif tenang menunjukkan bahwa sebagian risiko makro mungkin sudah diperhitungkan oleh pasar.
Dalam beberapa konflik geopolitik sebelumnya, Bitcoin biasanya mengalami penurunan sekitar 5% hingga 10%.
Namun reaksi pasar kali ini terlihat lebih terbatas. Kondisi tersebut kemungkinan mencerminkan posisi spekulatif yang lebih rendah di pasar kripto dibanding siklus sebelumnya.
Apakah Lonjakan Minyak Menguntungkan Bitcoin?
Dilansir dari Cointelegraph, data historis menunjukkan lonjakan harga minyak sering diikuti reli Bitcoin dalam beberapa minggu berikutnya.

Harga minyak WTI vs Bitcoin pada Mei – Agustus 2025
Dalam beberapa kasus sejak 2020 hingga 2025, ketika harga minyak WTI naik lebih dari 15% dalam waktu 10 hari, Bitcoin rata-rata mencatat kenaikan sekitar 20% dalam empat minggu.
Namun hubungan tersebut tidak selalu konsisten. Saat ini Bitcoin memiliki korelasi sekitar 81% dengan indeks Nasdaq 100, yang berarti pergerakannya lebih sering mengikuti saham teknologi daripada harga energi.
Artinya, lonjakan minyak tidak otomatis menjadi sinyal bullish bagi Bitcoin. Faktor lain seperti inflasi, suku bunga, dan kondisi ekonomi global tetap memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap pasar kripto.
Kesimpulan
Lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah menciptakan tekanan baru bagi pasar global.
Jika harga energi terus naik, dampaknya bisa memicu inflasi yang berpotensi menekan aset berisiko, termasuk kripto.
Namun data historis juga menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, lonjakan minyak justru diikuti oleh reli Bitcoin dalam beberapa minggu.
Karena itu, harga minyak bukanlah sinyal yang sepenuhnya baik atau buruk bagi Bitcoin.
Arah pasar pada akhirnya akan sangat bergantung pada perkembangan konflik serta respons kebijakan ekonomi global.
FAQ
1. Mengapa konflik Timur Tengah mempengaruhi harga Bitcoin?
Konflik di wilayah penghasil energi dapat mendorong kenaikan harga minyak dan inflasi global. Kondisi ini sering mempengaruhi sentimen investor terhadap aset berisiko seperti kripto.
2. Apakah kenaikan harga minyak selalu membuat Bitcoin naik?
Tidak selalu. Data historis menunjukkan beberapa lonjakan minyak diikuti reli Bitcoin, tetapi korelasinya tidak konsisten.
3. Mengapa Bitcoin sekarang lebih berkorelasi dengan saham teknologi?
Saat ini Bitcoin memiliki korelasi sekitar 81% dengan Nasdaq 100, sehingga pergerakannya sering mengikuti pasar saham teknologi.
4. Apa dampak harga minyak tinggi bagi ekonomi global?
Harga energi yang tinggi dapat meningkatkan inflasi, menekan daya beli konsumen, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
5. Apakah Bitcoin bisa menjadi lindung nilai terhadap krisis energi?
Sebagian investor melihat Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai, tetapi perannya masih diperdebatkan karena volatilitas harga yang tinggi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Timur Tengah Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
