Data Inflasi AS Naik, Tapi Bitcoin Tetap Tangguh di Tengah Tekanan
icon search
icon search

Top Performers

Data Inflasi AS Naik, Tapi Bitcoin Tetap Tangguh di Tengah Tekanan

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Data Inflasi AS Naik, Tapi Bitcoin Tetap Tangguh di Tengah Tekanan

Data Inflasi AS Naik, Tapi Bitcoin Tetap Tangguh di Tengah Tekanan

Daftar Isi

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan ketahanan meski data inflasi Amerika Serikat kembali meningkat. Laporan terbaru Consumer Price Index (CPI) menunjukkan tekanan harga masih terjadi di sejumlah sektor ekonomi, namun pasar kripto tidak bereaksi secara signifikan terhadap data tersebut.

Analis menilai kondisi ini terjadi karena pasar telah lebih dulu mengantisipasi kenaikan inflasi. Dengan kata lain, data CPI terbaru sudah tercermin dalam pergerakan harga Bitcoin sebelumnya.

 

Inflasi AS Naik di Sejumlah Sektor

 

Data CPI

Sumber Gambar: Bureau of Labor Statistics

 

Data CPI Februari yang dirilis oleh Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan kenaikan harga di berbagai sektor penting dalam perekonomian.

Beberapa komponen utama yang mengalami kenaikan antara lain:

  • Shelter (perumahan) naik 0,2%
  • Makanan naik 0,4%
  • Energi naik 0,6%
  • CPI inti yang tidak termasuk makanan dan energi naik 0,2%

Kenaikan ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi masih bertahan di berbagai sektor konsumsi masyarakat. 

Biaya layanan kesehatan, pakaian, furnitur rumah tangga, tiket pesawat, serta sektor pendidikan juga mencatat kenaikan selama Februari.

Meski inflasi meningkat, data tersebut masih berada dalam kisaran yang telah diperkirakan oleh pelaku pasar.

 

Baca selanjutnya: Bitwise Ungkap Skenario Bitcoin Menuju US$1 Juta, Kuncinya Ada di Emas

 

Pasar Kripto Tidak Terlalu Terpengaruh

Menariknya, pasar kripto tidak menunjukkan reaksi signifikan setelah data CPI dirilis. Indikator Total3, yang mengukur total kapitalisasi pasar kripto di luar Bitcoin dan Ether, hanya turun sekitar 1% dari level tertinggi intraday sekitar US$722 miliar.

Pergerakan yang relatif stabil ini memperkuat pandangan bahwa pasar telah lebih dulu memperhitungkan potensi kenaikan inflasi.

Stephen Coltman, Head of Macro di perusahaan penerbit produk investasi kripto 21Shares, mengatakan bahwa perhatian pasar saat ini justru tertuju pada langkah selanjutnya dari bank sentral Amerika Serikat.

“Yang menjadi perhatian sekarang adalah bagaimana respons The Fed terhadap data CPI yang diperkirakan lebih tinggi ke depan. Apakah mereka akan mengabaikan gejolak sementara ini, meskipun sebelumnya pernah ‘terbakar’ oleh siklus inflasi sebelumnya? Atau justru mengambil sikap lebih hawkish sebagai langkah pencegahan?” ujarnya.

Menurutnya, pertanyaan utama bagi investor adalah bagaimana Federal Reserve akan merespons data inflasi berikutnya.

Apakah The Fed akan menganggap kenaikan inflasi ini sebagai gejolak sementara, atau justru mengambil sikap lebih ketat terhadap kebijakan suku bunga.

 

Tekanan bagi Kebijakan Suku Bunga The Fed

Data CPI terbaru juga menambah tekanan bagi Federal Open Market Committee (FOMC), lembaga yang menentukan kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Jika inflasi tetap tinggi, bank sentral berpotensi mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama dari yang diharapkan pasar.

Namun, ekspektasi pasar saat ini menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga masih sangat kecil dalam waktu dekat.

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, hanya sekitar 0,6% trader yang memperkirakan adanya penurunan suku bunga dari kisaran 3,50% hingga 3,75% pada pertemuan FOMC tanggal 18 Maret.

Ketidakpastian arah kebijakan moneter inilah yang membuat pasar keuangan global, termasuk aset kripto, bergerak dalam rentang yang relatif terbatas.

 

Baca juga berita terkait: Kevin Warsh Ambil Alih The Fed? Ini Tantangan Besar yang Menantinya

 

Bitcoin Diprediksi Bergerak dalam Rentang Harga Tertentu

 

Harga Bitcoin

Sumber Gambar: TradingView via Cointelegraph

 

Di tengah kondisi makro tersebut, analis kripto memperkirakan Bitcoin masih akan bergerak dalam rentang harga tertentu dalam jangka pendek.

Matt Mena, Crypto Research Strategist di 21Shares, memperkirakan harga Bitcoin berpotensi bergerak di kisaran US$68.000 hingga US$74.000 dalam waktu dekat.

Namun, jika Bitcoin berhasil menembus level resistensi penting di sekitar US$75.000, pergerakan harga bisa memasuki fase konsolidasi baru.

Dalam skenario tersebut, Bitcoin berpotensi bergerak di rentang US$75.000 hingga US$80.000 dalam jangka menengah.

Data historis juga menunjukkan bahwa Bitcoin kerap mengalami pemulihan kuat setelah gejolak pasar global. Dalam beberapa kasus sebelumnya, harga Bitcoin bahkan mampu naik 15% atau lebih setelah tekanan geopolitik atau ekonomi mereda.

Jika pola serupa kembali terjadi, harga Bitcoin berpotensi mendekati kisaran US$77.000 hingga US$80.000.

 

Kesimpulan

Kenaikan inflasi Amerika Serikat masih menjadi faktor penting yang memengaruhi sentimen pasar global. 

Namun, reaksi pasar kripto terhadap data CPI terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku pasar telah lebih dulu memperhitungkan kondisi tersebut.

Ketahanan harga Bitcoin di tengah tekanan inflasi memperlihatkan bahwa aset kripto semakin dipandang sebagai instrumen yang mampu bertahan dalam dinamika ekonomi makro.

Perhatian pasar selanjkemungkinan akan beralih pada langkah Federal Reserve terkait kebijakan suku bunga. Keputusan tersebut berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan Bitcoin berikutnya.

 

FAQ

  • Apa itu CPI dan mengapa penting bagi pasar kripto?
    CPI atau Consumer Price Index adalah indikator yang mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Data ini sering digunakan untuk menilai tingkat inflasi dalam suatu ekonomi. Jika inflasi tinggi, bank sentral biasanya mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang dapat memengaruhi likuiditas di pasar kripto.
  • Mengapa kenaikan inflasi tidak langsung menekan harga Bitcoin?
    Dalam banyak kasus, pasar keuangan sudah memperkirakan data ekonomi sebelum dirilis secara resmi. Jika data inflasi sesuai dengan ekspektasi, harga aset seperti Bitcoin sering kali tidak mengalami perubahan besar karena informasi tersebut sudah tercermin dalam harga sebelumnya.
  • Apa hubungan antara suku bunga The Fed dan harga Bitcoin?
    Suku bunga memengaruhi likuiditas di pasar keuangan. Ketika suku bunga tinggi, biaya pinjaman meningkat dan investor cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil risiko. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, likuiditas biasanya meningkat dan dapat mendorong investasi ke aset berisiko seperti kripto.
  • Apa arti istilah “priced in” dalam analisis pasar kripto?
    Istilah “priced in” berarti suatu informasi atau peristiwa sudah diperhitungkan oleh pasar dan tercermin dalam harga aset sebelum peristiwa tersebut terjadi. Dalam konteks CPI, analis menilai bahwa kenaikan inflasi sudah diperkirakan sehingga tidak banyak memengaruhi harga Bitcoin.
  • Apakah inflasi selalu berdampak negatif bagi Bitcoin?
    Tidak selalu. Dalam beberapa kondisi, Bitcoin justru dipandang sebagai alternatif aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, dampaknya tetap bergantung pada kebijakan moneter, kondisi ekonomi global, serta sentimen investor di pasar kripto.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow IG Indodax

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Referensi:

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Consumer Price Index

Lebih Banyak dari Berita,Bitcoin

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
DEGEN/IDR
Degen
29
52.63%
EPIC/IDR
Epic Chain
10.999
27.16%
VOLT/USDT
Volt Inu
0
25%
SIREN/IDR
siren
13.094
23.28%
FUN/IDR
FUNToken
25
20.83%
Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
1
-50%
KUNCI/IDR
Kunci Coin
1
-50%
STIK/IDR
Staika
1.889
-39.06%
DODO/IDR
DODO
1.074
-30.98%
PORTAL/IDR
Portal
307
-29.59%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Charles Hoskinson Unggah Pesan Perpisahan, Ada Apa dengan Cardano?

Pendiri Cardano (ADA), Charles Hoskinson, mengunggah pesan singkat "TTYL" (Talk

Smart Money Borong Token HYPE Saat Pasar Crypto Dilanda Ketakutan
04/06/2026
Smart Money Borong Token HYPE Saat Pasar Crypto Dilanda Ketakutan

Token HYPE milik Hyperliquid menjadi sorotan setelah data on-chain menunjukkan

04/06/2026
Hati-Hati Klik Link! Scam Kripto Incar Fans FIFA Lewat Tiket Palsu Piala Dunia 2026
04/06/2026
Hati-Hati Klik Link! Scam Kripto Incar Fans FIFA Lewat Tiket Palsu Piala Dunia 2026

Otoritas Amerika Serikat memperingatkan lonjakan scam kripto yang menargetkan penggemar

04/06/2026