Langkah Iran yang mulai mensyaratkan pembayaran minyak menggunakan yuan China di Selat Hormuz memicu kekhawatiran baru terhadap dominasi dolar AS.
Deutsche Bank menilai kondisi ini bisa menjadi titik balik sistem petrodollar yang sudah bertahan sejak 1974.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya konflik Iran dengan AS dan sekutunya, yang membuat jalur energi global menjadi semakin sensitif.
Tekanan Baru untuk Sistem Petrodollar
Selat Hormuz menjadi jalur vital karena menampung sekitar 20% aliran minyak dan gas global. Sejak konflik meningkat pada akhir Februari 2026, Iran mulai membatasi akses tanker dan mendorong transaksi menggunakan yuan.
Langkah ini bukan sekadar taktik politik, tetapi berpotensi mengubah cara perdagangan energi global berjalan.
Deutsche Bank menyebut kondisi ini sebagai “perfect storm untuk petrodollar”. Sistem yang selama puluhan tahun menjaga dominasi dolar kini mulai menghadapi tekanan struktural.
Sejak 1974, Arab Saudi menetapkan harga minyak dalam dolar, menciptakan permintaan global yang stabil terhadap mata uang tersebut. Kini, realitas berubah karena China menjadi pembeli utama minyak, termasuk dari Iran.
Baca juga: Harga Bitcoin Terancam Turun 50%? Ini Sinyal dari Wall Street
Yuan Mulai Masuk ke Jalur Energi Global
Data menunjukkan setidaknya 11,7 juta barel minyak telah dikirim melalui tanker yang terhubung dengan China sejak konflik meningkat. Banyak di antaranya bahkan tidak terlacak karena mematikan sistem identifikasi.
Selain itu, Iran dilaporkan telah berdiskusi dengan 8 negara non-Timur Tengah untuk mendorong penggunaan yuan dalam perdagangan minyak demi keamanan jalur distribusi.
China sendiri sudah lama mendorong penggunaan yuan melalui inisiatif seperti Project mBridge. Upaya ini memperkuat posisi yuan dalam transaksi lintas negara, termasuk energi.
Dalam skala yang lebih besar, minyak dari Iran dan Rusia yang terkena sanksi mencapai sekitar 13 juta barel per hari, atau sekitar 14% pasokan global, yang sebagian besar sudah tidak menggunakan dolar.
Risiko Jangka Panjang bagi Dolar
Deutsche Bank menilai perubahan ini tidak akan langsung menggantikan dolar, tetapi bisa mempercepat tren de-dolarisasi yang sudah berjalan.
Negara-negara produsen minyak seperti Rusia dan Venezuela memiliki insentif tambahan untuk menghindari dolar. Sementara itu, bank sentral di berbagai negara juga mulai meningkatkan cadangan emas dan aset non-dolar.

Sumber: tradingeconomics
Harga minyak jenis West Texas Intermediate bahkan sempat berada di atas $90 per barel, mencerminkan ketegangan pasar akibat risiko di Hormuz.
Namun, dominasi dolar masih ditopang oleh likuiditas tinggi dan jaringan global yang kuat. Beberapa analis bahkan menilai krisis energi di masa lalu justru memperkuat posisi dolar.
Meski begitu, Deutsche Bank menegaskan bahwa konflik Iran menjadi uji ketahanan terbesar bagi sistem petrodollar dalam beberapa dekade terakhir.
Kesimpulan
Perubahan kebijakan Iran di Selat Hormuz bukan sekadar isu regional, tetapi sinyal awal pergeseran dalam sistem keuangan global.
Dominasi dolar memang belum runtuh, tetapi tekanan terhadapnya semakin nyata seiring meningkatnya penggunaan yuan dalam perdagangan energi.
Jika tren ini berlanjut, pasar global bisa memasuki fase baru di mana mata uang tidak lagi didominasi oleh satu kekuatan utama.
FAQ
1. Apa itu petrodollar dan kenapa penting?
Petrodollar adalah sistem di mana perdagangan minyak global menggunakan dolar AS. Ini membuat dolar menjadi mata uang utama dalam transaksi energi dan cadangan global.
2. Apa yang dimaksud dengan petroyuan?
Petroyuan adalah konsep perdagangan minyak menggunakan yuan China. Ini menjadi alternatif dari sistem petrodollar yang selama ini mendominasi.
3. Kenapa Iran mulai menggunakan yuan untuk transaksi minyak?
Iran menghadapi tekanan geopolitik dan sanksi, sehingga mencari jalur alternatif pembayaran. Yuan menjadi pilihan karena hubungan dagang yang kuat dengan China.
4. Apakah dolar akan benar-benar tergantikan?
Belum dalam waktu dekat. Dolar masih kuat karena likuiditas dan jaringan global, tetapi tekanan terhadapnya semakin meningkat.
5. Apa dampaknya bagi pasar global jika de-dolarisasi terjadi?
Perdagangan internasional bisa menjadi lebih terfragmentasi, dan nilai tukar mata uang akan lebih beragam dalam transaksi energi dan komoditas.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Bitcoin.com – Petroyuan Rising: Deutsche Bank Analysis Flags Iran War as Turning Point for US Dollar Dominance, diakses pada 26 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Timur Tengah Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
