Perkembangan DeFi lending saat ini tidak lagi sesederhana dulu yang hanya mengandalkan shared liquidity pool.
Seiring masuknya investor institusional dan meningkatnya adopsi on-chain lending protocol, arsitektur DeFi mulai bergeser ke model yang lebih modular.
Berdasarkan laporan Tiger Research, pendekatan ini memungkinkan pemisahan antara infrastruktur eksekusi, manajemen risiko, dan likuiditas sehingga setiap aset memiliki karakteristik risiko yang lebih terkontrol.
Perubahan ini juga dipicu oleh hadirnya Real World Assets (RWA) di blockchain, yang membawa kompleksitas baru seperti regulasi, likuiditas yang tidak seragam, dan kebutuhan oracle yang lebih spesifik.
1. Peralihan dari Shared Pool ke Sistem Terisolasi

Sumber: Tiger Research
Model awal DeFi lending menggunakan shared pool liquidity, di mana semua aset bercampur dalam satu sistem likuiditas.
Pendekatan ini efisien, tetapi menciptakan risiko sistemik karena kegagalan satu aset dapat menyebar ke seluruh protokol.
Dalam keuangan tradisional, pola risiko seperti ini pernah terlihat pada krisis Lehman Brothers 2008 dan bank run pada money market fund, ketika kegagalan kecil mampu memicu efek domino besar.
Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa sistem tanpa isolasi risiko sulit bertahan dalam skala besar.
Baca juga: Rincian 14 Poin Kesepakatan Damai AS-Iran, Ini Dampaknya ke Bitcoin dkk
2. Munculnya Arsitektur Modular di DeFi

Sumber: Tiger Research
Sebagai respons, DeFi mulai beralih ke arsitektur modular, yaitu pemisahan fungsi ke beberapa lapisan sistem.
Dalam model ini, infrastruktur eksekusi seperti smart contract dan settlement dipisahkan dari lapisan operasional seperti manajemen risiko, underwriting, dan pengaturan parameter aset.
Tujuannya adalah memastikan bahwa kegagalan pada satu lapisan tidak langsung merusak seluruh ekosistem pinjaman.
3. Isolasi Risiko per Aset Jadi Standar Baru

Sumber: Tiger Research
Model baru dalam DeFi lending mulai menerapkan isolated risk market, di mana setiap aset memiliki parameter risiko sendiri.
Pendekatan ini membuat:
- Risiko tidak menyebar antar aset
- Governance lebih fleksibel
- Aset baru lebih mudah masuk ke sistem
Namun konsekuensinya, efisiensi modal sedikit berkurang dibanding model shared pool karena likuiditas tidak lagi digabungkan secara penuh.
4. Peran Kurator dan Manajemen Risiko Eksternal
Protokol modern seperti Morpho, Aave V4, dan Euler V2 menunjukkan arah baru dalam desain DeFi lending.
Mereka mulai memisahkan peran utama dalam sistem kurator risiko, penyedia likuiditas, eksekusi smart contract, dan oracle pricing.
Contohnya:
- Morpho menggunakan vault dengan kurator independen
- Aave V4 memakai model hub and spoke untuk mengatur credit line
- Euler memungkinkan vault modular dengan koneksi cross-collateral
Perubahan ini membuat DeFi lending semakin menyerupai struktur institusi keuangan, tetapi tetap berbasis on-chain.
5. Masuknya RWA Mengubah Struktur DeFi Lending

Sumber: Tiger Research
Faktor paling besar dalam perubahan ini adalah masuknya Real World Assets (RWA) seperti obligasi tokenisasi, private credit, hingga saham tokenisasi yang menjadi bagian penting dalam perkembangan RWA crypto.
Aset ini memiliki karakteristik berbeda seperti jam perdagangan tidak 24/7, kebutuhan oracle yang kompleks, regulasi KYC/AML, dan likuiditas yang tidak stabil.
Karena itu, model shared pool tidak lagi cukup untuk menampung kompleksitas tersebut, sehingga diperlukan sistem modular yang lebih fleksibel dan spesifik per aset.
Kesimpulan
Evolusi DeFi lending menunjukkan pergeseran besar dari sistem shared pool menuju arsitektur modular yang lebih terstruktur dan terisolasi.
Perubahan ini didorong oleh dua faktor utama: meningkatnya keterlibatan institusi dan masuknya aset dunia nyata (RWA) ke dalam ekosistem blockchain.
Hasil akhirnya, DeFi tidak lagi hanya mengejar efisiensi likuiditas, tetapi juga mulai fokus pada stabilitas sistem dan manajemen risiko yang lebih matang dalam skala besar.

Artikel ini hasil Kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research
FAQ
1. Apa itu DeFi lending dan bagaimana cara kerjanya?
DeFi lending adalah sistem pinjam meminjam aset crypto di blockchain menggunakan smart contract tanpa perantara, di mana pengguna bisa menjadi lender atau borrower dengan jaminan aset digital.
2. Kenapa sistem DeFi lending berubah dari shared pool?
Karena model shared pool memiliki risiko tinggi di mana kegagalan satu aset bisa menyebar ke seluruh sistem.
3. Apa itu arsitektur modular di DeFi?
Arsitektur modular adalah sistem yang memisahkan fungsi seperti eksekusi transaksi, manajemen risiko, dan likuiditas agar lebih aman dan fleksibel.
4. Apa itu isolasi risiko dalam DeFi lending?
Isolasi risiko adalah mekanisme yang memastikan masalah pada satu aset tidak mempengaruhi seluruh sistem lending.
5. Apa dampak RWA terhadap DeFi lending?
RWA membuat DeFi harus menyesuaikan struktur karena setiap aset memiliki karakteristik likuiditas, regulasi, dan risiko yang berbeda.
6. Apakah DeFi lending sekarang lebih aman?
Secara struktur lebih aman karena adanya isolasi risiko, tetapi kompleksitas sistem juga meningkat.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
