Kevin Warsh disebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) pada Mei 2026.
Nama ini langsung menarik perhatian pasar kripto karena dikenal memiliki pandangan yang lebih terbuka terhadap Bitcoin (BTC).
Namun, data historis menunjukkan bahwa setiap pergantian pimpinan The Fed dalam satu dekade terakhir selalu diikuti koreksi tajam pada harga Bitcoin.
Bitcoin Selalu Turun Saat Ketua The Fed Berganti

Sumber Gambar: X.com/AshCrypto
Dalam tiga momen pergantian besar, Bitcoin mencatat penurunan signifikan:
- Januari 2014, saat Janet Yellen mulai menjabat, Bitcoin anjlok 82,77%
- Februari 2018, saat Jerome Powell naik sebagai Ketua, Bitcoin turun 73,89%
- Mei 2022, saat Powell dikonfirmasi untuk periode kedua, Bitcoin melemah 61,06%
Penurunan tersebut terjadi di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter, terutama terkait suku bunga dan likuiditas pasar. Pergantian kepemimpinan sering memicu aksi jual pada aset berisiko, termasuk kripto.
Baca selanjutnya: FOMC Terakhir Powell Digelar Pekan Ini, Crypto Bakal Kena Efeknya
Warsh Dinilai Lebih Terbuka Terhadap Bitcoin
Berbeda dari pendahulunya, Kevin Warsh memiliki rekam jejak yang lebih dekat dengan industri aset digital. Mantan Gubernur The Fed periode 2006–2011 ini secara terbuka menyebut bahwa aset digital telah menjadi bagian dari sistem keuangan.
Dalam pernyataan publiknya, Warsh juga menilai Bitcoin sebagai aset yang dapat memberikan sinyal terhadap inflasi dan kekuatan dolar.
Selain itu, ia diketahui memiliki eksposur terhadap sektor Web3 dan DeFi, serta mendukung inovasi sektor swasta dalam pengembangan stablecoin dan sistem pembayaran digital.
Warsh juga menolak pengembangan CBDC ritel di Amerika Serikat, dengan alasan potensi risiko terhadap privasi pengguna.
Pasar Pertimbangkan Skenario Berbeda di 2026
Meski pola historis menunjukkan tekanan pada Bitcoin, kondisi pasar saat ini dinilai berbeda dibanding periode sebelumnya.
Sejak 2024, kehadiran produk seperti spot Bitcoin ETF telah meningkatkan partisipasi investor institusi dan memperdalam likuiditas pasar. Regulasi kripto di Amerika Serikat juga mulai lebih jelas dibanding era 2014 dan 2018.
Beberapa pelaku pasar menilai pendekatan Warsh yang lebih pro pasar berpotensi mengurangi tekanan terhadap aset kripto, terutama jika kebijakan moneter tidak terlalu agresif.
Baca berikutnya: Deretan Event Besar Crypto di Pekan Terakhir April 2026, Catat Tanggalnya
Risiko Tetap Muncul dari Faktor Politik
Di sisi lain, pencalonan Warsh tidak lepas dari kritik. Sejumlah pihak mempertanyakan independensinya sebagai calon Ketua The Fed.
Kekhawatiran muncul jika kebijakan moneter dipengaruhi kepentingan politik, yang dapat memicu volatilitas pada dolar AS. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan lanjutan pada aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Kesimpulan
Peluang Kevin Warsh menjadi Ketua The Fed membuka potensi perubahan sentimen terhadap pasar kripto.
Namun, pola historis menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan tetap menjadi momen berisiko bagi Bitcoin.
Arah pasar dalam beberapa bulan ke depan akan sangat ditentukan oleh ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang akan diambil, bukan sekadar sosok yang memimpin.
FAQ
- Apakah pergantian Ketua The Fed selalu membuat Bitcoin turun?
Tidak selalu, tetapi dalam tiga periode terakhir, Bitcoin memang mengalami koreksi besar saat terjadi pergantian atau konfirmasi ulang Ketua The Fed. - Kenapa kebijakan The Fed berpengaruh ke harga Bitcoin?
Kebijakan seperti suku bunga dan likuiditas memengaruhi aliran dana global. Saat likuiditas ketat, investor cenderung keluar dari aset berisiko seperti kripto. - Siapa Kevin Warsh dan apa pandangannya soal Bitcoin?
Kevin Warsh adalah mantan Gubernur The Fed yang dikenal memiliki pandangan lebih terbuka terhadap aset digital dan inovasi sektor kripto. - Apa itu CBDC dan kenapa ditolak oleh Warsh?
CBDC adalah mata uang digital yang diterbitkan bank sentral. Warsh menolak versi ritel karena khawatir terhadap risiko privasi dan kontrol pemerintah. - Apakah sikap pro crypto bisa membuat Bitcoin naik?
Sikap tersebut bisa memengaruhi sentimen pasar, tetapi pergerakan harga tetap bergantung pada faktor makro seperti suku bunga dan kondisi ekonomi global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CryptoTicker – Kevin Warsh for Fed Chair: Could the First “Bitcoin-Friendly” Chair End the Crypto Crashes?, diakses pada 29 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita The Fed, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


