Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabur (29/4/2026) waktu Amerika Serikat yang akan menjadi yang terakhir bagi Jerome Powell sebagai Ketua The Fed.
Bank sentral AS diperkirakan menahan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, di tengah inflasi yang kembali naik ke 3,3% pada Maret.
Kondisi ini menempatkan pasar, termasuk pasar crypto, dalam posisi sensitif menjelang potensi perubahan arah kebijakan.
Inflasi Naik, Ruang The Fed Makin Sempit
Data terbaru menunjukkan inflasi AS kembali meningkat dari 2,4% pada Februari menjadi 3,3% pada Maret.

Sumber Gambar: X.com
Lonjakan ini dipicu kenaikan harga energi, dengan bensin naik lebih dari 20% dalam sebulan akibat konflik geopolitik terkait Iran.
Kenaikan ini memperkecil peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Proyeksi terbaru The Fed bahkan hanya menunjukkan satu kali penurunan suku bunga pada 2026 dan satu lagi pada 2027.

Sumber Gambar: CME FedWatch
Pasar kini menunggu apakah Powell akan memberikan sinyal pelonggaran atau tetap mempertahankan sikap ketat.
Baca juga berita lainnya: PetroBitcoin Mulai Dibahas, Bisakah Bitcoin Gantikan Dolar di Minyak Global?
Warisan Powell: Sukses di Krisis, Dikritik di Inflasi
Selama delapan tahun menjabat, Powell menghadapi beberapa fase ekstrem. Pada 2020, The Fed memangkas suku bunga ke nol dan meluncurkan stimulus besar-besaran untuk merespons pandemi.
Langkah ini mendorong lonjakan likuiditas global dan berkontribusi pada reli aset berisiko. Harga Bitcoin (BTC), misalnya, melonjak dari sekitar $3.800-$5.000 pada Maret 2020 ke sekitar $69.000 pada 2021.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Namun, kritik utama muncul dari respons terhadap inflasi. Powell dianggap terlambat menaikkan suku bunga saat inflasi menembus 7% pada 2021, sehingga memaksa pengetatan agresif di 2022.
Dampaknya terlihat pada tekanan sektor perbankan, termasuk runtuhnya Silicon Valley Bank dan beberapa bank regional lain pada 2023.
Kevin Warsh Siap Ambil Alih dengan Pendekatan Berbeda
Setelah Powell, posisi Ketua The Fed diperkirakan akan diisi Kevin Warsh, kandidat yang didukung Donald Trump.
Dalam berbagai pernyataan, Warsh mendorong perubahan kebijakan yang lebih agresif terhadap inflasi. Ia menyebut pendekatan sebelumnya sebagai kesalahan besar dan menekankan perlunya “regime change” dalam kebijakan moneter.
Warsh juga mengisyaratkan akan:
- Memperkecil neraca The Fed yang saat ini sekitar $6,7 triliun
- Mengurangi penggunaan forward guidance
- Menolak pengembangan CBDC ritel
Pendekatan ini mengarah pada kebijakan yang lebih ketat dan minim intervensi.
Baca berita menarik terkait: Calon Ketua The Fed Ternyata Punya Crypto, Ada Solana dan DeFi
Dampak ke Crypto: Tekanan Jangka Pendek, Peluang Jangka Panjang
Perubahan ekspektasi kebijakan The Fed sudah mulai tercermin di pasar. Bitcoin mengalami tekanan setelah proyeksi suku bunga tetap tinggi dalam jangka lebih lama.
Kebijakan moneter yang ketat biasanya mengurangi likuiditas, yang menjadi faktor utama dalam pergerakan harga aset kripto.
Meski demikian, ada dinamika berbeda dari sisi regulasi dan adopsi. Warsh dikenal memiliki pandangan lebih positif terhadap Bitcoin dan menyebutnya sebagai alternatif penyimpan nilai. Ia juga dilaporkan memiliki eksposur besar di sektor crypto.
Kondisi ini membuat pasar berada dalam dua arah: tekanan likuiditas di satu sisi, dan potensi penerimaan lebih luas di sisi lain.
Pasar Tunggu Sinyal Terakhir Powell di FOMC Terakhir
Fokus utama pasar kini tertuju pada konferensi pers Powell pada 29 April 2026, yang akan menjadi penampilan terakhirnya sebagai Ketua The Fed. Setiap pernyataan yang disampaikan berpotensi menjadi sinyal penting bagi arah kebijakan ke depan.
Investor akan mencermati tiga hal utama:
- Apakah ada petunjuk soal pemangkasan suku bunga yang belum terealisasi
- Bagaimana Powell merespons inflasi yang kembali naik
- Sejauh mana transisi ke Kevin Warsh akan berjalan mulus atau justru penuh ketidakpastian
Selain itu, ada satu aspek yang tidak kalah penting, bagaimana Powell “menyerahkan tongkat estafet”. Apakah ia meninggalkan arah kebijakan yang jelas, atau justru membuka ruang interpretasi bagi penerusnya.
Meski masa jabatan ketua berakhir, Powell masih memiliki opsi untuk tetap berada di Board of Governors hingga 2028.
Jika Powell benar-benar mundur penuh pada 15 Mei, maka pertemuan FOMC berikutnya akan menjadi debut Kevin Warsh. Di titik itu, arah kebijakan baru yang ia dorong berpotensi langsung tercermin dalam keputusan The Fed secara real-time.
Kesimpulan
FOMC terakhir Powell berlangsung di tengah tekanan inflasi yang kembali meningkat dan ekspektasi kebijakan yang belum pasti.
Di sisi lain, transisi ke Kevin Warsh membuka peluang perubahan pendekatan The Fed yang lebih ketat. Kombinasi ini membuat pasar crypto menghadapi periode yang lebih sensitif dalam waktu dekat.
Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada sinyal terakhir dari Powell sebelum tongkat estafet berpindah.
FAQ
- Kapan FOMC terakhir Jerome Powell digelar?
FOMC terakhir Powell dijadwalkan berlangsung pada 29 April 2026, bersamaan dengan konferensi pers yang akan menjadi penutup masa jabatannya. - Kenapa keputusan FOMC berpengaruh ke crypto?
Keputusan suku bunga The Fed memengaruhi likuiditas global. Saat likuiditas mengetat, harga aset berisiko seperti crypto cenderung tertekan. - Berapa suku bunga The Fed saat ini?
Suku bunga acuan The Fed berada di kisaran 3,50%–3,75% dan diperkirakan belum berubah dalam pertemuan ini. - Apa penyebab inflasi AS naik lagi?
Inflasi naik ke 3,3% pada Maret, terutama dipicu lonjakan harga energi, termasuk kenaikan signifikan pada harga bensin. - Siapa Kevin Warsh dan apa pengaruhnya ke pasar?
Kevin Warsh adalah kandidat Ketua The Fed berikutnya yang dikenal lebih hawkish terhadap inflasi, tetapi memiliki pandangan lebih terbuka terhadap Bitcoin. - Apakah crypto akan turun setelah FOMC?
Pergerakan crypto bergantung pada sinyal kebijakan. Jika The Fed tetap ketat, tekanan bisa berlanjut, tetapi faktor lain seperti sentimen pasar juga berpengaruh.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Be(in)crypto – Powell’s Final FOMC: Grading His Wins, Losses, and the Mixed Bag He Leaves for Trump’s Fed Pick Kevin Warsh, diakses pada 27 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita The Fed, #Berita Tokoh Kripto Dunia, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


