Koreksi harga Bitcoin (BTC) saat ini dinilai belum mencerminkan pola bear market besar seperti yang terjadi pada 2018 maupun 2022.
Data terbaru dari CryptoQuant menunjukkan bahwa tingkat kerugian pemegang jangka pendek masih jauh di bawah level kapitulasi historis.
Melansir ETHNews, CryptoQuant mencatat bahwa kerugian short-term holder (STH) hanya mencapai puncak sekitar 40%. Angka ini terpaut hampir 30 poin persentase dari rata-rata historis sebelum pasar benar-benar menyentuh dasar bear market.
Jauh dari Pola 2018 dan 2022

Sumber Gambar: CryptoQuant
Jika melihat siklus sebelumnya, bear market besar selalu ditandai tekanan ekstrem pada pemegang jangka pendek.
Pada periode 2014–2015, kerugian STH sempat mencapai 83%. Siklus 2018–2019 mencatat 62%. Pada 2019–2020, drawdown menyentuh 57%.
Sementara dalam kejatuhan 2021–2022, kerugian melonjak hingga 71%. Rata-rata puncak kerugian sebelum harga menemukan dasar berada di kisaran 68%.
Bandingkan dengan kondisi sekarang. Koreksi Bitcoin hanya membawa kerugian STH ke level 40%, dan kini telah membaik ke sekitar 31% setelah harga rebound dari area US$66.928 kembali ke atas US$70.000.
Secara historis, bear market baru terbentuk setelah tekanan mencapai ambang kepanikan luas. Pola itu belum terlihat saat ini.
Baca juga berita terkait: Bitcoin Bisa Anjlok 90%? Michael Saylor Tetap Tenang dan Siap Tambah Utang
Long-Term Holder Masih Untung

Sumber Gambar: CryptoQuant
Tekanan juga belum menyentuh pemegang jangka panjang. Data menunjukkan long-term holder (LTH) masih berada di sekitar 27% dalam posisi profit.
Pada fase bear yang berkepanjangan, bukan hanya investor jangka pendek yang terpukul. Biasanya tekanan meluas ke pemegang lama hingga terjadi distribusi besar-besaran atau capitulation. Kondisi tersebut belum tampak dalam siklus koreksi sekarang.
Artinya, secara on-chain, pasar belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan struktural seperti yang terjadi pada fase penurunan terdalam sebelumnya.
Durasi Masih Terlalu Singkat
Selain kedalaman kerugian, durasi juga menjadi pembeda penting. Rata-rata bear market Bitcoin dalam siklus sebelumnya berlangsung sekitar 378 hari. Koreksi saat ini baru berjalan sekitar 88 hari.
Dalam sejarahnya, ketika kerugian short-term holder menembus 70% atau lebih, proses pemulihan memerlukan waktu berbulan-bulan sebelum stabil. Kali ini, meski tekanan tidak pernah melewati 40%, stabilisasi terjadi relatif cepat.
Kombinasi kerugian yang lebih dangkal dan waktu koreksi yang lebih singkat membuat pola kali ini berbeda dari fase bearish klasik.
Baca selanjutnya: Bitcoin (BTC) Kerap Reli Saat Imlek, Akankah Terulang?
Kesimpulan
Berdasarkan data on-chain terbaru, koreksi Bitcoin saat ini belum memenuhi karakteristik bear market besar seperti yang terjadi pada 2018 maupun 2022.
Kerugian short-term holder belum mencapai level kapitulasi historis, long-term holder masih mencatat keuntungan, dan durasi penurunan relatif singkat dibanding rata-rata siklus sebelumnya.
Secara struktur, pasar belum menunjukkan tekanan luas yang biasanya menandai fase bearish panjang.
Meski arah selanjutnya tetap bergantung pada dinamika makro dan sentimen pasar, perbedaan data kali ini menjadi indikator bahwa kondisi sekarang belum menyerupai siklus bear klasik.
FAQ
- Apa itu short-term holder dalam Bitcoin?
Short-term holder (STH) adalah investor yang memegang Bitcoin dalam jangka waktu relatif singkat, umumnya kurang dari 155 hari. Kelompok ini biasanya lebih sensitif terhadap volatilitas harga. - Mengapa angka kerugian 40% dianggap penting?
Dalam siklus sebelumnya, bear market besar baru terbentuk setelah kerugian STH menembus 57% hingga lebih dari 70%. Level 40% menunjukkan tekanan, tetapi belum mencapai fase kapitulasi ekstrem. - Apa yang dimaksud dengan kapitulasi dalam pasar kripto?
Kapitulasi adalah kondisi ketika investor menjual aset secara masif karena tekanan atau kepanikan, biasanya terjadi menjelang akhir bear market dan sering menjadi titik balik harga. - Berapa lama rata-rata bear market Bitcoin berlangsung?
Data historis menunjukkan rata-rata durasi bear market Bitcoin sekitar 378 hari. Koreksi saat ini baru berjalan sekitar 88 hari. - Apa perbedaan koreksi dan bear market pada Bitcoin?
Koreksi adalah penurunan harga sementara dalam tren yang lebih besar. Bear market adalah fase penurunan panjang dengan tekanan luas, kerugian dalam, dan sentimen negatif berkepanjangan. - Apakah data on-chain bisa memprediksi arah harga Bitcoin?
Data on-chain membantu membaca perilaku investor dan struktur pasar, tetapi tidak menjamin pergerakan harga di masa depan karena faktor eksternal tetap berpengaruh.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


