Pendiri Strategy, Michael Saylor, menolak anggapan bahwa pasar sedang menuju kehancuran akibat gelembung kecerdasan buatan atau AI bubble.
Di tengah pelemahan saham teknologi dan kekhawatiran koreksi besar, pendiri Strategy (Nasdaq: MSTR) itu justru mempertegas keyakinannya pada Bitcoin (BTC to IDR) dan aset digital.
Saat S&P 500 dan Nasdaq melemah pekan ini karena kekhawatiran valuasi saham AI yang dinilai terlalu mahal, sentimen pasar ikut tertekan.
Bitcoin pun masih berjuang memulihkan momentum setelah beberapa bulan mengalami tekanan harga. Namun Saylor melihat situasi ini bukan sebagai tanda runtuhnya sistem, melainkan bagian dari siklus inovasi.
Pasar Goyang, Saylor Ambil Posisi Berlawanan
Kekhawatiran soal AI bubble menguat seiring melonjaknya valuasi saham berbasis kecerdasan buatan dalam dua tahun terakhir.
Beberapa ekonom mulai memperingatkan potensi koreksi tajam jika ekspektasi pertumbuhan tidak terpenuhi. Di tengah narasi tersebut, Saylor mengambil sikap sebaliknya.
“Orang-orang yang pesimis selalu melihat teknologi baru dan meramalkan skenario terburuk,” ujar Saylor dalam wawancara terbaru yang dikutip dari TheStreet.
Ia menyebut kekhawatiran bahwa robot akan mengambil alih pekerjaan, AI membuat manusia tidak relevan, hingga aset digital merusak sistem keuangan sebagai pola lama yang selalu muncul setiap ada terobosan teknologi.
Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa inovasi besar kerap diawali ketakutan, tetapi berujung pada peningkatan produktivitas dan kemakmuran.
Baca juga berita terkait: Saylor Singgung Solana dan Ethereum di Konferensi Bitcoin, Ada Apa?
Keyakinan pada AI dan Aset Digital
Saylor menilai kecerdasan buatan dan aset digital merupakan perbaikan struktural bagi ekonomi global, bukan sekadar euforia spekulatif.
“Mungkin robot yang akan melakukan pekerjaan itu. Mungkin AI benar-benar akan membuat hidup kita lebih baik dan menyelesaikan semua masalah kita,” katanya.
Ia bahkan berargumen bahwa jika teknologi membuat manusia tidak perlu bekerja seperti sebelumnya, itu bisa berarti peningkatan kesejahteraan, bukan krisis.
Pandangan tersebut konsisten dengan strategi korporasinya. Strategy, yang sebelumnya dikenal sebagai perusahaan perangkat lunak MicroStrategy, telah bertransformasi menjadi perusahaan treasury Bitcoin.
Perusahaan itu kini memegang lebih dari US$46 miliar dalam bentuk Bitcoin, menjadikannya pemegang Bitcoin korporasi terbesar di pasar publik.
Bagi Saylor, volatilitas dan ketakutan pasar bukan bukti bahwa sistem akan runtuh, melainkan bagian alami dari fase adopsi teknologi baru.
AI Bubble dan Bayang-Bayang Koreksi Pasar
Kekhawatiran AI bubble muncul setelah reli panjang saham teknologi berbasis AI mendorong kapitalisasi pasar ke level tinggi. Ketika valuasi dianggap terlalu teregang, investor mulai mengurangi eksposur risiko, memicu tekanan di indeks utama seperti Nasdaq.
Situasi itu diperparah oleh perlambatan momentum Bitcoin yang belum kembali ke tren kenaikan signifikan. Kombinasi pelemahan saham teknologi dan kripto memunculkan spekulasi adanya reset harga aset secara luas.
Namun Saylor menolak pandangan bahwa kondisi ini identik dengan gelembung dotcom era 2000-an. Ia melihat digital intelligence dan digital capital sebagai fondasi baru ekonomi modern, bukan gelembung sementara.
Baca berikutnya: Raksasa Wall Street Borong 3 Token DeFi Ini, Harga Langsung Melejit
Optimisme di Tengah Ketidakpastian
Saylor secara terbuka menyebut dirinya seorang optimis.
“Saya kebetulan seorang yang optimistis. Saya percaya kecerdasan digital membuat dunia menjadi lebih baik. Saya juga yakin aset digital dan modal digital membuat dunia menjadi lebih makmur,” ujarnya.
Pandangan ini sekaligus mencerminkan perbedaan tajam antara pelaku pasar yang melihat koreksi sebagai ancaman sistemik dan mereka yang menganggapnya sebagai fase penyesuaian dalam siklus teknologi.
Kesimpulan
Di tengah meningkatnya narasi AI bubble dan kekhawatiran koreksi pasar global, Michael Saylor memilih berdiri di sisi inovasi. Ia tidak melihat AI dan Bitcoin sebagai sumber instabilitas, melainkan sebagai pendorong transformasi ekonomi jangka panjang.
Apakah optimisme tersebut akan teruji oleh volatilitas berikutnya, pasar yang akan menjawab. Namun untuk saat ini, Saylor tetap teguh pada tesisnya bahwa AI dan aset digital bukan gelembung yang akan runtuh, melainkan evolusi yang sedang berlangsung.
FAQ
- Apa yang dimaksud dengan AI bubble?
AI bubble merujuk pada kondisi ketika valuasi saham perusahaan berbasis kecerdasan buatan melonjak tinggi dan dinilai tidak lagi mencerminkan fundamental bisnis. Kekhawatiran muncul jika ekspektasi pertumbuhan tidak tercapai, sehingga memicu koreksi tajam di pasar. - Mengapa Michael Saylor tetap optimistis pada Bitcoin?
Saylor percaya Bitcoin adalah aset digital dengan nilai struktural jangka panjang. Ia melihat volatilitas sebagai bagian dari siklus adopsi teknologi, bukan sinyal kegagalan sistem. - Berapa besar kepemilikan Bitcoin Strategy saat ini?
Strategy memegang lebih dari 46 miliar dolar AS dalam bentuk Bitcoin, menjadikannya perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar. - Apakah pelemahan Nasdaq berkaitan dengan AI bubble?
Sebagian analis mengaitkan pelemahan Nasdaq dengan kekhawatiran valuasi saham AI yang terlalu tinggi. Ketika investor menilai harga sudah terlalu mahal, aksi ambil untung dapat menekan indeks. - Apakah AI dan Bitcoin benar-benar saling berkaitan?
Tidak secara langsung, tetapi keduanya sering dipandang sebagai simbol transformasi digital. AI merepresentasikan digital intelligence, sementara Bitcoin dianggap sebagai digital asset atau digital capital dalam sistem ekonomi modern. - Apakah kondisi ini mirip dengan dotcom bubble tahun 2000?
Beberapa pihak melihat kemiripan dari sisi euforia teknologi. Namun pendukung seperti Saylor berpendapat bahwa fondasi teknologi saat ini lebih matang dan memiliki utilitas yang lebih luas dibanding era dotcom.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Artificial intelligence (AI), #Berita Michael Saylor






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar

