Sebelum transaksi saham bisa dilakukan hanya lewat satu klik di aplikasi, aktivitas jual beli di bursa berlangsung jauh lebih ramai dan penuh tekanan.
Para broker berdiri berdesakan di lantai bursa, saling berteriak menawarkan harga sambil menggunakan gerakan tangan yang sudah dipahami sesama trader. Suasananya keras, cepat, dan sering kali terlihat kacau bagi orang awam.
Metode ini dikenal sebagai open outcry. Sistem perdagangan tradisional ini pernah menjadi jantung utama aktivitas bursa saham dan komoditas di berbagai negara.
Walau sekarang teknologi digital mengambil alih sebagian besar transaksi, open outcry masih dianggap sebagai bagian penting dalam sejarah perkembangan pasar keuangan modern.
Apa Itu Open Outcry?
Open outcry adalah metode perdagangan di lantai bursa di mana transaksi dilakukan secara langsung melalui komunikasi verbal dan isyarat tangan. Para broker dan trader berkumpul di satu area tertentu untuk menyampaikan penawaran beli maupun jual secara terbuka.
Dalam praktiknya, seorang broker akan meneriakkan harga yang ingin dibeli atau dijual. Broker lain yang merasa cocok dengan harga tersebut akan memberikan respons, baik dengan suara maupun kode tangan tertentu. Ketika kesepakatan tercapai, transaksi dianggap selesai.
Metode ini banyak digunakan di bursa saham dan bursa komoditas sebelum muncul sistem perdagangan elektronik.
Open outcry bukan sekadar teriakan tanpa aturan. Ada kode komunikasi khusus yang harus dipahami para pelaku pasar. Gerakan tangan menghadap keluar biasanya menunjukkan niat menjual, sementara tangan menghadap ke dalam menandakan niat membeli. Jumlah jari juga bisa merepresentasikan nilai transaksi tertentu.
Karena berlangsung sangat cepat, para broker dituntut memiliki refleks tinggi, fokus penuh, dan kemampuan membaca situasi pasar dalam hitungan detik.
Bagaimana Sistem Open Outcry Bekerja?
Di era sebelum internet berkembang, lantai bursa menjadi pusat aktivitas ekonomi yang sangat sibuk. Setiap hari perdagangan dimulai, ratusan broker berkumpul di area perdagangan yang disebut trading pit.
Trading pit biasanya berbentuk lingkaran atau tangga bertingkat agar para broker bisa saling melihat dan mendengar. Posisi berdiri pun kadang menentukan jenis aset yang diperdagangkan, Prosesnya berjalan seperti ini:
Broker menerima order dari klien melalui telepon atau pesan internal perusahaan sekuritas. Setelah itu, broker menuju trading pit dan mulai mencari pihak yang bersedia bertransaksi dengan harga terbaik.
Misalnya ada investor ingin membeli saham pada harga tertentu. Broker akan meneriakkan harga penawaran tersebut ke kerumunan. Jika ada pihak lain yang setuju menjual di harga itu, transaksi langsung terjadi.
Semua berlangsung sangat cepat karena harga di pasar bisa berubah setiap detik.
Di tengah kebisingan itu, para trader profesional mampu mengenali suara, gaya komunikasi, hingga gerakan broker tertentu. Pengalaman menjadi faktor penting karena transaksi bernilai besar sering diputuskan hanya dalam beberapa detik.
Sejarah Open Outcry di Bursa Keuangan
Open outcry mulai dikenal luas sejak perkembangan bursa modern di Eropa dan Amerika Serikat pada abad ke-17 hingga ke-19. Sistem ini kemudian menjadi standar perdagangan di banyak bursa besar.
Salah satu contoh paling terkenal adalah New York Stock Exchange (NYSE). Selama puluhan tahun, aktivitas perdagangan saham di NYSE identik dengan keramaian broker di lantai bursa.
Selain saham, metode ini juga sangat populer di pasar komoditas seperti Chicago Mercantile Exchange (CME) dan Chicago Board of Trade (CBOT). Produk seperti gandum, minyak, emas, hingga kontrak futures diperdagangkan menggunakan sistem open outcry.
Pada era 1980-an hingga awal 1990-an, suasana lantai bursa bahkan sering muncul di film dan televisi karena dianggap merepresentasikan kerasnya industri keuangan.
Namun perubahan besar mulai terjadi ketika teknologi perdagangan elektronik berkembang pesat.
Mengapa Open Outcry Mulai Ditinggalkan?
Perdagangan elektronik menawarkan proses yang jauh lebih cepat dan efisien dibanding open outcry. Dengan sistem digital, transaksi dapat dilakukan otomatis tanpa harus bertemu langsung di lantai bursa.
Ada beberapa alasan utama mengapa banyak bursa meninggalkan metode open outcry:
Kecepatan Transaksi
Sistem komputer mampu mengeksekusi ribuan transaksi dalam hitungan detik. Ini jauh melampaui kemampuan manusia di trading pit.
Efisiensi Biaya
Perdagangan elektronik mengurangi kebutuhan ruang fisik, tenaga kerja, serta biaya operasional bursa.
Transparansi Data
Semua transaksi tercatat otomatis dalam sistem sehingga lebih mudah dipantau dan diaudit.
Akses Global
Investor dari berbagai negara dapat bertransaksi tanpa harus hadir secara fisik di lantai bursa.
Perubahan ini membuat banyak trading pit mulai ditutup sejak awal 2000-an. Bahkan beberapa bursa besar yang dulu identik dengan open outcry kini sepenuhnya beroperasi secara digital.
Apakah Open Outcry Masih Digunakan?
Walau sudah jauh berkurang, open outcry belum benar-benar hilang.
Beberapa bursa komoditas masih mempertahankan metode ini dalam skala terbatas, terutama untuk kontrak tertentu yang membutuhkan negosiasi besar dan kompleks.
Ada pelaku pasar yang percaya interaksi langsung antartrader masih memiliki keunggulan dibanding sistem elektronik, terutama saat pasar mengalami volatilitas ekstrem. Dalam kondisi tertentu, komunikasi manusia dianggap lebih fleksibel dibanding algoritma otomatis.
Selain itu, open outcry juga memiliki nilai historis yang kuat. Bagi sebagian orang, lantai bursa tradisional menjadi simbol perkembangan pasar modal modern.
NYSE sendiri masih mempertahankan sebagian aktivitas fisik di trading floor meski mayoritas transaksi sudah digital.
Perbedaan Open Outcry dan Trading Modern
Perbedaan terbesar antara open outcry dan trading modern terletak pada cara transaksi dilakukan.
Pada open outcry, komunikasi manusia menjadi inti perdagangan. Sementara pada sistem modern, komputer dan jaringan internet mengambil alih hampir seluruh proses transaksi.
Trading modern memungkinkan investor retail melakukan transaksi langsung dari smartphone tanpa perantara fisik di lantai bursa. Harga bergerak real-time dan order diproses otomatis melalui matching engine.
Sebaliknya, open outcry mengandalkan interaksi langsung yang lebih emosional dan spontan.
Meski terlihat kuno, sistem tradisional ini justru membantu membentuk fondasi mekanisme pasar yang digunakan hingga sekarang, termasuk konsep penawaran dan permintaan terbuka.
Open Outcry dalam Perspektif Pasar Kripto
Jika dibandingkan dengan pasar kripto saat ini, open outcry terasa sangat berbeda. Trading aset digital berlangsung 24 jam penuh secara online tanpa lokasi fisik.
Namun prinsip dasarnya tetap sama: mempertemukan pembeli dan penjual pada harga tertentu.
Perbedaannya hanya terletak pada medium transaksi. Jika dulu broker berteriak di lantai bursa, sekarang order diproses otomatis melalui server dan sistem matching digital.
Kecepatan teknologi saat ini membuat pasar bergerak jauh lebih agresif dibanding era open outcry. Bahkan bot trading dan algoritma kini mampu mengambil keputusan transaksi dalam milidetik.
Meski begitu, sejarah open outcry tetap penting dipahami karena menjadi bagian awal evolusi sistem perdagangan modern yang akhirnya melahirkan pasar digital seperti sekarang.
Kesimpulan
Open outcry adalah metode perdagangan tradisional di lantai bursa yang mengandalkan teriakan dan isyarat tangan untuk melakukan transaksi jual beli aset. Sistem ini pernah menjadi pusat aktivitas perdagangan saham dan komoditas sebelum teknologi elektronik mengambil alih.
Walau kini sebagian besar bursa sudah menggunakan sistem digital, open outcry tetap memiliki nilai sejarah penting dalam perkembangan pasar keuangan modern. Dari trading pit yang penuh teriakan hingga transaksi otomatis berbasis algoritma, perubahan ini menunjukkan bagaimana teknologi mengubah cara manusia berinteraksi dengan pasar.
Memahami open outcry membantu melihat bagaimana sistem trading berkembang dari proses manual menjadi ekosistem digital yang digunakan investor saat ini.
Itulah informasi menarik tentang Open outcry yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.
Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.
Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
- Apa arti open outcry?
Open outcry adalah sistem perdagangan tradisional di lantai bursa menggunakan suara dan isyarat tangan untuk melakukan transaksi jual beli aset. - Di mana open outcry pernah digunakan?
Metode ini banyak digunakan di bursa saham dan komoditas seperti New York Stock Exchange (NYSE) dan Chicago Mercantile Exchange (CME). - Mengapa open outcry mulai ditinggalkan?
Karena perdagangan elektronik lebih cepat, efisien, transparan, dan dapat diakses secara global. - Apakah open outcry masih ada sekarang?
Masih ada dalam skala terbatas di beberapa bursa komoditas tertentu, meski mayoritas perdagangan sudah digital. - Apa perbedaan open outcry dan trading online?
Open outcry menggunakan komunikasi langsung antarbroker di lantai bursa, sedangkan trading online dilakukan melalui sistem komputer dan internet.
Author: RZ






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
