Harga Bitcoin (BTC) kembali menyentuh level $80.000 pada Senin (4/5), mencatat level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir.
Kenaikan ini terjadi di tengah kombinasi sentimen global yang menguat, arus dana institusi, serta dinamika geopolitik di jalur energi utama dunia.
Berdasarkan data pasar, Bitcoin sempat menyentuh kisaran $80.300 sebelum bergerak stabil di sekitar $79.700-$80.000. Secara harian, aset ini menguat sekitar lebih dari 2%, melanjutkan tren pemulihan sejak sempat turun ke area $60.000 pada Februari lalu.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Sentimen Global Menguat, Saham Asia Dekati Rekor

Sumber Gambar: Investing.com
Kenaikan Bitcoin terjadi bersamaan dengan penguatan pasar saham global, terutama di Asia. Indeks ekuitas Asia (MSCI) tercatat mendekati level tertinggi sepanjang masa, didorong oleh kinerja positif sektor teknologi dalam beberapa pekan terakhir.
Perusahaan teknologi besar mencatatkan hasil keuangan yang lebih kuat dari ekspektasi, mendorong optimisme investor terhadap siklus pertumbuhan berbasis teknologi.
Kondisi ini meningkatkan appetite terhadap aset berisiko, termasuk kripto seperti Bitcoin dan Ethereum (ETH).
Dalam konteks ini, Bitcoin bergerak searah dengan aset risk-on, mengikuti arus likuiditas global yang kembali masuk ke pasar.
Baca juga berita terbaru: Strategy Tiba-Tiba Stop Beli Bitcoin, Sinyal Bahaya untuk Harga BTC?
Arus Dana Institusi Jadi Pendorong Utama
Selain sentimen pasar, arus dana institusi juga menjadi faktor signifikan. Data menunjukkan produk ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatatkan inflow bersih sekitar $630 juta dalam satu hari perdagangan terakhir pekan lalu.

Sumber Gambar: Farside Investors
Masuknya dana dalam jumlah besar ini mencerminkan meningkatnya minat investor institusi terhadap Bitcoin.
Arus dana tersebut tidak hanya menopang harga dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat struktur permintaan yang lebih stabil dibandingkan siklus sebelumnya.
Level $80.000 sendiri selama ini dianggap sebagai batas psikologis penting. Penembusan area ini membuka peluang terbentuknya momentum lanjutan jika didukung volume yang konsisten.
Ketegangan Hormuz Tambah Faktor Ketidakpastian
Di sisi lain, pasar juga merespons perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengumumkan operasi “Project Freedom” yang bertujuan mengawal kapal-kapal dagang di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak global.
“Demi kepentingan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah menyampaikan kepada negara-negara tersebut–negara-negara dari berbagai penjuru, yang sebagian besar tidak terlibat dalam konflik di Timur Tengah–bahwa kami akan membantu mengawal kapal mereka keluar dengan aman dari jalur perairan yang terbatas ini, agar mereka bisa kembali menjalankan aktivitas bisnis seperti biasa,” tulis Trump di akun media sosial Truth miliknya.
Operasi ini akan melibatkan sekitar 15.000 personel militer, kapal perang, serta lebih dari 100 pesawat dan sistem tanpa awak. Langkah tersebut diambil untuk memastikan jalur perdagangan tetap terbuka di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Namun, respons dari Iran menunjukkan risiko belum mereda. Seorang pejabat tinggi Iran memperingatkan bahwa setiap intervensi AS di wilayah tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Situasi ini menciptakan dua efek sekaligus di pasar. Di satu sisi, ada harapan jalur energi tetap aman sehingga harga minyak cenderung turun tipis. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik tetap tinggi dan mendorong investor mencari alternatif lindung nilai.
Baca berita lainnya: Prediksi Harga Bitcoin Mei 2026: Breakout atau Kena Reject Lagi?
Bitcoin Diuntungkan dari Dua Arah Sekaligus
Kondisi saat ini menempatkan Bitcoin dalam posisi unik. Aset ini mendapatkan dorongan baik dari sentimen risk-on maupun kebutuhan hedging terhadap ketidakpastian global.
Ketika pasar saham menguat, Bitcoin ikut naik sebagai bagian dari aset berisiko. Namun ketika ketegangan geopolitik meningkat, Bitcoin juga dipertimbangkan sebagai alternatif lindung nilai di luar sistem keuangan tradisional.
Kombinasi dua faktor ini membuat pergerakan Bitcoin menjadi lebih kompleks dibanding sekadar mengikuti satu arah sentimen.
Regulasi dan Faktor Tambahan Perkuat Optimisme
Selain faktor makro dan geopolitik, pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan regulasi di Amerika Serikat.
Optimisme terhadap potensi kemajuan kebijakan terkait stablecoin turut meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekosistem kripto secara keseluruhan.
Jika regulasi bergerak ke arah yang lebih jelas, hal ini berpotensi membuka jalan bagi adopsi yang lebih luas, terutama dari institusi keuangan besar.
Kesimpulan
Kenaikan Bitcoin ke level $80.000 bukan terjadi secara kebetulan. Pergerakan ini didorong oleh kombinasi kuat antara likuiditas global, arus dana institusi, serta dinamika geopolitik yang sedang berlangsung.
Selama faktor-faktor tersebut tetap relevan, Bitcoin berpotensi mempertahankan momentum. Namun, arah selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan situasi di Selat Hormuz, pergerakan pasar saham global, serta konsistensi arus dana masuk ke instrumen kripto.
FAQ
- Kenapa harga Bitcoin bisa naik ke $80.000 hari ini?
Kenaikan dipicu kombinasi sentimen pasar global yang positif, inflow ETF Bitcoin sebesar $630 juta, serta ketegangan geopolitik yang meningkatkan minat terhadap aset alternatif. - Apakah Bitcoin naik karena konflik Timur Tengah?
Sebagian iya. Ketegangan di Selat Hormuz meningkatkan ketidakpastian global, sehingga sebagian investor melihat Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai. - Apa pengaruh ETF Bitcoin terhadap harga?
ETF Bitcoin memungkinkan investor institusi masuk dengan lebih mudah. Inflow besar seperti $630 juta dapat meningkatkan permintaan dan mendorong harga naik. - Apakah $80.000 adalah level penting untuk Bitcoin?
Ya, level ini dianggap sebagai resistance psikologis. Jika berhasil ditembus dan bertahan, potensi kenaikan lanjutan bisa terbuka. - Apakah harga Bitcoin masih bisa naik setelah ini?
Masih berpotensi, terutama jika sentimen global tetap positif, arus dana institusi berlanjut, dan tidak terjadi eskalasi besar dalam konflik geopolitik.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Be(in)crypto – Bitcoin Pushes to $80,000 as Trump’s Project Freedom Pressures Oil Prices, diakses pada 4 Mei 2026
- Bloomberg – Bitcoin Tops $80,000 for Three-Month High as Asian Stocks Rise, diakses pada 4 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #ETF Bitcoin, #Crypto ETF, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Kripto Asia, #Berita Donald Trump, #Berita Timur Tengah Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


