Banyak investor kripto melihat harga XRP lalu langsung menarik kesimpulan: murah atau mahal. Padahal, harga per koin hanyalah satu bagian kecil dari keseluruhan cerita.
Coba bayangkan ada dua aset kripto yang sama-sama dihargai Rp10.000 per koin. Sekilas terlihat setara. Namun bagaimana jika aset pertama hanya memiliki 100 juta koin beredar, sementara aset kedua memiliki 100 miliar koin? Nilai keseluruhan keduanya tentu sangat berbeda.
Di sinilah konsep total supply dan circulating supply menjadi penting. Kedua metrik ini membantu investor memahami ukuran sebenarnya sebuah aset, potensi dilusi di masa depan, hingga bagaimana pasar menilai valuasinya saat ini.
Bagi investor XRP, memahami perbedaan keduanya menjadi semakin menarik karena XRP memiliki model distribusi yang berbeda dibanding Bitcoin atau banyak aset kripto lainnya.
Apa Itu Total Supply XRP?
Total supply adalah jumlah seluruh XRP yang saat ini masih ada.
Angka ini mencakup XRP yang sudah beredar di pasar maupun XRP yang masih berada dalam escrow atau belum tersedia untuk diperdagangkan secara bebas.
Ketika XRP diluncurkan pada tahun 2012, sebanyak 100 miliar XRP langsung diciptakan sekaligus. Tidak ada proses mining seperti Bitcoin dan tidak ada pencetakan koin baru setelahnya.
Karena setiap transaksi di XRP Ledger membakar sebagian kecil XRP sebagai biaya jaringan, total supply XRP saat ini sedikit lebih rendah dari angka awal 100 miliar XRP.
Sederhananya, total supply menggambarkan seluruh “stok” XRP yang masih eksis saat ini.
Apa Itu Circulating Supply XRP?
Jika total supply menggambarkan seluruh stok XRP, maka circulating supply hanya menghitung XRP yang benar-benar tersedia di pasar.
Inilah jumlah XRP yang dapat dibeli, dijual, dipindahkan, atau digunakan oleh investor, institusi, dan pelaku pasar lainnya.
Saat kamu membuka CoinMarketCap atau CoinGecko, market cap XRP dihitung menggunakan circulating supply, bukan total supply.
Alasannya sederhana. Pasar hanya bisa memperdagangkan XRP yang benar-benar beredar, bukan XRP yang masih terkunci atau belum tersedia untuk publik.
Karena itu, circulating supply sering dianggap sebagai gambaran paling realistis mengenai kondisi pasar saat ini.
XRP Total Supply vs Circulating Supply: Apa Bedanya?
Perbedaan utamanya terletak pada cakupan perhitungannya.
- Total supply menghitung seluruh XRP yang masih ada.
- Circulating supply hanya menghitung XRP yang aktif beredar di pasar.
Bayangkan sebuah pengembang properti membangun 100 unit apartemen.
Sebanyak 60 unit sudah dijual kepada masyarakat, sedangkan 40 unit lainnya masih disimpan dan belum dipasarkan.
Dalam contoh ini:
- 100 unit apartemen = total supply
- 60 unit yang sudah dijual = circulating supply
Secara teknis seluruh apartemen memang sudah ada. Namun yang benar-benar memengaruhi aktivitas pasar saat ini hanyalah 60 unit yang sudah beredar. Logika yang sama berlaku pada XRP.
Kenapa Total Supply dan Circulating Supply XRP Berbeda Jauh?
Inilah bagian yang paling sering membuat investor bingung.
Jika XRP sudah memiliki hampir 100 miliar koin, mengapa yang beredar hanya sekitar 60 miliar?
Jawabannya terletak pada sistem escrow.
Pada tahun 2017, Ripple mengunci puluhan miliar XRP dalam kontrak escrow untuk memberikan transparansi terhadap distribusi token di masa depan. Mekanisme ini menjadi bagian penting dari tokenomics XRP karena memengaruhi jumlah aset yang tersedia di pasar seperti informasi yang kami kutip dari bitget.com.
Tujuannya adalah mencegah kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan pelepasan XRP dalam jumlah besar secara tiba-tiba.
Melalui mekanisme ini, sebagian XRP dilepas secara bertahap sesuai jadwal tertentu.
Namun ada satu hal yang sering disalahpahami. Banyak investor mengira setiap XRP yang keluar dari escrow otomatis masuk ke pasar. Kenyataannya tidak selalu demikian.
Dalam banyak kasus, sebagian XRP yang dilepas kembali dikunci untuk periode berikutnya. Karena itu, peningkatan circulating supply biasanya jauh lebih kecil dibanding jumlah XRP yang secara teoritis tersedia dari escrow.
Inilah alasan mengapa selisih antara total supply dan circulating supply XRP masih cukup besar hingga saat ini.
Apa Pengaruh Circulating Supply terhadap Harga XRP?
Untuk memahami pengaruhnya, kita perlu melihat market cap.
Rumus sederhananya:
Market Cap=Harga XRP×Circulating SupplyMarket\ Cap = Harga\ XRP \times Circulating\ SupplyMarket Cap=Harga XRP×Circulating Supply
Misalnya:
- Harga XRP = $3
- Circulating Supply = 60 miliar XRP
Maka market cap XRP menjadi sekitar $180 miliar.
Karena market cap menggunakan circulating supply, metrik ini membantu investor memahami bagaimana pasar menilai XRP saat ini.
Kesalahan yang sering terjadi adalah hanya melihat harga per koin.
Padahal harga Rp10.000 tidak selalu berarti murah. Jika supply yang beredar sangat besar, valuasi aset tersebut bisa saja sudah sangat tinggi. Karena itu, investor biasanya juga melihat market cap untuk mengetahui nilai keseluruhan sebuah aset kripto di pasar.
Apa Pengaruh Total Supply terhadap Valuasi XRP?
Jika circulating supply digunakan untuk menghitung market cap, total supply biasanya digunakan untuk melihat Fully Diluted Valuation atau FDV.
FDV mencoba menjawab pertanyaan:
“Bagaimana valuasi XRP jika seluruh supply yang ada sudah beredar?”
Misalnya:
- Harga XRP = $3
- Total Supply = 100 miliar XRP
Maka FDV XRP menjadi sekitar $300 miliar.
Angka ini tidak menunjukkan kondisi pasar saat ini, tetapi memberikan gambaran potensi valuasi maksimum berdasarkan supply yang tersedia.
Karena itu, FDV sering digunakan investor untuk menilai risiko dilusi jangka panjang.
Semakin besar selisih antara market cap dan FDV, semakin besar pula perhatian yang perlu diberikan terhadap distribusi supply di masa depan.
Mana yang Harus Diperhatikan Investor: Total Supply atau Circulating Supply?
Jawabannya bukan salah satu.
Keduanya penting, tetapi digunakan untuk tujuan yang berbeda.
Jika kamu ingin memahami kondisi pasar saat ini, circulating supply lebih relevan.
Metrik ini digunakan dalam perhitungan market cap dan menunjukkan jumlah XRP yang benar-benar berpartisipasi dalam aktivitas pasar.
Namun jika kamu ingin memahami potensi risiko jangka panjang, total supply juga perlu diperhatikan.
Total supply membantu investor melihat berapa banyak XRP yang masih berada di luar pasar dan bagaimana distribusi tersebut dapat memengaruhi valuasi di masa depan.
Investor pemula sering hanya melihat harga. Investor yang lebih berpengalaman biasanya melihat empat hal sekaligus:
- Harga
- Circulating Supply
- Market Cap
- Total Supply atau FDV
Dengan melihat keempatnya secara bersamaan, gambaran yang diperoleh menjadi jauh lebih lengkap. Pendekatan seperti ini juga sering digunakan dalam analisis fundamental crypto untuk menilai apakah sebuah aset masih memiliki valuasi yang menarik atau tidak.
Apakah XRP Masih Bisa Mengalami Dilusi?
Secara teknis, XRP tidak bisa mengalami inflasi seperti Bitcoin atau Ethereum karena tidak ada XRP baru yang diciptakan.
Jumlah maksimalnya sudah ditentukan sejak awal.
Namun investor tetap perlu memahami konsep dilusi dari sudut pandang pasar.
Ketika lebih banyak XRP masuk ke circulating supply melalui mekanisme distribusi yang sudah dijadwalkan, jumlah token yang tersedia di pasar bertambah.
Inilah yang sering disebut sebagai tekanan dilusi. Meski demikian, kondisi XRP berbeda dengan banyak proyek kripto baru yang memiliki unlock token besar-besaran dalam waktu singkat.
Distribusi XRP cenderung lebih terprediksi karena menggunakan sistem escrow yang sudah diketahui publik.
Karena itu, investor biasanya lebih fokus pada kecepatan pelepasan supply dan dampaknya terhadap permintaan pasar dibanding sekadar jumlah total XRP yang ada.
Faktor Lain yang Lebih Penting daripada Supply XRP
Supply memang penting, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan harga XRP.
Ada beberapa faktor lain yang sering memiliki pengaruh lebih besar.
1.Adopsi XRP Ledger
Semakin banyak penggunaan jaringan XRP Ledger, semakin besar utilitas yang dimiliki XRP.
2.Aktivitas On-Chain
Peningkatan transaksi, pengguna aktif, dan penggunaan aplikasi di jaringan dapat menjadi indikator pertumbuhan ekosistem.
3.Regulasi
Sebagai salah satu aset kripto terbesar, perkembangan regulasi sering memengaruhi sentimen terhadap XRP.
4.Permintaan Institusional
Masuknya institusi besar dapat menciptakan permintaan baru yang berdampak langsung terhadap harga.
5.Likuiditas Pasar
Aset dengan likuiditas tinggi biasanya lebih menarik bagi investor besar karena memudahkan transaksi dalam jumlah besar.
Inilah alasan mengapa melihat supply saja tidak cukup untuk menilai potensi sebuah aset.
Kesimpulan
Perbedaan antara total supply dan circulating supply XRP bukan sekadar detail teknis yang hanya menarik bagi analis pasar.
Kedua metrik ini membantu investor memahami bagaimana XRP dinilai oleh pasar saat ini dan bagaimana potensi valuasinya di masa depan.
Circulating supply memberikan gambaran kondisi pasar yang sedang berlangsung karena digunakan dalam perhitungan market cap. Sementara itu, total supply membantu investor melihat potensi valuasi penuh serta memahami risiko distribusi supply di masa depan.
Kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu fokus pada harga per koin tanpa memahami berapa banyak supply yang beredar. Padahal dua aset dengan harga yang sama bisa memiliki valuasi yang sangat berbeda.
Karena itu, saat menganalisis XRP atau aset kripto lainnya, jangan hanya bertanya “berapa harganya?”. Pertanyaan yang lebih penting adalah “berapa supply yang beredar dan bagaimana pengaruhnya terhadap valuasi?”.
FAQ
1. Apa perbedaan total supply dan circulating supply XRP?
Total supply adalah seluruh XRP yang masih ada saat ini, termasuk yang terkunci dalam escrow. Circulating supply hanya menghitung XRP yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan di pasar.
2. Berapa total supply XRP saat ini?
Total supply XRP saat ini mendekati 100 miliar XRP, sedikit berkurang karena sebagian kecil XRP dibakar melalui biaya transaksi jaringan.
3. Mengapa circulating supply XRP lebih kecil dari total supply?
Karena sebagian XRP masih berada dalam escrow dan belum masuk ke peredaran pasar. Inilah yang menciptakan selisih antara total supply dan circulating supply.
4. Apakah XRP masih bisa mengalami dilusi?
XRP tidak bisa menciptakan koin baru, tetapi circulating supply masih dapat bertambah melalui distribusi XRP yang sebelumnya belum beredar.
5. Mana yang lebih penting untuk investor, total supply atau circulating supply?
Keduanya penting. Circulating supply membantu memahami kondisi pasar saat ini, sedangkan total supply membantu menilai potensi valuasi dan risiko distribusi supply di masa depan.
Itulah informasi menarik tentang Perbedaan Supply XRP dan Dampaknya pada Harga Crypto yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.
Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.
Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: AL





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
