Pasar kripto kembali bersiap menghadapi potensi volatilitas tinggi menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) atau Consumer Price Index (CPI) April 2026.
Data ini menjadi sorotan karena inflasi diperkirakan kembali naik tajam akibat lonjakan harga minyak yang dipicu konflik geopolitik antara AS dan Iran.
Mengutip dari Be(in)Crypto, inflasi tahunan AS diprediksi naik menjadi 3,7% secara year-on-year (YoY), lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya di level 3,3%.
Jika proyeksi ini terjadi, maka inflasi AS akan menyentuh level tertinggi sejak September 2023. dan memunculkan kekhawatiran baru di pasar, termasuk terhadap aset berisiko seperti Bitcoin (BTC).
Harga Minyak Jadi Pemicu Utama Inflasi AS
Lonjakan inflasi kali ini disebut sangat dipengaruhi kenaikan harga energi, khususnya minyak mentah.
Sejak konflik AS-Iran memanas pada akhir Februari, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat melonjak lebih dari 50% hingga akhir April.
Meski sempat terkoreksi pada awal Mei, harga minyak masih berada sekitar 40% lebih tinggi dibanding sebelum konflik terjadi.
Kenaikan harga minyak biasanya memberi efek domino ke berbagai sektor ekonomi. Biaya transportasi, distribusi, hingga produksi ikut meningkat dan pada akhirnya mendorong harga barang serta jasa naik lebih tinggi.
Baca juga berita terbaru: Kevin Warsh Selangkah Lagi Jadi Ketua The Fed, Akankah Berdampak ke Crypto?
Core CPI Jadi Penentu Arah Market
Selain headline CPI, investor juga menyoroti data Core CPI atau inflasi inti yang tidak memasukkan harga makanan dan energi.
Core CPI April diperkirakan naik menjadi 2,7% YoY dari sebelumnya 2,6%. Sementara secara bulanan diproyeksikan tumbuh 0,4%.
Data ini dianggap penting karena bisa menunjukkan apakah kenaikan harga energi mulai menyebar ke seluruh sektor ekonomi AS.
Ekonom Deutsche Bank Jim Reid mengatakan tekanan inflasi di AS diperkirakan masih cukup kuat pada April meski kenaikannya mulai melambat dibanding bulan sebelumnya.
“Ekonom kami memperkirakan inflasi utama naik sebesar 0,58% secara bulanan, melambat dari kenaikan 0,9% pada Maret, namun masih relatif tinggi,” ujar Reid.
Ia juga menyoroti bahwa inflasi inti justru diperkirakan mengalami kenaikan.
“Sebaliknya, inflasi inti diproyeksikan meningkat menjadi 0,39% MoM dari sebelumnya 0,2%, yang menunjukkan tekanan harga dasar masih cukup kuat meskipun dampak kenaikan energi mulai mereda. Secara tahunan, inflasi utama diperkirakan naik dari 3,3% menjadi 3,8%, sementara inflasi inti meningkat dari 2,6% menjadi 2,8%,” tambahnya.
Jika Core CPI lebih tinggi dari ekspektasi pasar, maka The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Bahkan, peluang kenaikan suku bunga tambahan mulai kembali dibicarakan.

Sumber Gambar: CME FedWatch Tool
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan sekitar 73% peluang Federal Reserve mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5% hingga 3,75% sampai akhir tahun.
Di sisi lain, terdapat sekitar 20% probabilitas kenaikan suku bunga tambahan sebesar 25 basis points (bps).
Baca juga berita terbaru: Bitcoin (BTC) Bisa Akhiri Bear Market Jika Tembus Level Ini, Kata Analis
Bitcoin Bisa Tertekan Jika CPI Lebih Panas
Bagi pasar kripto, data CPI menjadi salah satu indikator makro paling sensitif dalam beberapa tahun terakhir.
Inflasi yang lebih tinggi biasanya membuat dolar AS menguat karena investor memperkirakan kebijakan moneter tetap ketat. Kondisi ini sering memberi tekanan terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin dan altcoin.
Jika data CPI April keluar lebih tinggi dari perkiraan pasar, maka potensi koreksi jangka pendek Bitcoin bisa kembali terbuka.
Analis UOB Group Alvin Liew juga mengatakan kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah bisa membuat pemotongan suku bunga tertunda lebih lama.
“Investor akan berada dalam kewaspadaan tinggi terhadap kemungkinan penundaan lebih lanjut terhadap pemangkasan suku bunga pertama, atau bahkan kemungkinan The Fed tidak dapat melonggarkan kebijakan moneternya sama sekali pada paruh kedua 2026, jika harga energi terus naik tajam dan bertahan lama akibat eskalasi atau berkepanjangannya konflik di Timur Tengah,” jelas Alvin Liew dari UOB Group.
Ia juga menilai efek lanjutan dari kenaikan harga minyak terhadap inflasi akan memperumit arah kebijakan The Fed ke depan.
Selain data inflasi, investor juga terus memantau perkembangan konflik AS-Iran, khususnya terkait Selat Hormuz.
Kesimpulan
Rilis data CPI AS April berpotensi menjadi salah satu momentum penting bagi arah market dalam jangka pendek. Kenaikan inflasi akibat lonjakan harga minyak membuat pasar mulai kembali mempertimbangkan skenario The Fed tetap hawkish lebih lama.
Bagi Bitcoin, situasi ini dapat memicu volatilitas baru, terutama jika data inflasi keluar lebih tinggi dari ekspektasi.
Di tengah ketidakpastian geopolitik dan arah suku bunga global, pasar crypto tampaknya masih akan bergerak sangat sensitif terhadap data ekonomi Amerika Serikat dalam beberapa waktu ke depan.
FAQ
- Apa itu CPI AS dan kenapa penting untuk Bitcoin?
CPI AS atau Consumer Price Index adalah data inflasi yang mengukur kenaikan harga barang dan jasa di Amerika Serikat. Data ini penting karena memengaruhi keputusan suku bunga The Fed yang berdampak langsung pada harga Bitcoin dan pasar crypto. - Kenapa inflasi tinggi bisa membuat Bitcoin turun?
Inflasi tinggi biasanya membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi. Kondisi ini memperkuat dolar AS dan mengurangi minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin. - Apa hubungan konflik AS-Iran dengan harga crypto?
Konflik geopolitik dapat mendorong kenaikan harga minyak dan inflasi global. Jika inflasi meningkat, market crypto sering mengalami tekanan karena investor lebih berhati-hati terhadap aset volatil. - Apa itu Core CPI dalam data inflasi AS?
Core CPI adalah inflasi inti yang tidak memasukkan harga makanan dan energi karena dianggap lebih stabil. Investor menggunakan indikator ini untuk melihat tekanan inflasi jangka panjang di ekonomi AS. - Bagaimana dampak suku bunga The Fed terhadap Bitcoin?
Ketika suku bunga naik atau tetap tinggi, likuiditas di market cenderung berkurang sehingga aset seperti Bitcoin bisa tertekan. Sebaliknya, pemangkasan suku bunga biasanya dianggap positif bagi market crypto. - Kapan data CPI AS April 2026 dirilis?
Data CPI AS April 2026 dijadwalkan dirilis oleh US Bureau of Labor Statistics (BLS) pada Selasa waktu Amerika Serikat dan menjadi fokus utama market global minggu ini.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Consumer Price Index, #Berita The Fed






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


