Nama Erick Thohir tidak pernah jauh dari perbincangan. Ia hadir di berbagai ruang, dari bisnis hingga pemerintahan. Namun jika ditarik ke akar, identitas utamanya tetap sebagai pengusaha yang membangun pijakan dari keputusan-keputusan yang terukur.
Menariknya, cara ia membangun portofolio tidak mengikuti arus cepat yang sering terlihat hari ini. Tidak terlihat terburu-buru mengejar tren, tetapi lebih memilih sektor yang punya peran nyata dalam ekonomi. Di situlah letak kekuatan yang sering tidak disadari.
Siapa itu Erick Thohir dan Akar Pola Berpikirnya
Erick Thohir lahir dalam lingkungan yang dekat dengan dunia bisnis, tetapi yang membentuknya bukan hanya latar belakang, melainkan cara ia memproses peluang, seperti yang kami kutip dari id.wikipedia.org/
Pendidikan bisnis di Amerika Serikat memberi fondasi, tetapi keputusan untuk masuk ke industri media saat kembali ke Indonesia menunjukkan sesuatu yang lebih penting: kemampuan membaca arah perubahan.
Di masa itu, media belum sekompetitif sekarang. Banyak yang melihatnya sebagai bisnis biasa. Namun jika ditarik lebih jauh, media sebenarnya adalah pintu masuk ke distribusi informasi, pengaruh publik, dan koneksi ke berbagai sektor lain.
Pilihan awal ini bukan kebetulan. Ini menjadi fondasi yang menjelaskan banyak keputusan investasi berikutnya.
Dari Media ke Ekosistem
Mahaka Group bukan sekadar perusahaan media. Ia dibangun sebagai ekosistem.
Awalnya dari media cetak, lalu berkembang ke radio, televisi, hingga digital. Namun yang menarik bukan ekspansinya, melainkan cara tiap lini saling terhubung.
Radio membangun audiens. Media digital memperluas distribusi. Konten menjadi alat monetisasi sekaligus pengaruh.
Pendekatan seperti ini membuat bisnis tidak berdiri sendiri. Ada efek berantai yang terus berkembang.
Di titik ini mulai terlihat bahwa Erick Thohir tidak hanya membangun bisnis, tetapi membangun posisi di dalam industri. Hal yang sama juga terlihat pada tokoh lain di lingkar bisnisnya, termasuk saudaranya yang juga dikenal sebagai pemain besar di sektor energi seperti yang dibahas dalam artikel profil Garibaldi Thohir: Pengusaha Tambang & Investor.
Investasi di Media: Bukan Sekadar Konten, Tapi Kendali Distribusi
Masuk ke sektor media berarti masuk ke pusat distribusi informasi. Ini bukan hanya soal berita atau hiburan, tetapi tentang siapa yang mengendalikan arus perhatian.
Melalui Mahaka Media Tbk (ABBA), Erick Thohir memiliki eksposur besar di sektor ini. Perusahaan ini menaungi berbagai lini, dari media cetak hingga aktivitas kreatif.
Di sisi lain, Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) memperkuat posisi di radio, dengan brand seperti Gen FM dan Mustang FM yang memiliki basis pendengar kuat di kota besar.
Kepemilikan melalui entitas seperti PT Beyond Media bahkan mendekati 40 persen di beberapa lini. Ini menunjukkan posisi aktif, bukan sekadar investasi pasif.
Di era digital, kontrol distribusi seperti ini menjadi aset yang tidak terlihat, tetapi sangat menentukan. Hal ini juga yang sering menjadi dasar dalam memahami bagaimana sektor media bisa menjadi bagian dari strategi investasi jangka panjang, mirip dengan pembahasan tentang peran industri dalam membentuk nilai aset di berbagai instrumen investasi.
Ketika Portofolio Tidak Cukup: Masuk ke Sektor Energi
Setelah membangun pengaruh melalui media, langkah berikutnya mengarah ke sektor yang lebih fundamental, yaitu energi.
Keterkaitan dengan Adaro Energy Indonesia (ADRO) menunjukkan ekspansi ke sektor yang menjadi tulang punggung industri.
Energi berbeda dari media. Tidak bergantung pada tren, tetapi pada kebutuhan. Permintaan akan energi tidak hilang, bahkan cenderung meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.
Di sini terlihat keseimbangan yang jarang disadari. Media memberi pengaruh, energi memberi stabilitas.
Portofolio seperti ini tidak hanya mencari pertumbuhan, tetapi juga ketahanan. Pendekatan serupa sering ditemukan pada investor yang fokus pada sektor komoditas dan fundamental ekonomi jangka panjang.
Daftar Saham Erick Thohir dan Struktur Kepemilikannya
Untuk memahami lebih konkret, beberapa saham yang sering dikaitkan dengan Erick Thohir bisa dilihat sebagai representasi dari strategi tersebut.
| Perusahaan | Kode Saham | Sektor | Peran dalam Portofolio |
| Mahaka Media Tbk | ABBA | Media & Hiburan | Distribusi konten dan pengaruh |
| Mahaka Radio Integra Tbk | MARI | Media (Radio) | Audiens dan engagement |
| Adaro Energy Indonesia Tbk | ADRO | Energi | Stabilitas dan fundamental ekonomi |
Kalau dilihat dari tabel ini, terlihat jelas bahwa portofolio tidak dibangun secara acak. Ada pola yang menghubungkan satu sektor dengan sektor lainnya, seperti informasi yang kami kutip dari website investasiku.id,.
Membaca Pola: Cara Ia Melihat Risiko dan Peluang
Dari struktur tersebut, muncul satu pertanyaan penting: apa yang sebenarnya dicari dalam sebuah investasi?
Banyak investor mengejar pertumbuhan cepat. Namun pendekatan Erick Thohir terlihat lebih fokus pada posisi strategis.
Media memberi akses ke informasi dan tren. Energi memberi kestabilan jangka panjang. Kombinasi ini menciptakan portofolio yang tidak mudah terguncang.
Pendekatan seperti ini juga relevan ketika membahas bagaimana investor memilih aset, baik di sektor tradisional maupun aset baru yang mulai berkembang.
Pelajaran untuk Investor: Antara Kesabaran dan Arah
Bagi investor ritel, pendekatan seperti ini sering terasa lambat. Tidak ada pergerakan cepat yang bisa langsung dilihat.
Namun jika dilihat dari hasil jangka panjang, justru strategi seperti ini yang sering bertahan.
Ini membuka perspektif bahwa investasi bukan hanya soal kapan masuk dan keluar, tetapi tentang di mana posisi kamu dalam jangka panjang.
Tidak semua peluang harus diambil. Tidak semua tren harus diikuti.
Ketika Investor Modern Bergerak Lebih Cepat
Di sisi lain, perkembangan teknologi mengubah cara orang berinvestasi.
Aset digital seperti Bitcoin, trading kripto, hingga instrumen berbasis teknologi menjadi pilihan baru. Pergerakannya cepat, aksesnya mudah, dan potensi keuntungannya terlihat menarik.
Namun karakter ini berbeda dengan sektor seperti media dan energi. Volatilitasnya lebih tinggi, dan sering dipengaruhi oleh sentimen.
Menyatukan Dua Pendekatan: Konvensional dan Digital
Seiring waktu, batas antara dua pendekatan ini mulai kabur.
Banyak investor mulai menggabungkan investasi sektor riil dengan aset digital. Bukan untuk menggantikan, tetapi untuk melengkapi.
Pendekatan seperti ini membuka ruang baru. Stabilitas dari sektor konvensional bisa dikombinasikan dengan potensi pertumbuhan dari aset digital.
Jika dilihat dari sudut pandang ini, evolusi investasi bukan tentang meninggalkan yang lama, tetapi memperluas cara melihat peluang.
Kesimpulan
Melihat perjalanan Erick Thohir, ada satu pola yang sulit diabaikan. Ia tidak membangun portofolio dengan mengejar apa yang sedang ramai, tetapi dengan memahami sektor mana yang benar-benar punya peran dalam struktur ekonomi.
Media memberinya kendali atas distribusi informasi, sementara energi memberinya pijakan pada kebutuhan dasar yang tidak mudah tergantikan. Dua sektor ini mungkin terlihat berbeda, tetapi justru di situlah kekuatannya. Satu bergerak mengikuti dinamika publik, satu lagi bertahan karena kebutuhan.
Bagi investor, ini membuka cara pandang yang lebih luas. Tidak semua peluang harus diambil, dan tidak semua tren harus diikuti. Ada kalanya yang lebih penting adalah posisi, bukan kecepatan.
Di sisi lain, cara mengakses saham juga mulai mengalami perubahan. Perkembangan teknologi blockchain menghadirkan pendekatan baru melalui konsep tokenized stock atau Xstocks, yaitu representasi saham dalam bentuk aset digital yang bisa diperdagangkan dengan lebih fleksibel.
Sejalan dengan tren tersebut, tokenized stock mulai diperkenalkan di ekosistem kripto, dan fitur ini juga dijadwalkan hadir di INDODAX sebagaimana disampaikan dalam blog di sini. Perubahan ini memberi gambaran bahwa akses terhadap saham, termasuk saham global, berpotensi menjadi lebih sederhana ke depannya.
Perkembangan ini tidak menggantikan pendekatan lama, tetapi memperluas cara orang berinvestasi. Di satu sisi ada strategi berbasis sektor riil seperti yang dilakukan Erick Thohir, di sisi lain muncul inovasi yang membuka akses lebih luas bagi investor.
Pada akhirnya, investasi bukan hanya soal memilih aset, tetapi tentang bagaimana menyusun arah. Dan arah itu sering kali tidak terlihat dari yang paling ramai, melainkan dari yang paling bertahan sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan.
Itulah informasi menarik tentang profil Erick Thohi yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.
Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.
Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
- Kenapa Erick Thohir banyak fokus di media dan energi?
Karena dua sektor ini punya peran yang sangat berbeda tapi saling melengkapi. Media berhubungan dengan pengaruh dan distribusi informasi, sementara energi menyentuh kebutuhan dasar. Kombinasi ini membuat portofolionya tidak bergantung pada satu jenis risiko saja.
- Apakah saham seperti ABBA dan MARI masih relevan untuk dilirik investor?
Relevansinya tergantung sudut pandang. Kalau melihat dari sisi fundamental, sektor media tetap punya peran, meskipun bentuknya berubah ke digital. Yang penting bukan hanya perusahaannya, tetapi bagaimana bisnisnya beradaptasi.
- Kenapa keterlibatan di ADRO dianggap penting meskipun tidak langsung?
Karena sektor energi seperti batu bara masih menjadi bagian besar dari sistem ekonomi. Meskipun kepemilikannya tidak langsung, eksposur ke sektor ini tetap memberi gambaran bagaimana portofolio dibangun dengan mempertimbangkan stabilitas.
- Apa perbedaan pendekatan Erick Thohir dengan investor ritel saat ini?
Investor ritel sering bergerak berdasarkan momentum dan tren. Sementara pendekatan seperti Erick Thohir lebih berfokus pada posisi jangka panjang di sektor tertentu, bahkan jika hasilnya tidak langsung terlihat dalam waktu singkat.
- Apakah pendekatan seperti ini masih relevan di era aset digital?
Masih relevan, justru karena bisa menjadi penyeimbang. Aset digital menawarkan kecepatan dan potensi pertumbuhan, sementara sektor riil memberi kestabilan. Banyak investor saat ini mulai menggabungkan keduanya, bukan memilih salah satu.
Author: AL





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
