Aktivitas pengembangan proyek DeFi dalam 30 hari terakhir menunjukkan perubahan arah yang cukup tajam.
Data dari Santiment yang melacak lebih dari 4.000 proyek kripto menempatkan Chainlink (LINK) dan Aave (AAVE) sebagai dua protokol dengan aktivitas developer tertinggi, sekaligus mencerminkan pergeseran fokus industri ke integrasi keuangan global dan pembaruan infrastruktur.

Sumber Gambar: X.com/Santiment
Chainlink Pimpin, Mulai Masuk ke Infrastruktur Perbankan
Chainlink menempati posisi pertama dengan tingkat aktivitas pengembangan yang unggul jauh dibanding proyek lain, bahkan tercatat sekitar 2,49 kali lebih tinggi dari peringkat kedua.
Lonjakan ini terjadi setelah uji coba besar bersama SWIFT dan sejumlah bank global pada 5 April 2026. Mereka menggunakan Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) milik Chainlink untuk transfer aset tokenisasi lintas jaringan.
Tak berhenti di situ, Coinbase juga mengonfirmasi integrasi dengan Chainlink DataLink, yang memungkinkan data institusional masuk langsung ke ekosistem DeFi.
Kombinasi dua perkembangan ini mempertegas posisi Chainlink sebagai penghubung antara sistem keuangan tradisional dan blockchain.
Aave V4 Resmi Meluncur, Ubah Arsitektur Lama
Di posisi berikutnya, Aave mencatat salah satu pembaruan terbesar dalam sejarahnya. Pada 30 Maret 2026, Aave V4 resmi meluncur di Ethereum (ETH) dengan struktur baru berbasis hub-and-spoke.
Model ini memungkinkan risiko dipisahkan di tiap market, namun tetap berbagi likuiditas yang sama. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dan fleksibel, terutama untuk kebutuhan institusional.
Aave juga memperkenalkan Aave Pro, antarmuka khusus untuk pengguna profesional. Langkah ini menunjukkan bahwa DeFi mulai serius menyasar segmen institusi, bukan hanya pengguna retail.
Baca juga berita terkait: Aave V4 Rilis di Ethereum, Sistem Lending DeFi Kini Berubah Total
DeepBook dan Injective Dorong Inovasi Trading
DeepBook yang dibangun di atas blockchain Sui menempati posisi kedua dalam daftar. Protokol ini mengembangkan central limit order book (CLOB) dan berencana menambahkan fitur margin trading hingga 10 kali leverage.
Sementara itu, Injective mengubah strategi melalui mekanisme tokenomics. Setelah proposal IIP-617 disetujui, tingkat pembakaran token meningkat dua kali lipat secara permanen.
Jika aktivitas jaringan terus tumbuh, model ini berpotensi menciptakan tekanan deflasi pada suplai token INJ.
Lido dan Euler Fokus ke Manajemen Modal dan Institusi
Berbeda dengan proyek lain yang fokus pada teknologi, Lido memilih pendekatan manajemen kapital. Proposal pembelian kembali token LDO senilai sekitar 20 juta dolar diajukan untuk mengatasi selisih valuasi terhadap ETH.
Selain itu, Lido juga meluncurkan produk EarnETH dan EarnUSD untuk menyederhanakan strategi yield.
Di sisi lain, Euler Finance kembali masuk ke pasar institusional melalui peluncuran Institutional Vaults bersama Concrete. Produk ini menawarkan pasar lending dengan manajemen risiko aktif untuk investor profesional.
Ekspansi multi-chain juga dilakukan, dengan tambahan dana lebih dari 100 juta dolar di jaringan seperti Base, Swell, dan Sonic.
Uniswap dan Curve Perkuat Posisi Lama
Uniswap (UNI) dan Curve tetap berada di tengah daftar, dengan fokus pada penguatan fitur yang sudah ada.
Uniswap mulai mengimplementasikan fitur hooks di V4 yang memungkinkan pengembangan fungsi tambahan seperti limit order dan dynamic fee. Selain itu, governance juga menyetujui ekspansi fee protocol yang akan digunakan untuk mekanisme burn token UNI.
Curve sedang mengembangkan Llamalend V2 yang akan memungkinkan listing aset sebagai jaminan secara permissionless, dengan rencana peluncuran penuh pada kuartal kedua 2026.
Baca selanjutnya: Jangan Asal Beli Bitcoin, 3 Fakta Ini Sering Diabaikan Investor Baru
Babylon Labs Buka Akses Bitcoin ke DeFi
Salah satu proyek paling menarik dalam daftar adalah Babylon Labs. Protokol ini mencoba membawa Bitcoin (BTC) native ke dalam ekosistem DeFi tanpa perlu wrapped asset.
Pendekatan ini memungkinkan BTC digunakan sebagai jaminan dalam sistem lending, dengan integrasi ke Aave V4 yang direncanakan pada April 2026.
Jika berhasil, langkah ini bisa menghubungkan dua sumber likuiditas terbesar di industri kripto yang sebelumnya terpisah.
Kesimpulan
Data terbaru ini menegaskan bahwa DeFi tidak lagi bergerak dalam satu arah yang sama.
Chainlink mendorong koneksi dengan institusi global, Aave membangun ulang fondasi lending, sementara proyek lain mengeksplorasi model baru yang lebih kompleks.
Dalam kondisi seperti ini, aktivitas developer menjadi salah satu indikator penting untuk melihat proyek mana yang benar-benar berkembang, bukan sekadar mengikuti tren.
FAQ
- Apa itu development activity dalam proyek kripto?
Development activity adalah ukuran seberapa aktif tim developer mengembangkan sebuah proyek, biasanya dilihat dari update kode, peluncuran fitur baru, dan proposal governance di GitHub. - Kenapa aktivitas developer penting dalam DeFi?
Aktivitas developer mencerminkan fundamental proyek. Proyek dengan pengembangan aktif cenderung lebih adaptif dan memiliki potensi jangka panjang dibanding yang stagnan. - Apakah proyek dengan development activity tinggi pasti bagus?
Tidak selalu. Aktivitas tinggi menunjukkan progres, tetapi tetap perlu dilihat dari adopsi, keamanan, dan utilitas produk di pasar. - Apa perbedaan DeFi yang fokus teknologi dan tokenomics?
Proyek berbasis teknologi fokus pada upgrade sistem dan fitur, sedangkan tokenomics lebih ke pengaturan suplai, burn, atau distribusi token untuk memengaruhi nilai. - Bagaimana cara melihat ranking proyek DeFi terbaru?
Beberapa platform seperti Santiment menyediakan data aktivitas developer secara real-time yang bisa digunakan untuk memantau perkembangan proyek kripto.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Coindoo – Top 10 DeFi Protocols by Development Activity in the Past Month, diakses pada 7 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Blockchain





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


