Apa Itu Rakuten Wallet? Cara Kerja dan Faktanya
icon search
icon search

Top Performers

Apa Itu Rakuten Wallet? Cara Kerja dan Faktanya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Apa Itu Rakuten Wallet? Cara Kerja dan Faktanya

Apa Itu Rakuten Wallet? Cara Kerja dan Faktanya

Daftar Isi


Rangkuman:   ChatGPT
Perplexity

Saat membahas layanan kripto di Jepang, nama yang sering muncul bukan cuma exchange global atau wallet non-custodial yang populer di komunitas Web3. Ada juga pemain yang tumbuh dari ekosistem digital besar dan punya pendekatan berbeda, yaitu Rakuten Wallet. Buat banyak orang, nama ini menarik karena berada di bawah grup Rakuten, perusahaan yang selama ini lebih dikenal lewat e-commerce, fintech, loyalty point, dan layanan digital lain yang sudah lekat dengan kehidupan pengguna di Jepang. Pendekatan seperti ini membuat Rakuten Wallet layak dibahas bukan hanya sebagai platform kripto, tetapi sebagai contoh bagaimana aset digital dimasukkan ke dalam ekosistem layanan yang lebih luas.

Kalau kamu mencari jawaban singkat, Rakuten Wallet adalah layanan jual beli dan penyimpanan aset kripto milik grup Rakuten yang beroperasi di Jepang. Namun, kalau pembahasannya berhenti di definisi itu saja, gambaran besarnya justru hilang. Rakuten Wallet tidak dibangun dengan logika yang sama seperti wallet kripto murni atau exchange global yang mengejar ekspansi lintas negara. Ia berkembang sebagai bagian dari strategi ekosistem, sehingga fungsi, target pengguna, dan arah pengembangannya juga berbeda. Di situlah pembahasan ini menjadi lebih menarik.

 

Mengenal Rakuten Wallet dan Posisi Uniknya

Rakuten Wallet adalah perusahaan layanan pertukaran aset kripto yang berada di bawah Rakuten Securities Holdings. Di situs resminya, Rakuten Wallet menegaskan diri sebagai exchange kripto milik grup Rakuten, lengkap dengan registrasi sebagai penyedia layanan pertukaran aset kripto di Jepang, sehingga posisinya bisa dipahami sebagai bagian dari layanan exchange crypto yang terhubung dengan ekosistem keuangan digital. Dari sisi struktur perusahaan, ini penting karena menunjukkan bahwa Rakuten Wallet bukan proyek sampingan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari lini keuangan Rakuten yang sudah terhubung dengan bisnis fintech mereka.

Keunikan pertamanya terlihat dari cara layanan ini diposisikan. Banyak platform kripto menjual narasi kebebasan penuh, self-custody, atau akses ke pasar global. Rakuten Wallet justru tampil lebih dekat ke pola layanan keuangan digital arus utama. Pengguna didorong untuk masuk lewat antarmuka yang sederhana, integrasi dengan akun Rakuten, dan kemudahan transaksi yang dibungkus dalam pengalaman yang terasa familier bagi pengguna ekosistem Rakuten. Karena itu, Rakuten Wallet lebih tepat dipahami sebagai crypto service berbasis ekosistem daripada sekadar wallet biasa.

Cara pandang ini penting karena akan mempengaruhi semua hal lain, mulai dari cara kerjanya, target pengguna, sampai arah pengembangannya ke Web3. Setelah memahami posisinya, pertanyaan berikutnya tentu mengarah ke siapa pihak di balik layanan ini dan kenapa Rakuten masuk ke area kripto.

 

Siapa Pemilik Rakuten Wallet?

Rakuten Wallet beroperasi sebagai anak usaha Rakuten Securities Holdings, sementara Rakuten Securities Holdings sendiri berada dalam payung Rakuten Group. Struktur ini menunjukkan bahwa kepemilikan Rakuten Wallet tetap terhubung ke konglomerasi digital Rakuten, bukan dimiliki oleh entitas kripto independen. Rakuten Wallet juga mencantumkan detail resmi perusahaan seperti tanggal pendirian 15 Desember 2016, status regulasi, serta afiliasinya dengan asosiasi industri kripto Jepang.

Kalau ditarik sedikit lebih lebar, Rakuten Group memang bukan nama kecil. Grup ini dikenal luas lewat bisnis e-commerce, perbankan, pembayaran digital, sekuritas, kartu kredit, dan layanan digital lain. Artinya, saat Rakuten masuk ke kripto, motivasinya tidak harus sama dengan exchange yang sejak awal hidup dari volume trading. Rakuten bisa menjadikan aset kripto sebagai salah satu perpanjangan dari layanan finansialnya, sama seperti mereka membangun sinergi antara belanja, pembayaran, poin loyalitas, dan produk investasi.

Dari sini mulai terlihat bahwa Rakuten Wallet lahir bukan untuk tampil paling agresif di pasar global, tetapi untuk memperdalam ekosistem Rakuten sendiri. Pemahaman itu penting sebelum masuk ke pertanyaan yang lebih teknis, yaitu bagaimana sebenarnya cara kerja Rakuten Wallet.

 

Cara Kerja Rakuten Wallet

Secara sederhana, Rakuten Wallet bekerja sebagai layanan terpusat atau custodial, yang dalam praktiknya lebih dekat dengan konsep custodial wallet karena pengelolaan aset dilakukan oleh platform, bukan sepenuhnya oleh pengguna. Dalam model seperti ini, pengguna membuat akun, menyetor dana, membeli aset kripto, lalu aset tersebut dikelola dalam infrastruktur yang dioperasikan platform. Jadi, pengguna memang bisa membeli, menjual, menyimpan, dan memindahkan aset, tetapi kontrol teknis atas penyimpanan inti tidak sepenuhnya berada di tangan pengguna sebagaimana pada wallet non-custodial. Ini berbeda dengan MetaMask atau wallet self-custody lain, di mana private key menjadi tanggung jawab pengguna sendiri.

Di situs resminya, Rakuten Wallet menjelaskan bahwa layanan aplikasinya memungkinkan pengguna membeli dan menjual aset kripto, menukar Rakuten Points ke aset kripto mulai dari minimum 100 poin, melakukan charge ke Rakuten Cash, serta mengelola deposit dan penarikan yen Jepang. Dalam praktiknya, ini membuat pengalaman pengguna terasa dekat dengan aplikasi keuangan digital biasa, bukan seperti alat teknis yang hanya cocok untuk pengguna kripto berpengalaman.

Supaya tidak salah paham, istilah wallet pada nama Rakuten Wallet memang bisa menimbulkan kesan seolah ini adalah dompet kripto yang mirip wallet mandiri. Padahal, fungsi utamanya lebih dekat ke gabungan exchange dan layanan penyimpanan yang difasilitasi perusahaan. Inilah mengapa memahami model custodial menjadi penting. Pada model ini, kenyamanan biasanya lebih tinggi, tetapi ketergantungan pada keamanan dan kebijakan platform juga lebih besar.

Perbedaan itu juga menjelaskan kenapa Rakuten Wallet terasa lebih ramah untuk pemula. Pengguna tidak perlu langsung dipaksa memahami seed phrase, recovery phrase, atau tanggung jawab teknis lain yang sering membuat orang awam ragu menyentuh kripto. Sesudah logika kerjanya dipahami, pembahasan berikutnya akan lebih mudah, terutama saat melihat fitur-fitur yang membuat layanan ini relevan di pasar Jepang.

 

Fitur Utama Rakuten Wallet

Salah satu daya tarik terbesar Rakuten Wallet adalah integrasinya dengan layanan Rakuten lain. Pengguna bisa menukar Rakuten Points menjadi aset kripto tertentu, sebuah fitur yang membuat titik masuk ke aset digital terasa lebih rendah bagi pengguna yang sebelumnya sudah aktif di ekosistem Rakuten. Dalam konteks Jepang, ini penting karena adopsi sering tumbuh lebih cepat saat layanan baru menempel pada kebiasaan digital yang sudah ada, bukan memaksa pengguna membangun perilaku baru dari nol.

Fitur lainnya adalah kemampuan mengisi Rakuten Cash menggunakan aset kripto. Rakuten Group pernah mengumumkan bahwa pengguna dapat charge Rakuten Cash dengan Bitcoin dan aset kripto lain, sehingga aset digital itu bisa diarahkan kembali ke alur pembayaran di merchant yang terhubung dengan layanan Rakuten. Model ini memperlihatkan bahwa kripto di Rakuten Wallet tidak diposisikan hanya sebagai instrumen spekulatif, tetapi juga sebagai bagian dari sirkulasi nilai dalam ekosistem digital Rakuten.

Selain itu, Rakuten Wallet juga menyediakan layanan jual beli aset kripto melalui aplikasi, chart untuk memantau harga, informasi keuntungan dan kerugian, serta kemudahan deposit dan withdrawal yang terkoneksi dengan Rakuten Bank. Dalam bahasa yang lebih sederhana, pengguna tidak hanya diberi akses ke aset kripto, tetapi juga dipandu dalam alur penggunaan yang dirancang sesederhana mungkin. Pendekatan semacam ini sangat berbeda dari platform yang fokus pada fitur trading kompleks atau eksplorasi token yang sangat luas.

Dari sisi produk, semua fitur ini menunjukkan satu hal: Rakuten Wallet dibangun untuk membuat kripto terasa masuk akal bagi pengguna sehari-hari. Begitu pembahasan sampai di sini, pertanyaan yang biasanya langsung muncul adalah soal keamanan. Itu wajar, karena kenyamanan model custodial selalu harus dibayar dengan kepercayaan yang lebih besar kepada operator platform.

 

Apakah Rakuten Wallet Aman untuk Menyimpan Crypto?

Untuk menilai keamanan Rakuten Wallet, ada dua lapisan yang perlu dibedakan. Lapisan pertama adalah keamanan operasional platform. Rakuten Wallet menyatakan bahwa dana fiat pelanggan dikelola secara terpisah melalui trust account, sementara aset kripto pelanggan disimpan terpisah dari aset perusahaan dan seluruh aset kripto pelanggan disimpan di cold wallet. Mereka juga menjelaskan penggunaan multi-signature untuk pengelolaan private key tertentu serta penerapan two-factor authentication untuk login, penarikan yen, penarikan aset kripto, dan charge Rakuten Cash.

Lapisan kedua adalah rekam jejak insiden yang diketahui publik. Sampai penelusuran yang saya lakukan untuk bahan ini, saya tidak menemukan laporan besar yang luas diberitakan tentang peretasan spesifik terhadap Rakuten Wallet yang menyebabkan kehilangan aset pelanggan dalam skala besar. Namun, kalimat ini tetap perlu dibaca dengan hati-hati. Tidak menemukan laporan besar bukan berarti risiko nol. Dalam layanan custodial, risiko tetap ada, mulai dari penyalahgunaan akun, kebocoran kredensial, kesalahan operasional, sampai ancaman siber yang menargetkan infrastruktur perusahaan.

Karena itu, menyebut Rakuten Wallet aman harus dilakukan dengan konteks yang benar. Aman di sini lebih tepat dipahami sebagai layanan yang beroperasi dalam kerangka regulasi Jepang yang ketat, memiliki kontrol keamanan formal, dan menekankan segregasi aset pelanggan. Tetapi seperti semua platform terpusat, keamanan pengguna tetap sangat bergantung pada kombinasi antara proteksi sistem dan disiplin pengguna sendiri.

Pemahaman ini membawa pembahasan ke pertanyaan berikutnya. Kalau model dan fiturnya cukup matang, kenapa nama Rakuten Wallet justru lebih kuat terdengar di Jepang dan tidak sepopuler exchange global di banyak negara lain?

 

Kenapa Rakuten Wallet Lebih Populer di Jepang?

Jawaban paling sederhana adalah karena Rakuten Wallet memang dibangun untuk pasar Jepang. Proses pembukaan akunnya terhubung dengan ekosistem Rakuten, layanan dan dukungan utamanya berorientasi domestik, dan kekuatan terbesarnya berasal dari integrasi dengan produk keuangan serta loyalty system yang sudah lebih dulu mapan di Jepang. Situs resmi Rakuten Wallet juga menggambarkan layanan yang sangat berfokus pada pengguna lokal, termasuk kaitannya dengan Rakuten Bank, Rakuten Cash, dan Rakuten Points.

Faktor lain datang dari karakter pasar Jepang itu sendiri. Jepang dikenal ketat dalam regulasi aset kripto. Di satu sisi, hal ini bisa memperlambat ekspansi agresif dan mempersempit ruang gerak produk. Di sisi lain, regulasi yang jelas justru memberi rasa aman lebih besar bagi pengguna arus utama. Dalam konteks seperti ini, layanan yang berada di bawah payung brand besar dan tepercaya seperti Rakuten punya posisi yang kuat, terutama bagi pemula yang tidak ingin langsung berhadapan dengan platform global yang terasa lebih kompleks.

Ada juga indikator yang mendukung posisi Rakuten Wallet di segmen pengguna baru. Beberapa laporan survei yang dikutip media kripto menyebut Rakuten Wallet menjadi salah satu pilihan terbesar bagi investor kripto pemula di Jepang, dengan porsi sekitar 24,2 persen dalam survei tersebut. Meski angka ini bukan laporan resmi perusahaan dan perlu dibaca sebagai indikator eksternal, datanya tetap memberi sinyal bahwa Rakuten Wallet cukup kuat di segmen entry-level user.

Dari sini mulai terlihat bahwa popularitas Rakuten Wallet tidak tumbuh karena cakupan global, tetapi karena kedekatannya dengan kebutuhan domestik. Itu juga menjelaskan kenapa platform ini lebih cocok dibandingkan langsung disejajarkan dengan exchange global raksasa. Untuk memahaminya lebih jernih, perbandingan dengan platform lain perlu dilihat dari fungsi, bukan sekadar nama.

 

Perbandingan Rakuten Wallet dengan Exchange dan Wallet Lain

Kalau dibandingkan dengan Binance, perbedaannya langsung terasa pada orientasi bisnis. Binance tumbuh sebagai exchange global dengan jangkauan pasar internasional, pilihan aset yang jauh lebih luas, dan ekosistem trading yang lebih agresif. Rakuten Wallet tidak berdiri di jalur itu. Nilai jual utamanya bukan ada pada banyaknya aset, melainkan pada integrasi dengan layanan Rakuten dan kemudahan akses bagi pengguna lokal di Jepang. Karena itu, pengguna yang mencari pasar luas dan instrumen yang kompleks bisa merasa Rakuten Wallet lebih terbatas.

Kalau dibandingkan dengan MetaMask, perbedaannya justru berada pada filosofi kepemilikan aset. MetaMask adalah wallet non-custodial, sehingga pengguna memegang kontrol lebih langsung atas akses asetnya sendiri. Rakuten Wallet berada di sisi sebaliknya. Ia menekankan pengalaman yang lebih sederhana, tetapi tanggung jawab teknis utama berada di pihak penyedia layanan. Bagi pemula, model Rakuten Wallet biasanya terasa lebih mudah. Bagi pengguna yang sangat menekankan kedaulatan aset, wallet non-custodial tetap terasa lebih sesuai.

Kalau diletakkan berdampingan dengan exchange lokal di negara lain, termasuk exchange Indonesia, Rakuten Wallet juga menunjukkan pendekatan yang khas. Ia tidak sekadar menjadi pintu beli dan jual kripto, tetapi berusaha menghubungkan aset digital dengan sistem poin, pembayaran, dan layanan keuangan yang sudah lebih dulu hidup di dalam ekosistem Rakuten. Itulah yang membuat pembahasan tentang Rakuten Wallet menjadi menarik untuk artikel edukatif, karena yang dibahas bukan hanya produk, tetapi juga model adopsi.

Sesudah melihat perbandingan ini, satu hal jadi makin jelas. Rakuten Wallet tidak berusaha menjadi segalanya untuk semua orang. Ia justru bergerak dengan arah yang lebih spesifik. Arah itu terlihat makin tegas ketika Rakuten Wallet mulai melangkah ke Web3.

 

Perkembangan Terbaru Rakuten Wallet Menuju Web3

Dalam perkembangan yang lebih baru, Rakuten Wallet ikut memperluas posisinya lewat inisiatif Web3. Futureverse dan Rakuten Wallet mengumumkan peluncuran RakutenWallet.Pass untuk membantu onboarding pengguna ke pengalaman Web3 secara lebih mulus. Dari pengumuman tersebut, terlihat bahwa Rakuten Wallet tidak lagi hanya berbicara soal beli, simpan, dan jual aset kripto, tetapi mulai bergerak ke identitas digital, digital ownership, dan pengalaman digital yang lebih dekat dengan game atau aset berbasis blockchain.

Menariknya, arah ini tetap konsisten dengan karakter Rakuten. Mereka tidak melompat ke narasi yang terlalu teknis. Fokusnya justru pada penyederhanaan pengalaman pengguna. Di situs web3 wallet milik Rakuten Wallet, mereka menekankan pengelolaan aset digital dalam satu wallet, dukungan WalletConnect, pemakaian biometrik, serta pendekatan MPC untuk keamanan. Ini menunjukkan bahwa arah Web3 mereka tetap dibangun dengan logika produk konsumen yang ingin menekan friksi teknis sebanyak mungkin.

Langkah ini penting karena memperlihatkan evolusi posisi Rakuten Wallet. Dulu, ia bisa dilihat sebagai layanan kripto yang terhubung dengan loyalty point dan pembayaran. Sekarang, posisinya mulai bergerak menjadi jembatan dari ekosistem Web2 ke penggunaan aset digital yang lebih luas. Buat pembaca artikel edukasi, bagian ini memberi konteks bahwa platform kripto tidak selalu bergerak dari trading ke trading, tetapi bisa berkembang ke identitas digital dan manajemen aset berbasis blockchain yang lebih beragam.

 

Kelebihan dan Kekurangan Rakuten Wallet

Kelebihan utama Rakuten Wallet ada pada kemudahan dan konteks penggunaannya. Bagi orang yang sudah akrab dengan layanan Rakuten, masuk ke kripto menjadi jauh lebih ringan karena prosesnya tidak terasa asing. Integrasi dengan Rakuten Points, Rakuten Cash, dan infrastruktur keuangan lain membuat pengalaman pengguna lebih natural. Ditambah lagi, status regulasi resmi di Jepang serta penekanan pada segregasi aset dan cold wallet memberi fondasi kepercayaan yang kuat untuk pengguna retail.

Namun, di balik kelebihan itu ada keterbatasan yang juga perlu dibaca apa adanya. Rakuten Wallet tidak menonjol sebagai platform dengan pilihan aset paling luas atau fitur paling agresif untuk trader aktif. Kekuatan terbesarnya justru bisa menjadi batasannya sendiri, karena ketergantungan pada ekosistem Jepang membuat jangkauan globalnya tidak sekuat exchange besar lintas negara. Untuk pengguna yang mencari akses luas ke token, DeFi, atau eksplorasi Web3 yang sangat bebas, pendekatan Rakuten Wallet bisa terasa terlalu tertutup.

Dengan melihat dua sisi ini secara seimbang, kamu bisa menilai Rakuten Wallet bukan dari hype, tetapi dari kecocokan fungsi. Ini penting karena artikel edukatif yang bagus tidak berhenti di definisi dan fitur. Ia juga harus membantu pembaca memahami mengapa sebuah produk dibentuk dengan cara tertentu.

 

Apa yang Bisa Dipelajari dari Rakuten Wallet?

Pelajaran terbesar dari Rakuten Wallet adalah bahwa adopsi kripto tidak selalu datang dari jalur yang sama. Ada platform yang tumbuh dari komunitas kripto, ada yang tumbuh dari kebutuhan trading, dan ada juga yang tumbuh dari ekosistem digital besar yang sudah lebih dulu dipercaya publik. Rakuten Wallet berada di kategori terakhir. Ia menunjukkan bahwa kripto bisa dipasarkan bukan sebagai sesuatu yang sepenuhnya baru, tetapi sebagai perpanjangan logis dari perilaku digital yang sudah ada, seperti memakai poin, mengelola pembayaran, atau memakai aplikasi keuangan sehari-hari.

Ini juga memberi gambaran penting tentang masa depan adopsi. Banyak orang mengira adopsi hanya akan naik kalau semua orang akhirnya belajar teknologi blockchain secara mendalam. Kenyataannya, pasar massal sering bergerak ke arah sebaliknya. Teknologi justru makin disembunyikan, sementara pengalaman pengguna dibuat sesederhana mungkin. Dalam konteks itu, langkah Rakuten Wallet ke Web3 sangat masuk akal. Mereka tidak menjual kerumitan teknis, tetapi mencoba menjual pengalaman digital yang terasa mulus.

Bagi pembaca yang ingin memahami industri secara lebih luas, Rakuten Wallet bisa dibaca sebagai contoh bagaimana perusahaan non-kripto memandang aset digital. Kripto bukan selalu produk utama. Ia bisa menjadi fitur, lapisan nilai, atau jembatan ke layanan baru. Saat dilihat dari sudut pandang ini, pembahasan tentang Rakuten Wallet menjadi lebih kaya dibanding sekadar pertanyaan apakah platform ini bagus atau tidak.

 

Kesimpulan

Rakuten Wallet adalah layanan kripto milik grup Rakuten yang beroperasi di Jepang dan tumbuh sebagai bagian dari ekosistem finansial serta digital yang jauh lebih besar. Itulah yang membuatnya berbeda dari wallet non-custodial maupun exchange global. Nilai jual utamanya tidak terletak pada ekspansi internasional atau banyaknya pilihan aset, tetapi pada kemudahan, integrasi, dan kedekatannya dengan perilaku pengguna di ekosistem Rakuten.

Dari sisi edukasi, Rakuten Wallet menarik bukan cuma karena fitur yang dimilikinya, tetapi karena ia memperlihatkan satu arah penting dalam industri aset digital. Adopsi tidak selalu bergerak lewat komunitas teknis atau trader aktif. Kadang justru tumbuh lewat layanan yang membuat kripto terasa biasa, dekat, dan tidak menakutkan bagi pengguna awam. Dalam kerangka itu, Rakuten Wallet bukan sekadar platform kripto Jepang. Ia adalah contoh bagaimana perusahaan besar mengubah aset digital menjadi bagian dari pengalaman digital sehari-hari.

 

FAQ

1. Apa itu Rakuten Wallet?

Rakuten Wallet adalah layanan pertukaran dan penyimpanan aset kripto milik grup Rakuten yang beroperasi di Jepang, sehingga cocok dipahami lebih dulu dalam konteks wallet crypto yang digunakan untuk menyimpan aset digital. Platform ini memungkinkan pengguna membeli, menjual, menyimpan, serta memindahkan aset kripto, dan terhubung dengan layanan lain seperti Rakuten Points, Rakuten Cash, dan Rakuten Bank.

2. Siapa pemilik Rakuten Wallet?

Rakuten Wallet berada di bawah Rakuten Securities Holdings, yang merupakan bagian dari Rakuten Group. Secara resmi, perusahaan ini berdiri sejak 15 Desember 2016 dan terdaftar sebagai operator pertukaran aset kripto di Jepang.

3. Apakah Rakuten Wallet sama dengan wallet seperti MetaMask?

Tidak sama. Rakuten Wallet pada dasarnya adalah layanan custodial, sehingga pengelolaan utama aset dilakukan oleh platform. MetaMask adalah wallet non-custodial, sehingga pengguna memegang kendali lebih langsung atas akses asetnya sendiri. Karena itu, Rakuten Wallet lebih mudah untuk pemula, sedangkan wallet non-custodial memberi kontrol yang lebih besar kepada pengguna.

4. Apakah Rakuten Wallet aman digunakan?

Rakuten Wallet menegaskan penggunaan segregasi aset pelanggan, penyimpanan cold wallet untuk aset pelanggan, dan two-factor authentication untuk tindakan penting seperti login dan penarikan. Sampai penelusuran untuk artikel ini, saya tidak menemukan laporan besar yang luas diberitakan tentang peretasan spesifik terhadap Rakuten Wallet yang menyebabkan kehilangan aset pelanggan dalam skala besar. Meski begitu, seperti semua layanan terpusat, risiko tetap ada dan pengguna tetap perlu menjaga keamanan akun mereka.

5. Kenapa Rakuten Wallet lebih populer di Jepang dibanding negara lain?

Karena layanan ini memang dibangun untuk pasar Jepang dan kekuatannya berasal dari integrasi dengan ekosistem Rakuten yang sangat kuat di sana. Fokusnya bukan mengejar ekspansi global seperti exchange internasional, melainkan memperdalam penggunaan aset digital di dalam layanan keuangan dan digital milik Rakuten sendiri.

6. Apakah Rakuten Wallet sudah masuk ke Web3?

Ya, arah ke sana sudah terlihat. Rakuten Wallet ikut meluncurkan RakutenWallet.Pass bersama Futureverse dan juga memiliki web3 wallet yang menekankan pengelolaan aset digital, konektivitas aplikasi, biometrik, dan MPC. Ini menandakan bahwa pengembangannya tidak berhenti di exchange kripto biasa. 

 

Itulah informasi menarik tentang Rakuten Wallet yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
RVM/IDR
Realvirm
19
171.43%
RDNT/IDR
Radiant Ca
29
141.67%
DVI/IDR
Dvision Ne
2
100%
UCJL/IDR
Utility Cj
34.407
95.26%
MTL/IDR
Metal DAO
36.490
44.95%
Nama Harga 24H Chg
BEAT/IDR
Audiera
30.474
-35.68%
SYN/IDR
Synapse
3.671
-27.79%
VOLT/USDT
Volt Inu
0
-20%
TLM/IDR
Alien Worl
50
-19.35%
NXA/IDR
Nexa (nexa
19.599
-19.03%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi
02/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi

Bagi pemilik bisnis, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk membalas

02/06/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z
29/05/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z

Di era digital seperti sekarang, semakin banyak Gen Z yang

29/05/2026