Apa Itu Ramp Network? Kini Jadi Wallet Multichain
icon search
icon search

Top Performers

Apa Itu Ramp Network? Kini Jadi Wallet Multichain

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Apa Itu Ramp Network? Kini Jadi Wallet Multichain

Apa Itu Ramp Network? Kini Jadi Wallet Multichain

Daftar Isi

Di ekosistem crypto, ada banyak layanan yang sebenarnya sering dipakai pengguna, tetapi namanya baru terasa familiar ketika muncul di layar crypto wallet atau saat proses transaksi. Ramp Network termasuk salah satunya. Banyak orang melihat nama ini ketika ingin membeli aset digital langsung dari wallet, lalu muncul pertanyaan yang wajar: ini platform apa, aman atau tidak, dan kenapa sekarang semakin sering dibicarakan?

Pertanyaan itu makin relevan karena posisi Ramp Network sudah berubah. Kalau sebelumnya ia lebih dikenal sebagai infrastruktur on-ramp dan off-ramp di balik layanan pihak ketiga, kini Ramp mendorong diri menjadi produk yang lebih langsung dipakai pengguna lewat wallet multi chain miliknya sendiri. Perubahan ini penting karena menunjukkan arah baru di industri crypto: pengalaman yang lebih ringkas, lebih menyatu, dan tidak membuat pengguna bolak-balik antar aplikasi.

Buat kamu yang ingin memahami peran Ramp Network secara utuh, pembahasannya tidak cukup berhenti di definisi dasar. Yang lebih menarik justru ada pada cara kerjanya, perubahan model bisnisnya, sampai alasan kenapa langkah ini bisa berdampak pada masa depan pengalaman pengguna di Web3.

 

Apa Itu Ramp Network?

Ramp Network adalah perusahaan teknologi finansial yang membangun jembatan antara sistem pembayaran fiat dan aset crypto. Dalam praktiknya, layanan ini memudahkan pengguna untuk membeli crypto dengan metode pembayaran tradisional, menjual crypto kembali ke fiat, hingga menukar aset digital lintas jaringan dalam pengalaman yang dibuat sesederhana mungkin. Secara resmi, Ramp menyebut dirinya sebagai penyedia infrastruktur keuangan Web3 yang menghubungkan ekonomi crypto dengan infrastruktur finansial yang sudah ada saat ini.

Kalau dijelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana, Ramp Network berperan sebagai penghubung antara uang yang biasa kamu gunakan sehari-hari dan aset digital yang hidup di blockchain. Jadi, ketika seseorang ingin membeli Bitcoin, Ether, atau aset lain tanpa harus memulai dari proses yang terlalu panjang seperti cara beli Bitcoin secara konvensional, layanan seperti Ramp hadir untuk mempersingkat jarak itu. Inilah yang membuat istilah seperti on-ramp crypto, off-ramp crypto, fiat to crypto, dan crypto to fiat sangat dekat dengan identitas Ramp.

Peran seperti ini membuat Ramp Network tidak berdiri sebagai exchange tradisional yang fokus pada order book dan aktivitas trading harian. Posisi mereka justru lebih dekat ke lapisan utilitas yang mempermudah akses. Di sinilah letak pentingnya: banyak pengguna mungkin tidak sadar memakai Ramp, tetapi pengalaman masuk ke crypto sering kali bergantung pada infrastruktur seperti ini.

 

Siapa di Balik Ramp Network?

Ramp Network berdiri sejak 2018 dan berkembang sebagai perusahaan fintech global dengan operasi di beberapa wilayah, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Irlandia, dan Polandia. Di halaman resminya, Ramp juga menyebut telah menghimpun pendanaan sebesar 134 juta dolar AS, mendukung lebih dari 40 mata uang fiat, 110 lebih aset crypto, dan menjangkau lebih dari 150 negara serta wilayah. Angka-angka ini memberi gambaran bahwa Ramp bukan pemain kecil yang baru muncul belakangan, melainkan salah satu nama yang sudah cukup matang di lapisan infrastruktur Web3.

Dalam pemberitaan terbaru, CEO sekaligus co-founder Ramp Network, Przemek Kowalczyk, juga tampil langsung menjelaskan arah produk perusahaan. Ini menunjukkan bahwa transformasi Ramp ke wallet multichain bukan eksperimen sampingan, melainkan langkah strategis yang dibawa oleh level kepemimpinan tertinggi perusahaan.

Dari sisi kredibilitas, faktor regulasi juga ikut memperkuat posisinya. Otoritas pasar keuangan Eropa, ESMA, menjelaskan bahwa register MiCA mencakup penyedia layanan aset kripto yang telah diotorisasi. Dalam laporan Cointelegraph, Ramp disebut telah berstatus sebagai Crypto Asset Service Provider di bawah kerangka MiCA sejak Desember 2025. Itu tidak otomatis menjawab semua pertanyaan soal operasional produk, tetapi setidaknya menunjukkan bahwa Ramp bergerak dalam jalur kepatuhan yang semakin formal.

 

Dari On-Ramp Menjadi Wallet Multichain

Di sinilah perubahan paling besar terjadi. Selama beberapa tahun, Ramp lebih dikenal sebagai lapisan infrastruktur di balik proses beli dan jual crypto pada aplikasi lain. Artinya, pengguna sering berinteraksi dengan layanan Ramp tanpa benar-benar merasa sedang memakai produk Ramp sebagai destinasi utama. Model seperti ini efektif untuk membangun distribusi, tetapi identitas brand-nya cenderung berada di belakang layar.

Namun pada April 2026, Ramp Network meluncurkan wallet multichain non-custodial yang menandai perubahan besar dalam positioning mereka. Lewat peluncuran ini, Ramp tidak lagi hanya tampil sebagai penyedia on-ramp dan off-ramp yang tertanam di produk pihak ketiga, tetapi mulai menjadi aplikasi yang langsung dipakai pengguna untuk membeli, menjual, menukar, menyimpan, dan mencairkan aset crypto di satu tempat. Situs resmi Ramp bahkan mengusung pesan yang sangat tegas: satu aplikasi, banyak chain, dan kunci tetap di tangan pengguna.

Perubahan arah ini menarik karena menjawab salah satu masalah lama di Web3, yaitu pengalaman yang terpecah-pecah. Selama ini, pengguna sering harus memakai satu layanan untuk beli aset, layanan lain untuk swap, wallet lain untuk simpan, lalu platform tambahan untuk cash out. Dari sudut pandang pengguna baru, alur seperti ini terasa ribet dan membuat crypto tampak lebih rumit dari yang seharusnya. Ramp sedang mencoba menyelesaikan masalah itu dengan cara menyatukan fungsi-fungsi penting dalam satu aplikasi yang tetap mempertahankan konsep self-custody.

Kalau dilihat lebih jauh, ini bukan sekadar pembaruan fitur. Ini adalah sinyal bahwa persaingan di lapisan Web3 mulai bergeser dari sekadar akses ke arah pengalaman. Siapa pun yang bisa membuat proses masuk, bergerak, dan keluar dari crypto terasa lebih sederhana, akan punya peluang lebih besar untuk memenangkan pengguna.

 

Fitur Utama Ramp Network Saat Ini

Setelah menjadi wallet multichain, Ramp Network membawa fungsi yang lebih luas dibanding citranya dulu sebagai jalur beli crypto. Salah satu fitur utamanya tetap sama, yaitu membeli aset digital menggunakan metode pembayaran yang umum dipakai pengguna, seperti kartu dan transfer bank, tergantung wilayah yang didukung. Bagi banyak orang, ini masih menjadi fungsi paling penting karena menjadi pintu masuk pertama ke aset digital.

Selain itu, Ramp juga menyediakan off-ramp, yaitu kemampuan menjual crypto kembali ke fiat. Ini penting karena pengalaman crypto yang sehat bukan hanya soal bisa masuk, tetapi juga soal bisa keluar dengan proses yang wajar ketika pengguna ingin merealisasikan dana ke sistem keuangan biasa. Dalam materi resminya, Ramp menempatkan kemampuan buy dan sell ini sebagai bagian inti dari produknya.

Yang membuat pembaruan 2026 terasa lebih relevan adalah hadirnya fungsi swap dan dukungan multichain yang semakin luas. Dalam pengumuman resmi wallet terbarunya, Ramp menyebut dukungan untuk Bitcoin, Ethereum, Solana, dan aset lain, sementara pembaruan produk terpisah juga menyebut kemampuan swap lintas jaringan untuk lebih dari 1.200 pasangan aset di 16 network. Ini memperlihatkan bahwa Ramp tidak ingin berhenti sebagai pintu masuk fiat, tetapi ingin terlibat juga di aktivitas setelah pengguna sudah berada di ekosistem onchain.

Ramp juga menonjolkan model self-custodial. Artinya, aset tetap berada dalam kontrol pengguna, bukan ditahan oleh pihak ketiga seperti exchange kustodian. Dalam peluncuran wallet terbarunya, Ramp menyebut penggunaan passkeys dan opsi ekspor kunci, sementara Cointelegraph menyoroti bahwa USDC di jaringan Base digunakan sebagai saldo inti untuk transfer, pembayaran, dan aktivitas dalam aplikasi. Kombinasi antara self-custody dan alur transaksi yang disederhanakan inilah yang menjadi nilai jual utama mereka sekarang.

Kalau diringkas, Ramp kini mencoba menempati ruang yang dulu tersebar ke banyak layanan: akses fiat, swap lintas chain, penyimpanan aset, dan cash out. Bagi pengguna, ini jauh lebih menarik daripada sekadar widget beli crypto yang tertanam di aplikasi lain.

 

Cara Kerja Ramp Network di Dunia Web3

Untuk memahami kenapa Ramp Network terasa penting, kamu perlu melihat alurnya dari sisi pengguna. Misalnya, seseorang membuka wallet dan ingin membeli aset crypto. Di sistem lama, prosesnya bisa memerlukan perpindahan ke exchange, deposit fiat, beli aset, lalu kirim ke wallet. Alur ini tidak hanya panjang, tetapi juga rawan membuat pengguna baru bingung.

Ramp memangkas alur itu dengan cara menanamkan akses pembelian langsung dari wallet atau menghadirkannya di aplikasi sendiri. Pengguna memilih aset yang ingin dibeli, menentukan metode pembayaran, menyelesaikan verifikasi jika dibutuhkan, lalu aset dikirim ke wallet yang terhubung. Dari sisi off-ramp, prosesnya berjalan ke arah sebaliknya: pengguna mengirim aset crypto sesuai instruksi, lalu menerima hasil pencairan dalam bentuk fiat. Di produk wallet terbarunya, Ramp berupaya membuat semua langkah ini terjadi dalam satu lingkungan yang lebih konsisten, alih-alih melempar pengguna ke banyak perantara.

Logika inilah yang membuat Ramp sering muncul dalam pembahasan soal Web3 onboarding. Bukan karena ia ingin menjadi pusat perhatian, tetapi karena hambatan terbesar dalam adopsi crypto sering muncul justru di titik paling awal: cara masuknya. Ketika akses awal terasa mudah, peluang pengguna untuk bertahan dan mencoba fitur lain akan ikut naik.

 

Apakah Ramp Network Aman Digunakan?

Pertanyaan soal keamanan selalu muncul ketika nama sebuah layanan mulai sering terlihat di wallet atau aplikasi crypto. Itu hal yang wajar, apalagi banyak pengguna baru belum terbiasa membedakan antara exchange, payment provider, wallet, dan infrastruktur Web3.

Dari sisi perusahaan, Ramp menonjolkan pendekatan compliant dan secure dalam materi resminya. Mereka juga menunjukkan cakupan operasi global, pengembangan sejak 2018, serta dukungan terhadap berbagai mata uang fiat dan aset digital. Dari sisi regulasi, keberadaan dalam konteks MiCA menjadi indikator bahwa Ramp beroperasi dengan perhatian serius terhadap aspek kepatuhan, walaupun pengguna tetap perlu memahami bahwa regulasi tidak menghapus seluruh risiko penggunaan produk digital.

Dari sisi produk, model self-custodial memberi kontrol lebih besar kepada pengguna karena aset tidak otomatis disimpan di bawah kustodian terpusat. Namun, konsekuensinya juga jelas: kalau pengguna lalai menjaga akses, keamanan akun tetap bergantung pada disiplin pribadi. Dengan kata lain, self-custody memberi kebebasan yang lebih besar, tetapi sekaligus menuntut tanggung jawab yang lebih besar.

Jadi, aman atau tidak bukan hanya ditentukan oleh nama platformnya, tetapi juga oleh cara kamu memakainya. Mengakses situs atau aplikasi resmi, memahami proses verifikasi, dan menjaga kendali atas kredensial wallet tetap menjadi dasar yang tidak bisa diabaikan. Dalam konteks itu, Ramp terlihat berusaha menyeimbangkan dua hal yang sering sulit dipertemukan di crypto: kemudahan dan kontrol.

 

Ramp Network vs MoonPay vs Transak

Kalau kamu pernah memakai wallet Web3, nama-nama seperti MoonPay atau Transak kemungkinan juga terasa familiar. Ketiganya sering berada di kategori yang mirip, yaitu memudahkan pembelian atau penjualan crypto lewat jalur fiat. Karena itu, perbandingan ini penting agar posisi Ramp lebih mudah dibaca.

Secara umum, MoonPay dikenal luas sebagai brand yang kuat di layanan pembayaran crypto dan banyak dipakai di berbagai integrasi. Transak juga menonjol sebagai penyedia on-ramp dan off-ramp global yang cukup agresif dalam memperluas jangkauan. Sementara itu, keunikan Ramp saat ini justru terletak pada pergeseran yang sedang mereka lakukan. Mereka tidak berhenti di fungsi checkout atau widget, tetapi mulai bergerak menjadi wallet multichain self-custodial dengan buy, sell, swap, dan cash out dalam satu aplikasi. Itu memberi diferensiasi yang lebih jelas dibanding sekadar menjadi jalur pembayaran crypto.

Kalau dilihat dari sudut pengguna, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan. Jika yang dicari hanya jalur cepat untuk membeli aset dari wallet tertentu, beberapa provider bisa saja terasa mirip. Tetapi jika arah produknya diperhatikan, Ramp kini sedang membangun pengalaman yang lebih menyatu. Itulah sebabnya pembahasan tentang Ramp Network pada 2026 sudah tidak cukup bila hanya menyebutnya sebagai on-ramp biasa.

 

Kapan Ramp Network Lebih Cocok Dipakai?

Tidak semua kebutuhan crypto harus diselesaikan dengan alat yang sama. Ada kondisi di mana exchange terpusat terasa lebih efisien, terutama untuk trading aktif, likuiditas pasar, atau strategi yang membutuhkan fitur order lebih lengkap. Namun ada juga kondisi di mana jalur seperti Ramp terasa jauh lebih praktis.

Ramp Network lebih cocok ketika kamu ingin membeli crypto langsung ke wallet tanpa banyak langkah tambahan, ketika ingin berpindah dari fiat ke aset digital dengan proses yang lebih sederhana, atau ketika ingin mempertahankan pola self-custody tanpa harus merakit pengalaman dari banyak aplikasi berbeda. Dalam konteks wallet multichain, nilai utamanya bukan semata fitur yang banyak, melainkan berkurangnya gesekan dalam alur penggunaan.

Di titik ini, terlihat jelas bahwa Ramp tidak sedang mencoba menjadi segalanya untuk semua orang. Mereka justru mengincar satu masalah yang sangat nyata: banyak pengguna ingin akses crypto yang lebih mudah, tetapi tidak ingin kehilangan kontrol atas asetnya. Selama kebutuhan itu masih besar, ruang bagi produk seperti Ramp akan tetap relevan.

 

Kenapa Perubahan Ramp Network Penting untuk Industri Crypto?

Perubahan arah Ramp Network bukan sekadar cerita satu perusahaan menambah fitur. Yang lebih penting, langkah ini mencerminkan pergeseran fokus industri crypto sendiri. Dulu, banyak produk Web3 terasa dibangun untuk orang yang sudah terbiasa dengan kerumitan teknis. Sekarang, tekanan pasar justru datang dari kebutuhan membuat semuanya terasa lebih sederhana tanpa mengorbankan nilai dasar seperti kontrol aset dan akses lintas jaringan.

Dalam konteks itu, Ramp sedang mencoba menjawab pertanyaan yang lebih besar dari sekadar “bagaimana cara beli crypto.” Pertanyaannya adalah: bisakah seseorang masuk ke crypto, memindahkan aset, menukar token, dan keluar lagi tanpa merasa tersesat di antara lima aplikasi berbeda? Jawaban yang sedang dicoba Ramp adalah ya, asalkan infrastrukturnya dibangun sebagai pengalaman yang utuh.

Kalau pendekatan seperti ini berhasil, maka dampaknya bisa meluas. Bukan hanya Ramp yang diuntungkan, tetapi juga cara industri memikirkan onboarding, wallet, pembayaran, dan utilitas stablecoin ke depan. Karena itu, memahami Ramp Network hari ini juga berarti memahami ke mana arah pengalaman pengguna crypto sedang bergerak.

 

Kesimpulan

Ramp Network dulu dikenal terutama sebagai jembatan antara fiat dan crypto. Peran itu masih ada, tetapi 2026 menunjukkan bahwa identitasnya sudah berkembang jauh lebih besar. Kini Ramp bukan hanya mempermudah orang membeli dan menjual aset digital, melainkan juga mencoba menjadi tempat yang lebih utuh untuk menyimpan, menukar, dan memakai aset lintas jaringan dalam model self-custody.

Buat pengguna, perubahan ini penting karena menyentuh masalah paling nyata dalam pengalaman crypto: terlalu banyak langkah, terlalu banyak perpindahan, dan terlalu banyak titik kebingungan. Ramp mencoba memotong kerumitan itu tanpa mengambil alih kendali aset dari tangan pengguna. Itu sebabnya pembahasan tentang Ramp Network sekarang tidak lagi cukup jika hanya berhenti di istilah on-ramp atau off-ramp.

Pada akhirnya, nilai sebuah produk crypto bukan cuma ditentukan oleh seberapa canggih teknologinya, tetapi juga oleh seberapa mudah orang biasa bisa memakainya tanpa kehilangan rasa aman dan kontrol. Dari sudut itu, perjalanan Ramp Network layak diperhatikan karena ia menunjukkan bahwa masa depan Web3 kemungkinan besar akan dimenangkan bukan hanya oleh protokol yang kuat, tetapi juga oleh pengalaman yang terasa masuk akal untuk digunakan sehari-hari.

 

FAQ

1. Apa itu Ramp Network dalam crypto?

Ramp Network adalah perusahaan fintech Web3 yang mempermudah perpindahan nilai antara uang fiat dan aset crypto. Dalam praktiknya, layanan ini dipakai untuk membeli crypto, menjual crypto ke fiat, melakukan swap, dan kini juga mengelola aset melalui wallet multichain self-custodial miliknya sendiri.

Yang membuatnya menarik adalah evolusinya. Dulu Ramp lebih dikenal sebagai infrastruktur di balik aplikasi lain. Sekarang, namanya makin menonjol karena mereka juga hadir sebagai produk langsung untuk pengguna.

2. Apakah Ramp Network aman digunakan?

Secara umum, Ramp menunjukkan sejumlah sinyal kredibilitas, mulai dari operasi global, fokus compliance, sampai keterkaitan dengan kerangka MiCA di Eropa. Di sisi produk, model self-custodial berarti aset tetap berada dalam kendali pengguna, bukan sepenuhnya dipegang pihak terpusat.

Tetap saja, keamanan tidak pernah sepenuhnya bergantung pada platform. Cara kamu menjaga akses akun, memakai aplikasi resmi, dan memahami proses transaksi tetap menjadi faktor yang sangat menentukan.

3. Apa fungsi on-ramp dan off-ramp di Ramp Network?

On-ramp adalah jalur untuk masuk dari fiat ke crypto, misalnya membeli aset digital dengan kartu atau transfer bank. Off-ramp adalah jalur keluarnya, yaitu mengubah crypto kembali menjadi fiat. Ramp Network membangun dua fungsi ini sebagai fondasi produknya sejak awal.

Bedanya dengan dulu, sekarang dua fungsi itu tidak berdiri sendiri. Ramp menggabungkannya dengan swap dan wallet, sehingga pengalaman pengguna terasa lebih menyatu dan tidak terlalu terfragmentasi.

4. Apakah Ramp Network bisa digunakan di Indonesia?

Ramp menyebut layanannya tersedia di lebih dari 150 negara dan wilayah, yang menunjukkan jangkauan global yang sangat luas. Namun, ketersediaan fitur tertentu biasanya tetap bergantung pada negara, metode pembayaran, dan ketentuan kepatuhan yang berlaku di wilayah pengguna.

Karena itu, jawaban paling aman adalah mengecek langsung ketersediaan layanan di halaman resmi saat kamu ingin bertransaksi. Cakupan globalnya besar, tetapi pengalaman aktual bisa berbeda tergantung lokasi dan metode pembayaran yang dipilih.

5. Apa bedanya Ramp Network dengan MoonPay?

Secara kategori, keduanya sama-sama dikenal sebagai jalur akses fiat ke crypto. MoonPay lebih lama dikenal luas sebagai brand pembayaran crypto yang kuat di banyak integrasi. Ramp Network punya fungsi inti yang serupa, tetapi kini membedakan diri dengan dorongan menjadi wallet multichain self-custodial yang menyatukan buy, sell, swap, dan cash out dalam satu aplikasi. 

 

Itulah informasi menarik tentang Ramp Network yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
SYN/IDR
Synapse
2.179
45.27%
EPIC/IDR
Epic Chain
10.599
41.75%
STRM/IDR
StreamCoin
8
33.33%
SIREN/IDR
siren
13.081
28.25%
Nama Harga 24H Chg
RVM/IDR
Realvirm
4
-33.33%
MYX/IDR
MYX Financ
5.245
-29.35%
PORTAL/IDR
Portal
325
-28.57%
CHT/IDR
CyberHarbo
3
-25%
CVC/IDR
Civic
450
-22.55%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi
02/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi

Bagi pemilik bisnis, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk membalas

02/06/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z
29/05/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z

Di era digital seperti sekarang, semakin banyak Gen Z yang

29/05/2026