Apa Itu Relay Attack? Modus Hacker yang Bisa Menipu
icon search
icon search

Top Performers

Apa Itu Relay Attack? Modus Hacker yang Bisa Menipu Wallet Digital

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Apa Itu Relay Attack? Modus Hacker yang Bisa Menipu Wallet Digital

Apa Itu Relay Attack? Modus Hacker yang Bisa Menipu Wallet Digital

Daftar Isi

Beberapa tahun lalu, banyak orang masih mengira ancaman digital selalu identik dengan password yang dibobol, malware berbahaya, atau hacker yang menyerang server besar. Polanya kini mulai berubah. Banyak serangan modern justru bekerja secara diam-diam tanpa perlu “merusak” sistem secara langsung.

Salah satu metode yang mulai sering muncul dalam pembahasan keamanan digital adalah relay attack.

Relay attack adalah metode serangan siber yang bekerja dengan meneruskan komunikasi antar perangkat secara real-time agar sistem percaya koneksi tersebut valid dan aman.

Sekilas metode ini terlihat sederhana. Namun di balik kesederhanaannya, relay attack mampu mengecoh sistem autentikasi modern yang dipakai pada NFC, Bluetooth, contactless payment, smart lock, hingga wallet digital.

Kasus relay attack sebenarnya sudah cukup lama muncul di sektor otomotif, terutama pada mobil keyless. Dalam beberapa laporan keamanan siber di Eropa, pencurian kendaraan dengan metode relay attack bahkan bisa dilakukan dalam waktu kurang dari satu menit tanpa perlu memecahkan kaca atau mencuri kunci fisik.

Kini pola serupa mulai relevan di era crypto dan wallet digital. Bukan karena blockchain berhasil diretas, tetapi karena komunikasi antar perangkat mulai menjadi target baru bagi pelaku serangan digital.

Apa Itu Relay Attack?

Relay attack adalah serangan yang memanfaatkan komunikasi antar perangkat untuk membuat sistem percaya bahwa perangkat asli berada di lokasi yang benar, seperti informasi yang kami kutip dari en.wikipedia.org.

Dalam praktiknya, hacker bertindak seperti “jembatan” yang meneruskan sinyal dari satu perangkat ke perangkat lain.

Misalnya ada smartphone, kartu NFC, atau wallet digital milik korban yang sebenarnya berada cukup jauh dari target. Penyerang kemudian menangkap komunikasi tersebut dan meneruskannya secara langsung menggunakan perangkat tambahan.

Akibatnya, sistem target menganggap komunikasi itu sah karena sinyal yang diterima memang berasal dari perangkat asli.

Di sinilah relay attack berbeda dari hacking tradisional. Pelaku tidak selalu perlu mencuri password, membobol blockchain, atau menyusup ke server. Mereka hanya memanfaatkan kepercayaan sistem terhadap komunikasi nirkabel.

Karena itulah relay attack sering dikaitkan dengan:

  • NFC
  • Bluetooth
  • pembayaran contactless
  • keyless entry
  • smart card
  • autentikasi proximity
  • wallet mobile

Semakin banyak teknologi bergerak menuju koneksi wireless dan autentikasi instan, semakin besar pula perhatian terhadap jenis serangan seperti ini.

Bahkan pada teknologi NFC yang sering dianggap aman untuk pembayaran cepat, ternyata tetap ada potensi risiko komunikasi digital yang bisa dimanfaatkan pihak tertentu seperti yang dibahas dalam artikel bahaya NFC di HP.

 

Bagaimana Cara Kerja Relay Attack?

Agar lebih mudah dipahami, relay attack sebenarnya bekerja menggunakan konsep yang cukup sederhana. Namun justru kesederhanaan inilah yang membuat banyak pengguna tidak sadar bahwa sistem sedang dimanipulasi.

1.Hacker Tidak Perlu Membobol Password

Pada serangan tradisional, hacker biasanya mencoba:

  • mencuri password
  • memasukkan malware
  • menebak akses login
  • mengeksploitasi celah sistem

Relay attack berbeda. Pelaku tidak selalu mengambil alih akun secara langsung. Mereka hanya memperpanjang komunikasi yang sedang berlangsung antara dua perangkat.

Karena komunikasi tersebut tetap terlihat “normal”, sistem sering kali tidak menyadari adanya pihak ketiga di tengah proses autentikasi.

2.Cara Hacker Memperpanjang Komunikasi Antar Device

Dalam relay attack biasanya ada dua perangkat yang digunakan pelaku.

Perangkat pertama berada dekat korban untuk menangkap sinyal asli. Perangkat kedua berada dekat target untuk meneruskan sinyal tersebut secara real-time.

Pola ini sering dipakai pada:

  • mobil keyless
  • kartu akses digital
  • NFC payment
  • Bluetooth authentication

Contohnya cukup sederhana. Saat seseorang menyimpan kunci mobil keyless di dalam rumah, hacker dapat menangkap sinyal key fob dari luar rumah lalu meneruskannya ke perangkat lain yang berada dekat mobil.

Mobil akhirnya mengira pemilik asli sedang berada di dekat kendaraan. Prinsip yang sama mulai relevan pada wallet digital modern yang mengandalkan koneksi wireless dan autentikasi cepat.

Kenapa Sistem Bisa Tertipu?

Masalah utamanya ada pada kepercayaan sistem terhadap perangkat yang dianggap valid.

Sebagian sistem hanya memeriksa:

  • identitas perangkat
  • kecocokan sinyal
  • status autentikasi
  • token komunikasi

Sistem belum tentu mampu memastikan apakah perangkat tersebut benar-benar berada di lokasi yang tepat.

Ketika teknologi semakin mengutamakan kenyamanan pengguna, proses verifikasi sering dibuat sesingkat mungkin. Di sisi lain, hacker melihat kondisi ini sebagai peluang.

 

Relay Attack Berbeda dengan Replay Attack

Banyak orang mengira relay attack dan replay attack adalah hal yang sama, padahal keduanya berbeda.

Relay attack meneruskan komunikasi secara langsung saat proses sedang berlangsung.

Sementara replay attack biasanya merekam data lama lalu memutarnya kembali di waktu berbeda untuk mengecoh sistem.

Perbedaannya memang terdengar teknis, tetapi pemahaman ini penting karena metode pencegahannya juga tidak selalu sama.

Dari Pencurian Mobil Sampai Wallet Crypto

Relay attack mulai dikenal luas setelah maraknya kasus pencurian mobil keyless di berbagai negara. Banyak rekaman CCTV menunjukkan kendaraan bisa terbuka tanpa kerusakan fisik dan tanpa penggunaan kunci asli secara langsung.

Namun perkembangan teknologi membuat pola serangan ini tidak lagi terbatas pada sektor otomotif.

Relay Attack pada Mobil Keyless

Pada mobil modern dengan sistem keyless entry, kendaraan akan otomatis membuka akses ketika mendeteksi key fob berada di dekat mobil.

Masalahnya, sistem sering hanya membaca validitas sinyal tanpa benar-benar memastikan posisi fisik pemilik kunci.

Dalam beberapa kasus, hacker menggunakan perangkat penguat sinyal untuk memperpanjang komunikasi antara mobil dan key fob korban.

Karena prosesnya berlangsung cepat dan tanpa kontak fisik, banyak korban baru sadar mobil hilang beberapa menit kemudian.

Kasus inilah yang membuat relay attack mulai menjadi perhatian besar dalam keamanan wireless.

 

Ancaman pada NFC dan Contactless Payment

Seiring meningkatnya penggunaan pembayaran tanpa sentuhan, relay attack ikut berkembang ke area NFC dan contactless payment.

Teknologi seperti:

  • e-money
  • kartu akses digital
  • smartphone payment
  • tap-to-pay
  • dompet digital dirancang agar transaksi berlangsung cepat dan praktis.

Namun di balik kenyamanan tersebut, komunikasi nirkabel tetap memiliki risiko jika sistem keamanan tidak dirancang dengan ketat.

Dalam beberapa skenario, hacker mencoba memperpanjang komunikasi antara kartu pembayaran dan mesin reader agar transaksi tetap dianggap valid.

 

Bagaimana Relay Attack Bisa Menyerang Wallet Digital?

Di sinilah relay attack mulai relevan dengan crypto.

Blockchain seperti Bitcoin atau Ethereum sebenarnya tidak mudah diretas menggunakan metode ini. Sistem cryptographic signature pada blockchain tetap sangat kuat.

Namun target utama relay attack biasanya bukan blockchain, melainkan lapisan autentikasi pengguna.

Contohnya:

  • wallet mobile
  • Bluetooth wallet
  • NFC wallet
  • QR authentication
  • WalletConnect
  • passkey login
  • approval transaksi digital

Jika komunikasi antar perangkat berhasil dimanipulasi, pengguna bisa saja memberikan approval pada koneksi atau transaksi yang sebenarnya berbahaya.

Karena itu banyak wallet modern mulai menambahkan:

  • physical confirmation
  • layar verifikasi transaksi
  • human-readable signing
  • anti-phishing protection
  • session validation

Langkah seperti ini penting karena ancaman modern kini lebih sering menyasar perilaku pengguna dibanding meretas jaringan blockchain secara langsung.

 

Apakah Blockchain Bisa Diretas Lewat Relay Attack?

Secara umum, tidak. Relay attack tidak bekerja dengan membobol blockchain. Serangan ini lebih fokus pada manipulasi komunikasi, autentikasi, dan proses persetujuan transaksi.

Ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan crypto tidak hanya bergantung pada seberapa kuat teknologi blockchain bekerja, tetapi juga bagaimana pengguna memahami proses autentikasi yang mereka gunakan sehari-hari.

Dalam ekosistem blockchain sendiri, istilah relay sebenarnya juga muncul pada beberapa teknologi Layer-2 dan jaringan lintas rantai. Namun konteksnya berbeda dengan relay attack karena relay pada blockchain lebih mengarah pada komunikasi jaringan seperti yang dijelaskan dalam artikel shared security blockchain Layer-2.

 

Kenapa Relay Attack Berbahaya di Era Crypto?

Perkembangan teknologi digital saat ini bergerak menuju pengalaman yang semakin instan.

Cukup scan,  Cukup tap dan  Cukup approve.

Dari sisi kenyamanan memang terasa lebih praktis. Namun di sisi lain, semakin sedikit proses verifikasi manual, semakin besar pula peluang manipulasi komunikasi antar perangkat.

Banyak Wallet Kini Mengandalkan Wireless Authentication

Wallet digital modern mulai memanfaatkan:

  • NFC
  • Bluetooth
  • biometrik
  • passkey
  • koneksi lintas perangkat

Bahkan beberapa aplikasi mulai meninggalkan password tradisional dan menggantinya dengan autentikasi otomatis berbasis device.

Masalahnya, setiap komunikasi wireless memiliki permukaan serangan tambahan yang tidak selalu dipahami pengguna biasa.

Semakin banyak perangkat saling terkoneksi, semakin penting pula validasi komunikasi dilakukan secara ketat.

User Sering Tidak Menyadari Sedang Memberi Akses

Di crypto, satu tombol approval bisa berarti:

  • memberikan izin akses token
  • membuka koneksi wallet
  • menandatangani transaksi
  • mengaktifkan smart contract tertentu

Banyak pengguna terlalu fokus pada kecepatan transaksi sampai lupa memeriksa detail persetujuan.

Kondisi inilah yang sering dimanfaatkan pelaku serangan digital.

Relay attack modern bahkan kerap digabung dengan:

  • phishing crypto
  • fake dApp
  • malware
  • wallet drainer
  • session hijacking

Karena itu ancaman digital sekarang jarang berdiri sendiri. Serangan biasanya dirancang berlapis agar korban lebih mudah terkecoh.

 

Ciri-Ciri Sistem yang Rentan Terhadap Relay Attack

Tidak semua sistem mudah diserang menggunakan relay attack. Namun ada beberapa karakteristik yang biasanya membuat risiko lebih tinggi.

Sistem yang terlalu mengandalkan proximity tanpa verifikasi tambahan cenderung lebih rentan.

Begitu juga dengan perangkat yang:

  • tidak memiliki physical confirmation
  • tidak memeriksa timing komunikasi
  • memakai autentikasi wireless sederhana
  • terlalu percaya pada koneksi otomatis

Sebaliknya, banyak sistem modern mulai menggunakan:

  • encrypted channel
  • distance bounding
  • biometric verification
  • multi-factor authentication
  • secure session validation

Tujuannya agar perangkat tidak mudah tertipu oleh komunikasi palsu yang diteruskan secara real-time.

 

Cara Mencegah Relay Attack pada Wallet dan Device Digital

Meskipun terdengar teknis, langkah pencegahan relay attack sebenarnya cukup dekat dengan kebiasaan penggunaan sehari-hari.

Hindari Blind Approval

Jangan terburu-buru menekan tombol approve.

Biasakan memeriksa:

  • alamat tujuan transaksi
  • nominal transfer
  • izin smart contract
  • detail koneksi wallet
  • session login

Dalam banyak kasus pencurian aset digital, masalah terbesar bukan berada pada blockchain, melainkan pada approval yang diberikan pengguna tanpa membaca detailnya.

 

Gunakan Hardware Wallet dengan Physical Confirmation

Hardware wallet modern biasanya memiliki:

  • layar verifikasi
  • tombol fisik
  • konfirmasi manual

Lapisan tambahan ini membantu pengguna memastikan transaksi benar-benar sesuai sebelum ditandatangani.

Meskipun smartphone atau browser terkena manipulasi, pengguna masih memiliki kesempatan memeriksa transaksi langsung dari perangkat wallet.

Matikan NFC atau Bluetooth Jika Tidak Digunakan

Banyak orang membiarkan fitur wireless aktif sepanjang waktu.

Padahal semakin banyak koneksi terbuka, semakin luas pula permukaan serangan yang bisa dimanfaatkan.

Kebiasaan sederhana seperti mematikan NFC atau Bluetooth saat tidak digunakan dapat membantu mengurangi risiko komunikasi tidak sah.

Hindari Menghubungkan Wallet ke dApp Sembarangan

Tidak semua aplikasi Web3 aman digunakan.

Beberapa situs dibuat khusus untuk:

  • mencuri approval
  • memancing signature
  • mengambil akses wallet
  • memanipulasi session pengguna

Sebelum menghubungkan wallet, pastikan:

  • domain benar
  • permission masuk akal
  • reputasi platform jelas
  • koneksi wallet memang diperlukan

 

Relay Attack Menunjukkan bahwa Keamanan Digital Bukan Hanya Soal Password

Selama bertahun-tahun, banyak orang menganggap keamanan digital selesai begitu memakai password rumit dan autentikasi dua langkah.

Sekarang situasinya berubah.

Serangan modern mulai menyasar:

  • komunikasi perangkat
  • sesi autentikasi
  • approval transaksi
  • koneksi wallet
  • identitas digital pengguna

Relay attack menjadi contoh bahwa sistem yang terlihat aman belum tentu benar-benar aman jika pengguna tidak memahami bagaimana proses autentikasi bekerja.

Dalam ekosistem crypto, pemahaman seperti ini semakin penting karena aset digital kini tersimpan di perangkat yang selalu terhubung dengan internet dan komunikasi wireless.

Pada akhirnya, hacker tidak selalu mencari sistem paling lemah. Mereka mencari momen ketika pengguna terlalu percaya bahwa semua koneksi digital berjalan normal.

 

Kesimpulan

Relay attack adalah bentuk serangan modern yang memanfaatkan komunikasi antar perangkat untuk mengecoh sistem autentikasi.

Metode ini tidak selalu membutuhkan pembobolan password atau peretasan blockchain secara langsung. Dalam banyak kasus, hacker hanya memanfaatkan komunikasi wireless yang terlalu dipercaya oleh sistem.

Seiring meningkatnya penggunaan NFC, Bluetooth, passkey, dan wallet digital, pembahasan mengenai relay attack kemungkinan akan semakin relevan di masa depan.

Bagi pengguna crypto, memahami relay attack bukan sekadar tambahan wawasan keamanan digital. Ini menjadi pengingat bahwa perlindungan aset tidak hanya bergantung pada kuatnya blockchain, tetapi juga pada cara pengguna memahami proses autentikasi dan koneksi perangkat yang mereka gunakan setiap hari.

 

 

Itulah informasi menarik tentang Relay attack yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.

Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.

Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan relay attack?

Relay attack adalah metode serangan siber yang bekerja dengan meneruskan komunikasi antar perangkat secara real-time agar sistem percaya koneksi tersebut valid dan aman.

2. Apakah relay attack bisa menyerang wallet crypto?

Bisa. Relay attack dapat menyasar lapisan autentikasi dan komunikasi perangkat seperti NFC wallet, Bluetooth wallet, WalletConnect, hingga approval transaksi digital.

3. Apa bedanya relay attack dan replay attack?

Relay attack meneruskan komunikasi secara langsung saat proses berlangsung, sedangkan replay attack biasanya merekam data lalu memutarnya kembali di waktu berbeda.

4. Kenapa relay attack sering dikaitkan dengan NFC dan Bluetooth?

Karena kedua teknologi tersebut mengandalkan komunikasi jarak dekat yang dalam kondisi tertentu dapat diperpanjang atau dimanipulasi oleh pihak ketiga.

5. Apakah hardware wallet aman dari relay attack?

Hardware wallet umumnya lebih aman karena memiliki physical confirmation dan layar verifikasi transaksi, meskipun pengguna tetap harus berhati-hati terhadap phishing dan approval palsu.

6. Apakah relay attack bisa membobol blockchain?

Tidak secara langsung. Relay attack biasanya menyerang proses autentikasi dan komunikasi pengguna, bukan meretas jaringan blockchain itu sendiri.

 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Author:  AL

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
DLC/IDR
Diverge Lo
464
105.31%
PIPPIN/IDR
Pippin
487
72.17%
BEAT/IDR
Audiera
77.429
39.84%
SOLAYER/IDR
Solayer
1.450
37.83%
GWEI/IDR
ETHGas
3.186
33.81%
Nama Harga 24H Chg
STIK/IDR
Staika
438
-40.57%
EPIC/IDR
Epic Chain
8.462
-35.03%
RVM/IDR
Realvirm
3
-25%
GNO/IDR
Gnosis
1.601K
-23.76%
BONK/USDT
Bonk
0
-17.8%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mengatur Gaji 3 Juta di 2026, Masih Bisa Investasi Bitcoin?

Punya gaji Rp3 juta di tahun 2026 sering membuat seseorang

Dampak AI dalam Keamanan Siber: Ancaman Baru di Crypto
02/06/2026
Dampak AI dalam Keamanan Siber: Ancaman Baru di Crypto

Keamanan siber tidak lagi sekadar soal melindungi sistem dari serangan

02/06/2026
Apa Itu Sneaky Malware? Ancaman Diam-Diam bagi Investor Crypto
30/05/2026
Apa Itu Sneaky Malware? Ancaman Diam-Diam bagi Investor Crypto

Banyak orang merasa ancaman terbesar dalam investasi crypto datang dari

30/05/2026