Ripple, perusahaan dibalik XRP ini mengumumkan peningkatan besar pada platform institutional custody yang memungkinkan bank dan kustodian menawarkan layanan staking kripto tanpa harus mengelola validator maupun sistem manajemen private key secara mandiri.
Pengumuman tersebut disampaikan pada Senin (9/1). Melalui pembaruan ini, perusahaan blockchain asal Amerika Serikat yang mengembangkan jaringan XRP tersebut memperluas layanannya ke infrastruktur kripto institusional, melampaui fokus awalnya pada pembayaran lintas negara.
Integrasi Keamanan dan Staking untuk Institusi
Dalam pengumuman resminya, Ripple menyebutkan telah menjalin kolaborasi dengan Securosys, perusahaan keamanan siber berbasis di Swiss, serta Figment, penyedia infrastruktur staking untuk jaringan proof-of-stake.
“Kemitraan Ripple Custody dengan Figment menghadirkan staking institusional yang aman bagi bank dan perusahaan terbesar. Dengan menggabungkan teknologi kustodian kelas perusahaan Ripple dengan platform staking non-kustodian yang aman dari Figment, kami memberikan cara kepada lembaga yang teregulasi untuk menawarkan imbalan staking kepada pelanggan mereka di beberapa jaringan blockchain,” kata Ben Spiegelman, Kepala Kemitraan & Pengembangan Korporasi di Figment dikutip dari Businesswire.
Melalui integrasi tersebut, bank dan kustodian kini dapat:
- Menyimpan aset kripto menggunakan hardware security module (HSM), baik berbasis on-premise maupun cloud.
- Menawarkan staking pada jaringan proof-of-stake seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).
- Menjalankan seluruh proses dengan compliance check yang terintegrasi langsung dalam alur transaksi.
Pendekatan ini dirancang untuk memangkas kompleksitas teknis yang selama ini menjadi hambatan utama institusi keuangan masuk ke layanan kripto.
Baca selanjutnya: Bitcoin, Ethereum, dan XRP Mulai Stabil? Ini Prediksi Harga Selanjutnya
Tanpa Validator Sendiri, Tetap Patuh Regulasi
Salah satu poin krusial dari pembaruan ini adalah kemampuan institusi untuk menyediakan staking tanpa harus mengoperasikan validator sendiri.
Dalam praktiknya, pengelolaan validator dan private key sering kali menjadi tantangan besar bagi bank karena tuntutan keamanan dan kepatuhan regulasi.
Ripple menilai solusi ini dapat mempercepat adopsi staking oleh institusi yang selama ini tertahan oleh risiko operasional dan regulasi.
Dengan sistem yang telah terintegrasi, institusi cukup fokus pada layanan ke nasabah tanpa harus membangun infrastruktur teknis dari nol.
Dampak Akuisisi Palisade dan Integrasi Compliance
Peningkatan platform custody ini juga merupakan kelanjutan dari akuisisi Palisade, penyedia infrastruktur wallet dan custody aset digital yang teregulasi di Prancis. Akuisisi tersebut memperkuat posisi Ripple di segmen custody institusional, terutama di pasar Eropa.
Selain itu, Ripple juga mengintegrasikan alat compliance dari Chainalysis, memungkinkan pemantauan transaksi secara real-time dan membantu institusi memenuhi standar kepatuhan yang berlaku.
Dengan kombinasi custody, keamanan, dan compliance, Ripple menargetkan institusi keuangan yang membutuhkan solusi kripto siap pakai dan sesuai regulasi.
Ripple Perluas Peran di Luar Layanan Pembayaran
Selama ini Ripple dikenal luas sebagai penyedia teknologi pembayaran berbasis blockchain dan penerbit token XRP, serta stablecoin RLUSD yang diluncurkan pada akhir 2024.
Namun, pembaruan ini menegaskan ambisi Ripple untuk memperluas bisnis ke sektor custody, treasury, dan post-trade services.
Beberapa pekan sebelum pengumuman ini, Ripple juga merilis platform corporate treasury yang menghubungkan sistem manajemen kas tradisional dengan infrastruktur aset digital.
Langkah tersebut menunjukkan strategi jangka panjang Ripple dalam membangun ekosistem layanan blockchain untuk institusi teregulasi.
Baca juga berita terkait: Media Sosial Ramai Dukung XRP, Sentimen Bitcoin (BTC) Justru Memburuk?
Staking Institusi Makin Dilirik
Langkah Ripple sejalan dengan tren industri yang menunjukkan meningkatnya minat institusi terhadap staking.
Seiring matangnya jaringan proof-of-stake, staking dinilai sebagai salah satu cara institusi memperoleh imbal hasil, meskipun kepastian regulasi masih menjadi perhatian.
Di sisi lain, Figment juga memperluas kerja samanya dengan Coinbase pada Oktober lalu, memungkinkan klien Coinbase Custody dan Prime melakukan staking di berbagai jaringan, termasuk Solana, Sui, Aptos, dan Avalanche.
Sementara itu, Anchorage Digital dan Fireblocks juga mengembangkan solusi staking dan yield untuk klien institusional.
Kesimpulan
Ekspansi layanan custody dan staking ini menempatkan Ripple sebagai salah satu pemain yang semakin serius membangun infrastruktur kripto institusional.
Dengan fokus pada keamanan, kepatuhan, dan kemudahan integrasi, Ripple berupaya menjawab kebutuhan bank dan kustodian yang ingin masuk ke layanan kripto tanpa menanggung kompleksitas teknis yang tinggi.
Perkembangan ini juga mencerminkan arah industri kripto yang kian bergeser dari sekadar transaksi ritel menuju adopsi yang lebih luas di kalangan institusi keuangan.
FAQ
- Apa itu institutional custody dalam kripto?
Institutional custody adalah layanan penyimpanan aset kripto yang dirancang khusus untuk institusi seperti bank dan kustodian, dengan standar keamanan, audit, dan kepatuhan yang lebih ketat dibandingkan wallet ritel. - Mengapa staking penting bagi institusi keuangan?
Staking memungkinkan institusi memperoleh imbal hasil dari aset proof-of-stake tanpa harus menjual kepemilikan kripto mereka, sehingga menjadi alternatif pendapatan di tengah berkembangnya aset digital. - Apakah staking melalui Ripple membutuhkan validator sendiri?
Tidak. Dengan pembaruan ini, institusi dapat menawarkan staking tanpa harus mengelola validator atau sistem manajemen private key secara mandiri. - Jaringan kripto apa saja yang didukung untuk staking?
Saat ini, Ripple menyebut dukungan untuk jaringan proof-of-stake seperti Ethereum dan Solana, dengan potensi ekspansi ke jaringan lain seiring pengembangan platform. - Apa peran Chainalysis dalam layanan custody Ripple?
Chainalysis digunakan untuk mendukung compliance dan pemantauan transaksi, membantu institusi memenuhi standar regulasi dan mengelola risiko terkait aktivitas kripto.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – Ripple expands institutional custody stack with staking and security integrations, diakses pada 10 Februari 2026
- Cryptopolitan – Ripple expands institutional tools with hardware security and staking support, diakses pada 10 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Regulasi Crypto, #Berita Blockchain






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


